Rss Feed
  1. The Ghost: Sang Penulis BayanganThe Ghost: Sang Penulis Bayangan by Robert   Harris
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: The Ghost (Sang Penulis Bayangan)
    Penulis: Robert Harris
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 320 halaman
    Terbitan: November 2008

    Adam Lang, mantan perdana menteri Inggris, menghadapi tuduhan kejahatan perang. Seorang penulis bayangan direkrut untuk membantunya menuliskan autobiografi yang menjadi satu-satunya cara membela diri di depan mata dunia.

    Hanya saja, ketika sang "hantu" alias penulis bayangan mulai bekerja, dia menemukan terlalu banyak hal yang tidak sesuai: tentang awal karier politik Adam Lang, tentang kebijakan-kebijakan politiknya, tentang keterlibatan badan intelijen negara asing...

    Dan yang paling mengancam nyawanya: kematian tak wajar McAra, ajudan politik Adam Lang yang awalnya membantu penulisan memoar sang PM, yang melakukan riset menyeluruh terhadap masa lalunya... tapi kemudian ditemukan tewas di pantai sunyi Martha's Vineyard. Barangkali McAra mengetahui terlalu banyak rahasia-rahasia yang membawa kematiannya.


    Review
     
    The Ghost bercerita tentang Aku, seorang tokoh tanpa nama, yang diminta untuk menyelesaikan biografi Adam Lang, mantan perdana menteri Inggris yang saat itu sedang menjadi tersangka kasus kejahatan perang. Sebagai ghostwriter (penulis bayangan) buku tersebut, Aku menelusuri kembali masa lalu Adam Lang dan menemukan potongan-potongan puzzle yang tidak sesuai. Siapakah sebenarnya Adam Lang dan rahasia apakah yang pria itu simpan?

    Sebuah novel thriller yang menggabungkan unsur politik dengan dunia kepenulisan. Saya kebetulan menemukan buku ini di tempat sewa dan memutuskan untuk meminjamnya karena penasaran dengan premisnya.

    Begitu aku mendengar bagaimana McAra menemui ajalnya, seharusnya aku langsung pergi jauh-jauh. (hal. 11)


  2. City of EmberCity of Ember by Jeanne DuPrau
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: City of Ember
    Penulis: Jeanne DuPrau
    Penerbit: Mizan Fantasi
    Halaman: 322 halaman
    Terbitan: Juni 2009

    Di Kota Ember, yang ada hanya malam hari, tanpa bulan dan bintang. Cahaya di sana hanya berasal dari lampu jalan yang menerangi selama 15 jam (jam 6 pagi sampai jam 9 malam). dalam sehari. Inilah "siang" di Kota Ember. Di sekeliling kota hanya ada kegelapan total Daerah yang Tak Diketahui. Dan tak ada seorang pun yang pernah pergi ke sana karena pengetahuan tentang api dan listrik sudah hilang.

    Kini, keresahan menjalar di sepenjuru kota karena pemadaman listrik semakin sering terjadi dan persediaan makanan kaleng di ruang penyimpanan semakin menipis.

    Di antara yang paling khawatir adalah Lina dan Doon, dua remaja yang baru saja terjun ke dalam pekerjaan baru mereka. Lina sebagai pengantar pesan dan Doon sebagai pekerja pipa. Ini karena Lina menemukan tanpa sengaja sebuah kotak misterius berisi instruksi dari para Pembangun, orang-orang yang menciptakan kota Ember. Instruksi itu sudah koyak dan tak lengkap shingga Lina dan Doon harus bekerja keras mengetahui isinya. Dan petualangan yang takkan mereka duga pun ada di depan mata. Berhasilkah Lina dan Doon berbuat sesuatu untuk menyelamatkan kota mereka?


    Ulasan

    Kota Ember hidup dalam segala keterbatasannya. Dengan makanan seadanya, serta cahaya yang hanya menerangi kota selama 15 jam, Ember telah bertahan selama ratusan tahun dalam peradaban yang telah lupa akan api dan listrik. Lina, seorang gadis remaja yang baru saja menerima penugasannya sebagai pengantar pesan, menemukan sebuah kotak yang telah terlupakan di dalam lemari rumahnya. Di dalamnya terdapat sebuah pesan yang telah rusak. Bersama Doon, mantan sahabat Lina yang bekerja sebagai tukang pipa, mereka berdua yakin kalau pesan itu mampu menyelamatkan Ember yang berada di ujung kehancurannya.

