Rss Feed
    Showing posts with label Ice Cube Publisher. Show all posts
    Showing posts with label Ice Cube Publisher. Show all posts
  1. Lovediction 2Lovediction 2 by Harninda Syahfitri
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Lovediction 2
    Penulis:  Harninda Syahfitri, Naluri Bella Wati, Ria Destriana, Jacq, Lusia Idha Ayu K., Niken Sara, Petronella Putri, Septi Melia Utami , Yesa Ditaningtias, Anastasye Natanel, Anggun Prameswari, Arys Aditya, Ayu Insafi M., Ike Puspitasari, Indri Dwi Rachmawati
    Halaman: 125 halaman
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Terbitan: Juli 2013

    Cinta selalu datang dalam berbagai rupa. Menyapamu seketika, lalu bisa saja meninggalkanmu. Namun, setiap cinta yang mengetuk selalu meninggalkan kenangan dan cerita masing-masing.

    "Kamu masih cantik. Kamu selalu cantik dan kamu harus tahu betapa aku takut sekali tak akan pernah mendapat kesempatan untuk memeluk kamu lagi."

    "Tuhan menciptakan perbedaan, juga cinta untuk menyatukannya."

    "Mencintai tanpa memiliki itu omong kosong. Tapi bagaimana bisa memiliki jika mengungkapkannya saja tidak mampu?"

    Review

    "Lovediction 2" adalah kumpulan 15 cerpen dari 15 orang penulis. Tema besar dari antologi ini adalah cinta. Di dalamnya ada cinta kepada orang tua, teman, hingga yang sifatnya romantis.

    Beberapa cerpen favorit saya dari buku ini:


  2. Brink of SensesBrink of Senses by Mertha Sanjaya
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Brink of Senses
    Penulis: Mertha Sanjaya
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 254 halaman
    Terbitan: Agustus 2015

    “Mengapa kau menari di sini?” tanya Kevin lantang. “Bukankah kau bisa menari di panggung dan dapat uang lebih banyak?”

    “Aku tidak butuh uang. Aku hanya suka menari. Menari, menari, dan menunggu.”

    Keputusan sang ayah untuk pindah ke New York membawa angin segar dalam kehidupan Kevin Huston. Di kota yang sibuk itu, dia bisa melupakan kenangan buruk akan ibunya dan bisa memulai hidup baru tanpa ada yang tahu riwayatnya sebagai mantan pasien di Pusat Rehabilitasi Mental Golden Sunshine (“Senyum, senyum, senyum karena kau ada di Golden Sunshine!”). Kevin berhasil menarik perhatian Carla Friday, gadis paling populer di sekolah dan dia bisa berteman dengan siapa pun yang dia mau. Siapa pun kecuali Scarlett Mendelsohn, gadis penari yang ia temui di Battery Park. Berulang kali Kevin mencoba mendekati Scarlett, tapi gadis itu tidak menggubrisnya, seolah pikirannya berada di tempat lain. Tapi Kevin tidak mau menyerah. Karena ada sesuatu dari gadis itu yang mengingatkannya pada kondisinya dahulu.

    Review

    "Brink of Senses" menceritakan tentang Kevin Huston, seorang murid SMA mantan pasien di Pusat Rehabilitasi Mental Golden Sunshine. Keputusan sang ayah untuk pindah dari Wales ke New York membawanya bertemu dengan Scarlett Mendelsohn, seorang gadis aneh yang menari secara cuma-cuma di Battery Park.

    Perkenalan pertamanya dengan Scarlett membuat Kevin merasakan satu hal. Ada sesuatu pada gadis itu yang mengingatkannya akan dirinya sendiri di masa lalu.

    Tidak terasa, akhirnya saya sampai juga di pengujung seri YARN. Total ada 15 buku. Rasanya seperti baru kemarin Remedy diterbitkan. Tahu-tahu sudah buku ke-15 aja :')

    Kovernya cakep banget. Saya suka nuansa hitam-putih dengan aksen pebalet merahnya. Saya juga suka dengan lingkaran putus-putusnya yang menyerupai gambar pergerakan bintang.

    Saya suka dengan karakter-karakter di BoS ini. Mulai dari Kevin yang kalau marah seram, sampai Scarlett yang aneh dan penuh misteri. Beberapa tokoh sampingan seperti Marcus dan Krupin juga memberi warna tersendiri bagi cerita.

    Untuk plotnya, saya suka dengan ide dasarnya. Eksekusinya juga sudah baik. Mungkin yang kurang hanya suatu ledakan dalam cerita kali, yah. Bagian akhir tentang rahasia Scarlett tidak cukup untuk memberikan kejutan buat pembaca soalnya.

    Secara keseluruhan, Brink of Senses ini punya karakter dan cerita yang enak untuk dibaca. Narasinya juga sudah mengalir dengan baik. Hanya saja, dia mungkin butuh letupan lebih dalam ceritanya. Tiga bintang buat novel ini.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge


    View all my reviews

  3. HappinessHappiness by Fakhrisina Amalia
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Happiness
    Penulis: Fakhrisina Amalia
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 223 halaman
    Terbitan: Agustus 2015

    “Berarti nggak masalah, dong, kalau Ceria masuk MIPA tapi ambil Biologi?”

    “Bisa aja, sih. Tapi kalau kamu tanya Mama, yang banyak hitung-hitungannya itu lebih spesial. Nggak sembarang orang bisa, kan?”

    Bagi Mama yang seorang dosen Matematika, hitung-hitungan itu spesial. Mama selalu membanding-bandingkan nilai rapor Ceria dengan Reina—anak tetangga sebelah yang pandai Matematika—tanpa melihat nilai Bahasa Inggris Ceria yang sempurna. Karena itu, sepanjang hidupnya Ceria memaksakan diri untuk menjadi seperti Reina. Agar Mama dan Papa bangga. Agar ia tak perlu lagi dibayang-bayangi kesuksesan Reina. Agar hidupnya bahagia. Ceria bahkan memilih berkuliah di jurusan Matematika tanpa menyadari ia telah melepaskan sesuatu yang benar-benar ia inginkan. Sesuatu yang membuat dirinya benar-benar bahagia.

    Review

    "Happiness" bercerita tentang Ceria, seorang gadis SMA yang duduk di kelas tiga. Walau sebenarnya tidak suka ilmu alam ataupun hitung-hitungan, Ceria memaksakan diri untuk masuk ke kelas IPA. Ini semua karena desakan kedua orang tuanya, serta keinginannya untuk mengalahkan Reina, tetangga dan teman kelasnya yang jago matematika dan selalu dipuji oleh ibunya.

    Dengan bantuan kakaknya dan Doni, teman sekelasnya, Ceria belajar mati-matian. Bahkan, demi memperoleh pengakuan dari orang tuanya, dia memutuskan untuk berkuliah di jurusan matematika, suatu hal yang ditentang habis-habisan oleh kakaknya.

    Pertama, saya harus bilang kalau kovernya dibalik, kesannya Ceria seperti tersedot oleh pesawat luar angkasa.



    Sorry. Can't help it :v

    Saya suka banget dengan ceritanya. Saya yakin banyak pembaca, khususnya yang lagi duduk di kelas 3 SMA, yang bisa paham dengan pergulatannya Ceria. Di saat kelas XII pasti ada orang seperti Reina yang sudah tahu dengan pasti akan kuliah di jurusan apa. Ada juga orang seperti Ceria yang sebenarnya mau masuk jurusan lain, tapi karena desakan (atau tidak adanya dukungan) orang tua, akhirnya masuk jurusan yang tidak sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya. Saya juga yakin kalau ada yang bingung mau masuk jurusan apa sampai saat-saat terakhir. Kayak saya :v.

    Ish, sudah lama banget yah masa-masa ini berlalu.

