Rss Feed
    Showing posts with label What An Animal Reading Challenge. Show all posts
    Showing posts with label What An Animal Reading Challenge. Show all posts

  1. This is my wrap up for the 2013 What An Animal Reading Challenge. You can read about this challenge and its rules in my master post.

    I've read 6 books with animal so far and made reviews. Unfortunately, most of the reviews are in Indonesian. I'm too lazy to translate them. So I'll put some commentaries of the books in this post.


    1. Camar Biru - Nilam Suri (read my Indonesian review here) - February 1st, 2013. The word 'Camar' is Indonesian for Gull/Seagull. "Camar Biru" follows the story of Nina and Adith, two life-long friends who once promised to marry each other after several years passed and only if both party still has the seagull origami. As the story progress, Adith found that Nina hid a dark secret that bring chaos to his and her lifes. I gave 3 stars out of 5.
    2. The Horse and His Boy - C.S. Lewis (read my English review here) - February 8th, 2013. 4/5.
    3. Water for Elephants - Sara Gruen (read my Indonesian review here) - March 10th, 2013. It was the story of Ivy league drop outer who accidentally entered the world of circus. I gave 4 out of 5 stars. Three stars for the story and one more for the author's effort to write the book.
    4. Thousand Cranes -Yasunari Kawabata (read my English review here) - March 25th, 2013. 3/5.
    5. Winnie the Pooh - A.A. Milne (read my Indonesian review here) - June 28th, 2013. A classic children story. It follows the stories of Pooh Bear and his friends at the Hundred Acre Wood I gave 5 out of 5 stars.
    6. The Yearling - Marjorie Kinnan Rawlings (read my Indonesian review here) - August 22nd, 2013. Another classic story. It follows the life of Baxter family in Florida at the end of the 19th century. It tells the story of friendship between Jody Baxter, the only son in Baxter house hold, and a yearling he calls Flag. A beautiful coming-of-age story. I gave it 5 stars.
    That's it people. It was fun to do the challenge. I'm glad I could finish this one. Thank you for Socrates' Book, the host of this reading challenge, for this amazing RC. 


  2. The Yearling: Jody dan Anak RusaThe Yearling: Jody dan Anak Rusa by Marjorie Kinnan Rawlings
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: Jody dan Anak Rusa (The Yearling)
    Penulis: Marjorie Kinnan Rawlings
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 504 halaman
    Terbitan: Maret 2011

    Jody Baxter dan keluarganya hidup di tanah pertanian mereka yang terpencil di Florida pada akhir tahun 1800-an. Sebagai anak tunggal, Jody sangat ingin mempunyai teman bermain. Ketika menemukan seekor anak rusa yatim-piatu di dalam hutan, Jody sangat ingin memeliharanya. Ayahnya setuju, meskipun anak rusa itu mesti diberi jatah makanan dan susu yang sangat berharga bagi mereka.

    Kasih sayang Jody kepada Flag, si anak rusa sangat besar, dan ketika Flag semakin dewasa, mereka menjadi sahabat yang tak terpisahkan. Namun kemudian keluarga Baxter megalami masalah berat ketika ayah Jody terluka parah dan Jody mesti menggantikannya bekerja di ladang. Pada saat-saat itulah Jody mesti menghadapi kenyataan dan mengambil keputusan yang sangat berat dalam hidupnya.

    Review

    Akhirnya saya baca juga buku ini. Sudah ada di tumpukan buku yang saya beli selama beberapa bulan, tapi belum ada niat untuk membacanya selama ini. Setelah sampai di halaman terakhir, saya menyesal kenapa gak baca buku ini lebih cepat.

    Buku ini bercerita soal kehidupan keluarga Baxter di Florida pada akhir tahun 1800-an. Keluarga Baxter sendiri hanya terdiri dari 3 orang. Penny (sang ayah), Ory (sang ibu), dan Jody (anak laki-laki tunggal). Sebelum kelahiran Jody, Ma Baxter (alias Ory) sudah pernah hamil beberapa kali. Hanya saja anak yang dia kandung selalu meninggal saat lahir atau setelah beberapa bulan. Jody satu-satunya anak yang lahir cukup kuat untuk tumbuh hingga cukup besar.

