Rss Feed

  1. Conquer: The Adventure of MagicConquer: The Adventure of Magic by Ramdhan Habib
    My rating: 1 of 5 stars

    This is one long ride, so prepare yourself.

    ConqueR bercerita mengenai 4 orang anak yang belajar ilmu sihir di sebuah perguruan (yup, bukan sekolah) sihir. Keempat anak itu adalah Iib (si 'aku' dalam cerita), Adit, Riky, dan Aas.

    Cerita mengambil setting di sebuah desa bernama Gothed (yang mirip-mirip gabungan goth dan santet buat saya) yang terletak di kaki gunung Kominasang.

    Kalau diperhatikan namanya terdengar tidak sinkron yah, tapi ini alasannya. Desa Gothed itu ternyata diberi nama sesuai dengan nama orang yang banyak berjasa di daerah itu, Fernando Arbeque Gothed Kigayo (yang saya bingung apakah dia orang Portugis, Jepang, atau bagaimana).

    Si Fernando itu ternyata seorang penyihir (kejutan!) yang menurunkan ilmunya pada Sutomo, yang kemudian menjadi pemimpin perguruan sihir Gothed sekaligus ayah dari Iib.

    Si Gothed ini sendiri memiliki seorang musuh bebuyutan bernama Robert Dash Kigayo, kakak kandungnya sendiri. Permusuhan ini ternyata disebabkan karena rasa dendam Robert pada ayah mereka, Nomiki Kigayo, yang menurunkan ilmu sihir tersakti hanya pada Fernando karena sang ayah menganggap sifat Robert kurang cocok untuk jadi pelanjut ilmu tersebut.

    Robert yang marah kemudian membunuh ibu mereka, Sovakinati Moon. Yang saya agak heran di sini, apa motif si Robert membunuh ibunya sendiri? Mungkin si penulis mau menunjukkan bahwa si Robert ini orang yang tegaan, tapi motifnya tidak kuat. Soalnya si ibu ini tidak terlibat dalam keputusan pewarisan ilmu itu (setidaknya tidak ada hal seperti itu yang saya baca). Si Sovakinati ini juga tidak diceritakan pilih kasih pada anak-anaknya. Jadi, alasan si Robert membunuh ibunya ini karena apa?

    Setelah membunuh ibu mereka, Robert bersumpah bahwa dia akan membunuh Fernando dan menghilangkan aliran sihir Gothed dari dunia ini. Oh iya, sekalian dia juga mau menguasai dunia.

    Kembali pada si empat sekawan. Mereka ternyata belajar di perguruan sihir yang memiliki sistem 7 tahun belajar (rings a bell?) dan mereka berempat sudah sampai pada tahun terakhir.

    Keempat anak ini tergabung dalam kelompok "Conquer" (yang kemdian tiba-tiba berubah jadi ConqueR di bagian belakang). Conquer ini dilatih khusus oleh Pak Sutomo dalam rangka persiapan mengalahkan Robert. Mereka diajari berbagai macam sihir, mulai dari yang dasar hingga ke "sihir hitam" yang dapat dipakai untuk membunuh.

    Khusus bagian sihir membunuh itu, saya jadi takut dengan Pak Sutomo. Bagaimana tidak. Setelah si Iib berhasil menggunakan mantra itu untuk membunuh seekor kalajengking, Pak Sutomo lantas memujinya dan menjelaskan bahwa mantra itulah yang membunuh si Fernando itu dulu. Dia berharap bahwa Robert juga akan mati dengan cara yang sama dan secara implisit mengatakan bahwa dia ingin mereka berempatlah (yang mana termasuk anaknya) yang akan membunuh Robert.

    Jujur sampai sini saya takut dengan si Sutomo. Kalau saya jadi Iib, saya juga akan merasa takut dan berpikir jangan-jangan ayahku psikopat. Sebenarnya sih bisa masuk akal kalau misalkan membunuh Robert itu tujuan utama satu desa Gothed dan anak-anak mereka sengaja dilatih untuk itu, tapi dari yang saya tangkap, si Robert ini ditakuti oleh sedesa dan tidak ada yang berani melawan (mirip rasa takut kaum penyihir pada Voldemort).

    Selain itu juga tidak dijelaskan dengan baik kenapa keempat anak ini begitu spesial dan seolah-olah hanya merekalah yang bisa membunuh si Robert itu. Padahal kalau dipikir-pikir, yang bisa sihir aliran Gothed kan bukan cuma mereka. Sutomo juga bisa. Anak-anak dan lulusan perguruan sihir itu juga bisa. Lalu kenapa hanya mereka berempat yang, tampaknya, mampu membunuh Robert (duh, karena mereka tokoh utama cerita tentunya).

