Rss Feed
  1. Wishful Wenesday #53

    Wednesday, December 17, 2014

    Selamat hari Rabu semuanya! Bagaimana Rabu-nya minggu ini? Masih semangat beraktivitas atau sudah pengin libur aja bawaannya? :))

    Untuk Wishful Wednesday kali ini, saya memilih buku ini:

    Wintergirls
    by: Laurie Halse Anderson

    Dari Goodreads:

    “Dead girl walking”, the boys say in the halls.
    “Tell us your secret”, the girls whisper, one toilet to another.
    I am that girl.
    I am the space between my thighs, daylight shining through.
    I am the bones they want, wired on a porcelain frame.

    Lia and Cassie are best friends, wintergirls frozen in matchstick bodies, competitors in a deadly contest to see who can be the skinniest. But what comes after size zero and size double-zero? When Cassie succumbs to the demons within, Lia feels she is being haunted by her friend’s restless spirit.

    In her most emotionally wrenching, lyrically written book since the multiple-award-winning Speak, Laurie Halse Anderson explores Lia’s descent into the powerful vortex of anorexia, and her painful path toward recovery.

    Pengin baca karena temanya yang terlihat menarik. Tambah lagi, responnya di Goodreads positif.

    Btw, kapan hari saya sempat bikin gambar kutipan dari buku ini (yang kutipannya saya nemu di GR)


    Nah, itu dia WW saya kali ini. Bagaimana dengn kalian?

    Ingin tahu lebih banyak tentang WW? Cek blog hostnya.

  2. Steal Like an ArtistSteal Like an Artist by Austin Kleon
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Steal Like An Artist
    Penulis: Austin Kleon
    Penerbit: Noura Books
    Halaman: 160 halaman
    Terbitan: Maret 2013

    Siapa bilang mencuri itu buruk? Mencuri adalah keharusan! Tak Percaya?

    Orang-orang hebat sudah membuktikannya. Bintang basket Kobe Bryant mengaku bahwa semua gerakannya di lapangan dia curi dari para idolanya. Untuk menciptakan komputer Mac, Steve Jobs mencuri ide dari Xerox. Beatles awalnya adalah band yang menyanyikan lagu-lagu penyanyi lain.

    Tak ada yang orisinal. Semua kreasi berasal dari sesuatu yang pernah ada. Dan kreativitas tidak pernah lahir begitu saja, butuh proses juga perlu diasah. Mencuri ide adalah awal menumbuhkannya.

    Kreatif adalah melihat dari sudut pandang berbeda. Kreatif adalah mampu menyiasati keterbatasan. Kreatif adalah menemukan solusi terbaik dari permasalahan. Buku ini mengembangkan kreativitasmu, siapa pun kamu, dalam bidang apa pun kamu berkarya.

    Review

    Akhirnya kesampaian baca buku ini. Sudah penasaran dengan isinya sejak lihat bukunya di Goodreads Choice Award 2012.

    Isinya bermacam-macam, tapi semuanya dengan satu inti yang sama: kreativitas. Mulai dari soal "mencuri" dari para pekerja seni lainnya, mencari dan mendapatkan ide, hingga kondisi yang dapat membantu memicu proses kreatif.

    Mengutip T.S. Elliot yang kata-katanya diletakkan di awal buku ini:
    Penyair baru meniru, penyair berpengalaman mencuri, penyair buruk merusak yang mereka ambil, penyair bagus menjadikannya lebih baik, atau setidaknya berbeda. Penyair hebat memoles perolehannya dengan keunikan, jauh berbeda dari sumber inspirasinya.

    Walau isinya memang dominan dalam hal dunia menulis, buku ini saya rasa relevan bagi semua orang yang pekerjaannya berhubungan dengan kreativitas.


    View all my reviews

  3. Bonus TrackBonus Track by Osamu Koshigaya
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Bonus Track
    Penulis: Osamu Koshigaya
    Penerbit: Penerbit Haru
    Halaman: 380 halaman
    Terbitan: November 2014

    "Terus, kalau disimpulkan, bagaimana kehidupanmu? Bagus?"

    "Kehidupanku? Apa ya... kalau diringkas mungkin menjadi, 'Album debut sebuah punk band'."

    "Apa maksudnya?"

    "Selesai dengan cepat."

    "Begitu ya," tawa Kusano berhasil lolos pada hitungan kedua.

    "Tapi, di dalam album yang cepat selesai itu ada sebuah bonus track."

    "Bonus track itu sekarang?"

