Rss Feed
  1. Penjelajah Antariksa: Sekoci Penyelamat AntariksaPenjelajah Antariksa: Sekoci Penyelamat Antariksa by Djokolelono
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Penjelajah Antariksa: Sekoci Penyelamat Antariksa
    Penulis: Djokolelono
    Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
    Halaman: 189 halaman
    Terbitan: Oktober 2015

    Ribuan tahun dari sekarang, Terra atau Bumi yang manusia tempati telah tiada akibat perang. Penduduk Terra berpencar mencari planet yang bisa mereka tinggali. Satu janji mereka, “Jangan tempati planet yang sudah berpenduduk. Jangan lagi berperang. Sudah cukup.”

    Namun, manusia memang serakah. Satu koloni manusia membuat perserikatan besar yang bermaksud menguasai antariksa. Mereka menyerang satu planet kecil bernama Poa serta menculik seorang anak jenius dan adik perempuannya dari sana.

    Kini, Veta, si bocah jenius, harus menciptakan alat perang maha dahsyat. Jika menolak, Stri, adiknya, akan dibinasakan. Sambil membuat alat itu, Veta dan Stri mencari cara untuk menyelamatkan diri.

    Sementara itu, saudara-saudara mereka yang lain, Vied dan Raz ikut bertualang di antariksa mencari mereka. Tak disangka, keempat anak ini pun terlibat dalam intrik perang antarbintang paling dahsyat dalam peradaban.

    Review

    "Penjelajah Antariksa: Sekoci Penyelamat Antariksa" adalah buku ke-2 dari serial "Penjelajah Antariksa". Setelah pertempuran di Planet Poa berakhir, Vied bersama kakeknya; adik perempuannya, Raz; serta Cette, si buronan Planet Poa; mengarungi antariksa. Tujuan mereka hanya satu: menyelamatkan Veta dan Stri, kedua adik Vied, yang dibawa pergi oleh pasukan Terra yang menyerang Poa.

    Kalau di buku pertamanya saya bilang bahwa tokoh-tokohnya kurang berkepribadian, di buku ini hal tersebut sudah mulai diperbaiki. Para karakternya mulai keluar dari area hitam-putihnya.

    Plot ceritanya juga semakin seru dengan usaha pemberontakan dalam tubuh Terra yang sedang disiapkan. Planet tempat Vied berada juga menarik, walau belum ada penjelasan yang lebih lengkap tentang planet tersebut.

    Secara keseluruhan, ceritanya tambah bikin penasaran. Jadi pengin beli buku ketiga dan keempatnya.


    View all my reviews

  2. Review Kumcer: Benteng Kasih - Mira W.

    Wednesday, December 16, 2015

    Benteng KasihBenteng Kasih by Mira W.
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Benteng Kasih
    Penulis: Mira W.
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 351 halaman
    Terbitan: Juni 2007

    Apa yang harus Anda lakukan jika suatu hari, pengasuh setia anak Anda didiagnosis menderita penyakit TBC? Padahal anak Anda siang-malam diasuh olehnya dan dia telah bekerja bahkan sebelum anak itu lahir! Tegakah Anda memecatnya dan mengembalikannya ke tempat dari mana dia datang? Masalahnya menjadi lebih rumit ketika anak yang diasuhnya tidak mau dipisahkan sama sekali....

    Pada bulan Maret 1975, cerpen Mira W. yang pertama dimuat di Majalah Femina. Kumpulan cerpen ini adalah rangkuman tiga puluh cerpen terbaiknya selama tiga puluh tahun menulis.

    Review

    "Benteng Kasih" adalah kumpulan cerita pendek oleh Mira W., penulis roman yang karyanya telah begitu banyak dan lama berlalu-lalang di Indonesia. Di buku ini, terdapat 30 cerpen yang dikumpulkan selama 30 tahun sang penulis berkarya.

    Cerita-ceritanya sangat khas Mira W. Sang penulis banyak mengangkat tema-tema dalam hidup: tentang cinta, rumah tangga, kehidupan sosial, masalah masa lalu, hingga kesempatan kedua.

    Saya sempat menyebut buku ini sebagai 'kumpulan ide novel bagi penulis', karena begitulah yang saya rasakan dari banyak cerpen di buku ini. Cerita-ceritanya punya karakter, drama, serta potensi pengembangan yang luas. Hal ini membuat cerpen-cerpen yang ada memberikan banyak ruang imajinasi bagi pembaca, tapi di sisi lain, juga membuat cerita-ceritanya kadang terasa belum selesai.