    Di bagian awal cerita juga diperkenalkan empat tokoh wanita yang berasal dari daerah Jupiter. Oke, begitu membaca nama Jupiter, saya langsung berhenti dan langsung skimming bagian awal cerita. Saya jadi bingung ini gimana ceritanya bisa ada Jupiter? Ternyata, Jupiter itu nama sebuah desa. Kenapa bisa ada desa bernama Jupiter? Masih menjadi misteri.

    Keempat gadis itu katanya datang ke Gothed karena mengikuti amanah dari Mr. Fernando Gothed yang memberi tahu ayah Galuh, salah seorang dari empat gadis, bahwa setelah 10 tahun kematiannya, orang-orang Jupiter harus pindah ke Gothed.

    Pertanyaan saya kenapa? Tidak ada alasan mengenai perintah Fernando itu (dia disebut sebagai Mr. Gothed sepanjang cerita btw). Selain itu saya rasa sudah lama sejak 10 tahun berlalu dari kematian si Fernando Gothed. Kok baru nongolnya sekarang? Selain itu tampaknya yang pindah hanya keempat gadis itu, orang-orang kampung Jupiter lainnya tidak kelihatan.

    Awalnya saya pikir empat gadis ini mungkin orang suruhan Robert yang datang untuk mengacau, tapi ternyata... saya salah. Sampai akhir saya berharap twist ini akan muncul, tapi fungsi keempat gadis ini tampaknya hanya sebagai pemanis saja dan objek romansa keempat anggota Conquer. Tidak lebih dari itu.

    Romansa yang dihadirkan pun bagi saya sangat romansa buatan anak SD. Keempat pasangan itu, semuanya, mengalami cinta pada pandangan pertama. Selain itu tidak ada 2 orang yang jatuh cinta pada satu orang yang sama. Semuanya saling suka pada orang yang berbeda dan kebetulan orang yang dia sukai juga suka padanya. Err....

    Kembali pada persiapan menghadapi Robert. Keempat anak itu kemudian diberikan sebuah batu sakti yang dapat berubah menjadi kendaraan keren oleh Pak Sutomo. Dengan mantra yang tepat, batu itu dapat menjadi sebuah motor atau mobil. Mobilnya sendiri super badass kalau kubilang. Bagaimana tidak. Bagian dalamnya disihir dengan sihir perluasan, ada TV, kulkas, dan... makanan tidak terbatas.

    Pas baca bagian ini saya langsung bolak balik buku nyari umur pengarang. Setelah baca bagian profil pengarang, saya langsung bisa ngeh ada apa dengan cerita ini. Si pengarang, Ramdhan Habib, kelahiran tahun 1997. Berarti pas novel ini keluar pada 2011, dia baru 14. So here we have another very young writer.

    Di bagian profil penulis juga disebutkan bahwa nama panggilan penulis adalah Iib dan saat itu juga saya sadar. Novel ini lebih merupakan sarana pemenuhan ego penulis ketimbang sebuah novel yang serius. Barang-barang yang ada lebih merupakan benda apa yang penulis inginkan dan tokoh utama cerita (yang namanya juga Iib) adalah bagaimana si Iib penulis ingin dirinya terlihat dan menjadi (setidaknya dalam angannya).

    Yah, begitu menarik kesimpulan itu, saya langsung lebih rileks membaca dan bahkan tidak ambil pusing lagi soal final battle Conquer vs Robert. Bahkan soal strategi kita-kencan-dulu-yuk-sebelum-bertempur yang mereka "terapkan".

    Ada twist menarik soal kemampuan Robert sebenarnya. Diceritakan bahwa Robert bisa mengambil jantung orang dan memasukkannya ke dalam tubuhnya. Hal ini bisa membuatnya memiliki lebih dari 1 nyawa. Cuma si Robert ini kayaknya super pasif padahal punya rencana menguasai dunia. Dia tidak kelihatan punya teror atau sihir yang kuat, bahkan dia hanya punya satu jantung ekstra, padahal dia bisa menyimpan lebih dari satu. Apa dia hanya cocok dengan jantung keturunan ilmu Fernando Gothed atau bagaimana? Tidak diceritakan.

    Penyelesaian akhirnya agak-agak ala maho shoujo manga buat saya. Bagaimana caranya? Well, bisa simak sendiri di novel ini :)

    Yah, buat Ramdhan Habib, selamat buat novel perdananya. Selamat datang di dunia penulis. Terus belajar untuk menulis lebih baik lagi dan jangan menyerah. Karya keduanya ditunggu. Semoga ada perkembangan signifikan.


    View all my reviews

  2. 1 comments :

    1. Aku selalu kagum dengan orang yang bisa dan suka menulis fantasi, karena aku sangat sulit berimajinasi :)

    Post a Comment