    Ceria harus memutuskan yang terbaik untuk dirinya sendiri. Pilihannya. Masa depannya. (hal. 33)


    Dan sayangnya, Ceria mengambil keputusan yang salah dengan masuk jurusan yang tidak cocok untuknya.

    Secara keseluruhan, saya merekomendasikan buku ini untuk para pelajar yang lagi bingung dengan masa depannya. Saya cuma mau bilang, lebih baik ambil jurusan yang memang sesuai dengan minat. Yah, bukan berarti kalau salah jurusan, hidup pasti berakhir, sih. Selalu ada jalan untuk kembali bangkit. Hanya saja, percayalah, tidak ada gunanya buang tenaga dan emosi selama 4 tahunan untuk kuliah di jurusan yang tidak cocok dengan keinginan.

    Success is liking yourself, liking what you do, and liking how you do it. -Maya Angelou.


    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge


    View all my reviews

  4. Above the StarsAbove the Stars by D. Wijaya
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Above the Stars
    Penulis: D. Wijaya
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 248 halaman
    Terbitan: Juni 2015

    “Kau tidak takut jatuh?” tanya Mia.

    Danny menggeleng.

    “Aku takut jatuh,” aku Mia dengan polos. “Kalau kau takut apa?”

    Danny tidak langsung menjawab. Ia juga tidak menolakkan kaki ke tanah lagi untuk menambah kecepatan ayunan. Senyuman di wajahnya perlahan-lahan memudar. “Aku takut tidak bisa melihat selamanya.”

    Menurut Danny Jameson, hidupnya tidak pernah mudah. Ia punya orangtua yang protektif, mesin tik Braille yang tidak dimiliki teman-temannya, dan semacam magnet yang menarik John Schueller untuk terus mengganggunya. Namun, yang paling buruk adalah ia punya sepasang mata biru yang tidak bisa melihat. Ketika Danny berpikir Mia Berry akan menjadi satu-satunya teman yang ia punya, Will Anderson datang dan mengubah hidupnya. Will memperlihatkan kepadanya dunia yang ingin ia lihat. Will juga membuat Danny mempertanyakan sesuatu tentang dirinya. Tapi, sebelum Danny sempat menemukan jawabannya, Will menghilang.

    Review

    "Above the Stars" bercerita tentang Danny, seorang remaja tunanetra yang belajar di sekolah biasa. Di sekolahnya dia berteman dengan Mia, mencatat pelajaran dengan mesin ketik khusus braille, dan sering diganggu karena kekurangannya.

    Suatu hari, ada seorang murid pindahan di sekolahnya. Nama murid itu Will dan dialah yang membawa perubahan hebat dalam hidup Danny. Bukan hanya membuat Danny lebih menikmati hidup dan keluar dari zona nyamannya, Will juga membawa suatu perasaan yang baru dalam hidup Danny.

    Iya. Ceritanya memang tentang LGBT. Sudah kelihatan dari blurb-nya kok.

    Saya lumayan suka dengan ceritanya. Ceritanya manis dan romansnya tidak berlebihan.

    Yang kurang kusuka mungkin kurangnya tensi dalam cerita. Maksudnya, tidak ada satu titik dalam novel yang kurasa memberi perasaan "meledak" pada ceritanya.

    Terus, mengenai bisik-bisik tetangga, buku ini katanya mirip dengan salah satu film bertema LGBTQ dari Brazil. Saya belum nonton filmnya, jadi tidak bisa bilang apa-apa. Cuma kalau baca sinopsis filmnya, rasanya perkembangan plotnya beda jauh, walau memang ada beberapa elemen cerita yang sama di awal, seperti karakter utama 2 cowok + 1 cewek , mesin ketik, dan soal murid pindahan.

    Secara keseluruhan, "Above the Stars" ini bacaan yang manis untuk tema LGBTQ remaja.  

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  5. RIP Swistien Kustantyana

    Monday, August 10, 2015

    Hari Minggu yang lalu, saya membaca tweet yang mengejutkan dari Ice Cube Publisher. Penulis novel "Diary Princesa", Swistien Kustantyana, telah meninggal dunia. Mbak Swistien meninggal pada hari Sabtu, 8 Agustus 2015, setelah berjuang melawan kanker.

    Jadi ingat kalau dulu Mbak Swistien pernah mengirimkan novelnya untuk saya baca dan review di blog ini. Bahkan potongan pembatas bukunya itulah yang saya pakai untuk persyaratan lomba menulis YARN-nya Ice Cube Publisher.


    Selamat jalan, Mbak Swistien. Semoga Mbak diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

  6. Ocean BreezeOcean Breeze by Cepi R. Dini
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Ocean Breeze
    Penulis: Cepi R. Dini
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 254 halaman
    Terbitan: Juni 2015

    “Jadi nama panjangmu….”

    “Ocean Alamanda.”

    “Walker.”

    Ocean menggeleng. “Hanya Ocean Alamanda.”

    “Akan menjadi Walker. Segera.” Brian berjanji.

    Seumur hidup, Ocean hanya tinggal berdua dengan ibunya di Anchorage, Alaska, tanpa satu orang pun kerabat. Dan ketika ibunya meninggal dunia, Ocean sudah pasrah kalau harus tinggal di panti asuhan. Namun pengacaranya justru membawa kabar mengejutkan bahwa Ocean akan pindah ke Miami untuk tinggal dengan ayah kandungnya, Brian Walker. Meskipun Brian orang yang baik hati dan penyayang, sulit bagi Ocean untuk menerima dan mengakui pria asing itu sebagai ayahnya. Apalagi Brian ternyata sudah berkeluarga dan istrinya tidak menunjukkan tanda-tanda kesediaan menerima Ocean. Mau tidak mau, Ocean harus beradaptasi dengan keluarga, teman-teman, dan lingkungan barunya. Jauh dari kampung halamannya yang nyaman. Jauh dari pusara sang ibu.

    Review

    "Ocean Breeze" bercerita tentang Ocean Alamanda, seorang gadis blasteran Amerika-Indonesia. Saat ibunya meninggal, Ocean terkejut saat mendapati bahwa dia masih memiliki seorang ayah. Padahal selama ini dia hidup tanpa kehadiran seorang ayah dalam hidupnya.

    Ocean terpaksa pindah dari Alaska ke Miami untuk hidup bersama ayahnya. Sayang hidupnya yang baru tidak mudah bagi Ocean. Dia harus berjuang mengatasi rasa kehilangan ibunya, menyesuaikan diri dengan kehidupan baru bersama ayahnya, serta seorang ibu tiri yang tidak menerimanya. Semuanya dalam waktu bersamaan.

    Saya... nggak tahu kenapa, tapi begitu baca nama Ocean Alamanda, saya langsung kepikiran kalau nama ini bisa disejajarkan dengan America Singer.

    Hmm... sejujurnya saya kurang dapat feel ceritanya. Awalnya kupikir ceritanya akan sendu karena berhubungan dengan kehilangan seorang ibu, tapi... entah, ya. Saya tidak merasakan kehilangannya Ocean. Dia juga tidak terlalu merasa kehilangan, sih. Hidup barunya Ocean juga tidak terlalu memiliki tantangan. Soalnya begitu Ocean kena masalah, selalu ada pemecahan yang muncul dengan mudahnya. Andaikan penulisnya mau lebih memfokuskan masalahnya Ocean dan lebih memperuncing masalah-masalahnya, saya yakin ceritanya bisa lebih menarik.

    Secara keseluruhan 2,5 bintang. Saya suka dengan interaksinya Ocean dan Julian, tapi masalah-masalah yang dihadapai Ocean terlalu mudah jalan keluarnya.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Chalenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  7. SummitSummit by Peringga Ancala
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Summit
    Penulis: Peringga Ancala
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 193 halaman
    Terbitan: Mei 2015

    “Gue mau mendaki Rinjani. Seperti yang lo tahu, gue udah tertipu habis-habisan. Jadi, gue butuh pemandu dan—”

    “Mendaki? Kau tidak salah? Mendaki sampai puncak Mahabiru?”

