Rss Feed
  1. Read That To-Read: Fantasy in March

    Saturday, February 28, 2015

    Hai semuanya. Sekarang tanggal 28 Februari, hari terakhir di bulan kedua. Berarti sudah waktunya untuk menyusun daftar buku yang akan dibaca untuk mengurangi daftar to-read :)).

    Kita mulai dari rekap RTTR yang lalu dulu:


    1. Lord of the Flies - William Golding (review)
    2. Forgive Me, Leonard Peacock - Matthew Quick (review)
    3. Hikikomori-chan - Ghyna Amanda Putri (review)
    4. Haru no Sora - Laili Muttamimah (review)
    5. Looking for Alibrandi - Melina Marchetta (review)
    Yup, berhasil menyelesaikan semuanya ^^.

    Untuk bulan Maret, saya memutuskan untuk mengambil tema fantasi. Rencana buku yang akan dibaca:

    1. Vandaria: Tabir Nalar - Rynaldo Cahyana Hadi
    2. Bioshock: Rapture - John Shirley
    3. The Martian - Andy Weir
    4. The Fifth Wave - Rick Yancey
    5. Fade - Lisa McMann
    6. Gone - Lisa McMann
    Semoga bisa baca semuanya di bulan Maret ^^.

  2. Lord of the FliesLord of the Flies by William Golding
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Lord of the Flies
    Penulis: William Golding
    Penerbit: Pengee/Penguin Group
    Halaman: 202 halaman
    Terbitan: 2006

    At the dawn of the next world war, a plane crashes on an uncharted island, stranding a group of schoolboys. At first, with no adult supervision, their freedom is something to celebrate. This far from civilization they can do anything they want. Anything.

    But as order collapses, as strange howls echo in the night, as terror begins its reign, the hope of adventure seems as far removed from reality as the hope of being rescued...

    Review

    Review mengandung spoiler!

    Oh, I love this novel!

    "Lord of the Flies" bercerita tentang sekumpulan anak kecil dari Inggris yang terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni. Awalnya mereka berusaha membentuk sebuah komunitas tersendiri. Mereka memilih seorang kepala suku, membagi tugas, serta memiliki aturan-aturan. Tapi, perlahan-lahan semua sistem mereka mulai berantakan, hingga akhirnya timbul pemberontakan di dalam sistem.

    Ada 3 tokoh yang berperan besar dalam kisah ini. Ralph, si kepala suku; Piggy, anak yang bertindak sebagai "suara rasional" di dalam kelompok, tapi tidak terlalu diperhatikan; serta Jack, kepala pimpinan para pemburu yang akhirnya membangkang dan membentuk sistemnya sendiri, dengan dirinya sebagai kepala suku.

    Buat saya novel ini tidak hanya bicara tentang sekumpulan anak yang terdampar, tapi juga refleksi dari kondisi sosial yang ada saat ini. Penulisnya sendiri menulis bahwa tema novelnya adalah: 'sebuah usaha untuk menelusuri kecacatan dalam sifat manusia. Moral dari kisah ini adalah: bahwa bentuk dari sebuah masyarakat haruslah bergantung pada sifat etis tiap individu dan bukan pada sistem politik apa pun; tidak peduli selogis atau seterhormat apa sistem itu terlihat.'

    Semoga tidak salah menerjemahkan :)).

    Oh, saya juga suka dengan judulnya. Saya baru ngerti kalau Lord of the Flies itu terjemahan dari bahasa Ibrani untuk kata Ba'alzevuv, atau Beelzebub dalam bahasa Yunani. Nama iblis yang diasosiasikan dengan kehancuran dan kebusukan.

    "Which is better--to have rules and agree, or to hunt and kill?" --Piggy


    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Chalenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Chalenge

    View all my reviews

  3. 100 Days of Asian Reads Challenge

    Friday, February 27, 2015

    New reading challenge, everyone! RC kali ini diadakan oleh Mbak Yuska dari "Lust and Coffee". Sesuai judulnya, tema RC kali ini adalah Asian-lit.

    Buku-buku yang boleh dibaca untuk challenge ini adalah:
    Buku yang ditulis oleh penulis Asia atau buku yang setting-nya di negara Asia (Indonesia juga boleh). Bukunya juga boleh fiksi atau non fiksi, format bebas.

    Periode challenge ini cukup 100 hari saja, mulai 1 Maret sampai 8 Juni 2015.

    Ada hadiahnya juga untuk RC ini. Apa hadiahnya? Langsung cek blog hostnya.


    Maret
    1. The Rising Star - Angelique Puspadewi
    2. Parahyangan 147 - Mita Miranti, Moemoe Rizal, Rezza Brahma, Tita Rosianti, Bisma Dwibangga
    3. This Guy Is Mine - Gunan Ariani
    4. The Wind Leading to Love - Yuki Ibuki
    5. Gloomy Gift - Rhein Fathia
    6. Dunia Trisa - Eva Sri Rahayu
    7. Last Roommate - Theresia Anik
    8. Kismet - Nina Addison
    9. My Brother, My Hero - Istu

    April
    10. Falling - Rina Suryakusuma
    11. Get Lost - Dini Novita Sari
    12. Perfection - Farrahnanda
    13. Angela - Hardy Zhu
    14. Maharesa - Maureen Theodora
    15. Rust in Pieces - Nel Falisha

    Mei
    16. Singapore Begins - Agata Barbara
    17. Bilangnya Begini Maksudnya Begitu - Sapardi Djoko Damono
    18. All I (N)ever Wanted - Maida Ivana
    19. A Girl Who Loves a Ghost - Alexia Chen
    20. "Aku Kesepian, Sayang." "Datanglah, Menjelang Kematian." - Seno Gumira Ajidarma
    21. Muara Rasa - Devania Annesya
    22. In a Blue Moon - Ilana Tan
    23. Jomblo, Prinsip atau Nasib - Riawani Elyta, dkk
    24. Sebelas - Dya Ragil
    25. Angels of Morning Star Club - Lim Se Hyuk
    26. CineUs - Evi Sri Rezeki
    27. 100 Tahun Musik Indonesia - Denny Sakrie
    28. Follow Your Passion: Be a Writer - Dr. Saifur Rohman
    29. Bea Tunangan, Euy! - Anjar Anastasia
    30. Swiss: Little Snow in Z├╝rich - Alvi Syahrin
    31. Reva's Tale - Ruby Astari

    Juni 
    32. Summit - Peringga Ancala
    33. Then I Hate You So - Andry Setiawan
    34. Di Bawah Langit yang Sama - Helga Rif
    35. Girls in the Dark - Akiyoshi Rikako
    36. Sabtu Bersama Bapak - Adhitya Mulya
    37. Rahasia Lantai Keempat - Rettania

  4. Wishful Wednesday #55

    Wednesday, February 25, 2015

    Selamat hari Rabu semuanya. Kali ini Wishful Wednesday kembali lagi dengan bonus giveaway! Yang mau ikutan GA-nya, bisa cek blog hostnya langsung.

    Untuk minggu ini, buku pilihanku adalah:

    Vandaria Saga: Winterflame
    oleh: Fachrul R.U.N.
    bisa didapatkan di BukaBuku
    harga setelah diskon: Rp 76.000

    Dari Goodreads:

    Rhys empat tahun lalu melarikan diri sebelum ibu kota Ortheva diserang pasukan Pandora, negeri kaum penyihir bermata dwiwarna di utara. Pengkhianatan dan kehilangan hampir menghancurkannya di tengah jalan. Untunglah sebelum Rhys mati kedinginan di luar kota Porzar, takdir mempertemukannya dengan Algisarra, kemudian Sasha.

    Algisarra, gadis bisu berkatana, sanggup menjatuhkan delapan orang bersenjata seorang diri. Sayang kekaguman Rhys kepada Algisarra dibayangi oleh satu kekhawatiran: Algisarra tampak menyimpan rahasia masa lalu yang lebih kelam daripada Rhys.

    Sasha memanfaatkan kecantikannya untuk mendapatkan informasi. Dengan cerdik dia memimpin Rhys dan Algisarra menjadi trio pencuri, demi bertahan hidup di kota Porzar yang keji. Tak terduga informasi yang didapat Sasha musim dingin ini malah menjerumuskan mereka ke petualangan berbahaya. Tahu-tahu mereka terjepit dalam konflik berdarah antara Ortheva dan Pandora, juga pencarian senjata legendaris Winterflame.