    Sejak awal membaca, saya langsung jatuh cinta pada hubungan keluarga Baxter, khususnya antara Penny dan Jody. Saya suka bagaimana Penny membesarkan Jody dengan disiplin, tapi juga penuh cinta. Selain itu melihat bagaimana Penny mengajari Jody bertani dan berburu, sebagai cara keluarga Baxter bertahan hidup, juga sangat menarik untuk diikuti.

    Buat yang suka adegan alam liar, di buku ini ada banyak banget adegan semacam itu. Dari adegan burung bangau menari, anak-anak beruang bermain di atas pohon, perburuan beruang dan rubah, hingga adegan beruang berkelahi ada di sini. MKR berhasil menggambarkan adegan-adegan itu dengan baik dan indah.

    Selain itu si anak rusa yang Jody rawat, yang diberi nama Flag, juga lucu. Tingkah lakunya, khususnya saat dia masih kecil, sangat menggemaskan. Walau begitu, penulis memberikan suatu penggambaran yang saya rasa cukup realistis soal Flag. Bukan hanya lucu dan imut, tapi juga nakal dan tidak terkendali selayaknya hewan liar.

    Bagian akhir buku ini sangat menyentuh. Apalagi mengingat hubungan yang kuat antar karakternya, saya bisa mengerti perasaan Jody saat dia terpaksa membunuh Flag, karena Flag terus-terusan merusak tanaman pangan mereka. Melihat bagaimana Jody bertumbuh setelah peristiwa itu membuat saya merasa bahwa ini adalah salah satu novel coming-of-age terbaik yang pernah saya baca.

    Mengenai terjemahannya sendiri, saya salut sama penerjemahnya. Terjemahannya mengalir dan enak dibaca. Selain itu buku ini juga minim typo. Saya nemu 2. Kata 'Ora' (harusnya Ory) di hal. 161 dan kata 'timu'(harusnya timur) di hal. 349. Tepok tangan buat proof reader(s)-nya.

    Selain terjemahannya, saya juga suka sama kover novel ini. Sederhana tapi sangat cantik buat saya. Khususnya gambar Flag dengan matanya yang agak "nakal" itu.

    Buat yang suka novel tentang alam, rusa, dan bagaimana seorang anak bertumbuh, saya merekomendasikan novel "Jody dan Anak Rusa" ini.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Read Big Reading Challenge
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 What An Animal Reading Challenge


    View all my reviews

  3. Thousand Cranes (Penguin Modern Classics)Thousand Cranes by Yasunari Kawabata
    My rating: 3 of 5 stars

    Title: Thousand Cranes
    Author: Yasunari Kawabata
    Publisher: Penguin Books
    Pages: 112 pages
    Published: 2011

    Thousand Cranes follows the story of Kikuji, a young man whose father had a complicated love story with a wife, a son, and two mistress. During a tea ceremony hosted by Chikako, one of Kikuji's father's mistress, he meets Mrs. Ota, another mistress of his father. Along with Mrs. Ota, he also meets Fumiko, Mrs. Ota's daughter, and Miss Inamura, the girl with thousand cranes pattern kerchief and with whom Chikako tries to miai (match-making) Kikuji with.

    The complication of the story arises with the fact that Chikako holds grunge over Kikuji's father, because she was dumped by him, and Kikuji's love over Mrs. Ota.

    I quite like the story. It looks really simple, but actually "Thousand Cranes" has many layers and symbolism in it. While it can looks like a soap-opera, this novel is more complex than that. Obviously, since it was one of Kawabata's novel that gave him the Nobel award.

    A fine read, but it was too fast for me. I wish the story goes longer than 112 pages.

