Rss Feed
    Showing posts with label Indonesian Romance Reading Challenge. Show all posts
    Showing posts with label Indonesian Romance Reading Challenge. Show all posts
  1. Review Novel: Corsage - Janta Jaya

    Friday, December 27, 2013

    CorsageCorsage by Janita Jaya
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Corsage
    Penulis: Janita Jaya
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 248 halaman
    Terbitan: November 2006

    Fiffie pusing berat waktu orangtuanya memutuskan mau bercerai. Gila, dunia serasa mau kiamat aja! Untung masih ada teman-teman dekatnya, Winda, Tatha, Ucok, Bagas, Arifin, Ilham, dan Tony---yang sering nongkrong bareng.

    Selain itu, ada setitik hiburan dalam dunia kelam Fiffie: di pesta ultah Tatha, ada cowok yang memberinya corsage mawar merah. Fiffie penasaran banget, siapa sih cowok misterius itu? Kenapa sih cowok itu nggak langsung nembak aja?

    Tak lama setelahnya, Erwin, kakak kelas yang jago basket dan ketua OSIS, mulai mendekati Fiffie. Waduh, apakah dia si cowok misterius? Di lain pihak, teman-teman Fiffie kurang setuju kalau Fiffie jadian dengan Erwin. Terutama Winda, yang selama ini paling dekat dengan Fiffie. Antara teman dan pacar, mana yang mesti Fiffie pilih?

    Review

    Novel ini berhasil melampaui harapan awal saya. Membaca beberapa bab awal novel ini, khususnya bagian prolognya, membuat saya tidak terlalu berharap banyak. Cerita di bagian awalnya kurang menarik dan prolognya itu... saya lewati karena gak tahan baca selembar pertama.

    Bagian awal novel ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari Fiffie, kehidupan pertemanan dan sekolahnya, hingga ketika orang tuanya akan bercerai. Ceritanya baru mulai menarik ketika dia sudah jadian dengan Erwin. Di situ ada penolakan dari teman-temannya, khususnya Winda, sahabat Fiffie. Bagusnya, motif penolakan Winda bukan karena cemburu, tapi ada sesuatu yang lain yang berhubungan dengan masa lalunya dan Erwin (bukan, mereka bukan mantan pacar).

    Setelah itu, satu per satu peristiwa menarik mulai terjadi dan saya semakin tertarik masuk dalam ceritanya. Akhir ceritanya juga memuaskan dengan masalah-masalah yang ada bisa terselesaikan dengan baik.

    Secara keseluruhan, buku ini sangat menarik. Plotnya bagus, serta karakter dan hubungan antar karakternya baik. Hanya saja POV-nya yang kadang tiba-tiba berpindah harus lebih dirapikan lagi. Kadang perpindahannya bikin saya yang baca kagok soalnya.

    Mengingat buku ini ditulis pada saat pengarangnya baru 14 tahun, saya angkat topi untuk Janita Jaya. Sayang, kelihatannya baru 1 ini novel yang dia tulis. Karya lainnya yang terdaftar di Goodreads hanya sebuah kumpulan cerpen.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews


  2. Let GoLet Go by Windhy Puspitadewi
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Let Go
    Penulis: Windhy Puspitadewi
    Penerbit: GagasMedia
    Halaman: 244 halaman
    Terbitan: 2009

    Raka tidak pernah peduli pendapat orang lain. Selama ia merasa benar, dia akan melakukannya. Hingga, suatu hari, mau tidak mau, ia harus berteman dengan Nathan, Nadya, dan Sarah. Tiga orang dengan sifat yang berbeda, yang terpaksa bersama untuk mengurus mading sekolah.

    Nathan, si pintar yang selalu bersikap sinis. Nadya, ketua kelas yang tak pernah meminta bantuan orang lain. Dan Sarah, cewek pemalu yang membuat Raka selalu ingin membantunya.

    Lagi-lagi, Raka terjebak dalam urusan orang lain, yang membuatnya belajar banyak tentang sesuatu yang selama ini ia takuti, kehilangan.

    Review

    Novel kedua Windhy Puspitadewi yang saya baca. Sudah lama pengin baca buku ini karena ratingnya yang cukup tinggi di Goodreads dan juga masuk di daftar teenlit favorit di GR.

    Saya suka dengan tokoh-tokoh dan percakapan di novel ini. Terasa hidup dan juga sangat lucu. Walau jujur saya merasa karakter-karakternya mirip tokoh di manga. Apa saya doang yah, yang merasa sedang baca komik waktu membaca novel ini?

    Raka tokoh yang menarik sebagai pemeran utama. Chemistry-nya dengan Nanda, yang jadi gebetannya, juga terasa pas. Cuma sifatnya itu, kadang-kadang agak bikin saya menghela napas panjang. Mungkin saya memang kurang suka sama tokoh yang hobi TP dan bikin lawan jenisnya suka, tapi dia gak sadar kalau mereka suka. Padahal terasa, "It's so obvious."

    Akhir ceritanya cukup baik, walau sekali lagi saya merasa manga-ish pas membacanya.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge

    View all my reviews

  3. The Shores and the PianoThe Shores and the Piano by Maria Ch Michaela
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: The Shores and the Piano
    Penulis: Maria Ch Michaela, Stephie Anindita, Yohanna Yang, Bayu Ampuh Wicaksono, Mpit Tivani, Rika Priwantina
    Penerbit: Peri Penulis Publisher
    Halaman: 233 halaman
    Terbitan: Oktober 2013

    The Shores and the Piano adalah hasil lomba menulis yang diadakan grup "Peri Penulis". Lombanya dalam bentuk membuat novelet bertema cinta dengan menggunakan salah 1 dari 3 kalimat yang disediakan.

    Dalam "The Shores and the Piano" ini, terdapat 6 novelet dari 6 penulis berbeda. Tiga orang penulis: Bayu Ampuh Wicaksono, Mpit Tivani, dan Rika Priwantina adalah 3 besar di lomba ini, sedangkan 3 nama lainnya adalah anggota Peri Penulis.

    Here we go. The reviews:

    The Shores and the Piano - Bayu Ampuh Wicaksono

    Ceritanya tentang seorang gadis pengurus lansia yang bertugas mengurusi seorang pria yang terus-terusan bermain piano. Ada rahasia apa sebenarnya di balik piano itu?

    Membaca cerita ini saya merasa sedang baca cerita terjemahan. Mungkin faktor latar dan tokoh yang memang mengambil tempat di luar negeri dan berhasil digambarkan dengan baik kali yah. Unsur romans di sini juga berhasil dieksekusi dengan baik. It's so bittersweet. Cuma ceritanya pendek banget. Hanya sekitar 20-an halaman dibandingkan cerita-cerita lain yang umumnya makan 40 halaman.

    Bintang: 4

    My Licorice Life - Stephie Anindita

    Bercerita tentang seorang dokter muda yang jatuh cinta pada rekan kerjanya. Hanya saja ada suatu hal yang membuatnya ragu untuk mengusahakan cintanya. Hingga suatu hari pria itu jadian dengan salah seorang sahabatnya. Mampukah gadis itu bangkit dari keterpurukannya?

    Saya suka dengan cerita ini. Romansnya bagus dan seperti biasa, latar belakang kedokterannya juga bagus. Saya suka pada akhir ceritanya.

    Bintang: 4

    Piala Usang untuk Akmal - Mpit Tivani

    Bercerita tentang Akmal, seorang anak yang ditinggal ibunya. Ayah Akmal adalah seorang pengumpul barang bekas, tapi Akmal tidak mau mengakuinya. Kepada teman-temannya, dia justru mengaku bahwa dia anak orang kaya. Sampai kapan kebohongan Akmal ini akan bertahan?

    Saya kurang suka sama cerita ini, jujur saja. Gaya bahasa dan ceritanya sendiri terasa... seperti cerita di majalah Bobo? Kurang lebih seperti itu kesan yang saya dapat. Untuk eksekusi ceritanya sendiri, saya rasa cukup baik. It's just not my cup of tea.

    Bintang: 2

    The Expired Date's Milk Chocolate Bar - Yohanna Yang

    Bercerita tentang seorang gadis yang masih bimbang dalam menjalin hubungan yang lebih serius. Apakah hubungan mereka juga akan berakhir ketika cokelat pemberian sang pacar kadaluarsa?

    Cerita yang dieksekusi dengan cukup baik. Lucu juga sih melihat sumber kesalah pahaman di akhir ceritanya. Sayangnya masih ada masalah penggunaan di+kata tempat, seperti 'diantara' di hal. 145 dan 'dimana' pada hal. 151. Keduanya seharusnya ditulis terpisah.

    Bintang: 3

    Kastil - Rika Priwantina

    Kisah tentang sepasang kekasih yang sulit untuk bersatu karena ditentang oleh sang ibu. Saat keputusan salah seorang di antara mereka telah bulat, keputusan apakah yang akan diambil?