    Salah satu buku fantasi lokal yang sudah lama kutunggu. Sejauh ini saya lumayan suka sama Vandaria, walau alurnya rada bertumpuk dengan berbagai bukunya yang terbit. Sejauh ini juga suka dengan kedua novelnya Fachrul R.U.N. yang sudah kubaca: Hailstorm (review) dan Redfang (review). Keduanya juga novel dari seri Vandaria.

    Itu dia buku saya untuk WW kali ini. Bagaimana denganmu?

    Mau tahu lebih banyak soal WW? Cek blog hostnya.

  5. FUURINFUURIN by Ghyna Amanda Putri
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Fuurin
    Penulis: Ghyna Amanda Putri
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 221 halaman
    Terbitan: April 2014

    Kata siapa SMA itu masa paling indah? Buat Gesang, sejak hari pertama kelas sepuluh hidupnya justru jadi penuh masalah. Tidak punya teman sebangku, terpaksa duduk di depan meja guru, belum lagi tuntutan
    orangtua tak sejalan dengan yang dia mau. Makanya di jam istirahat Gesang lebih memilih menyendiri sambil memainkan piano di aula atas. Di sana, dia bertemu Rin dari kelas dua belas. Tapi siapa, sih, yang mau
    berteman sama Rin, si anak koruptor yang suka bolos, selingkuh dari pacarnya, dan mengambil uang klub buat foya-foya? Lantas kenapa Gesang rela masuk dalam perangkap yang bahkan tak pernah Rin siapkan untuknya?

    Review

    Aandd... it's a wrap! Buku ke-13 dan yang terakhir dari seri Bluestroberi. Lengkap sudah saya membaca semua buku dari serial ini. Sengaja saya menyimpan novel dari penulis juara YARN untuk menutup serial Bluestroberi-ku.

    Novel ini bercerita tentang 2 orang. Gesang, anak kelas X yang tidak mau menjadi dokter seperti yang diinginkan keluarganya; serta Rin, anak kelas XII yang "terkenal" karena dia tukang bolos, menggelapkan uang klub, serta ayahnya yang korupsi. Mereka berdua jadi dekat sejak bertemu di aula.

    Fuurin--lonceng angin yang berdenting riang di muka pintu kayu bercat putih ini. Ia menjadi saksi bagaimana dulu seorang gadis selalu tersenyum setiap kali keluar dari kamar ini. (hal. 2)

    Saya suka dengan kedua karakter di sini, Gesang dan Rin. Kesan outcast-nya dapat banget dan interaksi keduanya juga digali dengan baik oleh penulis. Untuk Rin, saya kadang agak sebel sih sebenarnya sama dia. Khususnya kalau dia sudah mulai bersikap negatif yang terkesan mengasihani diri sendiri. Energi saya rasanya terkuras kalau melihat orang seperti ini, di dunia nyata maupun di novel.

    Untuk ceritanya, rasanya familiar lah ya. Apalagi di sini mengangkat sebuah penyakit, yang sudah sangat umum muncul di ranah fiksi, sebagai tema utamanya.

    Untuk akhir ceritanya, mungkin sedikit terlalu buru-buru diakhiri. Sebenarnya pace-nya sudah enak sih, cuma di akhir aja yang mungkin diperpanjang sedikit biar perasaannya bisa lebih dalam lagi. Dan juga mungkin supaya ada lebih banyak ruang untuk menggali tentang keluarga Rin.

    Secara keseluruhan, Fuurin adalah novel yang manis, pahit, lucu, serta sedih, dengan tokoh-tokoh yang enak untuk diikuti.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge

    View all my reviews

  6. ConfessionConfession by Fakhrisina Amalia Rovieq
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Confession
    Penulis: Fakhrisina Amalia Rovieq
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 278 halaman
    Terbitan: Maret 2014

    "Kak… terima kasih sebelumnya. Tapi… saya gak akan pingsan kalau hanya berdiri dan dijemur di bawah matahari terik," jawabku jujur.

    "Oh ya? Ya sudah, cepat habisin makanannya, saya antar kamu kembali ke barisan," serumu sambil memalingkan wajah yang mulai memerah.

    Alan Abimanyu. Senior kutu buku yang jenius dan cakep. Aku dan beratus siswa perempuan di sekolah ini langsung jatuh hati ketika pertama kali melihatmu. Tapi, aku sedikit lebih beruntung karena kita punya kenangan manis sewaktu MOS. Selain itu, kamu mirip dengan teman masa kecilku, Abi Gendut. Tapi tidak mungkin, umur kita kan beda 2 tahun.

    Lagian Abi yang kukenal itu anaknya lamban, gendut, tapi suka banget tertawa. Beda dengan kamu yang cakep, pintar, dan punya senyum dengan lesung di pipi kirimu. Well, yang terakhir itu sebenarnya kamu sama dengan Abi.

    Tanpa bisa dicegah, aku mulai membandingkan dirimu dengan Abi. Mencari-cari kesamaan dan perbedaan kalian. Sampai akhirnya, dirimu selalu ada di pikiranku.

    Sampai akhirnya, setiap melihatmu jantungku berdebar lebih kencang. Sampai akhirnya sebuah kenyataan membuatku tak bisa lagi menggapaimu.

    Review

    Kisah cinta remaja dengan tema yang klasik (kalau gak mau dibilang klise). Tentang Karina Ozyla, yang lebih umum dipanggil Jill, yang memendam rasa pada salah seorang kakak kelasnya setelah mereka bertemu saat MOS. Jill terkejut saat mengetahui nama kakak kelas itu sama seperti nama teman SD-nya, Alan Abimanyu, orang yang terus dia cari karena ingin meminta maaf. Jill kemudian mulai mencari tahu, apakah Alan Abimanyu yang ini adalah Abi yang selama ini dia cari?

    Suka dengan gaya bahasa yang dipakai di Confession ini. Kesan tenang dan sedikit melankolisnya kena banget. Pas dengan tema ceritanya tentang cinta terpendam. Walau mungkin gaya seperti ini akan terasa sedikit terlalu dewasa untuk novel remaja. Apalagi ditambah dengan Chacha, teman Jill, yang selalu memanggil Jill dengan sebutan 'darling'.

    Saya juga suka karena plot ceritanya tidak hanya tentang Jill dan Alan, tapi juga ada konflik keluarga Jill. Walau, sekali lagi, mungkin akan terasa 'sudah pernah lihat yang kayak gini', sih.

    Btw, suka banget deh sama kovernya. Sederhana, tapi warnanya menonjol dan enak dilihat.

    Yang saya kurang suka dari "Confession" adalah akhir ceritanya. Aah, berharap akhir yang lebih dramatis sih sebenarnya, tapi sudahlah :').

    Secara keseluruhan, Confession adalah cerita remaja yang ringan, manis, dan pasti akan membangkitkan nostalgia orang-orang yang pernah suka sama kakak kelasnya di SMA dulu. Hayo, ngaku siapa yang pernah kayak gitu? :))

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  7. Hai, hai. Sudah lama juga tidak buat random talk seperti ini. Jadi, kali ini saya cuma mau berbagi pengalaman saat ke toko buku hari Minggu kemarin.

    Berhubung hari Minggu kemarin saya kosong tanpa rencana kegiatan, akhirnya saya memutuskan untuk pergi main di salah satu mal di Surabaya Barat. Dan karena ke mal belum lengkap tanpa ke toko buku, masuklah saya ke Gramedia di sana.

    Saat mau mencari buku di komputer, saya harus antri karena komputernya sedang dipakai oleh seorang ibu. Di samping ibu itu ada seorang anak yang sedang bermain dengan tabletnya. Awalnya saya kira ibu itu mencari buku untuk anaknya, sampai saya mendengar ibu itu bertanya ke salah satu penjaga toko, "Mbak, buku Fifty Shades nggak ada, yah?"

    Me:

    BU, SUMPEH LO NYARI FIFTY SHADES SAMBIL BAWA ANAK???

    Si penjaga toko menggeleng, lalu bilang, "Tidak ada, Bu."

    Lalu ibu itu menjawab, "Ooh, gitu," Lalu merangkul anaknya dan beranjak pergi.

    Yaaah, sebenarnya adegan nyari FSoG ibu itu akan biasa saja kalau dia sendiri, tapi berhubung ada anaknya di samping, jadi terasa gimana gitu.... Tapi, sudahlah. Everyone is entitle to their own kinkiness, right? 

    ....

    Atau mungkin juga ibu itu tidak tahu apa yang baru saja dia cari. Entahlah.

  8. The Devil in Black JeansThe Devil in Black Jeans by aliaZalea
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: The Devil in Black Jeans
    Penulis: aliaZalea
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 352 halaman
    Terbitan: Januari 2013

    Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drummer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.