    This book is for the following reading challenges:
    - 2013 What An Animal Reading Challenge
    - 2013 Monthly Key Words Reading Challenge


  4. The Horse And His Boy: Kuda Dan Anak Manusia (The Chronicles of Narnia, #3)The Horse And His Boy: Kuda Dan Anak Manusia by C.S. Lewis
    My rating: 4 of 5 stars

    Title: Kuda dan Anak Manusia (The Horse and His Boy)
    Author: C. S. Lewis
    Publisher: PT Gramedia Pustaka Utama
    Number of Pages: 312 halaman
    Published: September 2005

    I've read this book in February and I have written a review in Indonesian, but since I use this book in many international Reading Challenges, I think I should write an English review. Geez, my English review "debt" is piling up :))

    Back in February, I felt a little bit burnt out. I read only several books and it took me very long to finish each of them. This book is no exception. I need a week to finish it.

    I think this book is better than The Silver Chair. It was less boring and the characters and story are more interesting. I also really like the Pevensie family's cameo.

    Overall, I give this book 4/5 for its story, characters, and ending. Now, on to the last book of Narnia series that I haven't read.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 What An Animal Reading Challenge
    - 2013 Finishing the Series Reading Challenge


    View all my reviews


  5. Thousand Cranes (Penguin Modern Classics)Thousand Cranes by Yasunari Kawabata
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Thousand Cranes
    Penulis: Yasunari Kawabata
    Penerbit: Penguin Books
    Halaman: 112 halaman
    Terbitan: 2011

    Novel ini dibuka dengan Kikuji, seorang pria muda, yang datang menghadiri upacara minum teh yang diadakan oleh Chikako, seorang wanita yang pernah menjadi simpanan ayahnya. Di acara itu jugalah dia bertemu tiga orang wanita lainnya. Mrs. Ota, yang juga pernah menjadi simpanan ayah Kikuji. Fumiko, anak Mrs. Ota. Serta Miss Inamura, si gadis dengan kain pembungkus bercorak seribu bangau dan gadis yang Mrs. Ota usahakan perjodohannya dengan Kikuji.

    Dari titik itulah kehidupan Kikuji berubah 180 derajat. Kikuji memasuki sebuah dunia lain yang lebih gelap. Sebuah dunia dengan cinta yang tidak seharusnya, rasa bersalah, dosa masa lalu, dan kematian. Semuanya terbalut dalam ritual upacara minum teh.

    Review

    Kenapa, oh, kenapa saya mengambil buku yang menang penghargaan Nobel untuk lomba review bulanan Serapium? Kenapa saya mengambil buku yang sering dijadikan bahasan dalam kancah perliteraturan level universitas seperti ini? Eh tapi, temanya 1001 Buku yang Harus Dibaca Sebelum Mati sih. Bagaimanapun pasti buku-buku "berat" yah.

    Secara karakter sebenarnya novel ini tidak bisa digolongkan berat. Kikuji contohnya. Dia adalah seorang pria dengan ayah yang terkenal akan kesukaannya dalam upacara minum teh, tetapi Kikuji sama sekali tidak memiliki ketetertarikan di bidang itu. Bahkan dia berniat menjual perangkat minum teh ayahnya (beberapa di antaranya adalah barang hasil karya seniman terkenal). Kikuji tipikal seorang "generasi baru" di era pasca Perang Dunia II di Jepang yang tidak begitu tertarik akan kebudayaan "lama" Jepang (apalagi setelah kekalahan Jepang pada PD II). Kalau membaca beberapa novel karya penulis Jepang lainnya yang terbit pada era yang sama, apatisme seperti ini pasti terasa pada karakternya.

    Karakter lain seperti Fumiko dan ibunya yang bersifat pasif-agresif atau Chikako yang digambarkan sebagai "seorang wanita beracun" juga terlihat seolah-olah tidak terlalu kompleks.

