Rss Feed
  1. The Horse And His Boy: Kuda Dan Anak Manusia (The Chronicles of Narnia, #3)The Horse And His Boy: Kuda Dan Anak Manusia by C.S. Lewis
    My rating: 4 of 5 stars

    Title: Kuda dan Anak Manusia (The Horse and His Boy)
    Author: C. S. Lewis
    Publisher: PT Gramedia Pustaka Utama
    Number of Pages: 312 halaman
    Published: September 2005

    I've read this book in February and I have written a review in Indonesian, but since I use this book in many international Reading Challenges, I think I should write an English review. Geez, my English review "debt" is piling up :))

    Back in February, I felt a little bit burnt out. I read only several books and it took me very long to finish each of them. This book is no exception. I need a week to finish it.

    I think this book is better than The Silver Chair. It was less boring and the characters and story are more interesting. I also really like the Pevensie family's cameo.

    Overall, I give this book 4/5 for its story, characters, and ending. Now, on to the last book of Narnia series that I haven't read.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 What An Animal Reading Challenge
    - 2013 Finishing the Series Reading Challenge


    View all my reviews


  2. Wishful Wednesday #20

    Wednesday, May 29, 2013

    Hi, hi. Bertemu lagi di Wishful Wednesday. Setelah bolos minggu lalu, kali ini saya akan kembali curcol soal buku yang saya inginkan. Kali ini bukunya adalah:

    Dune
    by: Frank Herbert

    Salah satu buku yang paling dikenal dalam genre sci-fi. Pemenang penghargaan Hugo dan Nebula, dua penghargaan "tertinggi" untuk kategori sci-fi. Sudah lama buku ini ada di daftar to-read saya, tapi belum kesampaian hingga kini.

    Apa buku pilihan kalian minggu ini?

    Ingin tahu soal acara ini? Cek blog hostnya.



  3. Review: I For You - Orizuka

    Tuesday, May 28, 2013

    I For YouI For You by Orizuka
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: I For You
    Penulis: Orizuka
    Penerbit: Gagas Media
    Halaman: 384 halaman
    Terbitan: 31 Maret 2012

    Princessa, sama seperti namanya, adalah seorang tuan putri. Datang dari keluarga kaya, dia tidak pernah sekali pun mengenyam pendidikan "normal" di sekolah, hingga saat dia memutuskan untuk masuk ke SMA biasa.

    Benji, sang pangeran pelindung. Selalu berada di sisi Princessa dan melindungi gadis itu. Terkadang dia merasa dirinya bagaikan sebuah robot. Mungkinkah robot memiliki perasaan?

    Surya, si pandai yang miskin. Setengah mati membenci orang kaya. Apalagi yang manja kayak Princessa.

    Bulan, adik Surya. Selalu tabah dan tegar dalam situasi apapun. sampai seorang pangeran berkuda putih datang dalam hidupnya.

    Hidup keempat orang ini saling berpotongan pada satu titik. Mampukah rasa cinta dan persahabatan menjembatani perbedaan di antara mereka?

    Review

    Buku pertama Orizuka yang saya baca dan (kayaknya) buku pertama Gagas Media yang saya beli. Tepok tangan :D. Selama ini kalau baca bukunya Gagas paling hasil pinjaman atau hasil menang giveaway :))

    Saya cukup suka dengan cerita yang Orizuka bangun. Saya suka atmosfir ceritanya. Saya cukup suka pada karakter-karakternya. Saya juga suka dengan masalah yang Princessa hadapi. Saya baru dengar masalahnya Princessa itu malahan, jadi dapat tambahan pengetahuan.

    Cuma apakah ceritanya benar-benar nonjok? Buat saya enggak juga sih. Ceritanya mengalir dengan baik, tapi yah, hanya sebatas mengalir lewat doang buat saya. Baca satu adegan, ooh, gitu. Udah, stop di sana.