    "Iya. Kadang bonus track itu sendiri malah lebih baik dibandingkan keseluruhan album." (hal. 332)

    Kusano Tetsuya, seorang pemuda yang bekerja di sebuah restoran hamburger besar. Suatu hari, dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya, dia menemukan mayat seorang pria korban tabrak lari. Kusano berusaha menolong pria itu, tapi nyawa pria itu tidak terselamatkan.

    Tanpa Kusano duga, hantu pemuda itu malah muncul di apartemennya dan memperkenalkan diri sebagai Yokoi Ryota. Dimulailah hari-hari Kusano yang penuh warna dengan pekerjaannya dan usahanya membantu Ryota menemukan si pelaku tabrak lari.

    Review

    Melihat kover buku ini, saya sempat mengira kalau tokoh utama novel ini adalah seorang pria dan wanita. Tapi, pas baca blurb-nya, ternyata keduanya pria. Saya sampai sempat mengira kalau ada salah tulis di blurb-nya. Entah yah, potongan rambut sama model bajunya Ryota di kover membuat saya berpikir kalau dia itu cewek :)). Kusano juga agak kurang tepat penggambarannya sih. Di ceritanya dia kan terkesan agak biasa-biasa saja dan berkaca mata. Di kover malah terkesan seperti anak-anak gaul zaman sekarang yang bergaya ala Korea .-.

    Ya, tapi saya tetep suka sama kovernya kok. Penuh warna dan enak dilihat.

    Suka banget sama ceritanya. Inti ceritanya sih tentang 2 orang yang mengalami perubahan dalam hidupnya. Ryota, yang awalnya mengira hidupnya biasa-biasa saja, baru sadar kalau ada banyak orang yang peduli padanya setelah dia meninggal. Lalu Kusano yang awalnya tenggelam dalam kesibukan pekerjaannya, jadi belajar tentang pentingnya membagi tugas pada bawahannya (para pekerja sambilan). Dengan begitu, Kusano jadi punya waktu untuk dirinya sendiri.

    Interaksi antara Ryota dan Kusano lucu banget. Mereka dua orang (secara teknis sih, seorang dan sehantu) yang baru bertemu, dan juga beda usia hampir 5 tahun, tapi bisa langsung cocok seolah sudah bersahabat lama. Tapi interaksi mereka bukan tipe yang mengarah pada bromance atau yang bisa membuat girang para pecinta MxM.

    Poin tambahan buat buku ini ada di komedinya. Paling banyak sih datang dari Ryota dengan deadpan-nya. Semisal:
    Entah sejak kapan aku jadi angkuh. Lihat saja, aku adalah penumpang gratis di kelas satu shinkansen ini. Sampai-sampai perasaan ingin menguasai pun muncul.

    Aku melanjutkan kegembiraan ini setelah berganti naik jalur kereta lokal selanjutnya. Ketika aku turun dan berdiri di stasiun kampung halaman, entah kenapa aku merasa sudah mendapatkan kemenangan. Padahal aku belum meraih prestasi apa pun. Aku hanya ditabrak mobil. (hal. 161)

    Kalau untuk kekurangan, hm... mungkin bagian depan novel ini terasa lambat. Soalnya di bagian awal ada beberapa adegan sama yang diceritakan dari dua sudut pandang, POV Kusano dan Ryota. Tapi dari pertengahan, sudut pandang keduanya sudah menyatu, sehingga satu kejadian tidak lagi diceritakan dua kali.

    Buku yang sangat saya rekomendasikan untuk pecinta J-lit, atau yang mencari novel yang mengangkat tema hidup dan persahabatan dengan campuran komedi di dalamnya.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2014 New Authors Reading Challenge


    View all my reviews

  4. The GoldfinchThe Goldfinch by Donna Tartt
    My rating: 3 of 5 stars

    Title: The Goldfinch
    Author: Donna Tart
    Publisher: Little, Brown and Company
    Num. of pages: 962 pages
    Published date: June 2014

    Theo Decker, a thirteen-year-old New Yorker, miraculously survives an accident that kills his mother. Abandoned by his father, Theo is taken in by the family of a wealthy friend. Bewildered by his strange new home on Park Avenue, disturbed by schoolmates who don't know how to talk to him, and tormented above all by his unbearable longing for his mother, he clings to one thing that reminds him of her: a small, mysteriously captivating painting that ultimately draws Theo into the underworld of art.