    “Dengar, ya, gue ini punya misi penting. Lo nggak perlu tahu alasannya, yang pasti gue harus mendaki Rinjani. Terserah lo mau bilang apa!”

    “Dan misimu itu lebih penting dari nyawamu?”


    Bagi Lika si gadis suku Sasak asli, Rinjani adalah taman bermainnya sejak kecil. Berjam-jam mendaki jalur terjal menuju Danau Segara Anak, ia sudah ahli. Puncak Mahabiru pun sudah berkali-kali ia sambangi. Dan ia tak main-main saat mengatakan kalau mimpinya adalah menjadi trekking guide perempuan berlisensi. Sayangnya, Lika harus puas menjadi pemandu wisata keliling desa karena para pendaki lebih percaya trekking guide laki-laki. Kesempatan langka untuknya datang lewat Idan, pemuda kota yang sama sekali tak punya pengalaman mendaki tapi ngotot ingin menyentuh puncak Rinjani. Keduanya saling membutuhkan, namun keduanya sama-sama meragukan kemampuan masing-masing. Akankah pendakian ini berhasil, jika dari awal saja keduanya selalu berselisih?

    Review

    “Dengar, ya, gue ini punya misi penting. Lo nggak perlu tahu alasannya, yang pasti gue harus mendaki Rinjani. Terserah lo mau bilang apa!”

    “Dan misimu itu lebih penting dari nyawamu?” (hal. 48)


    "Summit" bercerita tentang Idan, seorang pemuda yang sedang galau karena baru saja diputusin pacarnya. Untuk membuktikan diri pada sang mantan bahwa dia adalah seorang cowok yang tangguh, Idan memutuskan untuk melakukan pendakian. Pilihannya jatuh pada Gunung Rinjani di Lombok.

    Di Lombok, Idan bertemu dengan Lika, seorang gadis Sasak berdarah biru yang bercita-cita menjadi seorang guide pendakian berlisensi. Lika sejak awal tidak suka pada Idan yang jelas-jelas anak kota dan buta soal mendaki. Tapi, Idan adalah kesempatan pertama bagi Lika untuk membuktikan dirinya sebagai seorang guide. Akhirnya, dengan dorongan ayahnya, Lika memandu Idan menuju puncak Rinjani.

    Suka banget sama ceritanya. Banyak pengetahuan baru yang didapat soal mendaki dari buku ini. Keindahan alamnya juga berhasil dilukiskan dengan baik. Bikin penasaran pengin lihat langsung. Tapi, melihat perjuangannya Idan yang jatuh-bangun dalam mendaki, mungkin saya harus pikir-pikir lagi :)).

    Apalagi butuh 3-5 hari untuk lama total pendakiannya (PP).

    Yang kurang kusuka dari buku ini adalah hubungan roman antara Idan dan Lika. Gimana, ya. Chemistry-nya mereka tidak terasa terasa mengarah ke sana soalnya. Lebih ke arah partner gitu.

    Secara keseluruhan, novel ini seru banget. Buat yang penasaran bagaimana suka-duka mendaki Rinjani, bisa coba baca novel ini.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reads Reading Challenge

    View all my reviews

  8. Reva's TaleReva's Tale by Ruby Astari
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Reva's Tale
    Penulis: Ruby Astari
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 202 halaman
    Terbitan: Mei 2015

    Alkisah, di sebuah kastil di daerah pinggiran kota, hiduplah Sang Raja beserta Sri Ratu dan kedua putri mereka, yang masing-masing bergelar Tuan Putri dan Penjaga Kastil.

    Selain mereka, di dalam kastil itu tinggal pula Pangeran Kecil, bocah tampan, baik hati, dan polos, putra semata wayang Tuan Putri.

    Siapa ayahnya?

    Sang Monster.


    Setelah tiga tahun tidak bertemu. Jenar tidak menemukan ada perubahan dalam diri Reva, sahabatnya. Reva masih suka menulis cerita, bicaranya selalu ceplas-ceplos, dan hubungan cewek itu dengan kakaknya tetap buruk. Namun sejak kecelakaan yang menimpa keponakan kesayangannya dan disusul oleh kematian sang ayah, Reva menutup diri, kabur dari rumah, dan menolak berkomunikasi dengan siapa pun. Jenar berusaha menghubungi sahabatnya itu dengan berbagai cara, termasuk lewat Facebook, media sosial yang paling sering digunakan Reva. Dari situ Jenar menemukan kumpulan dongeng yang ditulis Reva, tentang Kastil Sunyi dan para penghuninya. Tapi… kenapa intrik dalam dongeng itu sangat mirip dengan apa yang terjadi dengan keluarga Reva? Apa ada hubungannya dengan alasan Reva kabur dari rumah?

    Review

    "Reva's Tale" bercerita tentang Reva, seorang gadis yang tinggal di sebuah rumah yang dia sebut 'Kastil Sunyi'. Dia menuangkan seluruh perasaannya tentang rumah itu dalam cerita-cerita pendeknya. Tidak tahan lagi dengan kondisi di rumahnya, Reva akhirnya pergi dari rumah dengan menyisakan banyak teka-teki bagi Jenar, sahabatnya.

    Suka banget sama ceritanya. "Reva's Tale" terasa berbeda dengan novel YARN lainnya karena tema misteri/kriminal yang diangkat. Ya, kesannya Jenar di sini seperti seorang detektif amatir yang menyelidiki masalah keluarga Reva.

    Gaya berceritanya yang memadukan narasi dunia nyata dengan narasi cerpen Reva, yang menggambarkan kondisi keluarganya, enak untuk diikuti. Keduanya saling melengkapi dan membuat pembaca bertanya-tanya, apakah yang Reva tulis memang benar? Ataukah ada misteri yang lain lagi?

    Untuk teknik penulisan, kulihat kata 'di mana/dimana' sebagai kata penghubung kembali muncul di sini. Seperti yang sudah saya tulis di review-review sebelumnya, kata penghubung ini kurang tepat. Lalu, kalau cek di kamus, yang benar itu 'kastel', bukan 'kastil'.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan novel ini. Saya suka dengan ceritanya, suka dengan misterinya, suka dengan tokoh Reva dan Jenar. Mungkin ceritanya bisa lebih diperpanjang sih, supaya tokoh-tokohnya bisa lebih digali dan menimbulkan lebih banyak tanda tanya dalam misterinya.

    Orang luar memang banyak yang bisanya hanya menghakimi tanpa mau mengerti. Tapi, nggak masalah, kan, kalau kitanya percaya diri? Mereka bukan Tuhan, kok. Mereka juga nggak sempurna, hanya munafik aja. - Reva (hal. 147)


    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reads Reading Challenge


    View all my reviews

  9. SebelasSebelas by Dya Ragil
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Sebelas
    Penulis: Dya Ragil
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 277 halaman
    Terbitan: Mei 2015

    “Boleh berapa pertanyaan?”

    “Satu.”

    Aku mencibir. “Pelit.”

    “Pelit gimana? Aturan main kita kan dari dulu begitu.”

    Aku bersedekap dan menatapnya lekat. “Simpel kok, kenapa Mas Bara berhenti main bola?”

    Kembali ke Jogja, Rania tak habis pikir mengapa Mas Bara berhenti main bola. Penasaran dengan keputusan Mas Bara, Rania tergerak untuk mengorek informasi dari teman-teman terdekat Mas Bara. Penyelidikan Rania ternyata berujung pada perkenalannya dengan dua senior yang paling berpengaruh di ekskul sepakbola: Mas Danang yang berlagak sebagai pelatih dan Mas Bayu, kapten tim ekskul yang begitu membenci Rania dan Mas Bara. Ternyata mencari tahu alasan Mas Bara berhenti main memang tidak semudah membalikkan telapak tangan—sama dengan tidak mudahnya menjadi pesepak bola perempuan.

