-
Penutup Serial "Divergent" Hanya Direncanakan Sebagai Film Televisi
Friday, July 22, 2016
Kegagalan film "Allegiant" untuk meraup keuntungan yang sama besar dengan dua pendahulunya ternyata merembet pada "Ascendant", film yang direncakan sebagai penutup serial "Divergent". Situs "Variety" melaporkan bahwa Lionsgate, distributor serial ini, berencana untuk merilis "Ascendant" sebagai film TV dan bukan film layar lebar seperti rencana awal.
Posted by Biondy at 11:19:00 AM | Labels: Book Talk , Film , From Page to Screen , Veronica Roth | 3 comments |
-
Review Novel: Allegiant - Veronica Roth
Wednesday, March 23, 2016
Allegiant by Veronica Roth
My rating: 2 of 5 stars
Judul: Allegiant
Penulis: Veronica Roth
Penerbit: Mizan Fantasi
Halaman: 496 halaman
Terbitan: Mei 2014
Bagaimana bila seluruh hidupmu adalah dusta? Dan satu kebenaran—seperti satu pilihan—mengubah semua yang kau percaya?
Tak ada lagi faksi, tak ada lagi panduan, hanya ingatan akan pengkhianatan. Tirani lain mengancam, para factionless yang selama ini terbuang mengambil alih kekuasaan.
Tris ingin ke luar batas kota dengan Tobias, bebas dari dusta dan prasangka. Tetapi realitas baru mengubah hati orang-orang yang dicintai Tris. Sekali lagi Tris harus berjuang untuk memenangkan hati mereka. Perjuangan yang menuntut semua keberanian, kesetiaan, pengorbanan, dan cintanya.
Allegiant, pamungkas Trilogi Divergent yang dinanti-nanti oleh jutaan pembaca di dunia setelah Divergent dan Insurgent.
Review
Review mengandung spoiler! Saya tidak bisa membahas hal-hal yang mengusik tanpa spoiler ceritanya.
"Apakah aku berhasil melakukannya?"
"Ya, [...], kau telah melakukannya dengan sangat baik." (hal. 437)
Akhirnya saya baca Allegiant juga. Baru termotivasi untuk baca ini karena filmnya akan segera keluar. Padahal sudah baca dua buku pertamanya dari tahun lalu, tapi entah kenapa masih kurang tertarik untuk baca buku pamungkasnya ini.
Veronica Roth masih memperpanjang kebingungan saya akan seluruh latar belakang trilogi Divergent ini. Di ulasan buku pertamanya (baca di sini), saya sempat membahas masalah 'faksi ada untuk cuci otak' dan masalah 'cuci otak' itu memang masih diteruskan dalam buku ini. Sayangnya, saya merasa bingung dengan perkembangannya.
Posted by Biondy at 3:30:00 PM | Labels: Membaca , Mizan Fantasi , Novel , Review , Review Buku , Veronica Roth | 3 comments |
-
Review Novel: Insurgent - Veronica Roth
Monday, March 30, 2015
Insurgent by Veronica Roth
My rating: 3 of 5 stars
Judul: Insurgent
Penulis: Veronica Roth
Penerbit: Mizan Fantasi
Halaman: 551 halaman
Terbitan: Desember 2012
"Satu pilihan bisa mengubahmu, atau justru menghancurkanmu."
Konsekuensi pilihan yang diambilnya membuat Tris terjebak dalam faksi pengkhianat yang membunuh keluarganya. Kini, Tris harus mencoba menyelamatkan orang-orang yang disayanginya, juga dirinya sendiri, sementara benaknya dikacaukan oleh berbagai pertanyaan tentang kesetiaan, identitas, dan pengampunan.
Ketika ancaman perang dan perpecahan faksi semakin mengancam, Tris harus memutuskan, tetap pada identitasnya sebagai Dauntless atau memunculkan dirinya yang sejati. Sebagai Divergent. Sebuah identitas yang dianggap berbahaya dan dihindari semua faksi.
Lanjutan seri Divergent yang menjadi Best Fantasy Book di Goodreads Choice Award ini tak mengecewakan pembaca. Seru, menegangkan, namun juga dibumbui dengan kisah cinta, patah hati, dan filosofi menggugah tentang manusia dan kehidupan.