    Dari segi cerita juga begitu. Tidak terlihat begitu njelimet. Secara garis besar sih begini:
    Kikuji menghadiri undangan Chikako -> Ketemu Fumiko, emaknya, sama cewek cakep yang dijodohin ke dia -> entah kesambet apa bisa punya affair sama emaknya Fumiko -> karena suatu alasan emaknya Fumiko meninggal -> ngegalau karena kematian emak Fumiko dan karena diam-diam punya rasa sama anaknya -> tambah galau karena digangguin Chikako yang cerewet dan ikut campur dalam kehidupannya Kikuji.

    Terus apa dong yang bikin novel ini membuat Yasunari Kawabata sebagai penerima Nobel Sastra pertama dari Asia? Kalau kubilang sih kompleksitas yang tersembunyi di balik seluruh kesederhanaan itu.

    Semakin diperhatikan, ada semakin banyak simbol yang ingin ditunjukkan novel ini. Seperti pepatah "buah jatuh tak jauh dari pohonnya", begitu pula Kikuji yang, sama seperti ayahnya dulu, jatuh cinta pada Mrs. Ota. Dua-duanya jelas bukan jenis cinta yang "biasa". Dalam artian: ayah Kikuji jatuh cinta pada seorang wanita lain padahal dia sudah menikah dan Kikuji jatuh cinta pada wanita yang sama, padahal wanita itu jauh lebih tua darinya.

    Selain itu ada pula unsur persilangan antara yang lama dengan yang baru. Bukan hanya soal Kikuji yang tidak tertarik pada upacara minum teh, tapi juga perasaan cinta Kikuji pada Fumiko. Hal ini terlihat dari Fumiko yang sebenarnya merupakan tipikal gadis ideal/calon istri idaman pada masa itu (cantik, lembut, sopan, agak pasif), tipe yang akan dipilih oleh seorang pria Jepang sebagai pasangan hidup, tapi kemudian Kikuji malah kebingungan akan perasaannya sendiri. Separuhnya karena rasa cintanya pada ibu Fumiko, apalagi setelah kematian Mrs. Ota.

    Ada juga isu "dosa yang diwariskan". Hal ini dialami baik oleh Kikuji, juga oleh Fumiko. Seperti rasa bersalah Fumiko karena ibunya pernah menjadi simpanan ayah Kikuji dan membuat ibu kandung Kikuji menderita karenanya.

     
    "The guilt was Mother's and she died -- if we have to talk about guilt. But I don't think it was guilt. Only sorrow."

    Kikuji sat with bowed head.

    "If it was guilt," she continued, "it may never go away. But sorrow will."

    "When you talk about darkness, aren't you making your mother's death darker than you need to?"

    "I should have said the degree of sorrow."

    "The degree of sorrow."

    "Is the degree of love," he wanted to add; but he stopped himself.


    Dalam kasus Kikuji, tentu saja dia "ketiban dosa sang ayah" dalam bentuk kedua simpanannya dan dendam Chikako yang marah karena kemudian dibuang oleh ayah Kikuji.

    Secara keseluruhan novel ini sangat dalam dan membutuhkan waktu untuk dapat dipahami, tapi bukan berarti novel ini tidak dapat dinikmati secara biasa. Novel ini tetap enak dibaca dan maknanya tetap dapat tertangkap, walau mungkin hanya secara samar.

    Kekurangan novel ini menurut saya terletak pada ketipisannya. Tebalnya hanya 112 halaman, tidak dapat memberikan lebih banyak lagi penekanan pada ceritanya. Selain itu akhir ceritanya yang mirip akhir novel Sorekara-nya Natsume Soseki juga agak mengesalkan (iya, sengaja cuma menulis "petunjuk" akhir cerita).

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Books in English Reading Challenge
    - 2013 Serapium Reading Challenge
    - 2013 What An Animal Reading Challenge
    - 2013 Monthly Key Words Challenge


    View all my reviews

  6. The Horse And His Boy: Kuda Dan Anak Manusia (The Chronicles of Narnia, #3)The Horse And His Boy: Kuda Dan Anak Manusia by C.S. Lewis
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Kuda dan Anak Manusia (The Horse and His Boy)
    Pengarang: C. S. Lewis
    Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 312 halaman
    Terbitan: September 2005

    NARNIA... tanah di mana para kuda bisa berbicara... pengkhianatan mengintai... dan takdir menanti.