    Review

    "Kamu tahu kalau sepak bola itu hidupku! Sejauh apa pun aku lari, aku akan selalu kembali ke sana!" Tsubasa Oozora Bara (hal. 166)


    Tidak, bukan Tsubasa Oozora yang bilang kutipan di atas. Kalau Tsubasa mah bilangnya semacam, "Bola adalah sahabatku!" atau yang seperti itu.

    "Sebelas" memang mengangkat tema sepak bola. Tentang Rania, seorang gadis yang memiliki mimpi menjadi pesepak bola profesional, tapi mengalami kesulitan karena jenis kelaminnya. Juga tentang Bara, kakak Rania, yang selama ini begitu menyukai sepak bola, tapi tiba-tiba mundur begitu saja dan menjauhi sepak bola.

    Saya kebetulan bukan orang yang menggemari sepak bola dan pengetahuan saya nyaris nol besar soal olah raga ini. Tontonan sepak bola saya paling kartun waktu kecil, seperti: Kapten Tsubasa, Whistle (yang sempat disebutkan di novel ini), dan kartun sepak bola dengan tim yang terdiri dari seorang anak laki-laki, seorang gadis, serta beberapa ekor dinosaurus. Saya lupa judulnya apa. Tapi, hal ini tidak menghalangi saya untuk menikmati novel ini. Hal-hal yang berhubungan dengan sepak bolanya digarap dengan baik dan tidak begitu teknis, sehingga saya bisa mengikuti dengan baik.

    Sampai pertengahan cerita, saya merasa ceritanya agak terlalu berputar-putar. Misteri kenapa Bara berhenti main bola terlalu diulur-ulur dan sebenarnya tidak begitu greget. Untungnya ceritanya tertolong oleh suatu twist di bagian akhir yang berhasil membuat saya terkejut. Nilai plus lainnya saya berikan karena "Sebelas" juga membahas tentang Galanita, semacam liga sepak bola wanita di Indonesia, yang baru saya ketahui keberadaannya.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan "Sebelas". Unsur sepak bolanya cukup kental, tapi tidak membingungkan untuk orang awam seperti saya, serta memberikan gambaran bahwa sepak bola itu bukan hanya terjadi di lapangan, tapi juga apa yang terjadi di belakang layar. Tema tentang sepak bola dan wanita dikelola dengan cukup baik, walau saya rasa bisa digali lebih lagi, andaikan porsi misteri Bara sedikit dikurangi.

    Buku ini saya rekomendasikan untuk yang mencari bacaan dengan tema olah raga ( khususnya sepak bola) serta perjuangan mencapai cita-cita.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reads Reading Challenge


    View all my reviews

  10. Muara RasaMuara Rasa by Devania Annesya
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Muara Rasa
    Penulis: Devania Annesya
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 186 halaman
    Terbitan: Mei 2015

    “Karen mau datang, dia ingin kenalan sama kalian.”

    “Karen? Siapa lagi?” Ravi mengerutkan kening.

    “Pacarnya Val,” jawab Flo sembari tersenyum.

    Tapi Ravi dapat membaca pedih di balik senyuman itu.

    Ketika liburan semester dimulai, Flo dan Ravi yang kuliah di luar kota pulang ke rumah mereka di Surabaya untuk berkumpul lagi dengan sahabat mereka, Val. Tapi “pulang” tidaklah selalu menyenangkan. Terutama jika ada banyak rasa yang belum terungkap. Ravi diam-diam mencintai Flo, sementara Flo menyimpan rasa terhadap Val yang hanya menganggapnya sebagai adik kecil. Selama ini mereka selalu mengutamakan persahabatan di atas segala-galanya. Supaya mereka bisa selalu bersama. Supaya mereka tidak lagi mengalami kehilangan. Supaya mereka merasa berada di rumah. Namun setiap rasa pada akhirnya membutuhkan muara. Akhir dari perjalanan panjang. Akhir dari segala rasa sakit.

    Review

    "Muara Rasa" bercerita tentang Flo dan Ravi yang pulang ke Surabaya, ke rumah mereka, dan bertemu kembali dengan Val. Tapi, dalam pulang mereka kali ini, ketiga sahabat itu dipaksa untuk menghadapi masa lalu yang berusaha mereka kubur.

    Rumah belum tentu adalah tempat bagi segala rasa bermuara. Rumah bisa jadi hanya sebuah bangunan yang diberi label 'rumah'. Ya sudah, gitu aja. -Ravi (hal.52)


    Suka bangetlah sama novel ini. Perpaduan komedi dan galaunya pas buat saya. Saya betul-betul bisa merasakan persahabatan Flo, Ravi, dan Val. Di Muara Rasa ini juga ada unsur cinta segitiga, tapi percayalah, pengolahannya bagus dan tidak klise.

    Untuk penulisan, yang kucatat cuma penggunaan 'di mana' sebagai kata sambung yang fungsinya sama seperti 'where' atau 'when'. Misal: 'Detik itu adalah detik di mana Flo menyadari bahwa kehadirannya telah melukai orang lain tanpa ia sadari.' (hal. 67). Dulu, pas susun skripsi, saya pernah baca buku tentang bahasa Indonesia. Di sana disebutkan bahwa tidak ada penggunaan 'di mana' seperti ini dalam bahasa Indonesia. Kalau memang mau menyambungkan kalimat seperti di contoh, kata 'ketika' lebih pas untuk digunakan.

    Secara keseluruhan, saya merekomendasikan 'Muara Rasa' untuk yang mencari bacaan YA tentang rumah, persahabatan, kisah cinta segitiga dengan pengolahan yang baik, serta cerita dengan bumbu bayang-bayang masa lalu.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reads


    View all my reviews

  11. All I (N)ever WantedAll I (N)ever Wanted by Maida Ivana
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: All I (N)ever Wanted
    Penulis: Maida Ivana
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 276 halaman
    Terbitan: April 2015

    “Di ruang Kepala Sekolah,” mata besar Sandy berbinar-binar. Dia memberi jeda untuk membuat efek dramatis. “Ada anak baru yang lagi ngamuk!”

    “Hah?” Aku menarik Sandy mendekat ke arahku. Ini gosip kelas atas!

    “Iya, beneran. Waktu aku lewat ruang Kepala Sekolah, suaranya kedengeran jelas! Dan tahu, nggak, sih? Kata bapak di ruang administrasi, anak baru itu pindahan dari SMA Saint Francis!”

    Sebentar. Anak baru pindahan dari Saint Francis yang berani berteriak-teriak pada orang yang lebih tua? Sepertinya, di dunia ini hanya ada satu jenis orang yang seperti itu....

    Tidak naik kelas, tinggal di asrama yang seperti penjara, terlibat cinta segitiga, dan harus bersaing dengan sahabatnya di lomba tari. Trix pikir hidupnya tidak bisa lebih rumit lagi dari ini. Namun kedatangan Jo, sepupunya, membuat hidup Trix jadi lebih kacau berpuluh kali lipat. Trix pontang-panting membantu orangtua Jo untuk mengawasi cewek itu agar tidak membuat masalah dan berbaikan dengan ibu tirinya. Yang Trix inginkan hanyalah menjalani masa SMA dengan tenang dan membuat hidupnya lebih berharga. Tapi ketika Trix mulai mengambil langkah, keinginan sederhananya malah berubah menjadi mimpi buruk yang membuatnya kehilangan banyak hal.

    Review

    "All I (N)ever Wanted" bercerita tentang Trix, murid kelas X di SMA Fiore, sebuah SMA asrama dengan peraturan super ketat. Walau sempat tidak naik kelas, Trix tidak putus asa dan berusaha menaikkan nilai-nilainya, sambil berusaha menikmati kehidupan sekolahnya.

