Rss Feed
  1. Aruna & LidahnyaAruna & Lidahnya by Laksmi Pamuntjak
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Aruna & Lidahnya
    Penulis: Laksmi Pamuntjak
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 432 halaman
    Terbitan: November 2014

    Aruna Rai, 35 tahun, belum menikah. Pekerjaan: Epidemiologist (Ahli Wabah), Spesialisasi: Flu Unggas. Obsesi: Makanan.

    Bono, 30 tahun, terlalu sibuk untuk menikah. Pekerjaan: Chef. Spesialisasi: Nouvelle Cuisine. Obsesi: Makanan.

    Nadezhda Azhari: 33 tahun, emoh menikah. Pekerjaan: Penulis. Spesialisasi: Perjalanan dan Makanan. Obsesi: Makanan.

    Ketika Aruna ditugasi menyelidiki kasus flu unggas yang terjadi secara serentak di delapan kota seputar Indonesia, ia memakai kesempatan itu untuk mencicipi kekayaan kuliner lokal bersama kedua karibnya. Dalam perjalanan mereka, makanan, politik, agama, sejarah lokal, dan realita sosial tak hanya bertautan dengan korupsi, kolusi, konspirasi, dan misinformasi seputar politik kesehatan masyarakat, namun juga dengan cinta, pertemanan, dan kisah-kisah mengharukan yang mempersatukan sekaligus merayakan perbedaan antarmanusia.

    Review

    Kalau disuruh menyimpulkan novel ini dalam satu kalimat, saya akan tulis: "Cerita tentang Aruna, seorang wanita yang melakukan wisata kuliner sambil menjalankan tugas kantornya untuk menyelidiki masalah flu burung".


  2. Melupakanmu Sekali LagiMelupakanmu Sekali Lagi by Kireina Enno
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Melupakanmu Sekali Lagi
    Penulis: Kireina Enno
    Penerbit: Gagas Media
    Halaman: 244 halaman
    Terbitan: Oktober 2015

    Ini kisah tentang mengingat kenangan dengan hati yang patah.
    Yang menyakitkan, tetapi juga kau rindukan.

    *

    [Arai]
    Bagiku, menemukan kembali seseorang dan cinta bukanlah hal yang mudah.

    [Adda]
    Aku hanya menginginkan seseorang yang menatapku
    seraya berkata, “Demi kau, aku tak akan menyerah.”

    [Karenina]
    Ternyata, cinta saja tak cukup untuk menyatukan mimpi-mimpi yang berbeda.

    **

    Saat hatimu patah, pada akhirnya, jalan satu-satunya adalah menjadi tabah.
    Mungkin saja, suatu hari kau akan menemukan seseorang kembali.
    Namun, pada kisah kali ini, aku akan melupakanmu sekali lagi.

    Review

    "Melupakanmu Sekali Lagi" bercerita tentang Arai, seorang pemuda 25 tahun yang selama ini hanya dibesarkan oleh ibunya dan seorang pria teman ibunya. Penasaran akan sosok sang ayah, Arai memutuskan untuk pergi ke Surabaya dengan membawa beberapa petunjuk yang ibunya simpan selama ini.

    Di kota pahlawan itu, Arai bertemu dengan Adda, seorang gadis yang tengah mencari tantenya untuk urusan warisan. Bersama dengan gadis itu, Arai berusaha menemukan jejak ayahnya.

    Ini novel kedua dari Kireina Enno yang saya baca. Sebelumnya sudah baca "Selamanya Cinta" dan saya lebih suka novel itu daripada "Melupakanmu Sekali Lagi" ini.


  3. 2015 Book Recap - Part 1

    Thursday, December 31, 2015

    Hai, semuanya. Akhirnya kita sampai juga di ujung tahun 2015 ini. Sepanjang tahun ini, di luar dugaan, saya bisa lebih aktif menulis untuk blog ini. Ada banyak buku yang saya baca tahun ini. Ada yang berkesan dan ada juga yang "berkesan". Dan... ini dia. Rekap buku saya sepanjang 2015 ini.