    As an adult, Theo moves silkily between the drawing rooms of the rich and the dusty labyrinth of an antiques store where he works. He is alienated and in love-and at the center of a narrowing, ever more dangerous circle.

    Review

    You can look at a picture for a week and never think of it again. You can also look at a picture for a second and think of it all your life (pg. 881)

    Holy guacamole! I finished this monstrous book! I started to read this on July, but then I put it down and picked it up again on November. I think it took a total of 2 weeks or so for me to finish this book.

    The blurb made me think of a criminal book, like John Connolly's or James Patterson's. And if you are looking for that kind of book, I'd say this is not the book you are looking for.

    Most of the book deals with the life of Theo. And not the kind of life where he was chased all around the country, while he tried to hide "his" painting. But, you know, daily life. Like move to a new place, go to school, get high with his friend, Boris.

    It was kinda boring, but interesting at the same time. I could really understand Theo and felt his anguish from losing his mother and the conflicted feeling about "The Goldfinch".

    I also like his relationship with Boris, but the second part of their plot... I felt it was silly. So, basically for 10 years, Theo didn;t realize that his painting was switched to another one. For 10 frickin' years!

    Overall, this book was a 4 stars for me. Until the later plot of Theo with Boris. However, I like the conclusion of this book. Everything felt right for me in the end. I also appreciate the (lot of )shout out Donna Tart gave to Indonesia. Wonder if she had ever come to Indonesia.


    Image Source: Wikipedia

    This book is for the following RC:

    - 2014 New Authors Reading Challenge

    View all my reviews

  5. Archi & Meidy, Serial Misteri Ilmu Pengetahuan #1: AirArchi & Meidy, Serial Misteri Ilmu Pengetahuan #1: Air by Wendy Chandra
    My rating: 5 of 5 stars

    Satu-satunya buku Archi & Meidy yang pernah kubaca :') Baca sekarang pun masih menambah pengetahuan :)). Misalnya: soal gula yang larut dan bakteri serta kuman dalam air mentah itu ternyata berdasarkan suatu sifat yang sama.

    Btw, ada yang tahu jawaban pertanyaan ini?

    Tempatkan es batu hingga melebihi mulut cangkir. Tuangkan air hangat hingga penuh sampai mulut cangkir. Tunggu beberapa saat hingga es mencair. Ternyata air tidak tumpah. Mengapa?

    Saya punya tebakan sih, tapi gak tahu jawaban pastinya apa. Gak ada kunci jawaban sih :)).

    Ah, pengin baca nomor 2-4. Ada yang punya bukunya? Pinjem dong :').


    View all my reviews


  6. Hailstorm (Vandaria Saga)Hailstorm by Fachrul R.U.N.
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Hailstorm
    Penulis: Fachrul R.U.N.
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 436 halaman
    Terbitan: Juni 2012

    Ambisi.... Kekuasaan.... Kekuatan....

    Ketiganya berpusar bagai badai, terpusat pada satu keluarga: Hailstorm. Bahkan sosok digdaya, Raja Deimos Amurdad, menerjang ke dalam pusaran badai lewat tawarannya yang terlalu menggiurkan untuk ditolak: Kekuatan penakluk segala! Mereka yang menginginkan anugerah itu harus mengatasi tantangan maha dahsyat di tempat maha berbahaya: Reigner, alam kematian.

    Semua berlomba mendapatkan kekuatan itu. Jika berhasil, mereka akan mempunyai senjata untuk menumbangkan Sang Raja Tunggal. Jika gagal, kematian menjadi hal yang tak terelakkan. Segala cara untuk mengumpulkan pasukan hebat ditempuh Hailstorm. Bahkan cara kotor. Menyandera keluarga kesatria veteran Lavinia, yang sesungguhnya ia tak ingin kembali mengangkat pedang.

    Mungkinkah Lavinia berhasil menyelamatkan keluarganya? Atau... malah menjadi tumbal ambisi keluarga Hailstorm? Ini adalah kisah tentang Sang Badai dan Penunggangnya.

    Review

    Buku ke-2 karya penulis yang saya baca. Sebelumnya sudah baca Redfang duluan, baru baca ini :)).

    Mengenai buku ini... EVERYBODY WENT TO HELL IN THIS BOOK! LITERALLY! Nyesek abis bacanya.

    Oke, bukunya penuh aksi dari awal sampai akhir. Darah, orang mati, dan organ tubuh di mana-mana. Kasih tepuk tangan dulu untuk buku ini karena mengedepankan hal-hal itu.