    Sampai suatu hari Jo, sepupunya, pindah ke SMA Fiore. Jo digosipkan keluar dari sekolah lamanya karena dia mem-bully temannya. Tapi apakah memang begitu? Lalu bagaimana dengan persaingan Trix dengan sahabatnya, Ramona, dalam sebuah lomba tari modern?

    Awalnya kukira Jo itu cowok loh. Ternyata dia cewek :)).

    Saya suka banget sama ceritanya. Kehidupan Trix di sekolah asramanya ini lucu dan penuh drama. Belum lagi ada Jo yang dicap pembuat onar, tapi sebenarnya memiliki sisi yang manis.

    Yah, kalau mau bicara soal pembawa masalah, kurasa Trix-lah yang seharusnya menyandang gelar itu. Dia sering membawa malapetaka pada teman-temannya dan dirinya sendiri. Padahal niat awalnya baik loh, tapi ujung-ujungnya selalu jadi kacau :)).

    Yang kurang saya suka dari novel ini adalah plot antara Trix dengan Bastian, cowok yang suka dengannya dan juga sahabat Trix dan Ramona. Kesannya kurang tergali gitu.

    Buku ini cocok untuk yang mencari novel remaja dengan tema persahabatan dan keluarga, serta yang memiliki twist di sepanjang cerita.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  12. Singapore BeginsSingapore Begins by Agata Barbara
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Singapore Begins
    Penulis: Agata Barbara
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 229 halaman
    Terbitan: April 2015

    “Tepparapol Goptanisagorn.”

    “Hah?” ujar Kanna spontan tanpa dia sadari.

    “Namaku. Tepparapol Goptanisagorn,” sang cowok mengulangi, kali ini dengan sedikit lebih lambat.

    Kanna mengerjap. Tep… teppa… Gopta… “Apa?”

    Kanna tahu dia bukan anak kesayangan Mama-Papa, tapi dibuang ke Singapura tidak pernah ada dalam rencana hidupnya. Namun apa boleh buat, hasil tes kepribadiannya yang minus membuat keputusan orangtuanya tak dapat diganggu gugat. Dan di sinilah Kanna akan tinggal sekarang, di sebuah rumah kos bersama empat orang lainnya dari empat negara berbeda pula. Baru saja menginjakkan kaki di sana, Kanna sudah disambut oleh ibu kos superheboh. Dia juga harus berbagi kamar dengan gadis bule yang berbeda seratus delapan puluh derajat dengannya. Oh, dan suara tangisan siapa itu dari lantai dua? Cuma setahun, sih, tapi bagaimana cara Kanna bertahan kalau menyebutkan nama salah satu housemate-nya saja sudah begitu sulit?

    Review

    Akhirnya saya berhasil mengejar ketertinggalan saya akan buku-buku YARN. Sempat ketinggalan sebulan, tapi berhasil kembali mengikuti karena menang GA di blognya Mbak Astrid. Hadiahnya novel ini dan All I (N)ever Wanted.

    Singapore Begins ini termasuk salah satu novel yang bikin penasaran sejak lihat kover dan blurb-nya. Kayaknya seru dan lucu ceritanya. Apalagi saya suka cerita yang mempertemukan berbagai kebudayaan di dalamnya.

    Untuk ceritanya, blurb novel ini sudah cukup menerangkan isinya. Jadi, kalau kamu sudah sejauh ini dan masih belum tahu novel ini tentang apa, mungkin bisa balik lagi ke atas.

    Kanna sebenarnya termasuk tokoh yang agak susah nyambung ke saya. Dia diceritakan sebagai seorang gadis yang dingin dan kadang tidak peduli dengan orang lain. Ini memang salah satu poin ceritanya, tapi juga membuat saya butuh waktu lama untuk terhubung dengannya.

    Untuk para tokoh pendukungnya, mereka lucu dan sangat berwarna. Masing-masing memiliki kepribadian yang cukup kuat untuk membuat mereka tampak, tapi tidak sampai menutupi Kanna.

    Ceritanya cukup oke buatku. Awalnya kukira culture shock, Singapura, dan masalah Kanna "dibuang" yang akan menjadi fokus utama cerita, tapi tampaknya Singapore Begins ini lebih fokus ke masalah cyber bullying, persahabatan, dan cinta.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan ceritanya. Ceritanya tergolong lebih ringan ketimbang novel-novel YARN yang sudah kubaca. Kehidupan Kanna dan teman-teman sekosnya seru, lucu, dan juga hangat.

    Orang yang sulit untuk memercayai  siapa pun.... Akan memercayai sahabat-sahabatnya seumur hidup. -Kanna


    Buku ini untuk tantangan baca:

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reads Reading Challenge


    View all my reviews

  13. Rust in PiecesRust in Pieces by Nel Falisha
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Rust in Pieces
    Penulis: Nel Falisha
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 224 halaman
    Terbitan: Maret 2015

    “Pantas belakangan ini pernak-pernikku hilang satu-satu. Ternyata dia pelakunya!” Sarah menunjuk-nunjuk ke arah Tiana.

    Yunita memicingkan mata dan melipat lengan di depan dada. Pom-pom merah jambu tergeletak di kakinya. “Baru kemarin ikat rambut favoritku hilang.”

    “Bukan gitu, aku cuma mau pin—”

    “Nonsense!” cetus Sarah.

    Yunita menyeringai puas. “Kamu klepto, Ti.”

    Usaha Tiana mempertahankan popularitas di SMP sia-sia setelah aksi mengutilnya dipergoki teman-teman di klub pemandu sorak. Tak hanya didepak dari klub, ia juga harus menerima julukan Miss K alias Miss Klepto hingga lulus sekolah. Namun Tiana tidak bisa berhenti mengutil. Ia frustrasi dan memutuskan untuk menghindar dari teman-teman lamanya dengan memilih SMA yang berbeda. Sayangnya, prediksi Tiana meleset. Masih ada Dinda yang di SMP dulu ikut memusuhinya setelah aib Tiana terbongkar. Ada Stefan yang terkenal kepo dan tahu ada yang tak beres dengan Tiana. Ada Sherry yang sering memperhatikan Tiana dari jauh. Ada Ardhan yang cuek tapi berani bicara frontal. Semua orang tampaknya mencurigai tindak-tanduk Tiana. Tiana pun sadar ada yang salah dengan dirinya. Namun Tiana tetap tak mampu mengendalikan jari-jarinya.

    Review

    Setelah saya perhatikan baik-baik kovernya, rasanya saya paham kenapa buku ini sampai bisa nyasar ke bagian novel horor. Warnanya gelap, gambar ceweknya agak-agak gotik (bukan Zaskia Gotik tapi), dan ada banyak gambar tangan yang memenuhi tepian kover. Ya, kovernya jadi terkesan novel horor gitu :)).

    Ya, kalau dipikir-pikir, ceritanya memang 'horor' sih. Horor untuk Tiana yang hidupnya berantakan karena keinginan mengutil yang tidak bisa dia kendalikan. Rasanya ini pertama kalinya saya baca novel yang mengangkat tema kleptomania. Kalau cerita tentang remaja mengutil karena tekanan sosial, saya sih sudah pernah baca sebelumnya. Tapi kalau sampai masuk ke penyakit kayak gini, rasanya baru di "Rust in Pieces".

    Btw, saya suka sama judulnya. Permainan kata yang bagus.

    Saya suka sama plotnya. Kayaknya penulis meriset dengan detail. Sampai ke proses terapinya pun ada di sini. Saya juga suka dengan hubungan yang Tiana bangun dengan orang-orang di sekitarnya. Saya paling suka sih sama perubahan orang tuanya Tiana, khususnya ibunya Tiana.

    Untuk hubungan antar karakternya, saya merasa beberapa agak nanggung. Seperti hubungan antara Tiana dengan Sherry dan Tiana dengan Ardhan. Khususnya dengan Sherry sih. Awalnya kupikir akan ada sesuatu yang mengejutkan di antara mereka, tapi ternyata....