Review
Mengandung spoiler!!!
Sudah dibilangin pakai spoiler loh ya. Sampai ada tiga tanda seru pula.
Fiuh, luar biasa. Dalam waktu singkat bisa baca novel setebal 551 halaman ini hingga selesai.
Saya harus mengakui bahwa Veronica Roth piawai dalam membangun cerita dan membuat penasaran. Saya begadang sampai jam setengah tiga pagi untuk menyelesaikan buku ini, saking pengin tahu akhir ceritanya gimana :)).
Perasaan saya sedikit tercampur soal buku ini. Di satu sisi seru, tapi di sisi lain ada banyak hal yang membuat bertanya-tanya. Seperti tindakan karakter-karakternya: Tris yang di awal buku tampak tidak sedih padahal kedua orang tuanya baru saja meninggal; salah satu orang terdekat Tris yang ternyata, kejutan, pengkhianat (tanpa foreshadowing pula); Tobias yang tanpa rencana pergi ke markas Erudite untuk menyelamatkan Tris; Tris yang mau membantu Marcus tanpa bukti yang jelas; serta Marcus yang kayaknya rempong banget. Rahasianya segitu doang, tapi pakai rahasia-rahasiaan, tidak mau kerja sama dengan kelompok Dauntless & Factionless yang menyerang markas Erudite.
Untuk rahasianya sendiri... man, The Maze Runner all over again. Saya gagal paham dengan twist-nya TMR, juga gagal paham dengan rahasia tentang kelima faksi di buku ini. Tidak cukup believable untukku.
Untuk setting dunia yang ada, belum banyak perkembangan yang kuperoleh. Ada beberapa ide yang menarik, seperti soal serum kejujuran Candor (walau terlalu mengingatkan sama veritaserum-nya HarPot), serta sejenis obat yang punya efek seperti narkotika yang menjaga perasaan para Amity tetap tenang, sehingga kedamaian bisa timbul. Rasanya ada suatu kritik yang gelap yang ingin pengarangnya sampaikan di situ.
Jadi, secara keseluruhan: setting's believability: masih nol besar. Keseruan cerita: tiga bintang.
Buku ini untuk tantangan baca:
- 2015 Read Big Reading Challenge
- 2015 Young Adult Reading Challenge
- 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
View all my reviewsPosted by Biondy at 9:08:00 PM | Labels: 2015 Lucky No. 15 , 2015 Read Big Reading Challenge , 2015 Young Adult Reading Challenge , Membaca , Mizan Fantasi , Novel , Review , Review Buku , Veronica Roth | 0 comments |
-
Review Novel: Divergent - Veronica Roth
Sunday, March 29, 2015
Divergent by Veronica Roth
My rating: 3 of 5 stars
Judul: Divergent
Penulis: Veronica Roth
Penerbit: Mizan Fantasi
Halaman: 540 halaman
Terbitan: Maret 2014
Satu pilihan, menentukan apa yang harus kau percaya
Satu pilihan, memastikan siapa yang kau turuti, selamanya
Chicago, usai perang nuklir yang menghancurkan dunia. Pada usia 16, setiap orang harus mengambil pilihan yang akan menentukan seluruh jalan hidupnya.
Beatrice memilih meninggalkan Faksi Abnegation yang tanpa pamrih untuk bergabung dengan para pemberani di Faksi Dauntless. Meninggalkan orangtuanya, membuang namanya untuk hidup bersama faksi yang baru. Beatrice menjadi Tris, berharap menemukan jati dirinya bersama para Dauntless. Namun, Tris harus lulus inisiasi terlebih dulu agar bisa diterima. Tak ada jalan kembali. Tak lulus inisiasi berarti Tris akan bergabung dengan orang-orang yang terbuang. Hidup menggelandang.
Berhasilkah ia bertahan di komunitas yang kadang kebrutalan dianggap sama dengan keberanian?
Review
Mengandung spoiler dan banyak jargon.
Akhirnya baca novel ini juga. Sudah nonton filmnya dari kapan hari, tapi entah kenapa belum begitu tergoda untuk baca novelnya. Padahal filmnya lumayan bagus menurutku. Aktingnya Shailene Woodley sebagai Tris sangat cocok. Pas kapan hari nyebut soal novel ini di Twitter, eh Dhia muncul dan menawarkan buku ini dan Insurgent dengan harga murah meriah. Akhirnya beli dan langsung baca :)).