  4. Isinga: Roman PapuaIsinga: Roman Papua by Dorothea Rosa Herliany
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Isinga: Roman Papua
    Penulis: Dorothea Rosa Herliany
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 218 halaman
    Terbitan: Januari 2015

    Selang beberapa hari, Malom datang. Ia minta Irewa pulang. Mama Kame dan Bapa Labobar tak bisa mencegah. Malom adalah suami yang sah. Orangtua Malom sudah membeli Irewa dengan sejumlah babi-babi sebagai mas kawin. Selain itu, Irewa juga seorang yonime, juru damai dua pihak yang bermusuhan. Irewa harus mau untuk kembali ke Hobone. Kembali ke kehidupan sehari-harinya yang berat. Mau atau tidak, ia harus menjalaninya. Tak ada pilihan.

    Kehamilan demi kehamilan, keguguran demi keguguran tidak mengurangi niat Malom untuk terus punya anak. Malom berpikir itu sudah menjadi tugasnya sebagai laki-laki. Tugas yang diminta masyarakat. Suami harus mengawini istri agar menghasilkan anak. Perempuan adalah makhluk yang mendatangkan kesuburan. Anak laki-laki berguna untuk menuntut pengakuan akan tanah dan simbol penerus keturunan. Makin banyak anak laki-laki, makin berharga dan bermartabat. Tanah luas dan keturunan banyak. Anak laki-laki juga berguna agar prajurit mati ada yang menggantikan. Anak perempuan bernilai ekonomi. Perempuan berguna untuk mendapatkan mas kawin dan harta adat (babi).

    Review

    "Isinga: Roman Papua" bercerita tentang Meage, seorang anak dari Aitubu, salah satu suku di Papua, serta Irewa, seorang gadis Aitubu yang merupakan calon istri Meage. Karena suatu peristiwa, Irewa akhirnya harus berpisah dengan Meage dan menikahi pria dari suku lain sebagai lambang perdamaian antar suku.

    Sesuai judulnya, "Isinga" ini memang merupakan sebuah kisah roman. Bukan dalam artian bahwa ini adalah sebuah novel percintaan, tapi lebih ke arah "karangan prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing" (menurut KBBI).


  5. Jika Aku MilikmuJika Aku Milikmu by Bernard Batubara
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Jika Aku Milikmu
    Penulis: Bernard Batubara
    Penerbit: Gagas Media
    Halaman: 265 halaman
    Terbitan: September 2015

    Bisakah cinta tumbuh tanpa keragu-raguan?

    *

    [Sarif]
    Bila suatu ketika cinta datang dan menghampirimu,
    mampukah kau menerima ketidaksempurnaan yang dibawa oleh cinta?

    [Nur]
    Berapa lama yang dibutuhkan untuk mengubah keragu-raguan menjadi cinta?
    Mungkin tidak selama waktu yang diperlukan untuk memupuk luka.

    [Mei]
    Di dalam setiap alunan melodi rindu, ada satu nada yang berbeda.
    Seperti perasaan ganjil tentang cinta yang tidak semestinya—yang saat ini kurasa.

    **
    Jika suatu hari nanti, tiba waktunya kau untuk mencintai,
    bisakah kau memberikan cinta kepada seseorang yang tidak sempurna?

    Review

    Nggak bisa suka sama buku ini. Saya sudah mencoba, oke.


  6. Review Novel: Memori - Windry Ramadhina

    Thursday, December 24, 2015

    MemoriMemori by Windry Ramadhina
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Memori
    Penulis: Windry Ramadhina
    Penerbit: Gagas Media
    Halaman: 312 halaman
    Terbitan: Mei 2012

    Cinta itu egois, sayangku. Dia tak akan mau berbagi.

    Dan seringnya, cinta bisa berubah jadi sesuatu yang jahat. Menyuruhmu berdusta, berkhianat, melepas hal terbaik dalam hidupmu. Kau tidak tahu sebesar apa taruhan yang sedang kau pasang atas nama cinta. Kau tidak tahu kebahagiaan siapa saja yang sedang berada di ujung tanduk saat ini.

    Kau buta dan tuli karena cinta. Kau pikir kau bisa dibuatnya bahagia selamanya. Harusnya kau ingat, tak pernah ada yang abadi di dunia—cinta juga tidak. Sebelum kau berhasil mencegah, semua yang kau miliki terlepas dari genggaman.

    Kau pun terpuruk sendiri, menangisi cinta yang akhirnya memutuskan pergi.

    Review

    Ternyata sampai akhir saya tidak bisa peduli pada tokoh-tokohnya.

    "Memori" bercerita tentang Mahoni, seorang wanita yang bekerja sebagai arsitek di Virginia. Kematian ayahnya membuat Mahoni harus kembali pulang ke Indonesia. Awalnya dia hanya akan pergi selama beberapa hari, tapi suatu hal membuatnya harus tinggal lebih lama dari itu.

    Saat sedang berusaha untuk menyesuaikan diri dengan ritme hidupnya yang baru, Mahoni bertemu kembali dengan Simon, teman masa kuliah yang memiliki tempat khusus di hatinya. Pria itu mengajak Mahoni untuk bergabung dengan studio arsiteknya, MOSS.

    Pertemuan mereka kali ini membawa Mahoni untuk menghadapi masa lalunya sekali lagi, bukan hanya dengan Simon, tapi juga dengan adik tiri yang dia benci dan ibunya yang membuatnya jengah.

    Ini buku ketiga karya Windry Rmadhina yang saya baca. Sebelumnya saya sudah baca Interlude (review) serta "Metropolis" (review), dan buat saya, kedua novel itu lebih bagus dari "Memori" ini.

    Masalah terbesar saya dengan novel ini adalah: saya tidak peduli dengan karakter-karakternya. Apakah saya peduli pada Mahoni, sang architect snob yang susah kompromi, hanya mau mendesain demi idealismneya, sulit menyesuaikan diri dengan klien (tidak heran kalau bukan dia yang dipromosikan di kantor Virginia-nya), dan sepertinya punya bagasi emosi yang berat banget, tapi semacam tidak dieksplorasi dengan dalam? Tidak.

    Apa saya peduli dengan Sigi, sang adik tiri yang dibenci Mahoni, baru saja kehilangan kedua orang tuanya, tidak bisa melakukan pekerjaan rumah seperti membuat teh dengan benar, sepertinya depresi pasca meninggalnya kedua orang tuanya, tapi tiba-tiba saja sudah melalui seluruh tahapan kesedihannya, serta tidak dieksplorasi dengan dalam? Tidak.

    Apa saya peduli pada Mae, sang ibu ratu drama yang hobi mengasihani diri sendiri, digambarkan secara satu dimensi, dan tidak dieksplorasi dengan dalam? Tidak.

    Ini masih ada Sofia dan Simon sebenarnya, tapi jawaban saya sama: tidak. Saya tidak peduli pada mereka.

    Hal yang menarik dari "Memori" ini adalah seluruh pembahasannya tentang dunia arsitektur. Mulai dari berbagai jenis desain, pembahasan singkat tentang pekerjaan lapangan dunia arsitektur, sejarah arsitek, serta berbagai tokoh dan bangunan terkenal dalam dunia arsitek. Walau jujur, saya merasa terpecah mengenai hal ini.

    Seluruh pembahasan yang ada sangat deskriptif dan memberi pengetahuan baru. Tapi di sisi lain, juga memakan ruang yang sebenarnya bisa dipakai untuk pengembangan karakter dan plot, atau menambahkan emosi ke dalam cerita. Juga kadang ada penjelasan yang sifatnya tidak penting-penting amat, seperti:

    "Itu ganti permen mint. Merokok tidak baik untukmu."