    Cerita yang cukup baik. Hanya saja jujur saya agak bingung kenapa si ibu akhirnya menyetujui hubungan mereka. Padahal dia itu sudah tidak setuju selama bertahun-tahun, tapi di akhir cerita, dia akhirnya memberi kesempatan. Mungkin faktor POV kali yah. Di sini penulis memakai POV 3 terbatas, sehingga kita tidak bisa melihat perasaan si ibu yang sebenarnya. 

    Bintang: 3

    Bitter Chocolate Rose - Maria Ch

    Kisah tentang sepasang pria dan wanita yang dulunya memiliki hubungan spesial. Suatu peristiwa membuat sang wanita akhirnya tinggal di rumah pria itu. Saat keduanya tahu bahwa masih ada rasa yang tertinggal, akankah mereka memberi kesempatan kedua?

    Saya suka dengan latar belakang cokelat di cerita ini. entah penulisnya memang punya pengalaman dalam bidang cokelat, atau hasil riset yang memadai. Ceritanya juga cukup baik, cuma saya agak bingung dengan alasan perpisahan awal mereka. Soalnya di cerita sudah dikatakan bahwa si wanita sudah sembuh dari kista dan bisa punya anak, tapi saat si ibu tidak menyetujui hubungan mereka karena dia ingin punya cucu, si cowok malah diam aja. Lah, kan sudah sembuh =_=. Minta digetok nih cowoknya. 

    Bintang: 3,5

    Hasil akhir: (4+4+2+3+3+3,5)/6=19,5/6=3,25

    Pembulatan mengikuti aturan matematika, jadi 3 bintang.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan kumpulan novelet ini. Seru juga sih bisa baca cerita yang lebih panjang dari cerpen, sehingga konflik dan karakter bisa lebih tergali, tapi yang ruangnya tidak seluas novel, sehingga penulisannya harus lebih tepat guna.

    Kovernya juga bagus dan bukunya minim typo. Typo-nya juga lebih pada masalah penulisan kata baku sih. Bukan persoalan salah ketik. Kerja yang baik dari tim Peri Penulis selaku penyelenggara dan pengurus ketiga seri buku ini.

    Iya, ada 3 kumpulan noveletnya. Ketiga bukunya bisa dilihat di bawah ini:
    - The Shores and the Piano
    - Dansa di Bawah Purnama
    - Februari untuk Kania

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge

    View all my reviews


  4. Review Novel: A Life - Silvia Arnie

    Sunday, December 22, 2013

    A LifeA Life by Silvia Arnie
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: A Life
    Penulis: Silvia Arnie
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 208 halaman
    Terbitan: Februari 2007

    Dilihat dari mana pun, Lunna dan Ginna sangat bertolak belakang. Tapi mereka mencintai cowok yang sama: Roland. Alias Sandy. Atau entah alias siapa lagi, tapi yang jelas cowok itu brengsek. Dan berani menduakan mereka. Dan pantas ditinggalkan. Hhhh... nyebelin banget, kan?

    Tapi toh, selalu ada hikmah di balik semuanya. Sebab siapa sih yang nyangka, dua cewek yang ketemu lewat peristiwa menyakitkan hati itu akhirnya bisa bersahabat? Dan saling mendukung, membantu yang lain melewati masa-masa sulit setelah mereka dikhianati? Sampai akhirnya mereka bertemu cowok-cowok yang lebih layak menerima cinta mereka. Sampai mereka akhirnya sadar bahwa persahabatan lebih penting dari apapun juga.

    Review

    Alasan pertama saya baca buku ini hanya karena judulnya sama dengan nama blog saya di kireinasekai.blogspot.com. Alasan kedua, karena kover dan blurb-nya yang menarik.

    Ceritanya tentang dua gadis yang diduakan oleh seorang cowok. Suatu peristiwa membuat kedua gadis itu bertemu dan terlibat dalam perkelahian, yang bahkan membuat keduanya berdarah-darah, tapi justru dari adu jotos itulah, persahabatan kedua gadis ini lahir.

    Saya suka bagaimana Lunna dan Ginna, kedua gadis tadi, bertemu. Cara pertemuan yang tidak biasa. Kan biasanya ada istilah, entah dibuat siapa, kalau cowok biasanya berantem dulu baru berteman. Nah, kali ini justru tokoh ceweknya yang dibuat seperti itu.

    Untuk penokohan dan alur masing-masing tokohnya cukup baik untuk saya. Cuma namanya yang mirip itu, yang sama-sama berakhiran 'nna', kadang membuat saya agak bingung di awal. Untungnya semakin ke belakang, mereka berdua semakin mudah diingat.

    Sayangnya saya kurang suka akhir ceritanya. Duh, kalau saja tidak dibuat seperti itu, saya akan menaikkan bintang buku ini ke 4.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews


  5. Review Novel: Amore - Margaret

    Saturday, December 21, 2013

    AmoreAmore by Margaret
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Amore
    Penulis: Margaret
    Penerbit: GagasMedia
    Halaman: 252 halaman
    Terbitan: Juni, 2005

    DITAKSIR murid baru yang keren? Digebet cowok yang jadi inceran cewek-cewek di SMP Yardley? Siapa yang bakal nolak????

    Awalnya, Amore serasa melayang di surga. Namun, ketika Dion, si senyum 1000 watt mulai melakukan hal-hal norak dan konyol, Amore jadi kelabakan menghadapi kelakuannya. Belum lagi, kecemburuan Elaine, anak dan penyumbang dana terbesar di sekolah, nyaris membuat Amore dikeluarkan dari sekolah.

    Satu persatu peristiwa menimpa Amore. Kejadian mengerikan saat liburan di Carita, Mamanya yang tiba-tiba meninggal, Ia yang anak adopsi, dan?kenyataan bahwa ia memiiki saudara kembar!! Amore pusssing? kepalanya serasa mau pecah!

    Di tengah kemelut itu, Fullbert, musuh besarnya di sekolah justru muncul menjadi dewa penolongnya. Kejutan tak hanya berhenti di situ. Masih ada kejutan lain yang menantinya!

    Is today still a gift? Amore tries to find it out!

    Review

    Buku yang sangat remaja banget. Tokohnya, Amore, adalah seorang gadis SMP dengan segala lika-likunya. Gaya bahasa narasi dan percakapan yang dipakai di sini juga sangat terasa remajanya. Sayangnya, saya tidak begitu suka. Mungkin karena saya emang sudah jauh banget usianya dari tokoh-tokoh di sini, jadi sudah gak gitu sreg sama bahasanya. Yah, mungkin saya memang bukan target pembaca yang diinginkan novel ini.

    Untuk plotnya, sebenarnya cukup baik. Kisah tentang kehidupan Amore sehari-hari, kehidupan sekolahnya, bagaimana dia mulai merasakan cinta, hingga ada suatu peristiwa besar yang mengguncang hidupnya.

    Cuma ada 2 bagian plot yang saya rasa agak gimana gitu. Pertama sewaktu Amore mau dikeluarkan dari sekolah dengan tuduhan jadi biang keributan, padahal Dion yang jadi sumber penyebab keributan itu. Di cerita sih dijelaskan bahwa si kepala sekolah kemungkinan melakukan itu karena dorongan cewek kaya-anak penyumbang sekolah (atau semacamnya)-yang suka sama Dion, tapi ya, masa iya si kepala sekolah nurut begitu saja. Apalagi si gadis-siapa-itu-namanya kan bukan anak pemilik yayasan atau semacamnya.

    Kedua, waktu kepala sekolah yang baru diangkat, menggantikan kepsek lama yang dipecat karena berbuat seenaknya, lalu si kepsek baru mengajak anak-anak satu sekolah untuk menginap di vilanya. Say what?! Satu sekolah? Gila aja. Itu sekolahan muridnya berapa sih? Untung yang datang cuma 10 pada akhirnya.

    Yah, kesimpulan akhir, sepertinya buku ini kurang cocok untuk saya. Mungkin akan lebih pas kalau dibaca oleh orang yang seumuran dengan si tokoh utama.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews


  6. BaseloveBaselove by Riyan Raditya
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Baselove
    Penulis: Riyan Raditya
    Penerbit: Noura Books
    Halaman: 276 halaman
    Terbitan: Oktober 2013

    “Kenapa kamu sangat suka bermain bisbol?”
    Coba berikan pertanyaan itu kepada Aditya, pitcher tim, maka dia akan teringat seseorang di masa kecilnya. Tapi sudah lama dia tidak merasakan gairah saat bertanding karena tim mereka selalu kalah!

    “Kenapa kamu sangat bersemangat menjadi manajer tim?”
    Berikan pertanyaan itu kepada Abby, si manajer baru. Dia akan menjawab bahwa bisbol adalah hidupnya. Tapi dia benci pada pemain yang tidak serius berlatih atau bertanding setengah hati.