    Sebagai drummer kawakan Indonesia dengan wajah di atas rata-rata dan masih single, Jo mencintai kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dia mau. Kebebasan ini punah dengan kedatangan adiknya di rumahnya. Seakan itu belum cukup parah, kini seorang PA artis yang sok tahu, super menyebalkan, berbentuk Dara, muncul dan mulai mengatur kehidupannya.

    Satu-satunya hal yang membuat mereka berdua bisa saling bertoleransi adalah karena Blu. Atau itulah yang mereka pikir hingga ciuman itu terjadi. Satu ciuman yang membuat keduanya berpikir dua kali tentang perasaan mereka terhadap satu sama lain.

    Review

    I don't know. I feel like I kinda "get" this novel, but then... not really....

    Ini novel kedua aliaZalea yang saya baca. Sebelumnya sudah pernah baca Celebrity Wedding dan terhibur dengan novel itu. Gaya penulisan novel ini juga mirip dengan Celebrity Wedding dan masih tetap menghibur untukku, tapi dari segi cerita... kayaknya nggak deh.

    Sedikit resep untuk para cowok di luar sana, bagaimana menjadi cowok hot yang digandrungi banyak cewek a la Jo Brawijaya:

    1. Get that frickin' six packs.
    2. Get some tattoos. Karena sekarang cowok bertato sedang sangat in. *lirik dari novel YA sampai dewasa.
    3. Force your way to the woman you like. You're hot, she'll fall for you in the end.
    4. Tambahan: try to sleep with her. Bahkan kalau dia sudah punya tunangan dan akan segera menikah.

    Iya... kedua karakter utamanya saya gak gitu suka.

    Saya ngerti sih, mungkin maksudnya novel ini untuk menunjukkan bahwa setiap wanita berhak mendapatkan yang terbaik bagi dirinya. Tapi, cara penyampaiannya justru terasa meleset untukku.

    Dan entah mengapa, saya juga merasakan sentimen negatif kepada para gays dan trans people dari novel ini. Contohnya si Dara yang langsung nge-judge cowok yang mengajak Blu ke acara tahun baru sebagai gay karena suaranya yang masih tinggi dan cara jalannya yang dibilang mirip Kurt dari Glee (hal. 98). He is still a high schooler, for heaven's sake.

    Terus ada kalimat:

    Tapi dari tatapan ganas para tamu laki-laki yang melewati mereka, Jo tahu kenapa Kayla memilih mengenakan gaun tersebut. Hanya laki-laki homoseksual buta saja yang tidak akan terundang oleh santapan seperti itu. (hal. 146)


    Kurasa laki-laki straight yang buta juga tidak akan terundang oleh santapan seperti itu.

    Ya, mungkin si pengarang mau bilang kalau Kayla, cewek yang ngebet banget dengan Jo, itu super seksi. Bahkan mungkin, saking seksinya dia bisa membuat cowok gay yang tidak buta jadi straight. Tapi kalimatnya bikin saya berhenti lama untuk mikir, ini maksudnya apaan sih?

    Dan soal kalimat yang bikin lama berhenti, ada satu lagi sih:

    Banyak orang mengatakan bahwa naik rollercoaster sudah seperti seks, dengan segala stimulasi fisik dan mentalnya. Karena Jo lebih senang seks jenis vanila dengan hanya satu wanita setiap kalinya, dia yakin dia tidak akan pernah naik rollercoaster jenis apa pun lagi sepanjang hidupnya. (hal. 254)



    Me is a confuzed cat.

    Dan soal trans people, Jo katanya trauma karena diserang fans "banci" sekali dan tidak mau terjadi lagi untuk kedua kalinya. Makanya dia jadi takut dan tidak mau melihat acara para ladyboy di Thailand.

    Sorry, I just don't get the justification. Karena toh dia sudah diserang oleh fans dari berbagai kalangan, tapi tetap sleep around kan.

    Kayaknya saya ketularan Inglish novel ini deh. Sudahlah. Reviewnya sampai di sini saja. Kalau lebih panjang dari ini, nanti dibilang hater lagi. Semoga saya lebih cocok dengan novel lainnya dari aliaZalea.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews


  9. Riana: I'm the Other WomanRiana: I'm the Other Woman by Fifi Mardhi
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Riana: I'm the Other Woman
    Penulis: Fifi Mardhi
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 176 halaman
    Terbitan: Februari 2015

    NIEN:
    Nien tidak membalas pagutan bibir Sam, pun tidak menolaknya. Nien hanya diam. Membayangkan Lena. Membayangkan pipinya yang merona setiap membicarakan Sam. Membayangkan matanya mencuri-curi pandang ke arah Sam.

    NA:
    “Brain is the sexiest part of a man’s body. And you have a brain, Sir, one of the best among all.” Na menyebutkan itu sambil mengerling manja pada Lukman. Hanya jam terbang Lukman yang tinggi dalam menghadapi perempuan yang membantunya tidak tersedak mendengar pernyataan seintimidatif itu.

    RIE:
    Jujur, sebenarnya aku lebih menikmati pembicaraan kami via Yahoo! Messenger. Di dunia maya aku bebas mendeskripsikan mimik dan wajah Adit sesukanya. Dan kalau suatu saat aku mati gaya, pembicaraan bisa ditunda dengan alasan ketiduran, ada telepon masuk, atau sinyal yang sedang tidak bersahabat.

    RIA:
    Yang terbayang dalam pelupuk mata Ria hanyalah Bagas. Bagas yang tidak ganteng. Bagas yang tidak gaul. Bagas yang gendut. Bagas yang aneh. Bagas yang nerd. Bagas yang menorehkan nyaman dan tidak mau pergi dari pikiran Ria.

    AYA:
    Aku menatap laki-laki di hadapanku dengan saksama. Mencari-cari keindahan di wajahnya, menganalisis seberapa tinggi tingkat keenakannya untuk dilihat, dan berharap ada hal yang cukup bagus untuk menjelaskan kegemaranku pada lelaki ini. Tidak Ada.

    Namaku Riana. Aku mengenal mereka semua.

    Review

    Setelah selesai membaca beberapa halaman awal, saya sempat bolak-balik lihat kovernya sambil bertanya-tanya, "Beneran ini Metropop?". Gaya berceritanya mengingatkan saya dengan beberapa novel teenlit sepuluhan tahun yang lalu soalnya.

    Untuk teknis ceritanya juga saya kurang suka. Terlalu banyak tell, kurang show. Misal:

    Pernah suatu hari Lena merasa cemburu oleh seorang gadis cantik yang menemui Sam secara intens. Beberapa kali gadis itu menemani Sam siaran dan membawakan beberapa buah tangan yang kelihatannya hasil buatan sendiri. Sam menawari semua orang kue-kue indah buatan gadis yang dia perkenalkan dengan nama Dewi itu. (hal. 23)


    Kurasa akan lebih menarik kalau Dewi lebih dideskripsikan lagi. Misal bagaimana bentuk tubuhnya, bagaimana jenis pakaiannya, apakah dia tipe yang bitchy atau bersahaja? Tujuannya bukan hanya untuk memperjelas deskripsi Dewi, tapi juga memberi gambaran tentang tipe wanita yang Sam, mungkin, suka. Kan beda efeknya kalau Sam dekat dengan seorang wanita berbadan bahenol dengan pakaian kurang kain, dengan kalau wanita itu  berjilbab misalnya.

    Setelah saya masuk ke bab 2, baru deh saya ngerti kenapa si penulis lebih banyak tell. "Riana" ini ternyata sebuah kumpulan cerpen dengan suatu benang merah sebagai penghubungnya. Bukan sebuah novel yang utuh.

    Cerita-ceritanya cukup menarik, walau tidak ada sesuatu yang terasa "wah" di tiap ceritanya. Untungnya cerita-cerita ke belakangnya lebih baik dari cerita pertamanya. Bukunya tipis dan bisa saya selesaikan hanya dalam satu jam. Untuk sebuah bacaan ringan, bolehlah.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  10. Haru no SoraHaru no Sora by Laili Muttamimah
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Haru no Sora
    Penulis: Laili Muttamimah
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 298 halaman
    Terbitan: 9 Februari 2015

    Tiap tahun, Miyazaki Sora selalu menantikan kedatangan musim dingin. Titik-titik putih yang jatuh dari langit berarti tiba waktunya untuk bermain di halaman bersama sang ayah, sementara si ibu akan menyiapkan hidangan lezat di meja makan. Di balik gunungan salju yang menumpuk di halaman, Sora menemukan kehangatan kasih sayang kedua orangtuanya. Namun itu dulu. Sebelum suatu rahasia yang terbongkar di musim dingin tiga tahun lalu merenggut nyawa ibunya. Sebelum judi dan alkohol menjerat perhatian ayahnya. Sebelum Sora memilih melanjutkan hidupnya dengan menapaki jalan yang salah.