Dan... saya tidak kecewa dengan novel ini. Untungnya.
Keraguan terbesar saya untuk mulai baca novel ini adalah latarnya. Sebuah kota/negara distopia yang dibagi menjadi 5 faksi, dengan masing-masing faksi mewakili suatu jenis kepribadian tertentu? Terasa tidak masuk akal buatku. Bagaimanapun, rasanya sulit untuk memasukkan seseorang ke suatu jenis kepribadian, lalu berharap orang itu akan terus bertindak berdasarkan kepribadian itu. Misalkan: seseorang dikategorikan sanguin, lalu dia diharapkan selalu bersikap ceria, berenergi tinggi, dan tertawa setiap saat. Itu mah gila namanya.
Btw, saya merasa Dauntless itu ya tipe sanguin dominan.
Tapi, di dalam novel Divergent ini, ada semacam perasaan mengambang yang kudapat dari sistem faksi ini. Faksi dikondisikan sebagai sesuatu yang bahkan lebih penting dari hubungan darah. "Tanpa faksi, kita takkan memiliki tujuan dan alasan hidup" (hal. 30).
Nah, saya merasa kalau sistem faksi ini dibuat untuk melakukan cuci otak bagi masyarakat. Entah untuk tujuan apa. Apakah kedamaian? Entahlah. Hal ini kemudian diperkuat oleh perkataan Four kepada Tris.
Mereka tak ingin kau melakukan suatu hal tertentu. Mereka ingin kau berpikir dengan cara tertentu. Jadi, kau akan mudah dikendalikan, dan kau takkan menjadi ancaman bagi mereka. (hal. 351)
Pertanyaannya adalah: siapa itu mereka? Para petinggi Dauntless? Kalau iya, apa tidak lebih mudah kalau menerapkan sistem latihan ala militer? Pemerintah? Kaum Abnegation? Kalau melihat kondisi Abnegation di sepanjang cerita, saya kok ragu ya. Soalnya mereka ini bukan tipe pemerintah seperti Kapitol di The Hunger Games. Ataukah sebenarnya mereka ini semacam negara bagian, lalu ada seorang pejabat lagi yang memimpin semuanya? Tidak jelas juga.
Iya, sampai akhir saya masih merasa ragu dan tidak yakin sama setting novel ini. Banyak hal yang tidak jelas.
Lalu Dauntless... saya masih merasa kalau faksi ini ada hanya untuk keren-kerenan. Lompat dari lantai sekian dan ditangkap jala, berkelahi... eh, maksudnya latihan fisik, lompat dari kereta, tato, hingga mabuk-mabukan. Lah, gunanya mereka di masyarakat apa sih sebenarnya?
Walaupun di dalam cerita sudah dibilang bahwa Dauntless yang kini sudah tak seperti yang dahulu lagi *halah, tapi tidak dijelasin gitu loh, kenapa para pemimpinnya mengubah Dauntless menjadi sekumpulan remaja liar macam begini. Iya, remaja. Bahkan Tris saja mempertanyakan ke mana para orang dewasa di Dauntless.
Untungnya, di tengah semua ketidakjelasan latar yang ada, plotnya enak diikuti. Cara berceritanya mengalir, sehingga saya bisa membaca dengan lancar. Cuma butuh 2 hari untuk menyelesaikan novel yang lumayan tebal ini.
Jadi, secara keseluruhan: Divergent adalah novel dengan latar yang sangat membingungkan. Untunglah ceritanya enak diikuti kalau mau dibaca dengan mengesampingkan latarnya. Saya berharap bahwa semua tanda tanya yang ada akan terjawab di 2 buku selanjutnya.
Buku ini untuk tantangan baca:
- 2015 Read Big Reading Challenge
- 2015 Young Adult Reading Challenge
- 2015 New Authors Reading Challenge
- 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
View all my reviewsPosted by Biondy at 1:46:00 AM | Labels: 2015 Lucky No. 15 , 2015 New Authors Reading Challenge , 2015 Read Big Reading Challenge , 2015 Young Adult Reading Challenge , Membaca , Mizan Fantasi , Review , Review Buku , Veronica Roth | 0 comments |