    Biasanya kan fantasi di Indonesia (sejauh yang sudah kubaca) lebih banyak di romansanya. Bukan berarti gak suka romansa, tapi "kelainan" buku ini jadi semacam variasi yang segar buat saya.

    Walau penuh aksi, buku ini tidak lupa memasukkan unsur perasaan di dalamnya. Setiap karakter yang jadi sorotan di buku ini memiliki kepribadian dan latar belakangnya sendiri-sendiri. Suatu hal yang membuat mereka hidup. Karakter yang paling berkesan? Lavinia dan Merryweather tentunya. Iridio juga lumayan berkesan buat saya sebagai seorang brondong(?) yang doyan ibu-ibu. *dikeplak

    Kekurangan buku ini? Er... apa ya? Terkesan kurang rapi dan sedikit repetitif buat saya kalau dibandingkan "Redfang". Misal soal penggambaran latar tempat yang kesannya berulang-ulang (walau masuk akal dan bisa diterima). Harapannya sih ada lebih banyak variasi kekejian di sana *heh. Lalu ada adegan seperti latih tanding antara Lavinia dan Iridio yang terasa janggal buat saya. Timing-nya terasa aneh. Secara mereka baru melawan sekian banyak deimos sebelumnya. Bukannya istirahat dan menyimpan tenaga untuk lawan yang menanti, mereka malah buang-buang energi. Walau, saya ngerti sih tujuannya untuk membuat bonding time antara kedua orang itu.

    Secara keseluruhan, "Hailstorm" adalah buku yang penuh aksi dari depan hingga belakang, dengan sisipan romansa yang minimal tapi cukup menyentuh hati . Karakter-karakternya menarik dan saya menantikan lebih banyak lagi petualangan antara Justina, Lavinia, dan Amy. Siapa itu Justina dan Amy? Baca bukunya dong. :3

    View all my reviews

  7. Permainan Igo 1: Tehnik Membuat AreaPermainan Igo 1: Tehnik Membuat Area by Jun'ichi Ishikura
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: Permainan Igo 1: Tehnik Membuat Area
    Penulis: Jun'ichi Ishikura (Manga Ilustrator), Satoshi Kataoka (Supervisor)
    Penerbit: Elex Media Komputindo
    Halaman: 381 halaman
    Terbitan: Oktober 2014

    Komik tentang permainan igo. Bercerita tentang 3 orang anak: Go, Shiro, dan Kiriko, yang masuk ke dalam dunia igo untuk menolong seorang putri yang ditawan oleh penyihir jahat. Bersama Ksatria Hitam, ketiga anak itu maju untuk melawan sang Penyihir Putih.

    Dalam perjalanannya, mereka mempelajari tentang cara bermain igo, serta berhadapan dengan berbagai makhluk yang berusaha menghalangi mereka.

    Review

    Yeah, pada dasarnya buku ini menggabungkan fiksi dan non-fiksi.

    Saya berterima kasih pada Elex Media yang sudah menerbitkan buku tentang igo di Indonesia. Jarang banget saudara-saudara. Mungkin ini buku ke-2 tentang igo yang terbit di sini setelah Hikaru no Go.

    Untuk ceritanya sendiri, standar sih kalau untuk saya. Tidak jelek, tapi tidak ada sesuatu yang wah juga kalau hanya mau dilihat dari unsur plot komiknya. Yang paling bikin ngakak di komik ini adalah si 'jin ikan' yang jadi salah satu lawannya keempat tokoh utama.

    Untuk materi igonya, cocok untuk orang yang baru mulai belajar. Mulai dari cara meletakkan batu, menangkap, aturan Ko, sampai ke menghitung wilayah.

    Ada juga sedikit cerita tentang Kataoka Satoshi, supervisor buku ini sekaligus mantan pemegang gelar Tengen. Bahkan ada catatan pertandingan dari salah satu babak yang Kataoka Satoshi anggap berkesan.

    Kalau ada yang tanya igo itu apa, jawabannya mungkin cocok dengan apa yang disampaikan buku ini. Igo itu permainan yang tidak terlalu mementingkan soal batu yang mati/ditangkap. Igo itu soal wilayah. Tidak masalah mengorbankan sedikit batu untuk mendapatkan hasil yang lebih besar. Kenapa jadi kayak prinsip dagang begini? :))

    Pengin lanjut baca buku keduanya ^^.

    p.s: kalau ada yang mau tanya-tanya soal igo atau igo di Indonesia, bisa cek di Komunitas Igo Indonesia.


    View all my reviews