    ***

    Seperti sepasang pitcher dan batter dalam pertandingan, mereka berhadapan. Bayangkan lemparan bola seperti sebuah perasaan: bola melayang di udara dan tongkat berayun. Jika terpukul, mungkin bola akan kembali ditangkap dengan senang hati. Jika meleset, rasanya seperti cinta tak berbalas. Namun, pertandingan tidak hanya satu inning saja, masih ada kesempatan bagi hati untuk menentukan siapa pemenangnya.

    Review

    Awal saya melihat novel ini di rak toko buku, saya langsung berpikir, "Wah, kayaknya novelnya bagus nih."

    Serius. Kovernya cantik, blurb di kover belakangnya menarik, dan tema bisbol yang diangkat tidak biasa.

    Sayangnya, saya kecewa berat setelah menutup buku ini.

    Narasinya aneh. Banyak bagian yang membuat saya berhenti baca karena merasa "lucu" dengan narasinya. Saya sempat catat beberapa di HP, cuma catatannya kehapus =_=". Penggunaan interjeksi satu kata pada dialog, seperti 'eh?' atau 'ah?'-nya juga agak kebanyakan dan itu cukup mengganggu buat saya.

    Selain masalah narasi, saya juga punya masalah dengan karakter-karakternya. No likeable character at all. Tokoh utama ceweknya, Abby, tidak terlalu menonjol kepribadiannya. Cenderung membosankan malah. Tokoh cowoknya, si Aditya, kasar dan kalau bicara penuh tanda seru (alias hobi membentak). Terus di akhir mereka (semacam) jadian. Itu... aneh banget. Saya gak merasa ada chemistry di antara mereka soalnya. 

    Karakter pendukungnya? Duh, sama aja. Si Revan gak jelas, si Morie dangkal khas cewek saingan cinta yang bitchy, si trio yang hobi ngelawak garing. Pada akhirnya, saya tidak punya satu karakter pun yang berkesan di hati.

    Bisbol jadi satu-satunya bagian menarik di sini. Saya bahkan sempat skip ceritanya karena pengin lihat pertandingan selanjutnya seperti apa. Sayangnya porsi pertandingan di novel ini sedikit banget. Bahkan finalnya cuma makan 4 halaman.

    Kesimpulan akhir? Kover cantik, blurb mengundang, narasi agak aneh, tokoh tidak menarik, bisbolnya oke tapi terlalu sedikit. Kalau dibanyakin saya pasti kasih 2 bintang deh.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge

    View all my reviews


  7. Noel d' Amour 2: Post Card EditionNoel d' Amour 2: Post Card Edition by Maria Ch Michaela
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Noel d'Amour 2: Post Card Edition
    Penulis: Maria Ch Michaela, Stephie Anindita, Yohanna Yang, Devina Kwan, Fonny Jodikin, Biondy Alfian
    Penerbit: Smart Writing
    Halaman: 229 halaman
    Terbitan: Desember 2013

    Buku Noel d'Amour 2: Post Card Edition. Buku ini membundel 11 kisah Natal yang mewakili makna Natal yang berbeda-beda. Maria Ch, Stephie Anindita, Yohanna Yang, Devina Kwan, Fonny Jodikin dan Biondy Alfian menulis kisah-kisah natal yang cukup menarik dengan kesinambungan tokoh-tokoh cerita yang saling berhubungan dengan satu benda, yaitu: kartu pos.

    Kisah dalam Noel d'amour juga ingin menyampaikan bahwa Natal tak sekedar tentang pesta yang meriah dan mewah... Kesederhanaan, kerendahan hati, kebaikan dan cinta kasih di hari Natal, juga ikut membawa sebuah makna suka cita yang dalam bagi kita semua.

    Review

    Mungkin bukan review kali yah. Lebih ke arah 'di balik layar'. Soalnya kali ini saya turut serta sebagai kontributor buku ini :D

    Noel d'Amour 2 ini adalah kumpulan cerpen yang mengambil tema natal dan ada unsur Kristianinya. Tahun lalu grup Peri Penulis juga mengeluarkan kumcer serupa. Waktu itu saya dapat 1 bukunya untuk direview. Hasilnya bisa dibaca di sini. Untuk tahun ini saya diajak berkolaborasi dan saya menyanggupinya :D.

    Di sini saya menulis 2 cerpen. "Saat Aku Jadi Papa" dan "Satu Hari yang Cerah". Ceritanya soal hubungan seorang anak dan ayahnya. Untuk menulis 2 cerpen ini saya butuh waktu sebulan lebih dan revisi berulang-ulang OTZ. Yang paling lama dikerjakan itu cerita kedua, alias "Satu Hari yang Cerah". Soalnya pas pertama saya kasih, katanya ceritanya terlalu datar. Akhirnya saya tulis ulang dan mengganti POV 1 jadi POV 3. Seru juga, soalnya ini pertama kalinya saya menulis cerpen pakai POV 3. Selama ini selalu menggunakan 'aku'. Cuma kali ini emosinya terasa lebih dapat kalau pakai POV 3.

    Sebagian keuntungan penjualan nantinya akan disumbangkan untuk Panti Fajar, sebuah panti asuhan milik Yayasan Sosial Kongregasi Puteri Reinha Rosari (mereka dikenal karena pelayanan mereka untuk orang-orang kusta di Indonesia Timur).

    Kalau tertarik bisa pesan lewat PIN BB: 22BE1CB1 atau SMS ke 087824581923 atau e-mail ke peri_penulis@yahoo.com. Atau kalau mau lewat saya di @biondyalfian juga bisa X3. Bonus pembatas buku dan kartu pos loh :D

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews


  8. IfIf by Evy Ervianty
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: If
    Penulis: Evy Ervianty
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 240 halaman
    Terbitan: Oktober 2009

    Kika, seorang dokter muda, jatuh cinta pada seorang pria yang sering dilihatnya di toko buku. Tak disangka, dalam perjalanannya ke Thailand, dia bertemu dengan pria itu dalam satu rombongan. Di Thailand jugalah, cinta mereka bersemi.

    Namun cinta mereka terhalang dua tembok kukuh. Kika telah dua tahun dijodohkan oleh tantenya dengan Ari, yang ternyata juga mengenal Widhi. Sementara Widhi sedang menjelang pernikahannya dengan Lena.

    Lalu apakah jalan terbaik yang akan mereka ambil?

    Review

    Mengandung spoiler

    Jujur saya agak kaget melihat label Metropop di belakang buku ini. Soalnya bayangan Metropop selama ini adalah kisah profesional muda di kota besar dengan semua gaya hidupnya, termasuk, barang-barang bermerek dengan harga yang cukup untuk saya hidup selama beberapa bulan, Inglish (Indonesia-English), dan segala keglamorannya. Hal itu tidak saya temukan di sini.

    Kika memang tinggal di kota besar (Surabaya) dan juga seorang dokter muda, cuma profesi dokternya ini tidak terlalu digali. Yang lebih difokuskan justru kemponya. Di sini Kika adalah seorang kenshi, alias pekempo dan 1. Barang bermerek? Gak ada tuh malah.

    Setelah selesai membaca buku ini, saya berkesimpulan bahwa Kika itu masokis. Bahkan setelah dia putus dari pacarnya, Ari, dia tetep aja bilang ke Widhi kalau dia itu masih pacaran dengan Ari. Katanya sih supaya menjaga perasaan ceweknya Widhi, walau pada akhirnya dia menderita sendiri karena Widhi menikah dengan ceweknya.

    Walau saya pribadi kurang begitu suka akhir ceritanya, saya angkat jempol untuk keberanian pengarangnya membuat sebuah cerita yang "tidak berakhir bahagia". Walau saya berharap masalahnya bisa lebih dalam sih daripada ini.

    Bintang: 2,5.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge

    View all my reviews

  9. Memang JodohMemang Jodoh by Marah Rusli
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: Memang Jodoh
    Penulis: Marah Rusli
    Penerbit: Qanita
    Halaman: 536 halaman
    Terbitan: Mei 2013

    Novel Terakhir dari Penulis Sitti Nurbaya, Marah Rusli.

    Hamli tak pernah mengira, keputusannya untuk menerima beasiswa pemerintah Belanda demi melanjutkan sekolah ditentang oleh orangtuanya. Orangtua yang justru dia harapkan akan mendukung sepenuh hati. Namun, adat Minang yang mengikat erat ternyata membelenggu cita-citanya.

    Hamli pun kemudian memutuskan untuk melanggar adat, merantau demi ilmu. Dan ketika dalam perantauan dia bertemu dengan mojang Priangan yang menawan hatinya, pilihan getir terpaksa harus diambil. Hamli rela "dibuang" oleh adat dan orangtua demi cintanya.

    Review

    Kesimpulan saya setelah membaca buku ini adalah: menikah itu rempong. Banget. Apalagi kalau hidup di Padang pada zamannya Hamli. Pada masa itu pernikahan bukanlah hak si anak, tapi adalah sebuah kewajiban dan hal ini diatur oleh para orang tua, bahkan tanpa persetujuan si anak.

    Hamli sendiri merasa gerah akan peraturan pernikahan ini. Pada saat dia telah merasa cocok dan bahkan telah menikah dengan Din Wati, si "mojang Priangan yang menawan hatinya", masih saja urusan menikah masih mengikutinya. Permasalahannya, di tempat asalnya, seorang lelaki Padang harus menikah dengan sesama orang Padang dan seorang lelaki Padang dianggap mulia apabila beristri banyak. Padahal Hamli sangat keras menolak poligami.

    Selain itu, seorang suami dianggap sebagai seorang "pendatang" yang tak punya hak apa-apa atas istri dan anak-anaknya, sehingga dia tidak punya tanggung jawab atas mereka. Apabila seorang suami meninggal, harta bendanya tidak diwariskan pada anak istrinya, tapi pada kemenakannya. Seluruh hal ini dirasa Hamli tidak masuk akal.

    Novel ini bukan hanya berkutat pada kisah cinta Hamli dan Din Wati serta terbuangnya Hamli dari keluarganya. Novel ini lebih dari itu. Novel ini memberi kita gambaran tentang adat-istiadat Padang pada zaman dulu, serta bagaimana Marah Rusli menentang adat yang dirasanya sudah tidak sesuai lagi.

    Saya rasa seluruh perasaan penulis akan masalah yang tertuang di novel ini dapat disimpulkan dengan kutipan yang berada pada halaman pertama buku ini.

    "Bagaimana aku dapat bekerja dengan baik untuk bangsa dan negara, kalau aku selalu dibisingkan dengan perkara kawin saja? Sedangkan hatiku rasanya penuh cita-cita untuk memperbaiki yang belum sempurna dan menambah yang masih kurang."


    Sebuah kutipan yang masih relevan hingga hari ini. Khususnya bagi orang-orang yang terus didesak dengan pertanyaan, "Kapan nikah?"

    Buku yang menarik dan saya rekomendasikan bagi yang suka membaca tentang budaya. Sebaiknya persiapkan diri dulu untuk membaca gaya bercerita lama di buku ini, serta gaya cerita yang Melayu banget dengan penggunaan kalimat panjang-panjang, pantun, seloka, dan peribahasa.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - Membaca Sastra Indonesia 2013
    - 2013 Read Big Reading Challenge
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Serapium Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews

  10. CantingCanting by Arswendo Atmowiloto
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Canting
    Penulis: Arswendo Atmowiloto
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 408 halaman
    Terbitan: 2007 (terbit pertama 1986)

    Canting, simbol budaya yang kalah, tersisih, dan melelahkan. Adalah Ni---sarjana farmasi, calon pengantin, putri Ngabean---yang mencoba menekuni, walau harus berhadapan dengan Pak Bei, bangsawan berhidung mancung yang perkasa; Bu Bei, bekas buruh batik yang menjadi ibunya; serta kakak-kakaknya yang sukses.

    Canting, yang menjadi cap batik Ngabean, tak bisa bertahan lagi. "Menyadari budaya yang sakit adalah tidak dengan menjerit, tidak dengan mengibarkan bendera." Ni menjadi tidak Jawa, menjadi aeng---aneh, untuk bisa bertahan. Ni yang lahir ketika Ki Ageng Suryamentaram meninggal dunia, adalah generasi kedua, setelah ayahnya, yang berani tidak Jawa.

    Review

    Sebuah novel yang sangat menguras tenaga dan konsentrasi. Bayangkan, 408 halaman dan hanya terdiri dari 2 bab. Yup, 2. Untuk orang seperti saya yang suka berhenti di awal bab, hal ini sangat menyulitkan. Saya suka bingung di mana sebaiknya meletakkan pembatas buku dan saat dibuka kembali, suka bingung juga terakhir bacanya sampai sebelah mana.

    Bab 1 buku ini mengisahkan tentang Pak Bei, Bu Bei, usaha batik Ngabean, dan juga kebudayaan Jawa. Bagian ini agak membosankan jujur saja. Pak Bei kadang kalau bicara suka panjang banget dan kadang agak berbelit-belit.

    Walau begitu, pemaparan kebudayaan Jawa dan tantangannya yang disampaikan lewat Pak Bei sangat menarik. Arswendo Atmowiloto juga tampaknya cukup sadar bahwa tidak semua orang Indonesia bisa berbahasa Jawa dan memasukkan penjelasan setiap kali ada pemakaian bahasa Jawa. Tidak seperti novel lain, yang juga kuat unsur Jawanya, yang saya baca belum lama ini.

    Bab 2 bercerita tentang anak-anak Pak Bei dan Bu Bei yang sudah dewasa. Mereka semua, kecuali Ni, sudah menikah, memiliki anak, dan mempunyai masalah masing-masing.

    Bagian ini lebih menarik, karena ada banyak kejutan yang muncul. Selain itu perjuangan Ni untuk membangkitkan kembali usaha batik keluarganya, pergulatan kehidupan pribadinya, serta keputusan akhir yang dia ambil, terasa pas buat saya.

    Secara keseluruhan, saya rasa ini novel yang menarik. Cocok untuk orang yang suka membaca tentang kebudayaan Jawa. Disarankan untuk memiliki kesabaran lebih dalam membacanya. Kalau lebih suka novel dengan alur dan tempo bahasa yang cepat, mungkin buku ini kurang pas untuk kamu.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - Membaca Sastra Indonesia 2013
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews


  11. KUKIS PEDAS: Kumpulan Kisah Pendek FantasiKUKIS PEDAS: Kumpulan Kisah Pendek Fantasi by F.J. Ismarianto
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: KUKIS PEDAS: Kumpulan Kisah Pendek Fantasi
    Penulis: F.J. Ismarianto
    Penerbit: -
    Halaman: 105 halaman
    Terbitan: November 2013

    Ada seorang Bocah Penjual Cookies yang tidak boleh pulang sebelum menjual semua cookiesnya.

    Persiapkan diri kalian, sebab para hewan sedang mendiskusikan Rencana Orangutan di dalam kelebatan hutan.

    Seorang pria tampak bermuram-durja. Ketika ditanyai, dia berkata, "Aku Mengubah Kekasihku Menjadi Keset."

    Ada seorang pangeran yang melarikan dirinya dari istananya sendiri dan bersembunyi di sebuah desa yang indah bernama Paradeso demi nyawanya tidak terpisah dari raga.

    Seorang pemuda kutu buku, yang menyesal, tapi juga senang, mengeluarkan semua uneg-unegnya, termasuk peringatan, dalam Confession of A Bookhalic.

    Selamat menikmati Kukis Pedas! Semoga kepedasannya tidak membuat bibirmu berubah jadi jontor #eh

    Review

    Ini adalah buku kumpulan cerpen fantasi karya F.J. Ismarianto Bukunya hanya ada dalam format e-book dan dapat diunduh secara legal di sini.

    Cerita-ceritanya antara lain:

    1. Bocah Penjual Cookies

    Cerita tentang seorang bocah dengan ibu pemarah dan ayah pemabuk. Si bocah, yang disuruh menjual kue kering oleh ibunya, suatu hari bertemu dengan seorang gadis dan seorang pria yang mengakibatkan sesuatu pada dirinya.

    Secara narasi, menurutku cukup baik. Cuma fantasinya terasa terlalu tipis.

    2. Rencana Orangutan

    Cerita fabel yang menghubungkan antara pembantaian orang utan dengan serangan hewan, seperti lintah dan tomcat, yang sempat menghebohkan Indonesia. Cerita favorit saya dari buku ini.

    3. Aku Mengubah Kekasihku Menjadi Keset

    Dari judulnya sudah kelihatan kan apa yang terjadi di cerita ini? Cerita yang sangat aneh (dalam pengertian yang baik) dengan akhir yang cukup nonjok (dan terlihat ada pesan moral).

    Gaya narasinya berbeda dengan 2 cerita sebelumnya, jadi pas baca saya agak kagok juga. Ceritanya lucu, walau saya gak gitu suka gaya narasinya, yang berusaha terlihat gahol, di sini.

    4. Paradeso

    Cerita tentang seorang pria pelarian dengan kemampuan melihat masa depan. Dia sampai di sebuah desa dan mendapat penglihatan akan kehancuran desa itu karena dirinya. Saat hendak pergi dari desa itu, secara mengejutkan sang kepala desa menawarkan bantuan. Apakah akhirnya dia dapat berhenti berlari dari orang yang menginginkan kematiannya?

    Cerita yang sangat panjang dan terasa... datar. Plotnya terasa terlalu rumit untuk cerpen. Saya bahkan gak ngerti itu Paradeso sebenarnya desa apaan. Sampai punya pertahanan seperti itu.

    5. Confession of a Bookaholic

    So many books, so little time. Itu satu kutipan yang membuat si tokoh utama ketakutan. Ada begitu banyak buku yang ingin dia baca, tapi begitu sedikit waktu yang dia miliki. Saat sesosok iblis datang dan menawarkan sebuah pertukaran, apakah yang akan dia lakukan?

    Ini... pecinta buku yang ekstrim :))

    Saya bisa mengerti perasaan tokoh utamanya sih. Cuma saya gak bakal ambil jalan seekstrim dia juga sih :))

    Eh, btw, buku 1200 halaman yang muncul di cerita ini... Harry Potter and the Order of Phoenix terjemahan Indonesia kah? :3

    Ya, secara keseluruhan, cerita-ceritanya cukup baik. Terkadang masih ada kesalahan penggunaan di + kata tempat, seperti 'disana' (hal. 28), 'dibalik' (hal. 29 dan 30), atau 'disamping' (hal. 30), tapi secara keseluruhan, penulisannya rapi dan enak dibaca.

    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews

  12. Maruti: Jerit Hati Seorang PenariMaruti: Jerit Hati Seorang Penari by Achmad Munif
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Maruti: Jerit Hati Seorang Penari
    Penulis: Achmad Munif
    Penerbit: Narasi
    Halaman: 276 halaman
    Terbitan: Agustus 2005

    Maruti, seorang ibu dua anak, penari, tukang pijat, sekaligus ibu asuh bagi anak-anak di rumah singgah yang dia kelola. Hidupnya penuh dengan lika-liku. Mulai dari kemiskinan, perceraiannya dengan suami yang materialistis, sampai masalah-masalah yang dialami anak-anaknya.

    Taufik, anak laki-laki Maruti. Mahasiswa miskin yang pintar dan gila kerja. Dia merasa tidak layak ketika Grace, si mahasiswi cantik dan kaya, menyatakan cinta padanya. Tanpa dia sadari, ada sesuatu yang jauh lebih rumit antara dirinya dan Grace.

    Fatim, anak gadis Maruti. Murid SMA yang rupawan dan cerdas. Ketika Zul yang tampan jatuh hati padanya, ada orang-orang yang dengki dan ingin mencelakakannya.

    Sumi, salah satu anak asuh Maruti. Kembang yang sedang mekar dan menarik banyak kumbang ke arahnya. Tapi ketika salah satu kumbang itu adalah orang yang dulu pernah mau mencelakakan Maruti, apakah tindakan yang akan Maruti ambil?

    Review

    Membaca riwayat penulisnya, saya berdecak kagum. Di sana tertera beragam karya yang pernah dia terbitkan. Karya-karyanya bahkan ada yang dibeli oleh Depdiknas untuk disebarkan gratis di sekolah-sekolah. Berarti bisa dibilang, penulisnya sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya.

    Dan Goodreads, ya, saya memang sedang membicarakan penulisnya. Tapi dalam skala yang positif, jadi jangan hapus review ini.

    Oke?

    OKE?

    Lanjut.

    Novel ini sebenarnya dibuka dengan cukup baik. Saya cukup suka dengan Maruti. Tokoh perempuan yang tegar dan menjalani hidup bukan hanya berfokus pada dirinya sendiri. Bahkan dalam kemiskinannya, dia masih mampu mengelola rumah singgah bagi anak-anak terlantar.

    Cerita di bagian awalnya juga berjalan dengan baik. Sayangnya hal ini tidak bertahan hingga akhir.

    Saya mulai mengerutkan kening sejak masuk ke bagian Taufik. Drama ala remaja ditambah dengan dialog yang agak aneh langsung membuat saya kurang suka.

    Hanya saja twist di tengah ceritanya berhasil menaikkan kembali semangat membaca saya... yang langsung kembali dijatuhkan dengan bagian Fatim.

    Dari 4 plot yang saya tulis di bagian pertama review ini, menurut saya, bagiannya Fatim yang paling terasa gak penting. Plotnya terasa teenlit, bukan, sinetroniyah banget.

    Cewek SMA miskin tapi cakep dan pintar, disukai oleh seorang cowok cakep di sekolahnya. Ada geng cewek kaya yang pemimpinnya suka sama si cowok. Si cewek kaya dengki bin iri sama si cewek miskin tapi cakep dan pintar. Akhirnya si cewek kaya menghalalkan segala cara untuk merebut si cowok, bahkan dengan menggunakan kekerasan.

    Gak penting. Pakai banget.

    Bagian ini terasa buang-buang halaman. Padahal harusnya bisa dipakai untuk mempertajam 3 konflik lainnya (khususnya bagian Maruti dan Sumi) yang lebih menarik.

    Bagian plot Sumi lebih menarik ketimbang Fatim. Soalnya bagian ini menyinggung soal perdagangan perempuan dan ada hubungan yang kuat antara Sumi, Maruti, dan lelaki yang mengincar Sumi. Sayangnya karena bagian halamannya keambil sama Fatim, akhir ceritanya jadi terasa keburu-buru.

    Ya, buku ini sebenarnya antara 1 dan 2 bintang. Hanya saja banyaknya typo dan karena ada bagian yang cetakannya hilang di salah satu halaman, saya memutuskan untuk memberi hanya 1 bintang.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - Membaca Sastra Indonesia 2013
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews

  13. Review Novel: Restart - Nina Ardianti

    Saturday, November 30, 2013

    RestartRestart by Nina Ardianti
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Restart
    Penulis: Nina Ardianti
    Penerbit: Gagas Media
    Halaman: 456 halaman
    Terbitan: Mei 2013

    Syiana patah hati ketika menemukan cowoknya selingkuh dengan orang lain. Dia tidak pernah menyangka bahwa perjalanannya ke Hongkong akan membawanya ke sebuah pertemuan. Sebuah awal yang baru bagi kisah cintanya.

    Ferdian, mantan bankir yang kini terkenal sebagai gitaris di Dejavu, sebuah band yang namanya tengah naik daun. Pertemuan pertamanya dengan Syiana di Hongkong tidak meninggalkan kesan yang begitu baik, tapi mau apa kalau hati sudah bicara?

    Mampukah Ferdian mendapatkan Syiana, si sassy girl yang mengaku punya sabuk hitam dalam sinisme? Mampukah Syiana menghadapi ketakutannya akan pekerjaan Ferdian sebagai musisi? Padahal yang Syiana inginkan adalah seorang laki-laki yang memiliki pekerjaan yang aman dan memberikannya masa depan yang terencana.

    Review

    Sekedar info, saya sedang mengadakan giveaway buku ini di blog saya sampai tanggal 15 Desember 2013. Cek di sini untuk ikutan giveaway dan untuk membaca tentang acara Meet and Greet with Nina Ardianti.

    Jadi, begitulah. Saya beli buku ini pas acara Meet and Greet itu. Iseng aja sih ke acaranya. Soalnya saya belum pernah ke acara seperti itu sih. Jadi penasaran aja acaranya kayak gimana dan karena ada waktu kosong, saya pergi deh ke acara itu. Acaranya menarik dan sukses membujuk saya untuk beli buku ini.

    Bukunya metro pop banget. Iya, saya tahu kok kalau metro pop itu salah satu lininya penerbit lain, tapi ngerti kan maksudnya kalau saya bilang buku ini metro pop banget? Bercerita tentang seorang profesional muda di kota metropolitan, lengkap dengan segala lika-liku kehidupannya dan, kadang-kadang, sejibun barang beremerek.

    Di sini barang bermereknya gak sebergelimpangan dibanding beberapa buku sejenis yang pernah saya baca sih. Cuma ada satu yang metro pop banget yang menonjol di sini. Bahasa Inggris. Penulisnya banyak memakai Inglish (Indonesia-English) dalam dialog dan narasinya. Saking banyaknya sampai kadang saya berhenti dan mikir, "Kok gak pakai padanan bahasa Indonesianya saja sih?"

    Semisal:

    Aku membalas jabatan tangannya dengan firm [...] (hal. 11)

    [...] berasal dari keluarga dengan manner luar biasa-mungkin itu sebabnya Yudha juga terlihat sangat humble. (hal. 16)

    "Gue wondering, kenapa juga kaca ruang meeting belum pecah dengan para cewek begitu heboh mondar-mandir kayak setrikaan checking out Fedrian. [...]" (hal. 151)

    dan masih banyak lagi. Sangat banyak malah.

    Ok, saya bukan tipe puritan yang menganggap bahwa novel oleh penulis Indonesia haruslah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. No, it doesn't matter to me. Hey, look. I'm doing the Inglish in this paragraph.

    Cuma masalahnya, kalau pada satu titik, ketika saya membaca, tiba-tiba di kepala saya ada suara yang berkata, "Ini kok, rasanya kayak si Vicky-Vicky itu lagi menarasikan novel ini ke saya yah?"

    Nah, itu. Saya sampai berhenti baca dan ngakak serta merinding sendiri karena pemikiran itu. Baru sekarang saya baca novel yang sanggup bikin saya merasa kayak gitu.

    Tapi terlepas dari bahasa gado-gadonya, novel ini enak untuk dibaca. Ceritanya mengalir dengan baik dan tokoh-tokohnya likable. Syiana dan Fedrian adalah pasangan yang cocok dan manis untuk dibaca. Manisnya juga bukan manis yang bikin diabetes, jadi aman untuk dikonsumsi.

    Secara keseluruhan, 3 bintang untuk novel ini.

    Buku ini untuk tantangan baca:

    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews

  14. 8... 9... 10... Udah Belom?!8... 9... 10... Udah Belom?! by Laurentia Dermawan
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: 8... 9... 10... Udah Belom?!
    Penulis: Laurentia Dermawan
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 208 halaman
    Terbitan: Juli 2008

    Sewaktu masih kanak-kanak, Nesya dan Vino adalah teman sepermainan. Saat mereka bermain petak umpet dan Nesya bersembunyi, Vino malah pulang dan tidak muncul-muncul lagi. Sendirian dan ketakutan, Nesya terus bersembunyi, hingga akhirnya ditemukan oleh Mike.

    Sepuluh tahun kemudian, Vino dan Nesya bertemu kembali. Vino tetap ingat pada Nesya, tapi Nesya tidak mengenali Vino. Ya, dua bulan sebelumnya Nesya mengalami kecelakaan bersama Mike, kekasihnya. Mike meninggal dunia, dan Nesya amnesia.

    Vino jatuh cinta pada Nesya dan ingin membantu Nesya mengingat masa lalunya. Tapi setelah Vino tahu bahwa Nesya pacar almarhum Mike, sahabatnya sendiri, Vino malah ingin menutupinya. Vino ingin Nesya hanya mencintainya, tanpa mengingat kenangan akan Mike.

    Dulu, saat Vino meninggalkan Nesya, Mike-lah yang menemukannya. Dan kini, saat Mike meninggalkan Nesya, akankan Vino yang mengisi hari-hari Nesya?

    Review

    Perasaan saya terbagi dua untuk novel ini. Setengahnya suka, setengahnya lagi tidak begitu suka sama teenlit ini.

    Saya suka pada setengah bagian awal novel ini. Bagian ketika Nesya belum memperoleh kembali ingatannya. Bagian itu berjalan dengan baik. Alurnya cukup seru dan ada bagian-bagian yang membuat saya betanya-tanya, serta menduga-duga, apakah ada sesuatu yang lain di balik kecelakaan yang Nesya dan Mike alami? Apakah sebenarnya Vino secara tak langsung terlibat dalam hal ini?

    Sayangnya, saya tidak begitu suka bagian setelah Nesya memperoleh kembali ingatannya. Pertama, karena seluruh misteri yang ada langsung terkuak di waktu bersamaan. Akibatnya tidak ada kejutan lagi yang saya dapat di sepanjang cerita. Kedua, what with Nesya's attachment to the fact that Vino didn't find her during their hide-and-seek game when they were children?

    Apa iya hal itu mampu meninggalkan bekas yang membuatnya menceritakan hal yang sama, berulang-ulang, setiap hari? Sampai Mike, pacarnya, dan Kiara, sahabatnya, merasa eneg mendengar cerita itu? Entahlah. Buat saya itu terasa sedikit berlebihan. Saya merasa kehilangan greget cerita di paruh kedua dan akhirnya tidak terlalu peduli dengan apa yang terjadi.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romanc Reading Chalenge
    - 2013 Monthly Key Word Reading Challenge


    View all my reviews

  15. Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang JatuhSupernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh by Dee
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh
    Penulis: Dee
    Penerbit: Truedee Books
    Halaman: 286 halaman
    Terbitan: Agustus 2006 (Cetakan VI)

    Di dunia dengan jarak yang kian menyusut dan pikiran yang dituntut untuk kian mengglobal, Supernova bisa memberikan beberapa alternatif persepsi untuk memandang eksistensi manusia dan relasinya dengan seluruh aspek kehidupan. Mikro dan makro. Karena Supernova adalah virus. Virus pikiran.

    Tinggal satu pertanyaan: Siapkah anda terinfeksi?

    Review

    Sebenarnya saya sudah coba membaca buku ini sejak 2 atau 3 tahun yang lalu. Sejak saya masih kuliah dan bukunya bisa saya pinjam di perpustakaan kampus. Masalahnya, dari berkali-kali pinjam, berkali-kali juga buku ini tidak pernah selesai saya baca.

    Siklusnya kurang lebih seperti ini:

    Pinjam -> baca -> kena ceramah soal teori entah-apa -> berhenti, baca buku lain -> tidak niat lanjut baca buku ini -> mengembalikan bukunya.

    Lalu beberapa bulan kemudian, hal ini berulang.

    Pinjam -> baca -> kena catatan kaki panjang-panjang -> berhenti, baca buku lain -> tidak niat lanjut baca buku ini -> mengembalikan bukunya.

    Dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya. Terjadi berkali-kali.

    Tapi kali ini kondisinya berbeda! *dramatis

    Demi salah satu tantangan baca di tahun ini, saya membulatkan tekad untuk menyelesaikan buku ini. Dan memang pada akhirnya saya berhasil menyelesaikan buku ini. Walau dengan terseret-seret dan makan waktu lama untuk buku yang tebalnya hanya 286 halaman.

    Impresi akhir saya tentang buku ini: What did I just read?

    Serius. Sampai akhir saya masih bingung dengan apa yang saya baca. Mungkin karena saya kebanyakan lompat-lompat waktu baca penjelasan teori di bagian Ruben dan Dhimas kali yah.

    Atau karena saya terus-terusan melengos dan memutar bola mata waktu baca bagian Diva? (Satu-satunya saat saya tidak melakukan hal itu adalah waktu Diva secara langsung mengkritik pergelaran busana anak-anak).

    Mungkin juga karena saya sempat mengira cerita Ferre dan Rana adalah naskah novel yang disusun Ruben dan Dhimas, tapi ternyata adalah kejadian nyata yang sangat mirip dengan plot yang Ruben dan Dhimas bangun?

    Entahlah. Terlalu banyak hal yang saya tidak begitu suka yang saya lewati begitu saja.

    Soal karakter, saya tidak punya karakter favorit. Semuanya lewat begitu saja. Tidak terlalu berkesan. Tidak ada yang saya "dukung" di dalam cerita ini.

    Jadi begitulah. Plot yang rada bikin bingung + ceramah panjang lebar tentang berbagai teori yang saya rasa terlalu in your face + tidak ada karakter yang saya suka + rasa capek selama dan setelah membaca buku ini = 1 bintang.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Serapium Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews

  16. Dengerin Dong, Troy!Dengerin Dong, Troy! by Ade Kumalasari
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Dengerin Dong, Troy!
    Penulis: Ade Kumalasari
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 216 halaman
    Terbitan: 2006

    Mana ada cowok yang "berani" pedekate ke Lintang? Sudah pintar, ketua OSIS pula. Meskipun pengin banget punya pacar, Lintang menolak ketika Dinda mencalonkan Troy - sang komandan peleton inti di sekolah. Memang sih Troy seganteng dewa-dewa Yunani. Tapi keras kepalanya itu loh yang nggak nguatin. Apalagi dia selalu mengacau di setiap rapat OSIS. "Nama lengkap Troy mestinya Troyble Maker deh!" kata Lintang kesal.

    Lintang tambah kesal ketika Troy tidak mendengarkan nasihatnya dan tetap ngotot mengadakan lomba peleton inti pada peringatan lustrum sekolah. Akhir-akhir ini kan lomba semacam itu sering banget memicu tawuran antar-sekolah. Selalu ada saja yang jadi korban. Pantas dong Lintang khawatir.

    "Aku jamin semua akan baik-baik saja, Lin," janji Troy.
    Iya kalau itu benar, kalau ada kejadian apa-apa, siapa yang disalahkan?
    Iih, kenapa si Troy nggak pernah mau dengar?

    Review

    Aslinya sih saya lihat versi cetak ulang novel ini lebih dulu. Tertarik dengan judul dan blurb-nya yang menarik. Hmm... Jujur saya lebih suka kover yang lama, versi yang saya baca, ketimbang kover barunya.


    Kover baru

    IMO, mukanya Troy di situ kelihatan 'dodol'. Agak kurang pas sama gambarannya dalam cerita. Lebih cocok ekspresi wajahnya Troy di kover belakang buku lama.

    Saya suka dengan ceritanya. Sederhana dan sangat terasa remajanya. Baca buku ini jadi kangen sama suasana pas SMA dulu. Apalagi kalau ada perayaan seperti Porseni di sekolah.

    Karakternya juga cukup likeable. Si Lintang termasuk tipe cewek yang mandiri, tapi di saat yang sama masih bertingkah layaknya cewek remaja. Troy juga cukup menarik sebagai tokoh utama pria. Sifatnya dan ketidak sempurnaannya (tidak begitu pintar dalam pelajaran) membuatnya pasangan yang menarik dengan Lintang.

    Untuk akhir ceritanya sendiri, hmm, bisa kubilang agak tidak biasa untuk genre teenlit.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan cerita dan karakternya. Cara penulisnya bertutur juga sudah enak. Empat bintang untuk novel ini.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews


  17. Outcast of PrideOutcast of Pride by Maximilian M. Surjadi
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Outcast of Pride
    Penulis: Maximillian M. Surjadi
    Penerbit: De Teens
    Halaman: 180 halaman
    Terbitan: September 2013

    Dalam pelariannya, Aislinn, seorang kesatria Kekaisaran Kapitalia yang berkhianat karena tidak ingin membunuh kaum druid, penganut ajaran lama, ditemukan oleh satu-satunya druid yang tersisa bernama Alfarr dalam keadaan luka parah akibat usahanya melarikan diri. Pasukan Kapitalia berhasil menemukan pengkhianatnya, sekaligus kaum yang mereka basmi. Namun, Aslinn dan Alfarr berhasil melarikan diri.

    Perjalanan itu berubah menjadi petualangan yang membawa mereka ke tanah dingin Ragna Goliath, sebuah kerajaan kecil yang suram berdiri. Di tanah musim dingin adalah abadi ini, Aislinn terkena sebuah penyakit yang dikenal dengan nama winter curse yang membahayakan hidupnya. Bermodalkan informasi dan bantuan dari seorang penyihir terpelajar bernama Hedwyn, mereka melakukan perjalanan untuk mencari satu-satunya penawar winter curse di sebuah mata air di gunung tertinggi tanah Ragna Goliath, Silver Peak.

    Review

    Saya gak tahu kenapa ya, tapi lagi-lagi saya baca karya juara 2 sebuah lomba lebih dulu dari karya pemenang utamanya. Kapan hari baca Hawa yang jadi juara 2 lomba Amore. Sekarang Outcast of Pride yang jadi runner-up lomba #fikfanDiva.

    Kali ini saya mengambil karya Maximillian karena buku ini menjadi pilihan hasil "bang bang tut" saya di toko buku dengan menggunakan lagunya Tipe-X, Kamu Gak Sendirian. Habis saya bingung sih mau baca yang mana dulu untuk hasil novelet fikfan ini. :D

    Secara keseluruhan saya cukup suka dengan ceritanya. Saya rasa penulisnya melakukan riset yang cukup baik untuk membangun dunianya. Penulisannya juga sudah cukup baik.

    Beberapa poin yang saya catat pas baca buku ini:
    - Kurang tanda petik pembuka di hal. 33

    - Susunan kalimat yang agak aneh di hal. 51 akhir - 52 awal

    - Penggunaan kata 'tidak bernilai' di hal. 170. Mungkin maksudnya 'tidak ternilai'? Salah satu fungsi awalan 'ter-' berarti "dapat atau berhasil". Jadi 'tidak ternilai' = 'tidak dapat dinilai', yang menurutku lebih masuk akal dengan situasinya. Kalau 'tidak bernilai' = 'tidak memiliki nilai' alias gak penting.

    - Terus waktu pertarungan antara si gadis lizardmen dan Alfarr vs. si necromancer. Di awal kan dibilangnya ada 4 pohon sensa, tapi kayaknya si gadis cuma menghancurkan 3. Ataukah pas yang terakhir itu dia menghancurkan 2 pohon sekaligus? Terus kok si Alfarr langsung tahu yah kalau pohon-pohon itu harus dihancurkan untuk mengalahkan si necromancer?

    - IMHO, si Alfarr rasanya terlalu cepat menerima Aislinn. Mungkin lebih baik bagian Alfarr bilang ke Aislinn kalau dia itu, "Wanita yang mengagumkan" dan "berhati mulia" dipindah setelah Aislinn melawan pasukan kekaisaran.

    - Kenapa bisa ada Iceland di sini? Saya langsung kepikiran negara beribu kota Reykjavik itu.

    Secara keseluruhan, buku ini nilainya 2,5 buat saya. Congrats buat penulisnya yang berhasil jadi salah satu pemenang lomba #fikfanDiva.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews


  18. Empat Tubuh Statera (Xar & Vichattan: Seri Ahli Waris Cahaya, #3)Empat Tubuh Statera by Bonmedo Tambunan
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Xar & Vichattan: Empat Tubuh Statera (Xar & Vichatan, Seri Ahli Waris Cahaya #3)
    Penulis: Bonmedo Tambunan
    Penerbit: Adhika Pustaka
    Halaman: 428 halaman
    Terbitan: Maret 2012

    Kuil Kegelapan kembali bangkit.

    Tetapi, dengan sudah diimbuhinya Xar oleh cahaya, bangkitnya kuasa gelap tidaklah lagi dirasakan sebagai suatu ancaman yang serius oleh Xar dan Vichattan. Apalagi, setelah Kristal Utama pun berhasil diimbuhi cahaya.

    Ancaman yang sesungguhnya justru datang dalam bentuk cahaya yang bukan cahaya. Ancaman yang datang bersamaan dengan turunnya titik-titik putih dingin. Ancaman yang telah memutarbalikkan pikiran dan logika dunia.

    Akankah Gelap kembali meraja? Bagaimanakah nasib para ahli waris Cahaya? Dan apa yang sesungguhnya terjadi di Xar & Vichattan? Temukan jawabnya di buku terakhir dari seri Ahli Waris Cahaya: Empat Tubuh Statera.

    Review

    Wooho! Akhirnya sampai pada penghujung trilogi Xar & Vichattan. Selamat untuk Bonmedo Tambunan karena telah berhasil menyelesaikan triloginya ini dengan baik.

    Ok, jujur sejak akhir buku ke-2 saya sudah bertanya-tanya. Kira-kira bagaimana plot di buku ke-3? Secara Khalash dan pasukannya sudah terkirim ke void. Terus buku terakhir ini cerita soal apaan dong?

    Pertanyaan saya itu dijawab dengan cara yang mencengangkan. Di buku ini seluruh logika yang ada dibalik. Gelap bukanlah lawan sebenarnya. Ada suatu kuasa lebih tinggi lagi yang menyebabkan seluruh kekacauan. Bahkan kali ini keempat Pewaris Cahaya bekerja sama dengan pihak gelap untuk mengembalikan keadaan seperti semula.

    Jujur saya cukup suka dengan plot di buku ini. Memang terkesan tiba-tiba sih, secara petunjuk ke sana tidak terlalu nampak di 2 buku sebelumnya, tapi penulisnya mengeksekusi idenya sedemikian rupa sehingga terasa nyambung dengan plot sebelumnya.

    Dari segi karakter juga ada perkembangan yang sangat signifikan. Di sini akhirnya ada yang jadian dan ada pula yang patah hati (atau setidaknya begitu menurut saya), selain itu para tokoh jahat di buku-buku sebelumnya juga mulai memperlihatkan karakteristik yang lebih dalam.

    Di buku ini perhatian spesial saya berikan kepada Gerome. Di awal cerita saya menangkap ada tanda-tanda bahwa dia suka sama Dalrin. Contohnya, di bagian depan ketika Dalrin datang di Vichattan. Gerome merapikan dirinya bahkan dia sampai mandi (yang tampaknya mengejutkan banyak pihak) untuk menyambut kedatangan Dalrin. Bahkan dia kayaknya girang berlebih karena kedatangan temannya itu.

    Sampai sana saya langsung merasa, "Kok ini anak kayak mempersiapkan diri kayak mau kencan yah."

    Tapi saya masih melakukan justifikasi dengan, "Ah, paling karena ada temannya datang, makanya dia merapikan diri. Walau kayaknya girangnya agak berlebih deh untuk anak seusianya."

    Etapi, makin ke belakang dia makin "menjadi-jadi" ding. Khususnya pas dia sirik karena Dalrin terus-terusan memperhatikan Kara. Alih-alih merasa cemburu karena dia juga suka sama Kara, saya malah merasa si Gerome ini cemburu karena Dalrin lebih perhatian ke Kara ketimbang dia. Dari sana saya sudah merasa ada "bau-bau" yang lain di sini.

    Dan akhirnya saya sampai pada komentar di salah satu review di Goodreads, dan membuka "Kotak Pandora" yang mengubah semuanya =_=

    Aaah, sudahlah. *puk-pukin Gerome. Tenang, suatu hari pasti kau akan menemukan orang yang cocok untukmu. *ini kenapa jadi panjang begini bahas soal Gerome?

    Secara keseluruhan saya suka buku ini. Pertarungannya tetap bagus (walau saya gak demen sama bentuk tentakel bos terakhirnya), karakternya lebih tergali, dan petualangannya tetap seru.

    Minusnya, masih ada beberapa salah ketik. Salah satu yang saya catat adalah penyebutan Dalrin sebagai Es-Xar di halaman 49. Selain itu menurutku ceritanya terlalu pendek. Khususnya di bagian mereka mengumpulkan dan mempelajari keempat Tubuh Statera. Rasanya bagian situ dipercepat banget.