    Review

    Ini kedua kalinya saya baca novel dari Laili. Sebelumnya sudah baca Inseparable (review di sini) dan sejauh ini, saya suka dengan kedua novelnya.

    "Haru no Sora" bercerita tentang Sora, seorang gadis SMA yang berjuang untuk melanjutkan hidup setelah kematian ibunya. Ayahnya menanggapi kepergian ibunya dengan menjadi seorang pemabuk dan penjudi dengan utang besar, sehingga Sora-lah yang harus menjadi tulang punggung keluarga. Sayangnya dia mengambil jalan sebagai seorang wanita malam (alias jualan tubuh) untuk memperoleh uang (dan ini bukan spoiler karena langsung diberitahukan di awal cerita).

    Ada banyak elemen dalam ceritanya yang saya suka. Mulai dari soal keluarga, persahabatan, masalah bullying, hingga cinta. Deskripsi latar juga menjadi salah satu bagian yang saya suka dari novel ini. Di sini juga pembaca akan diajak ke Kamakura, tempat yang terkenal dengan kuil-kuilnya.

    Chemistry antara Sora dan Haru, tokoh utama pria di novel ini, juga terasa pas. Hubungannya mereka terasa manis gitulah. Laili juga mampu membuat pertemuan mereka yang terasa "ajaib" menjadi masuk akal.

    Cuma dari segi nama, kenapa diambil Yoshida Haru, ya? Langsung jadi ingat sama tokoh ini:






    Yoshida Haru dari My Little Monster (Tonari no Kaibutsu-kun).

    Btw, lanjutan terjemahannya mana, nih? Masa berhenti di nomor 8? ._.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan ceritanya. Pacing-nya juga enak. Saya juga suka dengan resolusi tiap-tiap masalah yang ada. Paling tentang Ken aja kali yah yang terkesan ujug-ujug gitu. Empat bintang untuk Sora dan langit musim seminya.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge

    View all my reviews

  11. Negeri Atas AnginNegeri Atas Angin by Wina Bojonegoro
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Negeri Atas Angin
    Penulis: Wina Bojonegoro
    Penerbit: Padmamedia Surabaya
    Halaman: 190 halaman
    Terbitan: April 2014

    Kumpulan cerita dari Wina Bojonegoro, penulis seri novel The Souls.

    Ketika seorang perempuan menulis, banyak ranting liku hidupnya dipilin. Dalam kumcer Wina, kita banyak menemukan kejujuran, juga realitas perempuan yang menggosok pikiran dan impiannya. Cerpen yang hidup dan menggeliat. Tentu masih harus dibuktikan waktu. Apakah Wina bertahan menulis sampai waktu menggerusnya habis. Mari menyantap kumcer ini dengan girang.

    Oka Rusmini, Novelis.


    ... Wina sangat pandai memaparkan kesumpekan, konflik, rasa bersalah, bahkan frustasi para tokoh perempuannya,... Beberapa cerita terasa menampar kita yang seringkali tidak berani jujur pada diri kita sendiri.

    Astrid Wiratna, Psikolog.


    Pada buku ini kita diberi kessempatan untuk memahami, bahwa banyak persoalan kecil sangat berpotensi menimbulkan persoalan besar. Kepedulian Wina adalah kepedulian kita semua.

    M. Djoko Yuwono, Editor, pegiat sosial budaya.

    Review

    Perkenalan pertama saya dengan nama Wina Bojonegoro ini terbilang unik. Saya pertama dengar tentang penulis dari salah seorang teman. Teman saya pernah magang di kantor yang sama dan cerita kalau di kantornya ada rekan yang baru mengeluarkan novel. Judul novelnya The Souls: Moonlight Sonata. Gila, ternyata sudah hampir 4 tahun yang lalu, yah ._.

    Cerita-ceritanya seperti yang digambarkan pada kover belakangnya. Sebagian besar memang bercerita tentang wanita dan segala lika-likunya. Mulai dari masalah sosial, hingga percintaan. Jumlah cerita tentang wanita kedua sangat menonjol di kumcer ini. Entah mengapa penulisnya banyak mengangkat tentang hal itu.

    Menyegarkan juga rasanya baca kumpulan cerita setelah sekian lama hanya baca novel. Ceritanya ringkas, mudah dicerna, dan memiliki penggunaan bahasa yang menawan.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  12. Wishful Wednesday #54

    Wednesday, February 18, 2015

    Hai, hai semuanya. Akhirnya saya balik lagi untuk ngepost Wishful Wednesday setelah 2 bulan absen ^^.

    Untuk WW kali ini, buku yang kupilih adalah:

    Angel of Morning Star Club
    by: Lim Se Hyuk

    Dari Goodreads:

    Namaku Lim Hwi Chan. Seorang mantan narapidana yang sekarang menjadi penjaga toko yang menyedihkan. Umurku 27 tahun dan aku suka menonton film thriller berulang-ulang sampai 30 kali. Aku juga suka melampiaskan emosi dengan mengepel lantai yang kotor gara-gara keteledoran para siswi yang makan mi instan dan kimchi sembarangan di tokoku. Memang, aku tidak bisa disebut panutan, tapi juga tidak bisa disebut sebagai pecundang hanya karena pernah dipenjara. 

    Aku memang mantan narapidana, tapi aku muak selalu dicurigai. Aku hanya ingin melupakan semua kenangan itu. Tapi, sepertinya seluruh dunia sudah telanjur mengecapku sebagai seorang "Mantan Narapidana" dan mereka menolakku. 

    Sampai aku menemukan perkumpulan aneh bernama "Morning Star" yang malah mencari mantan narapidana sebagai anggota. Sebenarnya, perkumpulan apa ini?

    Yup, salah satu novel Korea terjemahan Penerbit Haru. Penasaran dengan cerita yang ditulis di blurb-nya. Pengin lihat konflik mantan narapidana yang ingin membuktikan bahwa dirinya sudah berubah, serta kenapa "Morning Star" (yang namanya kayak tempat jualan bubur dekat kos *heh) justru mencari mantan narapidana.

    Beberapa hari lalu sempat cari buku ini di toko buku, tapi ternyata belum ada. Semoga bukunya bisa segera datang dalam waktu dekat.

    Ingin tahu lebih banyak tentang WW? Cek blog host-nya.


  13. Promo Diskon 50% Novel Remedy

    Monday, February 16, 2015

    Untuk teman-teman yang tertarik untuk membeli novel "Remedy", saat ini sedang ada diskon 50% dari Grazera untuk pemesanan novel ini. Promo berlaku untuk pemesanan hingga jam 10 pagi tanggal 17 Februari 2015.

    Grab it before it ends ^^.



  14. AlphaAlpha by Nathalia Theodora
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Alpha
    Penulis: Nathalia Theodora
    Penerbit: Moka Media
    Halaman: 264 halaman
    Terbitan: Januari 2015

    Namaku Violet. Adalah takdirku menjadi Makary, menjaga dunia kami tetap ada. Karena jika kami mati, monster penghancur dunia akan bangkit. Kami pernah hancur dan takkan pernah membiarkannya terulang kembali.

    Lalu aku bertemu dengannya, Jesse. Ia begitu indah, begitu sempurna. Bersamanya aku bebas. Bersamanya aku menemukan kebahagiaan yang tak pernah kurasakan. Tetapi dapatkah aku memercayainya?

    Ia adalah bagian dari Suku Gruev, bangsa yang ingin menghancurkan kami, membangkitkan monster itu. Ia adalah android. Dan ia, diciptakan untuk membunuhku.

    Review

    Spoiler alert!

    Saya betul-betul ingin menyukai buku ini, tapi... akhirnya memang saya tidak bisa.

    Alpha bercerita tentang dua suku. Suku Makaros dan Suku Gruev. Suku Makaros ini adalah suku dengan kekuatan untuk menghentikan monster yang dapat memorak-porandakan dunia. Dalam setiap generasi, pasti terlahir 13 anak yang menjadi kunci untuk menahan monster itu bangkit kembali. Ketiga belas anak ini disebut Makary. Di sisi lain, ada Suku Gruev yang ingin menghabisi para Makary. Mereka ingin monster itu bangkit kembali karena mereka ingin memperoleh kekuasaan dengan memanfaatkan monster itu.