    Saya ingat pernah menonton adaptasi film novel ini sekitar sepuluh tahun yang lalu. Setelah saya coba cari, ternyata adaptasi film City of Ember ini tergolong box office bomb. Hanya berhasil menghasilkan $17.9 juta dibandingkan biaya produksinya yang mencapai $55 juta. Pantas saja sekuelnya tidak pernah ada hingga hari ini. Tidak banyak yang bisa saya ingat dari filmnya, kecuali pemeran Lina, yakni si Saoirse Ronan yang cantik itu XD.

    Di Kota Ember, langit selalu gelap. (hal. 4)


  3. Urban Thriller: Playing VictimUrban Thriller: Playing Victim by Eva Sri Rahayu
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: Playing Victim
    Penulis: Eva Sri Rahayu
    Penerbit: Noura Books
    Halaman: 400 halaman
    Terbitan: Juni 2019

    Berpura-pura menjadi korban, viral, dan musuh tersingkirkan. Tiga sahabat mencecap ketenaran dan terhanyut di dalamnya. Yang perlu mereka lakukan hanya mengunggah sesuatu di media sosial dan mendapatkan simpati netizen.

    Intensitas permainan semakin tak terbendung. Menjadi korban kekerasan, dibuntuti penguntit, hingga disiksa orangtua sendiri. Skenario diperankan dan saat plot mencapai puncak, mereka menyadari satu hal: netizen menginginkan sesuatu yang dramatis. Akhir yang tragis.

    Untuk menjadi yang terbaik, beranikah mereka menghalalkan segala cara? Bahkan berkorban nyawa?

    Review
     
    Enam tahun lalu, di ulasan novel Love, Hate & Hocus-Pocus, saya pernah bilang kalau saya akan memberikan bintang lima untuk novel yang sukses menyandra waktu tidur saya. Novel ini berhasil melakukan hal itu.

    Ceritanya tentang tiga orang sahabat: Isvara, Afreen, dan Calya yang menjadi terkenal setelah video mereka pingsan dan berpura-pura menjadi korban risak guru olahraga mereka viral. Beberapa bulan setelahnya, ketiga siswi itu berpisah dan melanjutkan perkuliahan mereka di kampus yang berbeda.

    Hidup mereka berubah karena kepopuleran yang mereka miliki. Afreen menjadi musisi internet dan namanya terangkat. Calya mengadospi imej bad girl dan memiliki penggemarnya sendiri. Sementara itu, Isvara merasa tersisihkan karena dia justru mulai ditinggalkan para followers-nya di sosial media. Kehidupan mereka bersitegang saat salah satu dari mereka memperoleh penghargaan dan kini segala cara akan mereka lakukan demi popularitas.


  4. The Haunting of Hill HouseThe Haunting of Hill House by Shirley Jackson
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: The Haunting of Hill House
    Penulis: Shirley Jackson
    Penerbit: Penerbit Qanita
    Halaman: 376 halaman
    Terbitan: Januari 2017

    Hill House terpencil, ganjil dan angker. Ukiran dan lukisan di dalamnya seolah-olah mengamatimu ke mana pun kau pergi, pintu-pintu selalu tertutup sendiri, dan kau selalu merasakan dingin menggigit meski duduk di dekat perapian. Setiap malam, terdengar suara langkah kaki di koridor, dan ketukan-ketukan kasar di pintu, padahal ketika diperiksa, tidak ada siapa-siapa. Tidak ada orang waras yang sudi tinggal di sana .…

    Namun, rumor-rumor seram Hill House malah menarik perhatian
    Dr. Montague, akademisi yang ingin melakukan penelitian tentang aktivitas supernatural. Dengan tiga orang asisten, Eleanor, Theodora, dan Luke, dia tinggal di Hill House selama musim panas. Awalnya gangguan-gangguan makhluk halus yang mereka alami masih bisa ditoleransi, tapi ketika Eleanor mulai mendengar suara-suara tanpa wujud yang membisikkan namanya, dan coretan cat merah di dinding yang memintanya pulang, keadaan mulai di luar kendali.
    Dr. Montague harus bertindak cepat jika tidak ingin korban nyawa berjatuhan.

    Review
     
    Seorang peneliti, seorang pria pembohong, seorang gadis flamboyan, dan seorang gadis pemalu berencana menghabiskan beberapa minggu di Hill House. Tujuan mereka adalah menyelidiki Hill House, rumah yang terkenal angker dan dijauhi oleh warga sekitar. Dr. Montague, si peneliti, percaya bahwa ada sesuatu di rumah itu yang dapat membuktikan penelitian ilmiahnya tentang hal-hal supernatural.

    Hill House tak waras; berdiri dalam kesendirian, bersandar pada perbukitan, memendam kelam; ia telah berdiri selama delapan puluh tahun dan mungkin akan terus berdiri selama delapan puluh tahun lagi. Di dalamnya, dinding-dinding terus menegak, bata-batanya tersusun dengan tertib, lantai-lantainya kokoh, dan pintu-pintunya tertutup rapat; keheningan yang pekat menyelubungi kayu-kayu dan bebatuan di Hill House, dan apa pun yang bergentayangan di sana, bergentayangan sendirian.