    Secara keseluruhan, saya suka sama novel ini. Tema ceritanya unik, karakter-karakternya likeable, dan penyelesaiannya juga oke.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reads Reading Challenge


    View all my reviews

  14. PerfectionPerfection by Farrahnanda
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Perfection
    Penulis: Farrahnanda
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 238 halaman
    Terbitan: Maret 2015

    “Dik, tolong lempar bolanya ke sini,” pinta salah seorang kakak kelas sambil menyeka keringat yang mengucur dari kening.

    Setengah malas aku menuruti permintaannya, berdiri untuk
    mengambil bola basket. Sampai kemudian, salah seorang dari mereka
    menyeletuk, “Bola bisa ambil bola, toh?”

    Dalam waktu singkat, orang-orang yang ada di sekitar lapangan
    basket tertawa. Semua mata memandang ke arahku. Akhirnya aku jadi
    pusat perhatian, tapi bukan seperti ini yang kuinginkan.

    Hampir seumur hidupnya, Nina berada di bawah bayang-bayang Nila, saudari kembarnya. Wajah mereka identik, tapi Nila yang memiliki tubuh sempurna selalu mencuri perhatian, sementara Nina yang badannya lebih berisi hanya kebagian ejekan. Tapi Nina tidak pernah menjadikan berat badan sebagai masalah utama dalam hidupnya, sampai ia diajak berkenalan oleh Panji, kakak kelas yang menjadi tambatan hati. Tidak mau menyia-nyiakan kejadian langka ini, Nina bertekad untuk menjadi sosok ideal untuk Panji. Dan perjalanan Nina menuju kesempurnaan pun dimulai.

    Review

    Perfection adalah "gelombang 2" dari serial YARN. Novelnya sudah terbit dari Maret 2015 yang lalu, tapi baru sempat saya baca sebulan setelahnya :)).

    Ceritanya sudah cukup tertuang pada blurb-nya kurasa. Ada yang bilang kalau ceritanya terasa klise. Cewek "biasa saja" yang jatuh cinta pada kakak kelas yang jago basket. Klise banget, kan? Yah, nggak juga sih sebenarnya. Soalnya si kakak kelasnya bukan diceritakan sebagai bintang basket, tapi seorang cowok yang sangat gemar sejarah.

    Untuk segi karakter, saya punya plus minus. Plusnya adalah: saya suka dengan kedua karakter utamanya: Nina dan Panji. Nina diceritakan sebagai gadis yang rada-rada pahit karena terus-terusan dikatai gendut oleh orang-orang di sekitarnya (bahkan oleh keluarganya sendiri), tapi masih mampu bersikap baik terhadap mereka (sembari nge-judge orang itu di dalam pikirannya). Sementara Panji, dia seorang penggila sejarah yang mau berjuang untuk mencapai cita-citanya. Paling suka dengan interaksinya dengan Nina.

    Nah, segi minusnya adalah: saya merasa ada banyak karakter yang agak tersia-siakan. Banyak tokoh di sekitar Nina dan Panji yang mendapat sorotan, tapi kemudian kurang berkembang. Semisal Wedari dan Raka, temannya Panji, atau Vera (eh, bener si Vera kan yah?), cewek bitchy yang suka sama Raka dan suka mengganggu Nina. Juga Nila, saudari kembarnya Nina. Di awal cerita saya mendapat kesan kalau Nila ini juga suka mengganggu Nina, tapi di tengah cerita dia tiba-tiba jadi kesannya baik dan suportif banget sama Nina.

    Untuk ceritanya, saya suka banget sama paruh kedua novel ini. Usaha Nina menuju "kesempurnaan" terasa sangat nyata. Downward spiral yang dia alami juga sangat nyata dan terjadi dengan sangat halus :'). Riset tentang diet dan metodenya juga kelihatannya sangat teliti. Ada banyak referensi cara diet di sini. Diet yang biasa ada di majalah gitu lah, bukan diet macam OCD.

    Secara keseluruhan, Perfection adalah novel yang mengangkat tema yang familiar, tapi kemudian memberi twist-nya sendiri. Ceritanya terasa nyata dalam memberikan gambaran tentang seseorang yang berjuang karena masalah imej tubuhnya.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reads Reading Challenge


    View all my reviews

  15. FUURINFUURIN by Ghyna Amanda Putri
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Fuurin
    Penulis: Ghyna Amanda Putri
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 221 halaman
    Terbitan: April 2014

    Kata siapa SMA itu masa paling indah? Buat Gesang, sejak hari pertama kelas sepuluh hidupnya justru jadi penuh masalah. Tidak punya teman sebangku, terpaksa duduk di depan meja guru, belum lagi tuntutan
    orangtua tak sejalan dengan yang dia mau. Makanya di jam istirahat Gesang lebih memilih menyendiri sambil memainkan piano di aula atas. Di sana, dia bertemu Rin dari kelas dua belas. Tapi siapa, sih, yang mau
    berteman sama Rin, si anak koruptor yang suka bolos, selingkuh dari pacarnya, dan mengambil uang klub buat foya-foya? Lantas kenapa Gesang rela masuk dalam perangkap yang bahkan tak pernah Rin siapkan untuknya?

    Review

    Aandd... it's a wrap! Buku ke-13 dan yang terakhir dari seri Bluestroberi. Lengkap sudah saya membaca semua buku dari serial ini. Sengaja saya menyimpan novel dari penulis juara YARN untuk menutup serial Bluestroberi-ku.

    Novel ini bercerita tentang 2 orang. Gesang, anak kelas X yang tidak mau menjadi dokter seperti yang diinginkan keluarganya; serta Rin, anak kelas XII yang "terkenal" karena dia tukang bolos, menggelapkan uang klub, serta ayahnya yang korupsi. Mereka berdua jadi dekat sejak bertemu di aula.

    Fuurin--lonceng angin yang berdenting riang di muka pintu kayu bercat putih ini. Ia menjadi saksi bagaimana dulu seorang gadis selalu tersenyum setiap kali keluar dari kamar ini. (hal. 2)

    Saya suka dengan kedua karakter di sini, Gesang dan Rin. Kesan outcast-nya dapat banget dan interaksi keduanya juga digali dengan baik oleh penulis. Untuk Rin, saya kadang agak sebel sih sebenarnya sama dia. Khususnya kalau dia sudah mulai bersikap negatif yang terkesan mengasihani diri sendiri. Energi saya rasanya terkuras kalau melihat orang seperti ini, di dunia nyata maupun di novel.

    Untuk ceritanya, rasanya familiar lah ya. Apalagi di sini mengangkat sebuah penyakit, yang sudah sangat umum muncul di ranah fiksi, sebagai tema utamanya.

    Untuk akhir ceritanya, mungkin sedikit terlalu buru-buru diakhiri. Sebenarnya pace-nya sudah enak sih, cuma di akhir aja yang mungkin diperpanjang sedikit biar perasaannya bisa lebih dalam lagi. Dan juga mungkin supaya ada lebih banyak ruang untuk menggali tentang keluarga Rin.

    Secara keseluruhan, Fuurin adalah novel yang manis, pahit, lucu, serta sedih, dengan tokoh-tokoh yang enak untuk diikuti.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge

    View all my reviews

  16. ConfessionConfession by Fakhrisina Amalia Rovieq
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Confession
    Penulis: Fakhrisina Amalia Rovieq
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 278 halaman
    Terbitan: Maret 2014

    "Kak… terima kasih sebelumnya. Tapi… saya gak akan pingsan kalau hanya berdiri dan dijemur di bawah matahari terik," jawabku jujur.

    "Oh ya? Ya sudah, cepat habisin makanannya, saya antar kamu kembali ke barisan," serumu sambil memalingkan wajah yang mulai memerah.

