Rss Feed
    Showing posts with label Grasindo. Show all posts
    Showing posts with label Grasindo. Show all posts
  1. Playon: Kumpulan PuisiPlayon: Kumpulan Puisi by F. Aziz Manna
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Playon
    Penulis: F. Aziz Manna
    Penerbit: Penerbit Grasindo
    Halaman: 80 halaman
    Terbitan: November 2016

    Garis awal, garis pintu, satu kaki di depan, satu di belakang, kepala lurus, angin bersidorong. yang lalu lintaslah, yang lintas lalulah. garis jalan, garis belokan, satu kaki membumi, satu kaki mengawang, kepala lurus, angin bersidorong. yang lalu lintaslah, yang lintas lalulah. garis akhir, garis pintu, satu kaki di dalam, satu di luar, kepala lurus, angin bersidorong. yang lalu lintaslah, yang lintas lalulah. debu dan keringat lengket, pikiran sekosong ceret, garis hablur terseret, angin bersidorong. yang lalu lintaslah, yang lintas lalulah.

    Review

    "Playon" karya F. Aziz Manna adalah sebuah kumpulan puisi yang tidak biasa. Pertama, dari segi nasib. Buku ini awalnya diterbitkan terbatas oleh Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur setelah memenangkan Sayembara Penulisan Puisi Dewan Kesenian Jawa Timur 2015. Setelah itu, sang penulis menyerahkan naskahnya kepada Pagan Press, sebuah penerbit di Lamongan, untuk kembali dicetak. Nah, setelah itu, "Playon" kembali 'bernasib baik' dengan memenangkan Kusala Sastra Khatulistiwa 2016 dan kembali dicetak oleh penerbit yang lebih besar, Grasindo.


  2. Beat of The Second ChanceBeat of The Second Chance by Zachira Indah
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Beat of the Second Chance
    Penulis: Zachira Indah
    Penerbit: Penerbit Grasindo
    Halaman: 256 halaman
    Terbitan: September 2016

    Galang, mantan drummer Three Notes sebuah band terkenal terpaksa berhenti dari dunia musik karena kehilangan satu kakinya dalam kecelakaan. Dunianya kini adalah pertaruhan untuk survive dalam hidup dan pekerjaan yang tidak mengizinkannya, memiliki kesempatan karena statusnya kini adalah 'orang cacat'.

    Di satu sisi, Nessa dokter muda yang di ambang kesuksesan karena mewarisi rumah sakit keluarga di Melbourne mulai ragu dengan keputusannya. Pertemuannya dengan Galang membangkitkan mimpi lama tentang menjadi drummer saat dirinya masih mengidolakan laki-laki itu.

    Dulu, mereka tidak percaya lagi pada mimpi.
    Dulu mereka menyerah dengan keadaan.
    Tapi sebuah pertemuan memercikkan harapan keduanya untuk membalikkan keadaan.
    Yang mereka butuhkan hanya kesempatan.
    Sebuah kesempatan kedua.



    Review
      
    Nessa enggan untuk melanjutkan kuliahnya di Melbourne. Walau dia sudah dipaksa dan diancam oleh orang tuanya, Nessa tetap saja tidak mau pindah ke sana. Pertemuan tidak sengajanya dengan Galang, mantan drummer dari salah satu band kesukaannya, Three Notes, memberi Nessa sebuah kesempatan besar. Nessa akan meminta Galang untuk menjadi gurunya dan membantunya menggapai cita-cita lamanya, menjadi seorang drumer. Hal ini ditentang oleh ayahnya yang tahu kalau putrinya punya kebiasaan bosan setelah tiga bulan menekuni sesuatu, tapi kali ini Nessa memutuskan untuk serius menekuni drum.

