Rss Feed
    Showing posts with label Brandon Mull. Show all posts
    Showing posts with label Brandon Mull. Show all posts
  1. Chasing the ProphecyChasing the Prophecy by Brandon Mull
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: Chasing the Prophecy (Beyonders, #3)
    Penulis: Brandon Mull
    Penerbit: Mizan Fantasy
    Halaman: 704 halaman
    Terbitan: Juni 2014

    Sebatang anak panah melesat dari kegelapan malam dan menghunjam ke dekat bara api di perkemahan. Teriakan tercekik memecah keheningan. Kegelapan menyamarkan pergerakan musuh. Para pengawal berjatuhan, musuh merangsek ke depan dan berhasil mendorong Sang Pangeran jatuh ke tanah.

    Nedwin, mata-mata kepercayaannya, menyaksikan dari jauh, di tempat tersembunyi. Dia ragu untuk keluar dan menyelamatkan majikannya. Bagaimana jika dia gagal dan tertangkap? Tiga Suku Kata berharga yang dipercayakan kepadanya akan hilang. Padahal, itu adalah misi utama Sang Pangeran. Satu-satunya jalan untuk menggulingkan Kaisar.

    Namun, Nedwin juga tahu, jika hanya diam,dia tidak akan sanggup menanggung penyesalan seumur hidup. Dia harus berhasil.

    Review

    Setelah mendengarkan hasil penerawangan dari Esmira sang peramal, Jason dan Rachel harus berpisah. Keduanya berada pada kelompok berbeda yang telah ditunjuk oleh Esmira. Keduanya harus menjalankan dan menuntaskan misi yang dibebankan kepada mereka. Tidak boleh ada kata gagal dalam perjalanan mereka, atau Lyrian sepenuhnya akan jatuh ke dalam kuasa Maldor.

    Buku terakhir dari serial "Beyonders" karya Brandon Mull. Ada banyak hal yang terjadi di sini. Ada berbagai perjalanan, konflik, serta perjalanan yang berat dan semuanya seru untuk diikuti. Buku penutup yang tidak kalah bikin penasarannya dengan dua buku pendahulunya.

    Perjalanan kedua kelompok yang ada di buku ini seru dengan caranya masing-masing. Perjalanan Jason penuh dengan tantangan fisik, sementara perjalanan Rachel lebih berbau politik dan sihir. Rachel sendiri menunjukkan momen-momen yang agak menyebalkan di beberapa bagian buku, tapi dia juga yang menimbulkan keraguan yang menarik bagi pembaca: sejauh apa ramalan yang Esmira sampaikan dapat mereka percayai? Apakah tidak mungkin kalau Esmira sudah melakukan perjanjian dengan Maldor? Bagaimana kalau penerawangan peramal itu telah diganggu dengan kekuatan para torivor?

    Karakter yang jadi favorit saya di buku ini adalah Nedwin. Pengorbanan dan kesetiannya pada Galloran betul-betul luar biasa. Karakter-karakter pendukung lain seperti Tark, Ferrin, dan Drake juga meninggalkan kesan yang dalam.

    Akhir ceritanya meninggalkan kesan kemungkinan sekuel. Yah, kalau ada sekuelnya, semoga tidak kalah seru dari seri Beyonders ini :D.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Read Big Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Chalenge


    View all my reviews

  2. Seeds of RebellionSeeds of Rebellion by Brandon Mull
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: Seeds of Rebellion (Beyonders. #2)
    Penulis: Brandon Mull
    Penerbit: Noura Books
    Halaman: 676 halaman
    Terbitan: Januari 2014

    Para murid bertudung mengangkat balok beton dari kolam yang harum. Tampak wajah seorang Peramal Wanita, satu-satunya bagian yang terkuak di sepanjang permukaan balok yang basah dan halus itu. Matanya tertutup. Kuil yang penuh ukiran kuno itu menjadi sunyi, sementara balok tersebut lambat laun berhenti meneteskan air. Sang Pangeran menanti.
    Mata sang Peramal tiba-tiba terbuka. Selaput keruh tampak menutupi matanya, memburamkan irisnya yang cokelat dan menjadikan kornea putihnya bernuansa pelangi.

    Perempuan itu mengumumkan.
    “Misi mencari Kata akan menjadi bagian penting dari pengembaraanmu. Jalannya lebih panjang daripada yang kau sangka …. Banyak jalan berujung pada kehancuran. Sekalipun selamat dari cobaan, kau akan menjadi suami tanpa istri, ayah tanpa putra, pahlawan tanpa misi, dan raja tanpa negeri. Tapi, kuatkan hatimu. Sebagian orang harus tersesat sebelum menemukan jalan. Sebagian harus dikosongkan sebelum bisa diisi, lemah sebelum kuat, dan buta sebelum melihat.”

    Review

    Melanjutkan petualangan dari "A World Without Heroes" (review di sini), Jason sekali lagi kembali ke Lyrian. Misinya kali ini adalah untuk membawa pesan tentang rahasia Maldor kepada sang Raja Buta, rahasia yang dapat mengubah seluruh alur pertentangan dengan Maldor.

    Suka banget. Ceritanya masih tetap seru dan bikin betah untuk dibaca. Dalam 2 hari saja saya bisa menyelesaikan buku setebal 676 halaman ini.

    Di buku ke-2 ini ada banyak perkembangan yang terjadi. Misi yang Jason dan Rachel jalani berkembang menjadi lebih besar. Semakin banyak dan beragam teman perjalanan yang muncul dengan satu tujuan yang sama: menumbangkan Maldor dan mengembalikan kedamaian Lyrian.

    Saya suka dengan karakter-karakter baru yang muncul di sini. Favorit saya adalah Aram, si setengah raksasa yang bertubuh besar dan berotot di malam hari, tapi ceking dan kecil di saat matahari tampak di langit.

    Ceritanya mungkin tidak se-wah buku pertama, tapi tetap menghibur dan seru karena penuh dengan petualangan yang keren.

    "Apa gunanya melawan musuh setangguh Maldor?" (Aram)

    Moira menghadap putranya. "Karena kau mungkin akan menemukan bahwa dia tidak seperkasa yang kau bayangkan." (hal. 150)


    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Read Big Reading Challenge
    -2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  3. A World Without HeroesA World Without Heroes by Brandon Mull
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: A World Without Heroes
    Penulis: Brandon Mull
    Penerbit: Noura Books
    Halaman: 600 halaman
    Terbitan: November 2013

    Denting musik muncul dari air … dari arah kuda nil yang terbenam. Melodinya asing, dengan berbagai harmoni dan melodi tandingan yang saling menjalin …. Tiba-tiba makhluk pemalas itu menyerbu dengan mulut menganga, dan denting musik terdengar lebih keras daripada sebelumnya.

    Sebelum Jason sempat bereaksi, tangannya sudah mencengkeram lidah yang lengket itu dan wajahnya meluncur di permukaan yang berminyak … melaju di sepanjang terowongan yang gelap dan licin.

    Dalam penderitaannya, musik itu terdengar keras sementara Jason meluncur di sepanjang koridor yang lembap. Dia berusaha berpegangan pada kedua sisi terowongan untuk memperlambat lajunya, tetapi gagal, hingga sekonyong-konyong lengan dan kepalanya muncul dari celah sebatang pohon sekarat, dekat sebuah sungai yang diapit tumbuhan pakis.

    Dan dia pun tiba di sebuah negeri tanpa pahlawan. Negeri yang telah ditutupi kegelapan seorang penyihir jahat yang menghantui seluruh kota. Sebuah negeri bernama Lyrian yang akan membawanya dalam petualangan epik penuh tantangan.

    Review

    "A World Without Heroes" berkisah tentang Jason, seorang anak 13 tahun (dengan tinggi hampir 180 senti), yang masuk ke mulut kuda nil dan tiba di Lyrian. Ya, kuda nil. Di sana dia bertemu dengan sang Ahli Hikayat di Gudang Keilmuan. Di sana dia mengetahui tentang Maldor, sang penyihir penguasa Lyrian, dan Kata, sebuah kekuatan yang dapat menghancurkan Maldor apabila disebutkan atau dituliskan di hadapannya. Dalam perjalanannya Jason bertemu Rachel, seorang anak gadis yang juga berasal dari Dunia Luar. Bersama-sama mereka berdua mencari pencarian keenam silabel Kata.

    Selesai baca buku setebal 600 halaman ini dalam 2 hari. Rasanya hal itu saja sudah jadi testimoni bagaimana serunya novel ini. Suka dengan tokoh-tokohnya. Suka dengan dialog-dialog yang lucu. Suka dengan petualangannya. Suka dengan berbagai tempat dan hal ajaib di buku ini. Suka dengan terjemahannya yang mengalir dan enak dibaca. Suka juga dengan kover terjemahan oleh Noura Books.

    Dari segi gaya cerita dan bahasa, terasa banget kalau ini bacaan untuk middle grader. Jadi kalau cari novel fantasi cecintaan ala YA, jelas salah alamat kalau memilih buku ini.
    Bagi setiap orang, takdir adalah campuran potensi, keadaan, dan pilihan. Kau bisa saja lari dan bersembunyi. Kau bisa saja tawar-menawar dengan Maldor. Tapi, kau memilih jalur heroik. Jalanilah tanpa penyesalan. (halaman 418)

    Cerita diakhiri dengan twist yang bikin terperangah, jengkel, tapi masuk akal dan bisa diterima. Duh, jadi pengin segera baca lanjutannya :D.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 Read Big Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge


    View all my reviews