    Alan Abimanyu. Senior kutu buku yang jenius dan cakep. Aku dan beratus siswa perempuan di sekolah ini langsung jatuh hati ketika pertama kali melihatmu. Tapi, aku sedikit lebih beruntung karena kita punya kenangan manis sewaktu MOS. Selain itu, kamu mirip dengan teman masa kecilku, Abi Gendut. Tapi tidak mungkin, umur kita kan beda 2 tahun.

    Lagian Abi yang kukenal itu anaknya lamban, gendut, tapi suka banget tertawa. Beda dengan kamu yang cakep, pintar, dan punya senyum dengan lesung di pipi kirimu. Well, yang terakhir itu sebenarnya kamu sama dengan Abi.

    Tanpa bisa dicegah, aku mulai membandingkan dirimu dengan Abi. Mencari-cari kesamaan dan perbedaan kalian. Sampai akhirnya, dirimu selalu ada di pikiranku.

    Sampai akhirnya, setiap melihatmu jantungku berdebar lebih kencang. Sampai akhirnya sebuah kenyataan membuatku tak bisa lagi menggapaimu.

    Review

    Kisah cinta remaja dengan tema yang klasik (kalau gak mau dibilang klise). Tentang Karina Ozyla, yang lebih umum dipanggil Jill, yang memendam rasa pada salah seorang kakak kelasnya setelah mereka bertemu saat MOS. Jill terkejut saat mengetahui nama kakak kelas itu sama seperti nama teman SD-nya, Alan Abimanyu, orang yang terus dia cari karena ingin meminta maaf. Jill kemudian mulai mencari tahu, apakah Alan Abimanyu yang ini adalah Abi yang selama ini dia cari?

    Suka dengan gaya bahasa yang dipakai di Confession ini. Kesan tenang dan sedikit melankolisnya kena banget. Pas dengan tema ceritanya tentang cinta terpendam. Walau mungkin gaya seperti ini akan terasa sedikit terlalu dewasa untuk novel remaja. Apalagi ditambah dengan Chacha, teman Jill, yang selalu memanggil Jill dengan sebutan 'darling'.

    Saya juga suka karena plot ceritanya tidak hanya tentang Jill dan Alan, tapi juga ada konflik keluarga Jill. Walau, sekali lagi, mungkin akan terasa 'sudah pernah lihat yang kayak gini', sih.

    Btw, suka banget deh sama kovernya. Sederhana, tapi warnanya menonjol dan enak dilihat.

    Yang saya kurang suka dari "Confession" adalah akhir ceritanya. Aah, berharap akhir yang lebih dramatis sih sebenarnya, tapi sudahlah :').

    Secara keseluruhan, Confession adalah cerita remaja yang ringan, manis, dan pasti akan membangkitkan nostalgia orang-orang yang pernah suka sama kakak kelasnya di SMA dulu. Hayo, ngaku siapa yang pernah kayak gitu? :))

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  17. Haru no SoraHaru no Sora by Laili Muttamimah
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Haru no Sora
    Penulis: Laili Muttamimah
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 298 halaman
    Terbitan: 9 Februari 2015

    Tiap tahun, Miyazaki Sora selalu menantikan kedatangan musim dingin. Titik-titik putih yang jatuh dari langit berarti tiba waktunya untuk bermain di halaman bersama sang ayah, sementara si ibu akan menyiapkan hidangan lezat di meja makan. Di balik gunungan salju yang menumpuk di halaman, Sora menemukan kehangatan kasih sayang kedua orangtuanya. Namun itu dulu. Sebelum suatu rahasia yang terbongkar di musim dingin tiga tahun lalu merenggut nyawa ibunya. Sebelum judi dan alkohol menjerat perhatian ayahnya. Sebelum Sora memilih melanjutkan hidupnya dengan menapaki jalan yang salah.

    Review

    Ini kedua kalinya saya baca novel dari Laili. Sebelumnya sudah baca Inseparable (review di sini) dan sejauh ini, saya suka dengan kedua novelnya.

    "Haru no Sora" bercerita tentang Sora, seorang gadis SMA yang berjuang untuk melanjutkan hidup setelah kematian ibunya. Ayahnya menanggapi kepergian ibunya dengan menjadi seorang pemabuk dan penjudi dengan utang besar, sehingga Sora-lah yang harus menjadi tulang punggung keluarga. Sayangnya dia mengambil jalan sebagai seorang wanita malam (alias jualan tubuh) untuk memperoleh uang (dan ini bukan spoiler karena langsung diberitahukan di awal cerita).

    Ada banyak elemen dalam ceritanya yang saya suka. Mulai dari soal keluarga, persahabatan, masalah bullying, hingga cinta. Deskripsi latar juga menjadi salah satu bagian yang saya suka dari novel ini. Di sini juga pembaca akan diajak ke Kamakura, tempat yang terkenal dengan kuil-kuilnya.

    Chemistry antara Sora dan Haru, tokoh utama pria di novel ini, juga terasa pas. Hubungannya mereka terasa manis gitulah. Laili juga mampu membuat pertemuan mereka yang terasa "ajaib" menjadi masuk akal.

    Cuma dari segi nama, kenapa diambil Yoshida Haru, ya? Langsung jadi ingat sama tokoh ini:






    Yoshida Haru dari My Little Monster (Tonari no Kaibutsu-kun).

    Btw, lanjutan terjemahannya mana, nih? Masa berhenti di nomor 8? ._.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan ceritanya. Pacing-nya juga enak. Saya juga suka dengan resolusi tiap-tiap masalah yang ada. Paling tentang Ken aja kali yah yang terkesan ujug-ujug gitu. Empat bintang untuk Sora dan langit musim seminya.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge

    View all my reviews

  18. Hikikomori-chan (YARN)Hikikomori-chan by Ghyna Amanda Putri
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Hikikomori-chan
    Penulis: Ghyna Amanda Putri
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 233 halaman
    Terbitan: 9 Februari 2015

    Sejak ibunya meninggal empat tahun lalu, Raisa memutuskan untuk menjadi seorang Hikikomori—orang yang menarik diri dari kehidupan sosial. Ia mengurung diri di dalam kamar dan menolak berinteraksi dengan siapa pun, termasuk kakak-kakaknya: Kana, Takumi, dan Tetsuya. Ketika kakak-kakaknya memutuskan untuk pindah ke kota lain, Raisa tetap bertahan di dalam kamar. Suatu hari, pria setengah baya yang tidak diundang bernama Vincent Muffon masuk ke rumahnya dan mulai mengurus segala kebutuhan Raisa. Siapa sebenarnya pria asing ini? Kenapa kehadirannya membuat Raisa justru merasa lega dan mulai berharap untuk dibebaskan?

    Review

    Hmm... jujur saya bingung bagaimana mereview buku ini (dan seri YARN secara keseluruhan). Entar kalau reviewnya bagus, dibilang dibagus-bagusin karena sama-sama bagian dari YARN. Kalau reviewnya kurang baik, dibilang menjatuhkan dan tidak mendukung rekan seperjuangan.

    Tapi, yah, percayalah. Saya jujur dan apa adanya dalam mengulas buku-buku YARN. Kalau memang suka dan bagus, saya akan bilang begitu; dan kalau sebaliknya, saya juga akan bilang apa adanya.

    Jujur sebelum mulai membaca, saya agak khawatir kalau akan ada semacam glorifikasi hikikomori di buku ini. Entah kenapa, tapi belakangan saya banyak kena anime/manga yang melakukan hal itu. Padahal hikikomori ini kan suatu fenomena yang sebenarnya meresahkan di Jepang sana. Untungnya hal itu tidak terjadi di sini. Raisa tidak hidup sebagai seorang hikki yang bergelimang harta atau pandai luar biasa, tapi sebagai seseorang yang menutup diri, punya keterbatasan finansial yang nyata, dan bermasalah dengan kehidupan di sekitarnya.