    "Ya, oke. Tapi, Ricola?" Simon mencibir.

    "Makan Ricola tidak akan membuatmu jadi gay, Simon," balasku.

    Biar kujelaskan secara singkat. Ricola punya pabrik di Brunstatt, Prancis. Bangunan itu didesain oleh Jacques Herzog dan, menurut rumor yang sesungguhnya tidak bisa dipertanggungjawabkan, arsitek terkenal dari Swiss itu adalah gay. (hal. 281)

    Di antara tumpukan trivia di novel ini, masalah orientasi seksual seorang arsitek terkenal adalah hal paling tidak penting yang saya baca.

    Untuk ceritanya, sesuai arti dua bintang di Goodreads. It was ok. Drama domestiknya tidak terlalu terasa emosinya. Perkembangan hubungan antara Mahoni dengan Sigi juga terasa datar. Setelah peristiwa di stasiun, tidak ada lagi yang menarik di antara mereka. Perkembangan antara Simon dan Mahoni juga terasa biasa saja buat saya, tapi saya cukup suka dengan adu mulut di antara mereka.

    Secara keseluruhan, membaca "Memori" ini membuat saya berpikir bahwa Windry Ramadhina adalah arsitek yang kompeten, tapi sebagai novelis, hal ini baru dibuktikan lewat novelnya yang lain.


    View all my reviews

  7. Penjelajah Antariksa: Sekoci Penyelamat AntariksaPenjelajah Antariksa: Sekoci Penyelamat Antariksa by Djokolelono
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Penjelajah Antariksa: Sekoci Penyelamat Antariksa
    Penulis: Djokolelono
    Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
    Halaman: 189 halaman
    Terbitan: Oktober 2015

    Ribuan tahun dari sekarang, Terra atau Bumi yang manusia tempati telah tiada akibat perang. Penduduk Terra berpencar mencari planet yang bisa mereka tinggali. Satu janji mereka, “Jangan tempati planet yang sudah berpenduduk. Jangan lagi berperang. Sudah cukup.”

    Namun, manusia memang serakah. Satu koloni manusia membuat perserikatan besar yang bermaksud menguasai antariksa. Mereka menyerang satu planet kecil bernama Poa serta menculik seorang anak jenius dan adik perempuannya dari sana.

    Kini, Veta, si bocah jenius, harus menciptakan alat perang maha dahsyat. Jika menolak, Stri, adiknya, akan dibinasakan. Sambil membuat alat itu, Veta dan Stri mencari cara untuk menyelamatkan diri.

    Sementara itu, saudara-saudara mereka yang lain, Vied dan Raz ikut bertualang di antariksa mencari mereka. Tak disangka, keempat anak ini pun terlibat dalam intrik perang antarbintang paling dahsyat dalam peradaban.

    Review

    "Penjelajah Antariksa: Sekoci Penyelamat Antariksa" adalah buku ke-2 dari serial "Penjelajah Antariksa". Setelah pertempuran di Planet Poa berakhir, Vied bersama kakeknya; adik perempuannya, Raz; serta Cette, si buronan Planet Poa; mengarungi antariksa. Tujuan mereka hanya satu: menyelamatkan Veta dan Stri, kedua adik Vied, yang dibawa pergi oleh pasukan Terra yang menyerang Poa.

    Kalau di buku pertamanya saya bilang bahwa tokoh-tokohnya kurang berkepribadian, di buku ini hal tersebut sudah mulai diperbaiki. Para karakternya mulai keluar dari area hitam-putihnya.

    Plot ceritanya juga semakin seru dengan usaha pemberontakan dalam tubuh Terra yang sedang disiapkan. Planet tempat Vied berada juga menarik, walau belum ada penjelasan yang lebih lengkap tentang planet tersebut.

    Secara keseluruhan, ceritanya tambah bikin penasaran. Jadi pengin beli buku ketiga dan keempatnya.


    View all my reviews