  5. Rooftop BuddiesRooftop Buddies by Honey Dee
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Rooftop Buddies
    Penulis: Honey Dee
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 264 halaman
    Terbitan: Agustus 2018

    Buat Rie, mengidap kanker itu kutukan. Daripada berjuang menahan sakitnya proses pengobatan, dia mempertimbangkan pilihan lain. Karena toh kalau akhirnya akan mati, kenapa harus menunggu lama?

    Saat memutuskan untuk melompat dari atap gedung apartemen, tiba-tiba ada cowok ganteng berseru dan menghentikan langkah Rie di tepian. Rie mengira cowok itu, Bree, ingin berlagak pahlawan dengan menghalangi niatnya, tapi ternyata dia punya niat yang sama dengan Rie di atap itu.

    Mereka pun sepakat untuk melakukannya bersama-sama. Jika masuk ke dunia kematian berdua, mungkin semua jadi terasa lebih baik. Tetapi, sebelum itu, mereka setuju membantu menyelesaikan “utang” satu sama lain, melihat kegelapan hidup masing-masing… Namun, saat Rie mulai mempertanyakan keinginannya untuk mati, Bree malah kehilangan satu-satunya harapan hidup.

    Review
     
    Saat tahu kalau dirinya mengidap kanker, Rie langsung merasa kehilangan semangat hidup hingga memutuskan untuk bunuh diri. Saat hendak melompat dari rooftop apartemennya, dia bertemu dengan Bree, seorang pria yang ternyata juga hendak melompat. Pertemuan mereka justru mendorong keduanya untuk memenuhi impian masing-masing sebelum terjun dari atap gedung. Saat impian mereka terpenuhi, masihkah Rie dan Bree akan melakukan rencana awal mereka?

    "Kamu mau lompat?" (hal. 24)


  6. CaravalCaraval by Stephanie Garber
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Caraval
    Penulis: Stephanie Garber
    Penerbit: Noura Books
    Halaman: 436 halaman
    Terbitan: Maret 2017

    Selamat datang, selamat datang di Caraval!

    Tella kabur dari rumah , muak dengan kekejaman sang ayah. Scarlett, sang kakak, berusaha mengejar dengan pertolongan dari seorang pemuda asing, Julian.

    Di dalam, kalian akan temukan lebih banyak keajaiban daripada yang bisa disaksikan orang lain seumur hidup mereka.

    Tella menghilang.

    Dunia kami dibangun dari khayalan.
    Jadi, walaupun kami ingin kalian terhanyut, berhati-hatilah jangan sampai terseret arus terlalu jauh.

    Scarlett kehabisan waktu dan dunia gelap Caraval memerangkapnya. Satu per satu orang di sekitarnya mati dan nyawa Scarlett ikut terancam.

    Mimpi-mimpi yang menjadi nyata memang indah, tetapi itu juga bisa menjadi mimpi buruk jika kalian tidak terjaga.

    Kini, Scarlett tidak yakin lagi mana yang nyata dan mana yang tidak. Caraval sama sekali tidak seperti yang pernah dia bayangkan.

    Dan, ingatlah, ini semua hanya permainan.

    Review
     
    Caraval bercerita tentang dua orang kakak-adik: Scarlett dan Donatella (yang dipanggil Tella dan membuat saya terus-terusan berpikir tentang ketela). Demi melarikan diri dari ayah mereka yang kejam, Tella kabur menuju Caraval, memenuhi undangan sang pemilik tempat itu, Legend. Saat mencari adiknya, Scarlett diculik dan dibawa ke dalam Caraval. Di sana, dimulailah sebuah permainan mencari harta dengan nyawa Tella sebagai taruhannya.

    It has a lot of potential, but for most of the time, I was emotionally disconnected with the story.


  7. Hai, para bibit unggul. Apa kabarnya?

    Di post kali ini, saya mau menunjukkan hasil PO paket buku Penerbit Haru yang saya pesan di Grobmart.com.

    Di bulan Agustus yang lalu, saya sempat mengikuti PO untuk sebuah paket buku di Grobmart.com. Ini pertama kalinya saya berbelanja di situs tersebut. Saya tertarik untuk belanja di sana karena ongkos kirimnya yang murah. Kalau dari Jawa ke tempat saya biasanya membutuhkan ongkir 30 ribuan, di Grobmart biayanya cuma Rp3.000. Sangat menggiurkan dan berhasil memancing saya untuk PO di sana.