    Bukan berarti bukunya jelek loh ya. Bagus kok dan secara keseluruhan saya rasa saya cukup cocok dengan gaya penulisan Orizuka dan pasti akan membaca karya-karyanya yang lain.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews


  4. Masruri VS The OlympiansMasruri VS The Olympians by Ayuwidya
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Masruri vs. The Olympians
    Penulis: Ayuwidya
    Halaman: 172 halaman
    Penerbit: Kaifa
    Terbitan: 2011

    Bingung nulis sinopsis, jadi kali ini gak ada sinopsis deh :))

    Buku ini bercerita tentang Masruri, seorang putra pengemudi bajaj yang berhasil menjadi seorang juara catur tingkat internasional. Berkat prestasinya di bidang catur, Masruri mendapat lencana penghargaan dari Presiden.

    Saya suka dengan cara penceritaan Ayuwidya di sini. Gaya penceritaannya sederhana dan lucu. Cocok dengan "suara" Masruri yang masih muda di sini.

    Sayang bukunya tidak terlalu menekankan soal pertandingan di Yunani, tempat Masruri memenangi World School Chess Championships. Hanya digambarkan sekilas saja. Yaah, gak perlu partainya dijabarkan panjang lebar sih. Toh ini memang bukan buku catur, tapi dikit aja dan lebih fokus ke suasana mental Masruri gak apa-apa dong.

    Btw, soal WSCC, tahun 2013 ini tim Indonesia berhasil memperoleh 2 medali. Diajeng Theresia Singgih berhasil memperoleh medali perak untuk divisi Putri KU-9, sementara Aay Aisyah Anisa berhasil memperoleh medali perunggu untuk divisi Putri KU-15.


    View all my reviews


  5. Thousand Cranes (Penguin Modern Classics)Thousand Cranes by Yasunari Kawabata
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Thousand Cranes
    Penulis: Yasunari Kawabata
    Penerbit: Penguin Books
    Halaman: 112 halaman
    Terbitan: 2011

    Novel ini dibuka dengan Kikuji, seorang pria muda, yang datang menghadiri upacara minum teh yang diadakan oleh Chikako, seorang wanita yang pernah menjadi simpanan ayahnya. Di acara itu jugalah dia bertemu tiga orang wanita lainnya. Mrs. Ota, yang juga pernah menjadi simpanan ayah Kikuji. Fumiko, anak Mrs. Ota. Serta Miss Inamura, si gadis dengan kain pembungkus bercorak seribu bangau dan gadis yang Mrs. Ota usahakan perjodohannya dengan Kikuji.

    Dari titik itulah kehidupan Kikuji berubah 180 derajat. Kikuji memasuki sebuah dunia lain yang lebih gelap. Sebuah dunia dengan cinta yang tidak seharusnya, rasa bersalah, dosa masa lalu, dan kematian. Semuanya terbalut dalam ritual upacara minum teh.

    Review

    Kenapa, oh, kenapa saya mengambil buku yang menang penghargaan Nobel untuk lomba review bulanan Serapium? Kenapa saya mengambil buku yang sering dijadikan bahasan dalam kancah perliteraturan level universitas seperti ini? Eh tapi, temanya 1001 Buku yang Harus Dibaca Sebelum Mati sih. Bagaimanapun pasti buku-buku "berat" yah.

    Secara karakter sebenarnya novel ini tidak bisa digolongkan berat. Kikuji contohnya. Dia adalah seorang pria dengan ayah yang terkenal akan kesukaannya dalam upacara minum teh, tetapi Kikuji sama sekali tidak memiliki ketetertarikan di bidang itu. Bahkan dia berniat menjual perangkat minum teh ayahnya (beberapa di antaranya adalah barang hasil karya seniman terkenal). Kikuji tipikal seorang "generasi baru" di era pasca Perang Dunia II di Jepang yang tidak begitu tertarik akan kebudayaan "lama" Jepang (apalagi setelah kekalahan Jepang pada PD II). Kalau membaca beberapa novel karya penulis Jepang lainnya yang terbit pada era yang sama, apatisme seperti ini pasti terasa pada karakternya.

    Karakter lain seperti Fumiko dan ibunya yang bersifat pasif-agresif atau Chikako yang digambarkan sebagai "seorang wanita beracun" juga terlihat seolah-olah tidak terlalu kompleks.

    Dari segi cerita juga begitu. Tidak terlihat begitu njelimet. Secara garis besar sih begini:
    Kikuji menghadiri undangan Chikako -> Ketemu Fumiko, emaknya, sama cewek cakep yang dijodohin ke dia -> entah kesambet apa bisa punya affair sama emaknya Fumiko -> karena suatu alasan emaknya Fumiko meninggal -> ngegalau karena kematian emak Fumiko dan karena diam-diam punya rasa sama anaknya -> tambah galau karena digangguin Chikako yang cerewet dan ikut campur dalam kehidupannya Kikuji.

