Rss Feed
    Showing posts with label Puffin Books. Show all posts
    Showing posts with label Puffin Books. Show all posts
  1. The Complete Adventures Of Charlie And Mr Willy WonkaThe Complete Adventures Of Charlie And Mr Willy Wonka by Roald Dahl
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: The Complete Adventures of Charlie and Mr. Willy Wonka
    Penulis: Roald Dahl
    Penerbit: Puffin Books
    Halaman: 384 halaman
    Terbitan: 2001

    Introducing the amazing Willy Wonka, chocolate-maker extraordinary! Now in one volume are the complete works of Charlie and the Chocolate Factory and Charlie and the Great Glass Elevator, two Willy Wonka classics from beloved author Roald Dahl.

    In Charlie and the Chocolate Factory, Willy Wonka's famous, mysterious chocolate factory is opening its doors at last. But only five lucky children will be allowed inside: Augustus Gloop, Veruca Salt, Violet Beauregarde, Mike Teavee, and Charlie Bucket, Our Hero, a boy who is honest and kind, brave and true, and good and ready for the wildest time of his life. But even Charlie never expects to fly through the chocolate factory in a giant glass elevator! In the uproarious sequel, Charlie and the Great Glass Elevator, Willy Wonka whisks Charlie and the entire Bucket family right into space on an intergalactic elevator joyride and another wild fantasy adventure.

    Review

    Berturut-turut baca karyanya Roald Dahl. Beruntung buku ini ada di perpustakaan. Lebih murah sewanya ketimbang minjam Charlie and the Chocolate Factory dan Charlie and the Great Glass Elevator secara terpisah :)).

    Jujur saya lebih dulu mengenal Charlie dan Willy Wonka lewat adaptasi filmnya di tahun 2005. Itu loh, yang Johny Depp jadi Willy Wonka-nya. Saya suka banget sama filmnya dan pengin baca bukunya sejak lama.

    Di antara kedua cerita yang ada di buku ini, saya rasa Charlie and the Chocolate Factory lebih menarik ketimbang Charlie and the Great Glass Elevator. Yang pertama ceritanya terasa lebih berarah, sementara yang kedua agak lebih... hmm, random gitu kali ya.

    Cuma akhir ceritanya Charlie and the Chocolate Factory terasa kurang nendang buat saya. Saya baru ngeh kalau akhir di filmnya itu tambahan pembuat filmnya sendiri. Tidak mengikuti novelnya. Saya berharap ada sedikit tambahan di akhir novelnya, tapi sayang ceritanya berakhir begitu saja.

    Secara keseluruhan tetap seru lah. Di sini juga saya makin yakin kalau Roald Dahl memang tidak suka televisi. Kelihatan banget dari penggambarannya tentang TV, baik di Matilda, maupun di Charlie and the Chocolate Factory.


    View all my reviews

  2. MatildaMatilda by Roald Dahl
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: Matilda
    Penulis: Roald Dahl
    Penerbit: Puffin Books
    Halaman: 232 halaman
    Terbitan: 2001

    Matilda adalah seorang gadis kecil dengan kecerdasan yang luar biasa. Saat usianya masih balita, dia sudah dapat membaca dengan lancar (bahkan telah membaca buku-buku karangan Charles Dickens, Jane Austen, dsb) serta dapat melakukan aritmatika yang rumit (seperti perkalian dua digit dengan dua digit).

    Masalahnya, tidak ada yang memperhatikan kecerdasannya ini. Kedua orang tuanya menganggapnya bodoh, bahkan menganggap pendidikan nyaris tidak penting untuk anak gadis sepertinya. Untungnya dia bertemu dengan Ms. Honey, gurunya, yang sadar akan kelebihannya dan memberi perhatian akan hal itu.

    Sayangnya hari-hari Matilda di sekolah penuh dengan teror oleh Mrs. Trunchbull, kepala sekolahnya yang bengis dan senang menghukum anak-anak dengan cara yang sadis.

    Review

    Wuhu, berhasil menamatkan novel ini dalam beberapa jam saja. Padahal seharian juga baca Oppa & I. Saking sukanya kali yah.

    Sebenarnya agak kaget yah melihat novel ini terkenal sebagai novel anak-anak. Banyak kata-kata yang bisa dibilang kasar di sini. Ada juga tindak kekerasan, baik berupa pembalasan yang dilakukan oleh Matilda, maupun hukuman-hukuman yang diberikan oleh Mrs. Trunchbull. Yang paling gila, buat saya, adalah waktu Mrs. Trunchbull mengangkat seorang anak gadis dari ikatan rambutnya, memutarnya, lalu melemparnya. Itu... ekstrim banget.

    Pas di bagian Matilda bisa menggerakkan benda-benda tanpa menyentuhnya, saya merasa sedikit aneh dan kurang suka. Soalnya terasa sangat tiba-tiba. Hanya saja bagaimana kekuatan itu Matilda gunakan, serta teori Ms. Honey di akhir cukup membuat saya suka dengan kemampuan Matilda ini.

    Secara keseluruhan, suka banget sama ceritanya. Pengin baca karya-karya Roald Dahl yang lain. Khususnya Charlie and the Chocolate Factory ^^.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2014 New Authors Reading Challenge


    View all my reviews