    Dalam perjalanan penuh tantangan, empat pelarian bertemu dan bergabung. Meski awalnya mereka hanya berusaha membebaskan diri dari kehidupan yang kejam dan menekan, tak lama kemudian mereka mendapati diri mereka berada di tengah-tengah pertempuran dahsyat. Pertempuran yang akan memutuskan bukan hanya nasib mereka, tapi juga nasib Narnia.

    Review
    Jujur bulan ini saya merasa burn out dalam membaca. Rasanya malaaaas banget buat membaca. Yah, bukan hal baru sih sebenarnya. Hal ini memang kadang terjadi dan rasanya menyebalkan. Soalnya baca apa-apa jadi lama banget. Contohnya adalah buku ini yang baru bisa kuselesaikan dalam waktu seminggu. Padahal buku sebelumnya, yang relatif lebih membosankan, selesai hanya dalam 3-4 hari. Plus, rasanya jadi ogah-ogahan bikin review :|

    Buku yang ini lebih bagus daripada The Silver Chair. Tokohnya lebih likeable dan petualangannya juga lebih seru. Saya suka dengan perkembangan karakternya. Juga suka karena ada cameo dari keluarga Pevensie.

    Saya juga suka dengan endingnya. Hukuman yang Aslan jatuhkan cukup menarik.

    Overall, buku yang bagus. Tidak sabar untuk membaca buku terakhir dari serial Narnia yang belum kubaca :D

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Fantasy Reading Challenge
    - 2013 What An Animal Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge
    - 2013 Finishing the Series Reading Challenge

    View all my reviews

  7. What An Animal Reading Challenge VI

    Friday, December 21, 2012

    Soo.... I decided to join another reading challenge for 2013. I do realize that I've joined a lot, but I'm still optimist that I can fulfill them all.



    So, this time I join the What An Animal Reading challenge, hosted by Socrates' Book Reviews. The rules are:

    1. Read at least 6 books that have any of the following requirements:

    a. there is an animal in the title of the book

    b. there is an animal on the cover of the book

    c. an animal plays a major role in the book

    d. a main character is (or turns into) an animal (define that however you'd like).

    2. The animal can be any type of animal (real or fictitious)--dog, cat, monkey, wolf, snake, insect, hedgehog, aardvark...dragon, mermaid, centaur, vampire, werewolf...you get the idea...

    3. Challenge runs from Januar 1, 2013 to December 31, 2013. That’s a full year to read at least 6 books (you can read more if you’d like). 


    4. Books can be fiction or nonfiction.


    5. You may make a list of books at the beginning of the challenge or you can just list them as you find them.


    6. Book titles may be swapped out at anytime (assuming you made a list to begin with).


    7. Crossovers with other challenges are permitted and encouraged.


    8. You don't have to have a blog or write a review, but you can if you want to.
 If you don't have a blog, just post in the comment section that you'd like to join. You can post your books in there.

    9. Books can be in any format of your choice (print, audio, ebooks).

    My list of book:
    1. Jody dan Anak Rusa (The Yearling) - Marjorie Kinnan Rawlings (Finsihed! See my Indonesian review here)
    2. Winnie the Pooh - A.A. Milne (see my review in Indonesian here)

    3. Camar Biru - Nilam Suri (it is an Indonesian book. The word "Camar" in the title means gull/seagull, so I guess it counts. :D) (Finished! See my Review in Indonesian here)
    4. Water for Elephants - Sara Gruen (I don't have the book yet, but gonna get one next year.) (Finished! See my review in Indonesian here)
    5. The Horse and His Boy - C. S. Lewis (Finished! See my review)
    6. Thousand Cranes - Yasunari Kawabata (the word "Cranes" refers to the crane bird) (Finished! See my review)

    More to come :)