    Kalau ada yang bilang kalau novel ini bergenre dystopian romance ala penulis luar, maka saya hanya setuju dengan bagian 'romance ala penulis luar'-nya. Dystopia? I don't think so. Hanya karena dunia hancur tidak membuat suatu setting distopia. Menurutku untuk jadi sebuah distopia, perlu ada ide/kritik yang lebih jauh soal itu. Umumnya kritik sosial dan politik dan itu yang tidak (atau mungkin gagal) kutangkap dari novel ini. Jadi... mungkin Alpha ini lebih ke arah romance fantasi YA kali yah.

    Ceritanya sendiri lebih berat ke arah romance-nya. Kapan hari saya sempat masukin buku ini ke grup Sci-Fi Indonesia, karena kukira ada unsur sci-fi-nya, tapi rasanya perlu kutarik kembali. Ya, memang ada android, tapi hanya dijelaskan kalau ada android dibuat oleh Suku Gruev, lalu ada 2 jenis android: Alpha dan Beta, dengan kelebihan masing-masing. Sudah, gitu doang.

    Saya juga masih kurang paham dengan para Alpha yang diberi kebebasan berpikir dan perasaan yang mampu berkembang. Bahkan kepala suku Makaros saja bisa lihat kalau ini bakal jadi masalah bagi Suku Gruev, karena ada kemungkinan terjadi pengkhianatan, kok dari pihak penciptanya tidak kepikiran untuk mengantisipasi hal ini? Mungkin dengan sistem yang lebih terkontrol, atau limitasi tertentu. Ataukah penulisnya sebenarnya sedang membuat komentar tentang konsep kehendak bebas atau yang semacam itu? Hmm... entahlah. Saya ragu.

    Tapi, ya, begitu lihat kepala suku Gruev, dia memang terasa tidak kompeten sih. Juga tipikal tokoh jahat yang suka melakukan evil gloating. Jadi... yah.... Gak heran sukunya masih gagal sampai hari ini.

    Dan romancenya...

    "Jesse," panggilku. "Kenapa kamu mencintaiku?"

    "Itu rumit," kata Jesse. "Semuanya begitu rumit, hingga awalnya aku sulit memprosesnya. Yang jelas, aku sudah tertarik padamu sejak pertama bertemu denganmu--saat aku nyaris membunuhmu."

    "Bagaimana bisa?"

    "Karena kamu mengizinkanku untuk membunuhmu," kata Jesse. "Aku terkejut sekali. Bukan itu reaksi yang seharusnya muncul ketika seorang manusia akan dibunuh. Aku tidak siap dengan reaksi itu. Kamu begitu berani, dan itu yang membuatku melepaskankmu saat itu. Kupikir, tidak ada manusia lain yang seberani kamu." (hal. 143-144)

    Me:


    Oh, soal gagal paham, saya juga gagal paham dengan Hari Hutan yang ditetapkan oleh kepala suku Makaros. Sudah tahu hutan bahaya, tapi para Makary dibiarkan keluar ke sana seminggu sekali, walau dengan pengawal sih. Padahal dia tahu kenyataan sebenarnya tentang hubungan para Makary dan si monster, tapi kenapa dia kesannya teledor sekali? Padahal sisa 3 bulan, loh. Apa dia tidak kepikiran kalau Suku Gruev bisa jadi putus asa dan jadi nekat? Kalau saya jadi kepala sukunya, para Makary akan kusembunyikan dan kuberi pengawalan ketat. Begitu 3 bulan selesai, mereka bebas ke mana saja.

    Secara keseluruhan, jujur saya kurang suka dengan novel ini. Tapi, bukan berarti sepenuhnya jelek. Penulisannya cukup baik dan enak dibaca. Typo-nya juga minim, walau beberapa kali ketemu kalimat tanpa spasi.

    Kalau kamu suka YA dengan campuran fantasi-romance, serta kisah cinta antara pemburu dan buruannya, saya rasa kamu akan suka buku ini.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  15. Review Novel: Cheer Boy!! - Ryo Asai

    Saturday, February 14, 2015

    Cheer Boy!!Cheer Boy!! by Ryo Asai
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Cheer Boy!!
    Penulis: Ryo Asai
    Penerbit: Penerbit Haru
    Halaman: 428 halaman
    Terbitan: November 2013

    Haruki cedera. Cowok itu menggunakan cederanya sebagai alasan untuk berhenti dari Judo karena menyadari batas kemampuannya. Padahal Haruki lahir dalam keluarga pejudo dan kakak perempuannya selalu jadi pemenang dalam setiap kejuaraan Judo.

    Kazuma, teman sepermainan Haruki tiba-tiba ikut berhenti Judo dan menyarankan hal gila. Mereka akan membentuk tim cheerleading cowok!! Padahal, olah raga itu kan olah raga cewek!

    Tapi, saat anggota berhasil mereka kumpulkan, ternyata mereka adalah cowok-cowok dengan masalah masing-masing.

    Saat masalah itu saling berbenturan, akankah cheerleading bisa membuat mereka tetap bersatu? Akankah cheerleading bisa menyelesaikan semua masalah?

    Review

    "Cheerleader.... Biasanya cewek yang melakukannya, kan?"

    "Biasanya sih begitu. Tapi tidak ada peraturan yang melarang cowok untuk melakukannya, kan? Kau tahu tidak, tim cheerleader universitas paling terkenal saat ini adalah campuran cowok dan cewek." (hal. 54)


    Sudah lama banget saya pengin baca novel ini. Mungkin sejak terjemahannya pertama kali keluar. Hanya saja, entah kenapa, saya batal beli terus dan akhirnya baru kesampaian pas Mbak Tammy jual buku murah.

    Butuh kesabaran ekstra saat membaca Cheer Boy ini. Cerita dimulai dengan Haruki dan Kazuya, anggota klub judo yang sudah bersahabat lama, yang memutuskan untuk berhenti dari judo dan memulai tim olahraga baru. Ceritanya kemudian berputar pada soal mencari anggota baru, latihan, persiapan untuk tampil di acara kampus, hingga kemudian berkembang menjadi sebuah tim beranggotakan 16 orang, latihan, latihan, latihan, turnamen penyisihan, latihan, latihan, latihan, latihan, saya sudah bilang latihan belum? Lalu turnamen tingkat nasional.

    Iya, novel ini banyak banget adegan latihannya. Ada banyak juga penjelasan dan istilah-istilah yang sifatnya sangat teknis. Buat orang yang tidak terbiasa dengan cheerleading, seperti saya, pasti bakal kagok bacanya.

    Tapi, saya juga sebenarnya suka dengan banyaknya sesi latihan yang ditampilkan. Di sana pembaca bisa melihat perjuangan Breakers, nama tim cheer yang dibentuk Haruki dan Kazuya. Mulai dari latihan teknik, hingga benturan antar anggota serta konflik internal tokoh-tokohnya.

    Bagian favorit saya waktu mereka tampil di pertandingan nasional. Soalnya di sana kelihatan banget hubungan antar karakter, serta kekompakan mereka. Sayang akhir ceritanya ini terkesan terpotong. Saya tidak keberatan kalau ini sedikit dipanjangkan lagi. Mungkin sedikit bagian epilog, gitu.

    Secara keseluruhan, Cheer Boy ini memang murni novel olahraga. Tidak ada soal cecintaan (ada sih, tapi porsinya kecil banget). Yang ada hanya perjuangan Breakers untuk tampil di tingkat nasional, persahabatan, serta konflik pribadi para tokoh utamanya. Disarankan untuk sedikit sabar dalam membaca buku yang memang cukup lambat ini.

    "Dalam turnamen, setiap tim bisa menyajikan penampilan lebih baik daripada latihan selama ini, Itu karena ada tim lain. Bukan sebagai musuh, tapi sebagai kawan bertekad sama. Selama bisa merasakan kesenangan seperti itu saat melakukannya, tak seorang pun yang sanggup berhenti dari olahraga ini." - Pelatih Takagi


    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge

    View all my reviews

  16. Hikikomori-chan (YARN)Hikikomori-chan by Ghyna Amanda Putri
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Hikikomori-chan
    Penulis: Ghyna Amanda Putri
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 233 halaman
    Terbitan: 9 Februari 2015

    Sejak ibunya meninggal empat tahun lalu, Raisa memutuskan untuk menjadi seorang Hikikomori—orang yang menarik diri dari kehidupan sosial. Ia mengurung diri di dalam kamar dan menolak berinteraksi dengan siapa pun, termasuk kakak-kakaknya: Kana, Takumi, dan Tetsuya. Ketika kakak-kakaknya memutuskan untuk pindah ke kota lain, Raisa tetap bertahan di dalam kamar. Suatu hari, pria setengah baya yang tidak diundang bernama Vincent Muffon masuk ke rumahnya dan mulai mengurus segala kebutuhan Raisa. Siapa sebenarnya pria asing ini? Kenapa kehadirannya membuat Raisa justru merasa lega dan mulai berharap untuk dibebaskan?

