Lidah Mertua: Kumpulan Puisi by Benny ArnasMy rating: 2 of 5 stars
Judul: Lidah Mertua
Penulis: Benny Arnas
Penerbit: Penerbit Basabasi
Halaman: 64 halaman
Terbitan: November 2016
Sejak lama harusnya ia sadar kalau yang lebih tahu tentang dirinya adalah dirinya sendiri, bukan orang lain—termasuk mereka yang ikut andil mendudukkannya di kursi itu dulu. Ia benar-benar merasa malu pada titik ini. Ia seolah menjelma seorang haus jabatan yang menyesal dan … tentu saja terlambat (ah, drama sekali!). Harusnya ia tahu bahwa ada banyak orang dalam perkumpulan yang mampu bekerja lebih baik darinya!
Ternyata …. “maqam”-nya memang sastra dan keheningan yang membersamainya, bukan kesenian yang riuh, yang selalu membuatnya jadi salah-langkah dan tampil salah-tingkah di hadapan orang-orang yang lebih tahu.
Syahdan, kesadaran yang terlambat itu menggiring sang penyair mengambil sebuah keputusan. Sungguh, ia berharap, orang-orang yang tidak puas atau bahkan pernah ia kecewai di perkumpulan itu akan memaafkan segala kelemahannya. Keputusannya adalah …
Review
Saya masih berusaha meraba-raba puisi-puisi Benny Arnas di buku ini. Untuk buku ini, saya masih tidak yakin temanya apa, serta bagaimana Benny Arnas ingin menata visual dari puisi-puisinya.