    Terus apa dong yang bikin novel ini membuat Yasunari Kawabata sebagai penerima Nobel Sastra pertama dari Asia? Kalau kubilang sih kompleksitas yang tersembunyi di balik seluruh kesederhanaan itu.

    Semakin diperhatikan, ada semakin banyak simbol yang ingin ditunjukkan novel ini. Seperti pepatah "buah jatuh tak jauh dari pohonnya", begitu pula Kikuji yang, sama seperti ayahnya dulu, jatuh cinta pada Mrs. Ota. Dua-duanya jelas bukan jenis cinta yang "biasa". Dalam artian: ayah Kikuji jatuh cinta pada seorang wanita lain padahal dia sudah menikah dan Kikuji jatuh cinta pada wanita yang sama, padahal wanita itu jauh lebih tua darinya.

    Selain itu ada pula unsur persilangan antara yang lama dengan yang baru. Bukan hanya soal Kikuji yang tidak tertarik pada upacara minum teh, tapi juga perasaan cinta Kikuji pada Fumiko. Hal ini terlihat dari Fumiko yang sebenarnya merupakan tipikal gadis ideal/calon istri idaman pada masa itu (cantik, lembut, sopan, agak pasif), tipe yang akan dipilih oleh seorang pria Jepang sebagai pasangan hidup, tapi kemudian Kikuji malah kebingungan akan perasaannya sendiri. Separuhnya karena rasa cintanya pada ibu Fumiko, apalagi setelah kematian Mrs. Ota.

    Ada juga isu "dosa yang diwariskan". Hal ini dialami baik oleh Kikuji, juga oleh Fumiko. Seperti rasa bersalah Fumiko karena ibunya pernah menjadi simpanan ayah Kikuji dan membuat ibu kandung Kikuji menderita karenanya.

     
    "The guilt was Mother's and she died -- if we have to talk about guilt. But I don't think it was guilt. Only sorrow."

    Kikuji sat with bowed head.

    "If it was guilt," she continued, "it may never go away. But sorrow will."

    "When you talk about darkness, aren't you making your mother's death darker than you need to?"

    "I should have said the degree of sorrow."

    "The degree of sorrow."

    "Is the degree of love," he wanted to add; but he stopped himself.


    Dalam kasus Kikuji, tentu saja dia "ketiban dosa sang ayah" dalam bentuk kedua simpanannya dan dendam Chikako yang marah karena kemudian dibuang oleh ayah Kikuji.

    Secara keseluruhan novel ini sangat dalam dan membutuhkan waktu untuk dapat dipahami, tapi bukan berarti novel ini tidak dapat dinikmati secara biasa. Novel ini tetap enak dibaca dan maknanya tetap dapat tertangkap, walau mungkin hanya secara samar.

    Kekurangan novel ini menurut saya terletak pada ketipisannya. Tebalnya hanya 112 halaman, tidak dapat memberikan lebih banyak lagi penekanan pada ceritanya. Selain itu akhir ceritanya yang mirip akhir novel Sorekara-nya Natsume Soseki juga agak mengesalkan (iya, sengaja cuma menulis "petunjuk" akhir cerita).

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Books in English Reading Challenge
    - 2013 Serapium Reading Challenge
    - 2013 What An Animal Reading Challenge
    - 2013 Monthly Key Words Challenge


    View all my reviews

  6. Rebecca of Sunnybrook FarmRebecca of Sunnybrook Farm by Kate Douglas Wiggin


    Judul: Rebecca of Sunnybrook Farm
    Penulis: Kate Douglas Wiggin
    Penerbit: Orange Books
    Halaman: 310 halaman
    Terbitan: 2011

    Keadaan memaksa Rebecca meninggalkan Sunnybrook Farm, tempatnya dibesarkan bersama keenam putra-putri keluarga Randall yang lain. Ia mengerahkan keberanian untuk tinggal dengan keluarga Sawyer, bukan saja karena yang diminta pergi ke Riverboro adalah Hannah, sang kakak, tetapi juga ketidaksukaan keluarga Sawyer kepada almarhum ayahnya.