    Beberapa cerita yang jadi favorit saya:

    1. Benteng Kasih
    Tentang seorang ibu yang pusing karena anaknya tidak bisa lepas dari pengasuhnya. Padahal sang pengasuh sedang menderita TBC dan harus dijauhkan agar sang anak tidak tertular.

    2. Nilai Cinta
    Tentang seorang istri yang tidak bisa lagi mencintai suami dan anak tirinya setelah anak kandungnya meninggal.

    3. Setetes Darah Sekuntum Cinta
    Tentang seorang dokter yang mengalami dilema: haruskah dia menyelamatkan sang pencuri yang membuat istrinya keguguran? Padahal ini mungkin kesempatan sang istri untuk hamil dan dia sangat menginginkan anak kandung dari istrinya.

    4. Pengakuan
    Tentang seorang pengasuh yang sangat mencintai anak majikannya yang dia jaga. Kedatangan seorang perempuan yang mungkin akan menjadi istri baru majikannya membuat dirinya merasa terancam.

    5. Mekar Menjelang Malam
    Tentang Dokter Prapti, seorang dokter, ibu, dan nenek, yang bertemu kembali dengan pria dari masa lalunya. Saat sang pria melamarnya, Dokter Prapti justru ditentang oleh anaknya sendiri yang mempertanyakan motif pria itu.

    6. Pijar-Pijar Harapan
    Tentang Wiwiek, seorang perempuan yang mengorbankan hidupnya untuk menjaga dan membesarkan adiknya. Saat seorang perempuan kembali berusaha masuk dalam kehidupan sang adik, Wiwiek mereasa bahwa dia tidak punya tempat lagi di rumah yang selama ini diami.

    7. Lepra
    Tentang Arista, seorang istri dan ibu yang didiagnosis menderita lepra, penyakit yang tidak lagi mematikan, tapi tetap membawa perubahan dalam hidupnya.

    8. Bagai Kasih yang Tersisa
    Saat remaja, orang yang begitu Menuk sukai direbut oleh adiknya sendiri. Hal ini membuat Menuk menikahi pria yang dicampakkan oleh sang adik. Puluhan tahun kemudian, pria yang Menuk sukai kembali masuk dalam hidupnya, tepat saat dia merasa jenuh dengan kehidupan rumah tangganya.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan kumpulan cerpen ini. Sayang tidak ada tanggal penulisan/terbit sebelumnya dalam cerita-ceritanya, sehingga sulit bagi saya untuk menebak kapan cerita ini ditulis dan oleh siapa. Oleh Mira W. pada awal karir kepenulisannya, ataukah saat yang bersangkutan sudah lebih berpengalaman.


    View all my reviews

  3. Utara dan Selatan (Everna Saga)Utara dan Selatan by Andry Chang
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Utara dan Selatan
    Penulis: Andry Chang, Rickman Roedavan, Alexia Chen, Ambu Dian, Dya Ragil, Ahmad Sufiatur Rahman, Shin Elqi, Anggi Mardina Suwindar
    Penerbit: Kalimaya Publisher
    Halaman: 264 halaman
                                       Terbitan: Oktober 2015

    Di utara maupun selatan Everna
    banyak kisah dan legenda menjadi sejarah.

    Di utara, seorang gadis kecil berjuang melawan
    udara dingin membekukan demi hidupnya.
    Di selatan, seorang dermawan merelakan harta
    demi membangun kembali negerinya.

    Seorang musafir datang dari utara ke selatan,
    membimbing empat saudara melewati bahaya.
    Seorang pemuda datang dari selatan ke utara,
    mengobarkan kesejatian semangat olahraga.

    Hingga terangkailah sepuluh kisah abadi
    dari Terra Everna, cerminan Bumi.

    Review

    "Utara dan Selatan" adalah kumpulan cerita pendek dari dunia fantasi Everna. 'Everna adalah sebuah dunia fantasi paralel yang dikembangkan oleh Andry Chang. Semula bernama Terra Eternia, dunia rekaan ini dibuat secara mendetil dan semirip mungkin dengan Planet Bumi.' (hal. ix). "Utara dan Selatan" mengambil tiga zaman pada dunia Everna, yakni: zaman sihir, zaman mesin, dan zaman modern.

    Buku ini merupakan buku yang saya beli dari Andry Chang. Mumpung dapat ongkir gratis karena akan dikirimkan "Hikayat Tiga Zaman".

    Kalau HTZ mengangkat cerita yang gelap dan berdarah, maka "Utara dan Selatan" ini mengambil pendekatan yang lebih bersahabat. Cerita-ceritanya lebih ke arah imut dan bersih dengan tema yang cocok untuk pembaca usia muda.

    Beberapa cerita yang jadi kesukaan saya:


  4. Hikayat Tiga Zaman (Everna Saga)Hikayat Tiga Zaman by Andry Chang
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Hikayat Tiga Zaman
    Penulis:  Andry Chang, Ashara, Wiendi Lauwinder, Heru Zainurma, Anjar Adityatsu, Ahmad Sufiatur Rahman, Kayzerotaku, Arieska Arief , Dini Afiandri
    Penerbit: Kalimaya Publisher
                                       Halaman: 246 halaman
                                       Terbitan: Oktober 2015

    SIHIR. MESIN. MODERN.
    Tiga dari serentetan zaman di Terra Everna.
    Setelah peradaban terbentuk, sebelum penjelajahan antariksa.
    Meski perbedaan tiga zaman ini kentara, ada beberapa kesamaan.
    Terjadi banyak pergolakan yang mengancam kelangsungan dunia.
    Munculnya para pahlawan dalam rentetan sejarah dan legenda.
    Juga kisah-kisah sejarah yang di dunia lain hanya dongeng belaka.
    Tak terhitung keajaiban yang tercipta, darah yang tertumpah.
    Berapa benak yang tercerahkan, berapa hati yang berubah.
    Semua demi kelangsungan kehidupan di dunia.
    Melalui tiga zaman di Terra Everna.

    Review

    "Hikayat Tiga Zaman" adalah kumpulan cerpen dari dunia fantasi Everna. 'Everna adalah sebuah dunia fantasi paralel yang dikembangkan oleh Andry Chang. Semula bernama Terra Eternia, dunia rekaan ini dibuat secara mendetil dan semirip mungkin dengan Planet Bumi.' (hal. x). HTZ sendiri mengambil tiga zaman pada dunia Everna, yakni: zaman sihir, zaman mesin, dan zaman modern.

    Buku ini merupakan hadiah dari Andry Chang, sang penjaga hikayat Terra Everna, karena cerita saya terpilih sebagai cerita terfavorit lomba bulanan di grup Kastil Fantasi. Terima kasih banyak, yah :D.

    Satu kesulitan dalam menyusun sebuah antologi adalah bagaimana menjaga agar setiap cerita bisa memiliki rasa yang sama, sekaligus unik satu sama lain sehingga tidak membosankan pembacanya. Hal ini saya rasa telah dilakukan dengan baik dalam antologi 'Hikayat Tiga Zaman' ini. Ada beragam tema cerita, mulai dari romans, petualangan, aksi, hingga anak-anak, tapi semuanya punya suatu rasa yang padu. Sedikit terasa gelap dan fokus pada aksi.

    Saya akan memberi komentar singkat pada beberapa cerita yang menarik untuk saya.


  5. Review Novel: Sparkle - Eve Shi

    Friday, December 4, 2015

    SparkleSparkle by Eve Shi
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Sparkle
    Penulis: Eve Shi
    Penerbit: Noura Books
    Halaman: 276 halaman
    Terbitan: November 2014

    Sparkle! Grup idola baru di dunia hiburan. Cantik. Sempurna. Suara indah. Tarian memikat. Dipuja. Disayangi. Idola yang dicintai para fans. Inilah impian para personilnya.

    Namun, ada harga yang harus dibayar. Semua tindakan dinilai. Semua penampilan diperhatikan. Keriangan dan teror bersatu. Diberi banyak cinta, tetapi tak boleh balik mencintai. Karena sang idola tak bisa dimiliki siapa pun.

    Sampai kapan mereka bertahan?