    Nilai akhir seri X&V ini adalah:
    (2+4+4)/3
    = 10/3
    = 3,3
    = 3 bintang

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews


  19. Xar & Vichattan: Prahara (Xar & Vichatan Seri Ahli Waris Cahaya, Buku Dua)Xar & Vichattan: Prahara by Bonmedo Tambunan
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Xar & Vichattan: Prahara  (Xar & Vichatan, Seri Ahli Waris Cahaya #2)
    Penulis: Bonmedo Tambunan
    Penerbit: Adhika Pustaka
    Halaman: 425 halaman
    Terbitan: Agustus 2010

    Pasukan Kuil Kegelapan terus bergerak maju. Xar,Vichattan, dan Kuil Cahaya kebingungan menghadapi pasukan Kegelapan yang kian bertambah kuat. Munculnya peri kegelapan yang
    meluluhlantahkan para peri pendukung cahaya dan terpecah belahnya keempat ahli waris cahaya semakin memperburuk keadaan. Belum lagi dengan semakin melemahnya kekuatan elemental dan juga kekuatan Xar karena ulah Khalash serta panglima-panglimanya.

    Keadaan begitu buruk sehingga para pendukung cahaya harus menggantungkan hidup mereka pada seorang wanita gila dan buku-buku kuno yang dilindungi oleh ilmu sihir mematikan. Titik terang pun muncul, tetapi tak berlangsung lama. Karena tak seorangpun mengira rencana kegelapan yang sebenarnya.

    Review

    Buku kedua dari serial Xar & Vichattan. Jauh lebih baik dari buku pertama, menurut saya.

    Dari segi pertarungan, tetap berhasil digambarkan dengan baik oleh penulisnya. Sesuai dengan judul bukunya, "Prahara", di sini memang ada banyak sekali perkelahian yang terjadi. Apalagi karena plot di sini terbagi 4 alur. Soalnya Dalrin, Antessa, Gerome, dan Kara terpisah karena melakukan tugasnya masing-masing.

    Dari segi karakter, terasa adanya perkembangan yang signifikan. Keempat protagonis tampak mengalami remajanisasi di sini. Kalau di review buku pertama saya bilang mereka terlihat seperti anak 10 tahunan, di sini mereka terasa lebih remaja. Soalnya sudah mulai ada urusan cinta, dendam, hingga keragu-raguan.

    Hanya saja soal "masalah remaja" yang saya sebutkan di atas itu kurang tergali di sini. Misalnya soal Dalrin yang punya rasa ke Kara. Di bagian depan hal ini banyak disinggung, tapi ke belakang sudah tidak ada tuh.

    Selain itu, para tokoh antagonisnya juga mengalami perkembangan. Khalash yang merupakan tokoh jahat utama mulai menampakkan sisi yang lebih manusiawi. Motifnya yang semula hanya untuk "menguasai dunia" juga mulai sedikit tampak kedalamannya. Shiba dan Corbus juga mengalami pertumbuhan yang berarti di sini.

    Minus untuk buku kedua ini datang dari penulisannya. Ada beberapa kali saya mendapati kalimat, baik dalam narasi maupun dialog, yang terasa tidak pas. Rasanya seperti ada satu-dua kata yang kurang, atau susunan katanya yang terbalik-balik. Sayangnya saya gak nyatet contoh kalimatnya OTZ

    Ada juga beberapa typo di buku ini, seperti huruf kecil di awal dialog, dialog yang harusnya tertulis miring tapi tidak diberi italic, serta pemenggalan dengan tanda '-' yang tidak pada tempatnya.

    Beberapa salah ketik lain yang saya catat:
    - kata 'diingatannya' (hal. 171), yang harusnya dipisah, karena IMHO 'ingatannya' di sini menunjuk kata tempat.
    - nama Pietas yang jadi Amor di halaman 378. Saya sampai bolak-balik nyari kapan Amor dan Gerome tiba di Kuil Cahaya

    Nilai plus untuk tulisannya ada di dialognya yang sudah tidak terlalu telenovela. Bener kan, saya bakal lebih menikmati kalau dialog telenovela di buku 1 berkurang.

    Secara keseluruhan, buku kedua ini lebih baik dari buku pertama. Pertarungannya tetap apik, tokoh-tokohnya mengalami perkembangan, dialognya lebih enak dibaca, serta ceritanya lebih seru dan membuat penasaran.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge

    View all my reviews

  20. Rumah CokelatRumah Cokelat by Sitta Karina
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Rumah Cokelat
    Penulis: Sitta Karina
    Penerbit: Buah Hati
    Halaman: 226 halaman
    Terbitan: Januari 2012

    Hannah Andhito adalah tipikal perempuan masa kini di kota besar; bekerja di perusahaan multinasional, mengikuti tren fashion dan gaya hidup terkini sambil berusaha menabung untuk keluarga kecilnya, sangat menyukai melukis dengan cat air (yang ternyata baru ia sadari ini adalah passion-nya!), memiliki suami yang tampan dan family-oriented, sahabat SMA yang masih in touch, serta si kecil Razsya yang usianya jalan 2 tahun.

    Sempurna? Awalnya Hannah merasa begitu sampai Razsya bergumam bahwa ia menyayangi pengasuh yang sehari-hari selalu bersamanya. Perjalanan Hannah menemukan makna menjadi seorang ibu yang sesungguhnya dimulai sejak momen itu.

    Review

    Salah satu dari 2 buku yang saya rencanakan untuk baca sebelum lanjut lagi dengan permainan membaca saya. Sekalian buat mengisi salah satu tantangan baca saya :D

    Sebenarnya label "mom lit" di buku ini agak bikin keder juga. Soalnya saya kan bukan seorang ibu dan juga tidak ada rencana untuk menjadi seorang ibu. Jadi membaca buku yang ada embel-embel "mom lit" itu rasanya gimana gitu. Cuma saya pikir-pikir lagi, sudahlah. Toh, tidak ada salahnya saya "mengintip" ke dalam dunia yang asing bagi saya itu.

    "Rumah Cokelat" pada dasarnya bercerita tentang Hannah, seorang wanita, ibu, istri, anak, dan pekerja yang menghadapi lika-liku kehidupan di ibu kota. Saat anaknya mengigau bahwa dia sayang sama pengasuhnya, Hannah berhenti sejenak dan mulai memikirkan lagi posisinya sebagai seorang ibu.

    Topik yang diangkat di sini cukup menarik. Saya suka pada tantangan-tantangan yang Hannah hadapi sehari-hari. Baik dari kerjaan, mengasuh anak, ibunya sendiri yang terlalu memanjakan cucunya, anaknya yang lebih memilih pengasuhnya, sampai ke teman yang rada gak beres karena membawa seorang laki-laki yang pengin menggoda Hannah walau tahu kalau dia sudah berkeluarga. Untungnya ada Wigra, suaminya yang kalem dan siap meringankan perasaan Hannah. Eh tapi, kok belakangan Wigra kembali rutin berolahraga? Lalu siapa cewek yang mengirim pesan ke ponselnya? Nah, loh.

    Nuansa metro pop sangat kental di buku ini. Terbukti dari penggunaan Inglish, Indonesia-English, yang bertebaran di buku ini. Mulai dari dialog sampai ke narasi. Merek-merek papan atas? Tidak usah ditanyakan lagi. Sudah pasti ada.

    Soal Inglish ini ada 3 tempat yang sempat bikin saya berhenti pas baca. Pertama waktu Hannah dan Eyang Yanni, ibunya Hannah yang berusia sekitar 60-an, tiba-tiba bicara dalam bahasa Indonesia-Inggris. Saya sempat mikir, gaul amat nih eyang. Cuma selanjutnya dijelaskan kalau Eyang Yanni ernah kerja di IBM, jadi wajar kalau bisa bahasa Inggris. Tapi tetep kerasa aneh.

    Kedua, waktu di halaman 173 ada narasi, "Belakangan ia jadi terbiasa mingle tanpa banyak bicara dengan para asisten rumah tangga [...]."

    Saya sampai buka Google Translate dulu biar paham apa maksud kalimat itu. Ooh, mingle itu maksudnya bergaul.

    Terakhir di halaman 176 pas ada narasi, "Tentu saja Hannah amused melihat hal ini."

    Hal lain yang terasa aneh buat saya adalah si-anak-yang-namanya-susah- dieja itu. Si Razsya. Saya harus selalu lihat ulang catatan saya di GR ini biar ingat cara menulis namanya.

    Entahlah, saya merasa dia terlalu dewasa untuk ukuran anak 2 tahun. Entah mengapa saya merasa usia anak ini lebih tua 5-6 tahun dari usianya di novel. Tapi, ya, itu cuma perasaan aja sih. Berhubung saya sendiri bukan ahli tumbuh kembang anak, jadi tidak tahu anak seumur Razsya biasanya bisa apa saja. Kan, saya harus lihat cara tulis namanya lagi.

    Secara keseluruhan, bukunya cukup menarik dan menghibur. Ini pertama kalinya saya membaca karya Sitta Karina dan rasanya saya akan membaca karyanya lagi di masa depan.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Reading Challenge
    - 2013 Color Coded Reading Challenge


    View all my reviews