    Sebuah kecelakaan membuat nasib Galang berbalik 180 derajat. Dari seorang drummer di band indie yang mulai naik daun, menjadi seorang pengangguran tanpa rencana hidup yang jelas. Pertemuannya dengan Nessa menawarkan kesempatan untuk memperoleh uang dan menempuh rehabilitasi dengan cuma-cuma. Meski awalnya enggan, melihat kesungguhan (dan ancaman) gadis itu, Galang setuju untuk menjadi mentor Nessa.

    "Kalau begitu buat apa kamu belajar memainkan drum?"

    "[...]. Aku memutuskan belajar drum karena ingin jadi sepertimu, berharap kita bakal ketemu lagi saat aku sudah cukup mahir untuk membuatmu menyadari baha kamu berhasil mengubah hidupku."

    "Fantastis. Sebuah niat yang fantastis. Seorang calon dokter ingin menjadi sepertiku. Sebaiknya kamu memeriksakan matamu karena seingatku tak ada orang yang ingin berakhir sepertiku." (hal. 62)

  3. UpacaraUpacara by Korrie Layun Rampan
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Upacara
    Penulis: Korrie Layun Rampan
    Penerbit: Grasindo
    Halaman: 144 halaman
    Terbitan: 2014

    Terasa sekali dalam roman ini, upacara merupakan pusat kehidupan orang Dayak. Setiap individu, sejak bayi sampai tua-bahkan sampai mati pun-harus menjalani upacara.
    (Dodong Dwijapradja, "Pengantar")

    Buku ini tidak hanya menelusuri upacara-upacara, tetapi juga kehidupan sosial, psikologi, dan percintaan anak muda.
    (Jakob Sumardjo, Pengantar Novel Indonesia, 1983)


    Review

    "Upacara" bercerita tentang 'Aku' seorang laki-laki remaja (menuju dewasa) yang berasal dari Suku Dayak. Dalam kesehariannya, 'Aku', selayaknya penduduk dalam sukunya, melewati berbagai upacara yang merupakan kebudayaan dari Suku Dayak.

    Satu hal yang menarik dari novel Korrie Layun Rampan ini, selain pendeskripsian upacaranya yang detail dan hidup, adalah bagaimana penulisnya menjadikan upacara-upacara itu sendiri sebagai kegiatan sentral dari kehidupan 'Aku'. Kalau mengutip Dodong Djiwapradja, salah satu juri lomba Sayembara Mengarang Roman Dewan Kesenian Jakarta 1976, "'kehidupan biasa' seolah-olah hanya merupakan selingan dari upacara." (hal. xvi).


  4. Jejak hujanJejak hujan by Hary B. Kari'un
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Jejak Hujan
    Penulis: Hary B. Kari'un
    Penerbit: Grasindo
    Halaman: 124 halaman
    Terbitan: Juli 2014

    Karena, aku tak mau mengkhianati apa yang selama ini kupertahankan. Aku memiliki masa lalu. Aku terikat oleh masa lalu, terikat oleh kenangan, terikat oleh... oleh banyak hal. Banyak hal yang membuat aku harus selalu ingat dan tetap memegangnya. Kamu punya kekasih, meski dia tidak selalu bersamamu, dan aku punya kekasih, meski itu hanya masa lalu. Kita tetap setia dengan apa yang pernah kita yakini, Wen, Kita bukan pengkhianat...'

    Tiba-tiba dia merangkulku dan menangis. Hujan masih belum reda dan senja sudah benar-benar habis. Suara ombak pantai terdengar menghempas karang di pinggir jalan itu. Dia semakin erat memelukku. 'Kenapa kamu tidak bisa melupakan masa lalumu?'

    Review

    Sesuai ilmu perbintangan Goodreads. I didn't like this book.

    "Jejak Hujan" bercerita tentang Firman, seorang mahasiswa sastra sekaligus jurnalis, dan Heny, seorang penyiar radio sekaligus pemain teater dan mahasiswi biologi. Pertemuan pertama mereka dibarengi kekesalan Firman karena Heny tidak menepati janjinya. Seharusnya gadis itu datang untuk Firman wawancarai, tapi Heny tidak muncul dan Firman tidak bisa menyelesaikan artikelnya.

    Pertemuan mereka selanjutnya membawa keduanya dalam dunia masing-masing. Dunia tempat masa lalu mencengkeram kehidupan mereka dengan begitu kuat.

    Jujur saya harus bilang kalau membaca sepuluh halaman pertama buku ini sudah membuat saya ingin meletakkannya kembali. Pengin DNF aja rasanya, tapi akhirnya saya berusaha untuk baca hingga akhir dan sayangnya saya tetap kurang suka.


  5. Review Novel: Enigma - Yudhi Herwibowo

    Thursday, January 28, 2016

    EnigmaEnigma by Yudhi Herwibowo
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Enigma
    Penulis: Yudhi Herwibowo
    Penerbit: Grasindo
    Halaman: 224 halaman
    Terbitan: September 2013

    Kisah ini memang tentang mereka berlima...
    Dan satu di antara mereka,
    menyimpan rahasia yang menakutkan...
    ...ia dapat melihat jalan hidup yang lainnya! 

    Kelimanya kerap duduk bersama di bawah sebuah pohon besar yang ada di sebuah warung lotek di dekat Kanisius, Yogyakarta. Tanpa pernah saling mengetahui, ternyata mereka menyimpan rahasia masing-masing.

    Hasha adalah seorang penulis yang lebih banyak diam. Ia suka bicara pada lilin-lilin dalam temaram. Saat kuliah ia sebenarnya memendam perasaannya pada Isara.

    Isara, perempuan satu-satunya semenjak Kurani pindah. Ia seperti membalas perasaan Hasha. Namun sebelum sempat ia mengungkapkannya, ia tiba-tiba menjauh dari laki-laki itu. Setelah lulus, ia bahkan memilih menikah dengan Patta.

    Patta, merupakan laki-laki ideal bagi semua perempuan. Pintar, menarik dan berkarier cemerlang. Sepanjang hidupnya, ia hanya pernah mencintai satu orang perempuan, Isara.

    Chang, atau Indiray, merupakan sosok yang ingin menghapus masa lalunya. Ia telah menemukan sebuah tempat yang selama ini dicarinya. Namun ia selalu teringat pada sahabat-sahabat masa lalunya, terutama Hasha.

    Goza, sosok yang selalu dapat mencairkan suasana dengan joke-joke-nya. Namun sebenarnya merupakan bedebah di antara kelimanya. Kelak ia memilih jalan paling mengerikan: menjadi pembunuh bayaran.

    Review

    Secara arti kata, 'enigma' berarti teka-teki atau sesuatu yang misterius. Hal itulah yang memang diusung oleh buku ini. Sebuah teka-teki tentang kehidupan lima orang: Hasha, Isara, Patta, Chang, dan Goza. Semula 'mantan teman semasa kuliah' adalah satu-satunya hal yang menghubungkan mereka, tapi perlahan-lahan penulis membuka lembar demi lembar hubungan lain yang lebih dalam dari itu.


  6. Follow Your Passion: Be a WriterFollow Your Passion: Be a Writer by Dr. Saifur Rohman
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Follow Your Passion: Be a Writer
    Penulis: Dr. Saifur Rohman
    Penerbit: Penerbit Grasindo
    Halaman: 152 halaman
    Terbitan: April 2014

    Ikutilah kata hati Anda, sebab hasrat atau passion itu akan memberikan energi yang besar untuk setiap tindakan yang Anda pilih. Jika passion mengatakan bahwa Anda harus jadi penulis:
    LAKUKANLAH TANPA RAGU!

    Siapa bilang profesi penulis itu tidak menjanjikan?
    SIapa bilang jadi penulis itu berarti siap miskin?
    Sebaliknya, jika Anda digerakkan oleh passion, menulis pun akan jadi lumbung uang Anda.

    Tidak perlu ragu. Temukan tuntunan dan panduan yang praktis, mencakup seluruh bidang penulisan di buku ini. Selain memaparkan berbagai tips di berbagai jenis tulisan, buku ini juga menuntun Anda untuk menjajagi berbagai profesi yang berkaitan dengan kepenulisan. Tunggu apa lagi: FOLLOW YOUR PASSION : BE A WRITER

    Review

    Buku ini bisa dibilang jenis buku yang beda dari buku-buku tentang menulis yang pernah kubaca. Biasanya buku tentang menulis yang kubaca lebih membahas teknik dalam menulis, seperti: latar, penokohan, dialog, dsb. Yah, kebetulan yang saya baca memang kebanyakan untuk menulis fiksi.

    Buku ini lebih banyak membahas tentang soft skill dalam menulis, seperti: pentingnya tenggat waktu, kenapa tidak baik menulis bergantung pada mood, sampai ke peluang kerja yang ada dalam dunia kepenulisan. Apakah ada bagian yang membahas tentang teknik menulis? Ada, tapi tidak detail, karena hal itu tampaknya tidak menjadi tujuan buku ini.

    Btw, untuk teknik menulis, bagian "jangan gunakan metafora lapuk" paling membekas buat saya, karena... lucu. Saran si penulis di sini adalah: gunakan metafora yang lebih baru, yang bisa didapatkan dari kehidupan sehari-hari. Contohnya: wajahnya menyegarkan seperti rujak di siang hari atau seperti minum Coca Cola, wajahnya mengingatkan aku pada rasa soto yang tidak membuatku bosan, sorot matanya yang bening itu seperti kristal, kulitnya sehalus boneka manekin. (hal. 107).

    Seriously? Mungkin untuk komedi, kali ya.

    Typo di buku ini minta ampun banyaknya. Ada huruf yang hilang, tertukar, atau tergabung dengan kalimat berikutnya. Lalu di salah satu bab ada tulisan: Foto-foto di bawah ini merupakan contoh ruang untuk artikel populer (hal. 55), tapi kemudian sama sekali tidak ada foto yang dimuat. Awalnya kukira ini masalah karena versi yang kubaca adalah e-book, tapi melihat ulasan lain, sepertinya masalah ini juga ada di buku cetaknya.

    Secara keseluruhan, buku ini 2 bintang untuk saya. Pembahasannya ringan dan memberikan sudut pandang baru untuk buku tentang menulis. Isinya juga dibagi menjadi poin-poin yang memudahkan orang untuk membaca buku ini. Saya juga suka dengan info proses penerbitan buku di Grasindo yang ada di akhir buku. Sayangnya buku ini terkesan berantakan untuk saya karena typo-nya yang terlalu banyak.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reads Reading Challenge


    View all my reviews

  7. Parahyangan 147Parahyangan 147 by Mita Miranti
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Parahyangan 147
    Penulis: Mita Miranti, Moemoe Rizal, Rezza Brahma, Tita Rosianti, Bisma Dwibangga
    Penerbit: Grasindo
    Halaman: 249 halaman
    Terbitan: 29 Desember 2014

    Apartemen Parahyangan 147, cara baru berkehidupan harmonis karena dilengkapi perlindungan paling kokoh untuk menghadapi segala kesulitan Anda. Cocok bagi Anda yang meninggalkan ibukota demi kehidupan baru penuh skandal, merencanakan keturunan, hingga berbagi kisah di dalam lift bersama orang asing. Atau bagi Anda profesional muda yang aktif, memiliki ketegaran yang tinggi meski terjebak di tempat publik dalam balutan handuk semata.

    Kami juga menawarkan nuansa yang mendukung untuk semua karakter yang hidup dari tulisan-tulisan Anda. Dilengkapi fasilitas canggih yang dapat membantu Anda membunuh diri atau melahirkan kehidupan baru. Bahkan, Anda bisa tinggal bersama majikan Anda, menggoyang-goyangkan ekor di sepanjang koridor, atau menjulurkan lidah seraya menyaksikan kehidupan majikan Anda yang berada di ambang perpecahan.

    Tunggu apa lagi! Segera dapatkan unit terbaik dan mulai kisah hidup Anda yang memukai di sini!

    Review

    Kumpulan cerita (novelet?) dari 5 orang penulis. Seluruh cerita memiliki satu benang merah: Apartemen Parahyangan 147 yang super canggih, serta kota Bandung yang terserang badai hingga mengurung para penghuni apartemen di dalam bangunan itu.

    Unit 1032 - Mita Miranti

    Cerita ini berkisah tentang Fira, penghuni unit 1032 yang baru saja bertengkar dengan suaminya, hingga pria itu pergi dan belum kembali selama beberapa hari terakhir.

    Saat bencana mulai menyerang, Fira terjebak di dalam lift bersama Danur, seorang pria yang tidak dia kenal. Di dalam lift itulah mereka saling curhat tentang keadaan masing-masing.

    Ceritanya manis dan saya suka dengan akhir ceritanya. Cuma ceritanya agak terlalu pendek nih. Jadi ingat Perfect Mess (review di sini) pas baca ini.

    Unit 808 - Moemoe Rizal

    Bercerita tentang Kevin, seorang fotografer bertubuh oke punya. Dia terjebak di luar kamarnya saat terjadi pemadaman listrik karena badai. Akibatnya, dia tidak bisa masuk karena kunci elektronik tidak bisa digunakan. Yang lebih parahnya lagi: dia hanya mengenakan selembar handuk.

    Ngakak dari awal sampai akhir baca cerita ini. Yah, coba bayangin nasib si Kevin yang hanya pakai selembar handuk, terus harus naik turun tangga darurat untuk mencari bantuan. Ceritanya agak-agak nude content gitu, jadi pastikan sudah cukup umur yah. *halah.

    Genre cerita ini bukan komedi loh, tapi horor komedi. Iya, horor. Dan bagian horornya sempat bikin saya deg-degan. Sayang akhir ceritanya saya kurang gitu suka ._.

    P.s: pembaca, bersiap-siaplah dipanggil Om di sepanjang cerita ini.

    Unit 1020 - Rezza Brahma

    My least favorite story. Sorry.

    Sebenarnya cerita ini metafiksi yang menarik, tapi juga membingungkan dan agak membosankan. Jadi, novelet ini bercerita tentang Kim, seorang wanita asing yang pindah ke Indonesia karena mengikuti keluarganya. Narasi Kim seluruhnya menggunakan bahasa Inggris, karena dia orang asing dan belum lancar berbahasa Indonesia. Yeah, ceritanya didominasi bahasa Inggris di sini.

    Diceritakan bahwa Kim ini sedang menulis sebuah cerita, tapi dia masih bingung mau menulis tentang apa. Nah, saya tidak tahu apakah ini disengaja atau tidak, tapi saya merasa penulis novelet ini juga sebenarnya bingung mau nulis apaan. Ceritanya terlalu mbulet, kebanyakan karakter, dan penuh dengan ketidakjelasan.

    Lalu di bagian akhir, ada satu bagian meta lagi. Sewaktu Aldy, karakter selain Kim, mengumpulkan sebuah cerpen pada editornya, kemudian editornya bilang kalau cerita Aldy melenceng dari tema 'hari raya di Indonesia' yang ditetapkan untuk proyek buku antologi mereka. Hal itu juga yang saya rasakan dari cerita ini: "melenceng" dari tema 'apartemen' (lebih ke arah setting tempat tidak sedominan empat cerita lainnya, sih).

    Unit 701 - Tita Rosianti

    Cerita terfavorit saya di buku ini. Saya sampai baca ulang 3 kali dan masih aja tetap ngakak pas baca.

    Cerita ini masih berhubungan dengan ceritanya Om Moemoe Rizal. Salah satu karakter di 'Unit 808' muncul lagi di sini sebagai kameo. Ceritanya sendiri tentang Mira yang menginap di apartemen sepupunya yang sedang pergi ke Singapura.

    Mira baru saja ditinggal nikah pacarnya. Hal ini membuat dia malu dan sedih sampai dia berpikir untuk bunuh diri. Nah, berbagai kekonyolan usaha bunuh diri Mira ini malah berujung pada dia menolong seorang ibu yang akan melahirkan.

    Cerita yang sangat menghibur dari awal hingga akhir. Hanya saja catatan kaki humor ala Gege Mengejar Cinta mungkin tidak diperlukan di sini. Terasa berusaha terlalu keras soalnya.

    Unit 525 - Bisma Dwibangga

    Cerita yang menjadi penutup buku ini. Dibukanya justru dengan adegan yang menampilkan masa depan setelah badai berlalu.

    Ceritanya mengambil sudut pandang seekor anjing yang menyaksikan kejatuhan tuannya. Howie, si anjing, menyaksikan bagaimana pemiliknya bangkrut, ditinggal oleh istrinya, kemudian terjebak di Apartemen Parahyangan 147 akibat badai.

    Saya agak kurang sreg dengan narasinya yang terkesan terjemahan super formal. Karakter-karakternya bahkan saling menyebut satu sama lain dengan panggilan Tuan dan Nyonya di dalam dialog. Tapi, secara keseluruhan, saya suka dengan cerita tentang seekor anjing dan tuannya ini. Apalagi bagian akhirnya :').

    Secara keseluruhan: "Parahyangan 147" ini menampilkan ragam cerita yang kaya. Ada yang "nonjok" banget buat saya, ada juga yang tidak. Yah, selayaknya kumpulan ceritalah.

    Saya rekomendasikan untuk para pembaca yang mencari sebuah hunian penuh warna, canda tawa, serta air mata (juga air hujan).

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reads Reading Challenge


    View all my reviews

  8. Interval

    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Interval
    Penulis: Nay Sharaya & Dion Sagirang
    Penerbit: Grasindo
    Halaman: 280 halaman
    Terbitan: Januari 2015

    Interval sendiri menceritakan sebuah keluarga yang bermasalah yang mengakibatkan pembangkangan dari kedua anak. Anna, si gadis dengan kemampuan atletik yang mengagumkan, merasa perlu untuk merebut semua prestasi yang kakaknya pernah capai. Salah satunya adalah menjadi juara di bidang matematika. Karena itulah Anna mencoba bergabung di Math Club. Sayang hasilnya tidak seperti yang gadis itu inginkan. Anna tidak putus asa dan mencoba membujuk Pak Dante, guru matematika yang masih muda dan genius, untuk menjadi guru privatnya. Tidak Anna sangka, dia justru menemukan sisi lain yang lebih berbahaya dari gurunya itu.

    Erash, si anak tertua, memilih jalan membangkang yang lain dari Anna. Dia menjadi murid bengal yang suka bolos dan cari gara-gara dengan gurunya. Tapi saat Anna terlibat masalah, Erash harus memutuskan. Apakah dia harus mulai peduli pada adiknya yang membencinya, atau tetap mengabaikan gadis itu?

    Review


    Terima kasih untuk Mas Dion dan Mbak Nay yang sudah menawari saya untuk mengulas buku ini. Senang sekali rasanya bisa baca novel yang unik ini. Kenapa unik? Karena rasanya sedang membaca 2 novela yang membentuk sebuah novel, bukan 2 buah novela berbeda yang kemudian hanya memiliki kesamaan tema. Keunikan lainnya ada di penataan bukunya. Kedua ceritanya dibuat berbeda posisi, sehingga pembaca bebas menentukan mau mulai dari sisi mana dulu.

    Bagian tengah bukunya jadi kayak gini:


    Kalau kovernya "dilepas" bakal jadi gini

    Sumber gambar: FB Dion Sagirang

    Jujur walau sepertinya terlihat pembaca dibebaskan untuk mulai dari mana, menurut saya cerita akan lebih mudah dipahami kalau dimulai dari bagian Mbak Nay dulu. Apa mungkin karena itu di bagian kovernya Mas Dion diletakkan data penerbit dan barcode?

    Gaya bercerita kedua penulis juga tampak lain sekali. Gaya bercerita Mbak Nay terasa lebih remaja dan "langsung" untuk saya, sementara gaya bercerita Mas Dion lebih cocok untuk novel dewasa rasanya. Ada beberapa penggunaan kata yang membuat saya harus lihat kamus, serta beberapa bagian yang terasa berbunga, seperti yang biasanya ada di novel romans.

    Saya sebenarnya berharap cerita ini bakal ditulis lebih panjang. Bagian cerita Anna dan Pak Dante terasa belum selesai untuk saya. Harusnya bisa dibuat beberapa bab lagi untuk menyimpulkan bagian mereka.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan novel ini. Karakter dan plotnya oke. Gaya bercerita kedua penulis juga terasa mengalir untuk saya. Saya juga suka dengan konsep baru yang ditawarkan oleh Grasindo. Semoga ke depannya akan ada konsep seperti ini lagi dari penerbitnya :D.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge

    View all my reviews

  9. MetropolisMetropolis by Windry Ramadhina
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Metropolis
    Penulis: Windry Ramadhina
    Penerbit: Grasindo
    Halaman: 331 halaman
    Terbitan: April 2009

    Sindikat 12, dua belas kelompok yang menguasai perdagangan narkotika di ibukota. Selama bertahun-tahun mereka berkuasa, tapi kini satu per satu ketuanya mati terbunuh.

    Bram, seorang inspektur dari Sat Reserse Narkotika Polda Metro Jaya. Ayahnya, seorang pecandu narkoba, mati dibunuh oleh pengedar karena tidak mampu membayar utangnya.

    Menyelidiki kematian para ketua Sindikat 12, Bram perlahan-lahan menelusuri masa lalu kelompok itu dan orang-orang di baliknya.

    Review

    Nemu buku ini di Kompas Gramedia Fair Surabaya. Sudah lama pengin baca novel ini. Untung berjodoh dengannya di KGF lalu ^^.

    Gaya penceritaannya asik banget. Terasa seru dan ada banyak lapisan yang membuat saya penasaran dan susah melepas novel ini.

    Karakter-karakternya juga menarik. Bram diceritakan sebagai seorang polisi yang mau kompromi untuk memperoleh tujuan lain. Bukan tujuan yang bersifat untuk kepentingan sendiri, tapi yang bisa membuatnya maju selangkah untuk mendapatkan hasil akhir dari kasus-kasusnya. Salah satu contohnya, dia mau memberikan bukti transaksi narkotika Ferry Saada, anak Leo Saada, salah seorang ketua Sindiat 12, demi mendapatkan bantuan Ferry untuk mengejar pelaku pembunuhan ketua Sindiat 12.

    Karakter yang lain seperti Erik, bawahan Bram yang gaya penyelidikannya bertolak belakang dari Bram, serta Miaa, perempuan misterius yang juga mengejar pelaku pembunuhan Sindikat 12, juga menarik.

    Salut untuk Windry Ramadhina yang sukses membangun atmosfir cerita yang seru dan membuat saya percaya kalau dia melakukan banyak riset untuk novel ini.

    Walau begitu, masih ada beberapa kekurangan, seperti penggunaan pangkat kepolisian yang agak salah (seperti yang ditulis salah satu reviewer di Goodreads), serta kenapa Aretha, wanita yang membantu perputaran uang Sindikat 12, mau repot-repot membantu dalang pembunuhan itu.

    Terlepas dari kekurangannya, saya tetap suka sama novel ini dan berharap Windry Ramadhina akan menulis novel bergenre serupa di masa depan.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2014 New Authors Reading Challenge


    View all my reviews