    Review

    "Sparkle" bercerita tentang 'Sparkle', grup idola baru yang terdiri dari 16 orang. Novel kali ini mengambil sudut pandang dua orang anggota grup tersebut: Rosalie, gadis yang mengejar impiannya sebagai penghibur lewat grup itu, tapi sama sekali tidak mendapat dukungan dari orang tuanya. Belum lagi adanya seorang stalker yang membahayakan dirinya. Ada juga Devyn, sahabat Rosalie, yang merasa kesal karena dirinya tidak sepopuler anggota yang lain. Dia bahkan satu-satunya anggota 'Sparkle' yang belum punya fanbase.

    Cerita pada novel ini bergerak pada bagaimana perjuangan 'Sparkle' dipandang sebelah mata karena dianggap 'menjiplak' grup lain yang sudah ada, serta perjuangan pribadi para anggotanya.

    Pas pertama buka plastik segelnya, saya cuma berencana untuk membaca sebentar novel ini. Soalnya ada novel lain lagi yang harus dibaca untuk keperluan review. Eh, ternyata ceritanya seru banget dan jadi keterusan.

    Grup 'Sparkle' ini sepertinya mengambil JKT48 sebagai basisnya. Kelihatan dari jumlah anggotanya (walau JKT kayaknya lebih banyak deh pas awal, tapi repot kali yah kalau menulis karakter lebih dari ini), aturan anti-pacaran, sampai ke teater sendiri. Di dalam cerita juga sempat dibahas tentang grup idola lain yang sudah ada lebih dulu dan lebih matang dari 'Sparkle'. Oh, iya, di kover depan juga ada endorsement dari Diasta Priswarini, mantan anggota JKT48.

    Saya suka banget dengan cara penulisnya mengolah cerita dan karakter-karakternya. Ceritanya terfokus dengan baik pada Rosalie dan Devyn, kemudian ada sentuhan manis pada kepribadian beberapa anggota lain, seperti Fiona, Bianca, atau Chanti. Penulisnya juga memberi bagian pada beberapa anggota lain dengan porsi yang pas, tidak terlalu banyak sehingga tidak membuat cerita terlalu ramai.

    Yang agak kurang buatku mungkin di bagian stalker-nya si Rosalie. Rasanya kurang menggigit dan kurang mencekam aja. Bagian akhir ceritanya Rosalie juga terasa so-so buatku. Lalu masih ada beberapa bagian yang masih terasa menggantung. Mungkin penulisnya memang ada rencana untuk membuat serial 'Sparkle' ini.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan novel ini. Ceritanya bikin penasaran dan penggambaran grup idolanya realistis banget. Kalau memang ada kelanjutannya, saya sih maunya si Fiona dan Bianca yang dibahas.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge


    View all my reviews

  6. Kusala Sastra Khatulistiwa (yang dulu bernama Khatulistiwa Literary Award) adalah penghargaan di bidang sastra Indonesia yang digagas oeh Richard Oh dan Takeshi Ichiki.

    "Sejak awal pendirian, Kusala Sastra Khatulistiwa dirancang sebagai sebuah anugerah sastra dari komunitas sastra untuk para penulis. Oleh karena itu, berbagai format penyeleksian dan penentuan dikembangkan agar Kusala Sastra Khatulistiwa tetap bertahan sebagai sebuah anugerah yang mencerminkan kehendak kebanyakan orang dalam komunitas sastra." (dari situs http://www.kusalasastrakhatulistiwa.com/tentang/)

    Yup, sudah waktunya kita menyambut 5 besar KSK 2015. Ada dua kategori pada tahun ini. Kategori Prosa dan Kategori Puisi. Tahun ini, entah kenapa, sangat sulit mendapatkan informasi tentang nominasi penghargaan ini. Untungnya ada utas di Goodreads yang membahas ini.

    Lima Besar Kusala Sastra Khatulistiwa ke 15:

  7. Read that To-Read: Dua Saja Cukup

    Friday, November 20, 2015

    Hai, selamat November semuanya. Tidak terasa 2015 itu sisa bulan ini dan bulan depan saja. Waktu berlalu dengan cepat, yah.

    Sebenarnya sudah agak telat sih untuk menulis tentang buku yang ingin dibaca bulan ini, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, kan?

    Di bulan Oktober, saya memasukkan empat buku untuk dibaca pada bulan itu, tapi akhirnya saya hanya bisa baca tiga di antaranya. Sebagai gantinya, ada satu buku tebal tambahan yang sempat saya baca bulan lalu.