    Review

    Hmm... jujur saya bingung bagaimana mereview buku ini (dan seri YARN secara keseluruhan). Entar kalau reviewnya bagus, dibilang dibagus-bagusin karena sama-sama bagian dari YARN. Kalau reviewnya kurang baik, dibilang menjatuhkan dan tidak mendukung rekan seperjuangan.

    Tapi, yah, percayalah. Saya jujur dan apa adanya dalam mengulas buku-buku YARN. Kalau memang suka dan bagus, saya akan bilang begitu; dan kalau sebaliknya, saya juga akan bilang apa adanya.

    Jujur sebelum mulai membaca, saya agak khawatir kalau akan ada semacam glorifikasi hikikomori di buku ini. Entah kenapa, tapi belakangan saya banyak kena anime/manga yang melakukan hal itu. Padahal hikikomori ini kan suatu fenomena yang sebenarnya meresahkan di Jepang sana. Untungnya hal itu tidak terjadi di sini. Raisa tidak hidup sebagai seorang hikki yang bergelimang harta atau pandai luar biasa, tapi sebagai seseorang yang menutup diri, punya keterbatasan finansial yang nyata, dan bermasalah dengan kehidupan di sekitarnya.

    Nama Raisa sendiri agak membuat kening berkerut buat saya. Karena dua hal: pertama, jelas bukan nama Jepang; kedua: karena...




    saya selalu kepikiran dia dong, tiap baca nama ini :v.

    Tapi, jangan khawatir. Ghyna Amanda Putri bukan penulis pemula. Lihat tuh jajaran novel di profil Goodreadsnya. Ada alasan kenapa Raisa punya nama yang tidak terkesan Jepang.

    Ya, kau--ia adalah raksasa yang menghancurkan dinding pelindungku. Bedanya, raksasa ini mungkin tidak akan memorak-porandakan isinya lagi. Aku tidak tahu, aku hanya berfirasat. Setidaknya ini mungkin yang kuharapkan sejak pertama kali mengurung diri di dalam dinding itu.

    Aku ingin dibebaskan. (hal. 20)

    Yeah, Hikikomori-chan ini memang novel tentang berjuang untuk keluar dari zona nyaman. Raisa harus melalui berbagai macam ketidaknyamanan karena kedatangan Vincent Muffon. Dia harus berhadapan lagi dengan ketakutan-ketakutannya dan masa lalu yang kembali menghampiri. Dan emosi saya sukses dibawa naik-turun oleh perjuangannya Raisa ini.

    Kalau dari segi "kekurangan", kasusnya sama seperti di Haru no Tabi. Ada terlalu banyak kata dalam bahasa Jepang yang bercatatan kaki. Padahal ada beberapa kata yang menurutku bisa digunakan saja bahasa Indonesianya, karena toh tidak akan mengurangi esensi katanya. Semisal: kata 'baito' (kerja sambilan), 'rojinhomu' (panti jompo, kecuali kalau ada perbedaan signifikan untuk panti jompo ini, sih), atau 'jidou hambaiki' (mesin penjual otomatis).

    Secara keseluruhan, Hikikomori-chan ini adalah sebuah novel yang mengangkat tema yang, pastinya, beda dengan kebanyakan novel yang ada saat ini. Bersiap-siaplah untuk memasuki sepetak kamar yang menjadi dunia Raisa.

    p.s: di sini Raisa menyebut Vincent sebagai Kyoujin, alias raksasa dari Attack on Titan. Buat yang tidak tahu, Kyoujin itu seperti ini:



    You're welcome.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge

    View all my reviews

  17. Forgive Me, Leonard PeacockForgive Me, Leonard Peacock by Matthew Quick
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Forgive Me, Leonard Peacock
    Penulis: Matthew Quick
    Penerbit: Headline Book Publishing
    Halaman: 273 halaman
    Terbitan: Agustus 2013

    How would you spend your birthday if you knew it would be your last?

    Eighteen-year-old Leonard Peacock knows exactly what he'll do. He'll say goodbye. Not to his mum - who he calls Linda because it annoys her - who's moved out and left him to fend for himself. Nor to his former best friend, whose torments have driven him to consider committing the unthinkable. But to his four friends: a Humphrey-Bogart-obsessed neighbour, a teenage violin virtuoso, a pastor's daughter and a teacher.

    Most of the time, Leonard believes he's weird and sad but these friends have made him think that maybe he's not. He wants to thank them, and say goodbye.

    Review

    Premis ceritanya seperti mengatakan: ini cerita yang gelap yang akan membuatmu jatuh hati, merasakan kesakitan Leonard Peacock, serta peduli pada si karakter utama. Sayangnya setelah saya menutup buku, saya merasa datar-datar saja.

    Leonard Peacock (yeah, Peacock) adalah seorang remaja yang mengalami depresi. Dia berpikiran untuk membunuh seorang tukang gencet, sekaligus mantan teman, di sekolahnya, lalu membunuh dirinya sendiri.

    Namun, sebelum melaksanakan rencananya, dia berniat untuk mengucapkan selamat tinggal dan memberi hadiah kepada empat orang: seorang pria tua tetangganya yang juga teman nonton film-film Humphrey Bogart, seorang teman sekolahnya yang keturunan Iran, seorang guru sekolahnya, serta seorang gadis anak pastor.

    Show me it's possible to be an adult and also be happy. -Leonard Peacock

    Jujur premis awalnya ini sangat menarik, tapi eksekusinya membosankan. Dua orang pertama yang Leonard temui tidak sepenuhnya terintegrasi dengan baik ke dalam cerita. Mereka kesannya hanya sepintas lalu dan tidak begitu penting.

    Emosi dan kebingungan yang Leonard alami terasa cukup nyata untuk saya. Pergulatan batinnya antara ingin mati dan tetap hidup menjadi poin yang menarik. Sayang tidak diikuti tensi yang cukup dalam ceritanya.

    Dan akhir ceritanya... mengecewakan.

    Kesimpulan akhir: novel dengan premis yang menjanjikan, tapi eksekusi yang kurang. Emosi terasa nyata, tapi tidak dibarengi tensi dalam cerita.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No.15 Reading Challenge


    View all my reviews

  18. Interval

    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Interval
    Penulis: Nay Sharaya & Dion Sagirang
    Penerbit: Grasindo
    Halaman: 280 halaman
    Terbitan: Januari 2015

    Interval sendiri menceritakan sebuah keluarga yang bermasalah yang mengakibatkan pembangkangan dari kedua anak. Anna, si gadis dengan kemampuan atletik yang mengagumkan, merasa perlu untuk merebut semua prestasi yang kakaknya pernah capai. Salah satunya adalah menjadi juara di bidang matematika. Karena itulah Anna mencoba bergabung di Math Club. Sayang hasilnya tidak seperti yang gadis itu inginkan. Anna tidak putus asa dan mencoba membujuk Pak Dante, guru matematika yang masih muda dan genius, untuk menjadi guru privatnya. Tidak Anna sangka, dia justru menemukan sisi lain yang lebih berbahaya dari gurunya itu.

    Erash, si anak tertua, memilih jalan membangkang yang lain dari Anna. Dia menjadi murid bengal yang suka bolos dan cari gara-gara dengan gurunya. Tapi saat Anna terlibat masalah, Erash harus memutuskan. Apakah dia harus mulai peduli pada adiknya yang membencinya, atau tetap mengabaikan gadis itu?

    Review


    Terima kasih untuk Mas Dion dan Mbak Nay yang sudah menawari saya untuk mengulas buku ini. Senang sekali rasanya bisa baca novel yang unik ini. Kenapa unik? Karena rasanya sedang membaca 2 novela yang membentuk sebuah novel, bukan 2 buah novela berbeda yang kemudian hanya memiliki kesamaan tema. Keunikan lainnya ada di penataan bukunya. Kedua ceritanya dibuat berbeda posisi, sehingga pembaca bebas menentukan mau mulai dari sisi mana dulu.

    Bagian tengah bukunya jadi kayak gini:


    Kalau kovernya "dilepas" bakal jadi gini

    Sumber gambar: FB Dion Sagirang

    Jujur walau sepertinya terlihat pembaca dibebaskan untuk mulai dari mana, menurut saya cerita akan lebih mudah dipahami kalau dimulai dari bagian Mbak Nay dulu. Apa mungkin karena itu di bagian kovernya Mas Dion diletakkan data penerbit dan barcode?

    Gaya bercerita kedua penulis juga tampak lain sekali. Gaya bercerita Mbak Nay terasa lebih remaja dan "langsung" untuk saya, sementara gaya bercerita Mas Dion lebih cocok untuk novel dewasa rasanya. Ada beberapa penggunaan kata yang membuat saya harus lihat kamus, serta beberapa bagian yang terasa berbunga, seperti yang biasanya ada di novel romans.

    Saya sebenarnya berharap cerita ini bakal ditulis lebih panjang. Bagian cerita Anna dan Pak Dante terasa belum selesai untuk saya. Harusnya bisa dibuat beberapa bab lagi untuk menyimpulkan bagian mereka.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan novel ini. Karakter dan plotnya oke. Gaya bercerita kedua penulis juga terasa mengalir untuk saya. Saya juga suka dengan konsep baru yang ditawarkan oleh Grasindo. Semoga ke depannya akan ada konsep seperti ini lagi dari penerbitnya :D.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge

    View all my reviews

  19. Looking for AlibrandiLooking for Alibrandi by Melina Marchetta
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Looking for Alibrandi
    Penulis: Melina Marchetta
    Penerbit: Puffin/Penguin Australia
    Halaman: 261 halaman
    Terbitan: Oktober 1992

    Josephine Alibrandi is seventeen, illegitimate, and in her final year at a wealthy Catholic school. This is the year her father comes back into her life, the year she falls in love, the year she discovers the secrets of her family's past and the year she sets herself free.

    I'll run one day. Run from my life. To be free and think for myself. Not as an Australia and not as an Italian and not as an in between. I'll run to be emancipated.

    Review

    Gila. Betul-betul kayak naik roller coaster pas baca buku ini. Kadang sebel mampus sama si Josephine, kadang suka sama dia. Tapi, pada akhirnya, Josephine memenangkan hati saya.

    Saya suka banget karena penulisnya mengangkat tema rasial di sini. Josephine adalah keturunan Italia dengan tradisi-tradisi Italia yang masih melekat kuat. Hal ini membuat dia banyak diejek oleh anak-anak Australia "asli" karena merasa si Josephine ini pendatang. Somehow it sounds familiar to me....

    Yah, si Josephine ini mendapat perlakuan tidak menyenangkan bukan hanya karena itu sih. Dia juga seorang anak yang lahir tanpa ayah. Hal ini membuatnya dijauhi teman sebayanya karena pengaruh orang tua mereka.

    Nah, 2 hal ini yang membuat Josephine seorang gadis yang temperamental dan penuh amarah. Dia bisa meledak dan berkelahi dengan siapa saja, termasuk dengan ibu dan neneknya, hanya karena hal-hal kecil. Ini yang bikin saya jengkel abis sama si Josephine. Saya merasa ada terlalu banyak emosi negatif pada dirinya.

    Tapi, pelan-pelan Josephine berubah. Dia mulai lebih dekat dengan ayahnya, lebih paham akan neneknya, lebih mengerti akan ibunya. Pelan-pelan dunianya berkembang dan dia tidak melihat dunia hanya dari kaca mata "aku telah diperlakukan secara tidak adil".

    Dari segi cerita, mungkin tidak terasa begitu "wah", karena saya sudah baca buku remaja dengan tema serupa (walau banyak yang terbit sesudah novel ini terbit, tapi mau bagaimana lagi?). Juga karena ada bagian-bagian yang terasa lambat bin menyeret. Tapi, pada akhirnya, saya suka dengan perubahan yang Josephine alami, serta rangkaian peristiwa yang dia alami.

    You're going to go on living. Because living is the challenge, Josie. Not dying. Dying is so easy. Sometimes it only takes ten seconds to die. But living? They can take you eighty years and you do something in that time, whether it's giving birth to a baby or being a housewife or a barrister or a soldier. -Michael to Josephine


    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  20. Freebies the 13th: Love is in The Air

    Thursday, February 5, 2015

    Freebies time di saat-saat terakhir. Ada freebies dari blog Kilas Buku. Judulnya "Love is in the Air". Cara ikutannya dengan menyusun 8 judul buku romance menjadi sebuah puisi. Katanya sih puisi pendek, tapi punya saya... ah, sudahlah :)). Saya sempat lupa dengan acara ini dan untung keingat pas jalan-jalan di blog orang. 

    Anyway, ini entri saya untuk freebies ini.

    When it comes to us, there is no easy way.
    We hold hand, jump together.
    Hoping the link between us will stay
    unbreakable. untouchable by the water.

    The ocean has its mouth wide open.
    High tide, endless depth.
    We look at each other; and we say amen.
    We're ready for what lies beneath.

    Splashes.
    Affright.
    Open your eyes.
    Can you see that little light?

    Let us not be effervescence.
    Let us fight and be glory.
    So when we're on the surface,
    there will be a passion so fiery. 

    ===

    Daftar buku yang digunakan:
    1. Easy - Tammara Webber
    2. Between Us - Jen McLaughlin, Diane Alberts
    3. Stay - Deb Caletti
    4. Unbreakable - Rebecca Shea
    5. High Tide - Jude Deveraux
    6. Ready - Lucy Monroe
    7. What Lies Beneath - Andrea Laurence 
    8. On the Surface - Kate Willoughby 


  21. Apple WishApple Wish by Alfian Daniear
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Apple Wish
    Penulis: Alfian Daniear
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 200 halaman
    Terbitan: April 2014

    “Lihat!” Nathan mengangkat apel yang sudah tergigit itu ke depan wajah Yourissa.
    “Kayak gini, nih, gambaran hati lo sekarang. Soak. Nggak usah ngelak. Gue tahu, kok.”
    Yourissa menunduk. “Sorry. Aku mau pergi dulu.”

    Nathan, penulis amatiran yang berprinsip anti-pacaran dan nilai sekolahnya berantakan. Yourissa, calon atlet bulu tangkis muda yang baru kehilangan cinta sekaligus gagal jadi juara. Takdir mempertemukan keduanya ratusan kilometer jauhnya dari kota asal mereka. Insiden berebut stop kontak mengawali perjumpaan Nathan dan Yourissa yang punya karakter bagai langit dan bumi. Siapa sangka, keduanya justru saling bantu menemukan jalan kembali menuju mimpi masing-masing. Saat cita-cita mereka terasa semakin dekat, Nathan dan Yourissa harus memilih, tetap melangkah mengejar mimpi atau putar arah mengikuti rasa yang diam-diam tumbuh tanpa permisi.

    Review
    Nathan punya prinsip kalau masa SMA harus dimanfaatkan untuk meraih mimpi. (hal.8)
    Photo by me.


    Buku ke-11 dari serial Bluestroberi yang kubaca. Sisa 2 lagi maka tuntas sudah seri yang mengangkat tema cinta yang manis-pahit ini.

    Buku ini berbicara tentang mimpi. Ada Nathan, seorang anak SMA yang punya mimpi menjadi seorang penulis best seller. Tapi karena terlalu fokus pada impiannya itu, nilai-nilainya jeblok hingga dia dinasihati oleh kedua orang tuanya. Orang tuanya ingin agar Nathan lebih fokus dalam mempersiapkan masa depannya.

    Lalu ada juga Yourissa, seorang gadis yang bercita-cita menjadi pemain bulu tangkis kelas dunia. Kekalahannya di partai puncak membuat sekolahnya gagal maju ke final. Yourissa merasa bersalah karena dia tidak bisa fokus bermain karena masalah cinta. Yourissa yang semula begitu yakin dengan cita-citanya, akhirnya meragukan kemampuannya sendiri.

    Saya suka dengan tema yang penulisnya angkat. Tokoh-tokohnya juga menarik dan believable. Jalan ceritanya terasa sederhana dengan pesan moral yang sangat jelas dan, mungkin, untuk banyak pembaca dewasa akan tertebak sejak awal. Cuma kalau untuk anak remaja yang relatif lebih gegabah, mungkin cocok kali ya. Saya juga suka dengan latar tempatnya di kota Malang dan Batu. Pengin main ke sana lagi deh ^^.

    Secara keseluruhan, buku yang cocok untuk bacaan remaja. Dan kalau kamu berpikir bahwa novel ini pasti mempersatukan Yourissa dan Nathan, saya hanya bisa bilang: kamu yakin? Karena ini Bluestroberi loh *kedip-kedip *heh.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Young Adult Reading Chalenge

    View all my reviews

  22. Kenal dengan novel "To Kill a Mockingbird"? "To Kill a Mockingbird" adalah sebuah novel fenomenal karya Harper Lee. Terbit pada 1960, "To Kill a Mockingbird" merupakan karya debut pengarangnya yang sukses membawa Pulitzer Prize, penjualan lebih dari 40 juta buku, serta sebuah status dalam dunia literatur bagi Harper Lee.

    Gambar dari Goodreads

    Setelah 55 tahun menunggu, para penggemar "To Kill a Mockingbird" akhirnya dapat bergembira. Sekuel yang telah lama dinanti-nantikan akhirnya diumumkan penerbitannya.

    "Go Set A Watchman" adalah judul yang diumumkan sebagai lanjutan "To Kill a Mockingbird". Menurut Lee, novel ini sebenarnya ditulis sebelum "To Kill a Mockingbird", tapi manuskrip aslinya kemudian dia sangka hilang dan baru ditemukan kembali pada musim gugur 2014 oleh sahabatnya, Tonja Carter.

    Harper Lee, sumber: The Guardian

    Sejauh ini belum ada tanggal pasti penerbitan "Go Set a Watchman", tapi sedikit bocoran tentang ceritanya sudah beredar.

    Dari Goodreads:
    The book is set during the mid-1950s, some 20 years after the events of To Kill a Mockingbird. Scout (Jean Louise Finch) has returned to Maycomb from New York to visit her father Atticus and is forced to grapple with issues both personal and political as she tries to understand both her father's attitude toward society, and her own feelings about the place where she was born and spent her childhood.

  23. Gracefully GraysonGracefully Grayson by Ami Polonsky
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Gracfully Grayson
    Penulis: Ami Polonsky
    Penerbit: Disney-Hyperion
    Halaman: 250 halaman
    Terbitan: November 2014

    Alone at home, twelve-year-old Grayson Sender glows, immersed in beautiful thoughts and dreams. But at school, Grayson grasps at shadows, determined to fly under the radar. Because Grayson has been holding onto a secret for what seems like forever: “he” is a girl on the inside, stuck in the wrong gender’s body.

    The weight of this secret is crushing, but leaving it behind would mean facing ridicule, scorn, and rejection. Despite these dangers, Grayson’s true self itches to break free. Strengthened by an unexpected friendship and a caring teacher who gives her a chance to step into the spotlight, Grayson might finally have the tools to let her inner light shine.

    Review

    Tidak sengaja tahu tentang buku ini lewat review-nya Rick Riordan di Goodreads. Temanya yang mengangkat tentang seorang anak laki-laki, 12 tahun, yang merasa dia sebenarnya adalah seorang perempuan, langsung menggelitik rasa ingin tahu.

    Harus kuakui kalau emosi tokoh-tokohnya terasa sangat nyata. Grayson yang tidak nyaman dengan dirinya sendiri merasa terasing, tidak bisa bergaul dengan teman-teman sekolahnya. Saat dia lulus uji coba untuk peran Persephone, yang notabene adalah peran perempuan, sebuah badai timbul di sekitarnya. Ada orang yang mengoloknya, ada orang yang mendukungnya, tantenya tidak setuju (Grayson tinggal dengan paman dan tantenya karena kedua orang tuanya sudah meninggal), pamannya mendukung, dan Pak Finn, guru sekolah yang juga sutradara drama sekolah, mungkin akan dipecat karena dia telah memilih Grayson untuk memainkan peran wanita.
    Grayson is who he is, she said. Who am I? I want to hear her tell me. I look at the picture of me in the tutu. All I want is for him to be true to himself. - Grayson on her Mom's letter.
    Karena novel ini ditujukan untuk tingkat middle grade, novel ini bisa dibilang "bersih". Tidak ada adegan panas atau yang menjurus ke sana, tidak ada bahasa kasar, tidak ada cinta-cintaan. Hanya ada Grayson dan seluruh konfliknya.

    Kekurangan novel ini mungkin ada di ceritanya yang terasa terlalu sederhana. Tidak ada letupan yang betul-betul meledak dahsyat di sini. Hal ini membuat ada bagian novel yang terasa agak menyeret.

    Secara keseluruhan, Gracefully Grayson menampilkan konflik gender dan keberanian untuk mengambil risiko dengan cara yang rapi, believable, serta penceritaan yang cocok untuk tingkat middle grade.
    An old acting teacher of mine in college used to say that "risk taking is free". He was so wrong. It's not free. You took a risk and now I'm sure you're contending with everything in its wake. Risk taking is not free, but I can assure you, it's worth it. - Mr. Finn's letter to Grayson

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge

    View all my reviews

  24. Read That To-Read : Reading YA

    Sunday, February 1, 2015

    Halo semuanya. Tidak terasa bulan pertama di tahun 2015 sudah lewat. Ah, tahu-tahu sudah masuk bulan Februari aja :'). Di bulan Februari ini, rencananya, novel pertama saya, Remedy, akan terbit. Remedy adalah novel yang menjadi juara 3 di lomba Young Adult Realistic Novel yang diadakan oleh Ice Cube Publisher (salah satu lini Kepustakaan Populer Gramedia). Mikirin buku ini akan segera dilemparkan pada para pembaca bikin saya deg-deg-ser. Sumpah ^^".

    Remedy rencananya akan rilis pada 9 Februari 2015, bersamaan dengan buku yang menjadi juara 1 dan 2 YARN. Semoga tidak ada keterlambatan terbitnya ^^.

    Yang mau coba keberuntungan, bisa ikutan GA untuk Remedy di sini.

    Anyway, sedikit rekap dari RTTR bulan lalu:

    1. Cloud Atlas - David Mitchell (review)
    2. A World Without Heroes - Brandon Mull (review)
    3. The Cuckoo's Calling - Robert Galbraith (review)
    Yup, berhasil baca 3 buku dengan tebal 500 halaman lebih bulan lalu. Buku yang rencananya akan dibaca bulan ini adalah:
    1. Lord of the Flies - William Golding
    2. Forgive Me, Leonard Peacock - Matthew Quick
    3. Hikikomori-chan - Ghyna Amanda Putri
    4. Haru no Sora - Laili Muttamimah
    5. Looking for Alibrandi - Melina Marchetta
    Ya, masukin 5 aja dulu deh ^^. Semoga bisa baca semuanya bulan ini. Selamat membaca, teman-teman :D.

      
    Juara 1, 2, dan 3 lomba Young Adult Realistic Novel (YARN)

  25. Generasi 90anGenerasi 90an by Marchella FP
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: Generasi 90-an
    Penulis: Marchella FP
    Penerbit: POP Publisher
    Halaman: 144 halaman
    Terbitan: Februari 2013

    Bahagia itu sederhana, nostalgia salah satunya, dan buku ini menjadi mesin waktunya.

    Review

    Masa lalu jangan biarkan berlalu, mari kita ungkit-ungkit kembali.

    Sebenarnya ini kali kedua saya membaca buku ini. Dulu pas pertama keluar, sudah sempat numpang baca di toko buku. Ada yang kebuka soalnya *sungkem sama penulisnya. Dan akhir tahun lalu, saya beruntung karena buku ini jadi salah satu paket buku yang saya terima dari penerbitnya.

    Jujur saya lupa-lupa ingat soal tahun 90-an. Jangankan 20 tahun lalu. Wong yang terjadi kemarin saja saya susah ingat kok :p. Apalagi masa 90-an kan masanya saya masih anak-anak. Antara usia 0-9 tahunlah.

    Tapi membaca buku ini, saya jadi kembali ingat pada beberapa hal, seperti:
    - mainannya (tamagotchi, pancingan ikan, serta boneka yang bajunya bisa bongkar-pasang)

    - acara TV. Dulu pernah nangis pas nonton telenovela. Iya, saya umur segitu nontonnya telenovela.

    - kartun di TV. Doraemon, Remi, Sailor Moon, dkk.

    - pernak-pernik macam: kertas orgi (yang kemudian berevolusi jadi kertas binder), stiker, pulpen harum bertali gantungan yang katanya ada narkobanya, hingga pager dan telepon umum.

    - hiburan anak-anak, macam Trio Kwek-Kwek dan Susan.

    Yah, intinya 90-an adalah masa-masa bahagia dalam hidup saya. Ya iyalah, secara masih kecil dan dimanjain gitu :)).


    View all my reviews