    Nama Raisa sendiri agak membuat kening berkerut buat saya. Karena dua hal: pertama, jelas bukan nama Jepang; kedua: karena...




    saya selalu kepikiran dia dong, tiap baca nama ini :v.

    Tapi, jangan khawatir. Ghyna Amanda Putri bukan penulis pemula. Lihat tuh jajaran novel di profil Goodreadsnya. Ada alasan kenapa Raisa punya nama yang tidak terkesan Jepang.

    Ya, kau--ia adalah raksasa yang menghancurkan dinding pelindungku. Bedanya, raksasa ini mungkin tidak akan memorak-porandakan isinya lagi. Aku tidak tahu, aku hanya berfirasat. Setidaknya ini mungkin yang kuharapkan sejak pertama kali mengurung diri di dalam dinding itu.

    Aku ingin dibebaskan. (hal. 20)

    Yeah, Hikikomori-chan ini memang novel tentang berjuang untuk keluar dari zona nyaman. Raisa harus melalui berbagai macam ketidaknyamanan karena kedatangan Vincent Muffon. Dia harus berhadapan lagi dengan ketakutan-ketakutannya dan masa lalu yang kembali menghampiri. Dan emosi saya sukses dibawa naik-turun oleh perjuangannya Raisa ini.

    Kalau dari segi "kekurangan", kasusnya sama seperti di Haru no Tabi. Ada terlalu banyak kata dalam bahasa Jepang yang bercatatan kaki. Padahal ada beberapa kata yang menurutku bisa digunakan saja bahasa Indonesianya, karena toh tidak akan mengurangi esensi katanya. Semisal: kata 'baito' (kerja sambilan), 'rojinhomu' (panti jompo, kecuali kalau ada perbedaan signifikan untuk panti jompo ini, sih), atau 'jidou hambaiki' (mesin penjual otomatis).

    Secara keseluruhan, Hikikomori-chan ini adalah sebuah novel yang mengangkat tema yang, pastinya, beda dengan kebanyakan novel yang ada saat ini. Bersiap-siaplah untuk memasuki sepetak kamar yang menjadi dunia Raisa.

    p.s: di sini Raisa menyebut Vincent sebagai Kyoujin, alias raksasa dari Attack on Titan. Buat yang tidak tahu, Kyoujin itu seperti ini:



    You're welcome.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge

    View all my reviews

  19. Apple WishApple Wish by Alfian Daniear
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Apple Wish
    Penulis: Alfian Daniear
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 200 halaman
    Terbitan: April 2014

    “Lihat!” Nathan mengangkat apel yang sudah tergigit itu ke depan wajah Yourissa.
    “Kayak gini, nih, gambaran hati lo sekarang. Soak. Nggak usah ngelak. Gue tahu, kok.”
    Yourissa menunduk. “Sorry. Aku mau pergi dulu.”

    Nathan, penulis amatiran yang berprinsip anti-pacaran dan nilai sekolahnya berantakan. Yourissa, calon atlet bulu tangkis muda yang baru kehilangan cinta sekaligus gagal jadi juara. Takdir mempertemukan keduanya ratusan kilometer jauhnya dari kota asal mereka. Insiden berebut stop kontak mengawali perjumpaan Nathan dan Yourissa yang punya karakter bagai langit dan bumi. Siapa sangka, keduanya justru saling bantu menemukan jalan kembali menuju mimpi masing-masing. Saat cita-cita mereka terasa semakin dekat, Nathan dan Yourissa harus memilih, tetap melangkah mengejar mimpi atau putar arah mengikuti rasa yang diam-diam tumbuh tanpa permisi.

    Review
    Nathan punya prinsip kalau masa SMA harus dimanfaatkan untuk meraih mimpi. (hal.8)
    Photo by me.


    Buku ke-11 dari serial Bluestroberi yang kubaca. Sisa 2 lagi maka tuntas sudah seri yang mengangkat tema cinta yang manis-pahit ini.

    Buku ini berbicara tentang mimpi. Ada Nathan, seorang anak SMA yang punya mimpi menjadi seorang penulis best seller. Tapi karena terlalu fokus pada impiannya itu, nilai-nilainya jeblok hingga dia dinasihati oleh kedua orang tuanya. Orang tuanya ingin agar Nathan lebih fokus dalam mempersiapkan masa depannya.

    Lalu ada juga Yourissa, seorang gadis yang bercita-cita menjadi pemain bulu tangkis kelas dunia. Kekalahannya di partai puncak membuat sekolahnya gagal maju ke final. Yourissa merasa bersalah karena dia tidak bisa fokus bermain karena masalah cinta. Yourissa yang semula begitu yakin dengan cita-citanya, akhirnya meragukan kemampuannya sendiri.

    Saya suka dengan tema yang penulisnya angkat. Tokoh-tokohnya juga menarik dan believable. Jalan ceritanya terasa sederhana dengan pesan moral yang sangat jelas dan, mungkin, untuk banyak pembaca dewasa akan tertebak sejak awal. Cuma kalau untuk anak remaja yang relatif lebih gegabah, mungkin cocok kali ya. Saya juga suka dengan latar tempatnya di kota Malang dan Batu. Pengin main ke sana lagi deh ^^.

    Secara keseluruhan, buku yang cocok untuk bacaan remaja. Dan kalau kamu berpikir bahwa novel ini pasti mempersatukan Yourissa dan Nathan, saya hanya bisa bilang: kamu yakin? Karena ini Bluestroberi loh *kedip-kedip *heh.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Young Adult Reading Chalenge

    View all my reviews

  20. My Curly LoveMy Curly Love by Guntur Alam
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: My Curly Love
    Penulis: Guntur Alam
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 229 halaman
    Terbitan: Juli 2013

    Tulang-tulang di tubuh Sasa serasa mencair ketika cowok kriwil-kriwil di depannya menyatakan cinta. Bukan... bukan ke Sasa, tapi untuk cewek lain,yang memang jauh lebih cantik daripada Sasa.

    "Bantu gue buat ngedapetin Mei," kata Dion.

    Si cowok ini juga rela meluruskan rambutnya demi mirip Kim Bum yang jadi pujaan si cewek cantik itu. Tapi... apakah harus sampai segitunya??

    Kenapa cowok ini nggak bisa melihat Sasa yang mencintainya apa adanya... sejak dulu.

    Review

    Membaca "My Curly Love" ini membuat saya teringat sama teenlit 2000-an. Lucu, bersemangat, dan bicara soal cinta serta persahabatan. Ya, plus lebai-lebainya cowok/cewek cakep yang digandrungi satu sekolahanlah. Lebainya jadi bikin ingat sama Fairish. Bedanya, kalau di "My Curly Love" ini banyak bicara soal Korean pop; baik soal musik, drama, juga artisnya.

    Karakternya oke. Saya suka sama Sasa yang punya pendirian, berani beda dengan tujuan baik walau dimusuhi banyak orang, serta rela berkorban untuk orang yang dia suka.

    Plot ceritanya juga rapi. Gaya narasi enak dan banyak bagian lucu yang sukses mengundang tawa.

    Sayangnya cerita ini tidak diakhiri dengan begitu baik. Ada kesan buru-buru yang saya tangkap di penutup novel ini. Misal: bagaimana dengan Mei? Kenapa di epilog dia sama sekali tidak muncul? Seolah dia terlupakan begitu saja. Kemudian soal Uki yang memutuskan untuk kembali ke Korea, kesannya maksa dan bikin saya bertanya-tanya, masa iya sampai segitunya? Apalagi dia kan baru balik lagi ke Indonesia buat sekolah.

    Secara keseluruhan, saya merekomendasikan novel ini untuk yang mencari novel remaja yang bagus, ksah cinta yang manis dan lucu, kisah persahabatan, serta yang mencari teenlit dengan rasa 2000-an (siapa tahu ada yang mau nostalgia, gitu).

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - My Lucky No.15 Reading Challenge
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge


    View all my reviews