    Rebecca harus beradaptasi dengan carar didik kedua bibinya yang keras, sekaligus harus membuat seluruh keluarga bangga akan prestasi dan
    perilakunya sehari-hari. Bagaimana Rebecca mengatasi rindu rumah? Apakah ia
    dapat bertahan di Riverboro dan menerapkan cara didik kedua bibinya? Dan siapakah Mr. Aladdin yang telah "mencuri" hati Rebecca?

    Review
    Ini kedua kalinya saya baca cerita anak-anak dengan tokoh utama anak perempuan, yang menurut saya, agak mirip. Yang pertama itu "Heidi" yang kedua ya Rebecca ini.

    Saya kurang tahu apa ini efek editan atau memang ceritanya seperti ini atau bagaimana? Yang jelas saya gak gitu suka dengan pemotongan waktunya. Di awal cerita Rebecca masih anak-anak, terus di akhir buku dia sudah remaja (16 apa 17 gitu) dan karena terlalu cepat, rasanya jadi gak enak aja bacanya.

    Terjemahannya menurut saya enak dibaca kok. Cuma masih ada beberapa typo.

    Yah, secara pribadi saya masih lebih suka Heidi ketimbang Rebecca ini sih.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge


    View all my reviews


  7. Maria TsabatMaria Tsabat by Herlinatiens
    My rating: 1 of 5 stars

    Sebuah Buku yang Membuat Saya Tidak Enak Hati

    Judul: Maria Tsabat
    Penulis: Herlinatiens
    Penerbit Diva press
    Halaman: 386 halaman
    Terbitan: November 2012

    Maaf beribu maaf kepada salah seorang Blogger yang telah mengadakan giveaway buku ini dan telah secara acak memilih sahaya sebagai pemenang. Betapa bahagianya hati ini ketika pada hari itu sebuah surel datang ke kotak masuk sahaya dan menyatakan sahaya sebagai pemenang sebuah giveaway.

    Sayang beribu sayang, ketika sahaya meneliti lagi buku yang sahaya menangkan itu, terhenyaklah hati ini. Melihat nama pengarang buku ini, terlintaslah satu lagi buku karangan beliau yang pernah sahaya baca dan yang tidak terlalu dapat saya nikmati. Buku itu adalah Koella: Bersamamu dan Terluka.

    Pusing beribu pusing kepala ini saat membaca buku Koella tersebut. Bahasanya yang begitu sulit sungguh tidak terjangkau oleh pemikiran sahaya yang kecil ini. Oleh pengalaman itu, sahaya masih merasa takut dan belum dapat membaca buku karya pengarang yang sama. Laksana seekor monyet yang tidak lagi berani memanjat demi pisang kesukaannya karena dirinya disiram terus-menerus oleh para peneliti laknat yang menjadikannya bahan uji coba. Pengandaian yang buruk? Ampun beribu ampun. Pemikiran sahaya memang terlalu sempit.

    Halah, ini saya nulis apaan sih? Jadi pada intinya, saya kembali mengalami pengalaman yang sama dengan saat membaca Koella. Bahasanya sih tidak sepuitis yang dulu, tapi tetap bikin saya bosan dan tidak betah membacanya, akhirnya jadi skimming doang. Padahal ceritanya kayaknya potensial loh. Soal seorang pemain biola berbakat yang menjalin cinta dengan seorang pastor. Yes, pastor! Terus ada isu soal LSM juga.

    Sedikit saran buat Diva press, itu bagian belakang buku jangan dipakai buat endorsement semua. Kalau nemu ini buku di toko buku, percaya deh, saya gak bakal beli. Bahkan kalau saya belum pernah baca buku pengarang ini sekali pun. Tiru Koella dong. Waktu itu saya beli karena blurbnya menarik. Lah ini? *dan ini juga berlaku untuk semua penerbit yang menerbitkan bukunya dengan puisi di belakangnya. Situ jualan buku puisi? Ada bukunya Toeti Heraty?

    Sekali lagi mohon maaf buat yang sudah memenangkan saya. Saya yakin tujuan giveawaynya adalah untuk promosi, tapi saya sungguh tiada berjodoh dengan penulis satu ini.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews