Rss Feed
  1. A Week to ForeverA Week to Forever by Stephanie Zen
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: A Week to Forever
    Penulis: Stephen Zen
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 248 halaman
    Terbitan: Agustus 2014

    Amaya Jasmine Koesoemo tak pernah menduga, satu minggu bisa mengubah seluruh jalan hidupnya.

    Tujuh hari. Seratus lima puluh empat jam. Dan bum! Semua masa depan yang telah Amaya rancang bersama Caleb buyar begitu saja.

    Pertemuannya kembali dengan Dirgantara Hidayat setelah enam tahun berselang, ternyata mampu membangkitkan kembali kisah lama di antara mereka, kisah yang dulu diakhiri bahkan sebelum sempat mereka mulai.

    Dan kini kisah itu menuntut haknya kembali.

    Satu minggu business trip di Singapura. Pertemuan tak sengaja dengan Dirga yang berlanjut dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, dan semua kenangan di antara mereka mendesak keluar tanpa ampun.

    Beranikah Amaya mempertaruhkan masa depannya demi masa lalu yang belum tuntas? Meninggalkan tunangan yang mencintainya dan rencana pernikahan yang telah disusun begitu rapi hanya demi memberikan kesempatan bagi satu minggu itu untuk menjadi selamanya?

    Review

    Dalam perjalanan tugasnya ke Singapura, Jasmine bertemu kembali dengan Dirga, seorang pria muda yang memiliki makna khusus bagi masa lalu gadis itu. Di Singapura jugalah, sekali lagi, Jasmine bergulat dengan perasaannya sendiri, dengan masa lalu yang belum selesai, serta kenyataan bahwa dia kini telah memiliki tunangan yang akan menikahinya.

    Ini rasanya novel Chrom/Metropop pertama yang kubaca. Perpaduan nuansanya cukup menarik. Kehidupan di kota besar + rasa kristiani yang kuat. Unsur glamornya Metropop jadi tidak begitu terasa, sih, sebenarnya :)).

    Ceritanya cukup bagus. Konfliknya bukan cuma tentang si cewek sudah punya tunangan, tapi juga soal perbedaan usia, cara memandang cinta, serta apa saja yang sebaiknya diperhatikan dalam memilih pasangan hidup?

    "[...] Bahwa 'sekadar suka' nggak bisa dijadikan alasan untuk pacaran, apalagi menikah. Aku buth mencari penolong yang sepadan, yang bisa mengimbangiku, dan yang terutama, yang benar-benar mencintai Tuhan dengan sepenuh hatinya." (hal. 161)


    View all my reviews

  2. Operation: Break the Cassanova's HeartOperation: Break the Cassanova's Heart by Aly Almario
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Operation: Break the Cassanova's Heart
    Penulis: Aly Almario
    Penerbit: Penerbit Haru
    Halaman: 224 halaman
    Terbitan: 30 Oktober 2015

    Misi: Menghancurkan Hati Sang Casanova
    10 Tugas yang Harus Diselesaikan:
    1. Buat dia menyadari kehadiranmu.
    2. Buat dirimu menonjol dari cewek-cewek lain.
    3. Dapatkan ajakan untuk berkencan.
    4. Jadikan kencan tersebut sangat berkesan.
    5. Buat dia menganggapmu serius.
    6. Pastikan dia hanya berkencan denganmu.
    7. Buat dia mengajakmu menemui orangtuanya.
    8. Buat dia menciummu, —ciuman yang tulus.
    9. Jadilah pacar terbaik yang pernah dia miliki.
    10. Langkah terakhir: HANCURKAN HATINYA.

    Satu-satunya peraturan yang harus kau patuhi dalam misi ini adalah: jangan jatuh cinta kepadanya. Kalau kau melanggar peraturan ini, maka misi akan dianggap gagal. Sebagai gantinya, kau akan menerima hukuman yang berat.

    Naomi Perez terpaksa menjalankan misi tersebut karena Stephen Cruz--—Sang Casanova--—adalah cowok yang telah menghancurkan hati sahabatnya, —Kryzel. Apakah Naomi berhasil membuat Stephen jatuh cinta kepadanya? Ataukah keadaan justru berbalik, dan Naomi jatuh cinta kepada Stephen?

    Review

    Setelah melihat sahabatnya patah hati, Naomi setuju untuk membalaskan dendam pada Stephen Cruz, si Casanova kampus yang terkenal suka gonta-ganti pacar. Dengan bantuan Yannie dan France, dua orang dari Koalisi Pembenci Stephen Cruz (KPSC), Naomi mulai bertransformasi menjadi cewek yang dapat menarik perhatian Stephen. Tujuan akhir Naomi hanya satu: membuat sang Casanova jatuh hati padanya, lalu hancurkan hati Stephen hingga berkeping-keping.

    Saya sejak dulu penasaran dengan novel-novel kontemporer dari berbagai negara. Pengin tahu topik/cerita seperti apa yang populer di negara-negara yang bahasanya asing buat saya, misalnya: Polandia, Ukraina, negara-negara di Afrika, atau yang dekat-dekat seperti Thailand dan Filipina. Nah, kebetulan sekali Penerbit Haru datang dengan lini barunya, "Phil-Fict", yang menerjemahkan novel dari Filipina ini.

    "Operation: Break the Casanova's Heart" ini punya karakter-karakter yang cukup menarik. Mulai dari Naomi sang tokoh utama, para kaya-nya (kakak laki-laki) Naomi yang heboh, France yang ganjen, sampai Stephen yang romantis dan kelewat PD.

    "Aku akan menjadi pacarmu setelah kau belajar menganggap serius hubunganmu dengan seorang cewek. Aku tidak mau main-main. Aku mau hubungan yang nyata." -Naomi kepada Stephen (hal. 26)


    Untuk ceritanya, saya lumayan suka. Petualangan Naomi dipenuhi kejadian lucu, manis, serta romantis. Sayangnya, ada berbagai momen tiba-tiba di dalam cerita. Ada beberapa kejadian yang dilemparkan ke pembaca tanpa persiapan/foreshadowing apa-apa.

    Untuk latar tempatnya, saya belum begitu puas, sih. Soalnya di sini pembaca tidak terlalu diajak untuk melihat setting tempatnya. Ada banyak bagian yang membuat saya merasa tempatnya ini kalau dibilang terjadi di Indonesia, saya akan percaya.

    Secara keseluruhan, novel ini adalah pengalaman yang menarik dalam membaca novel Filipina. Ceritanya juga bagus, walau sedikit terasa klise.

    "Saat kau mencintai seseorang, kau mencintainya begitu saja. Hanya itu yang penting, kan? Kau jatuh cinta begitu saja. [...]" -Naomi kepada Stephen (hal. 116)


    Heartbroken 
    Can you fix a broken heart?
    Photo by me

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge


    View all my reviews

  3. Brink of SensesBrink of Senses by Mertha Sanjaya
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Brink of Senses
    Penulis: Mertha Sanjaya
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 254 halaman
    Terbitan: Agustus 2015

    “Mengapa kau menari di sini?” tanya Kevin lantang. “Bukankah kau bisa menari di panggung dan dapat uang lebih banyak?”

    “Aku tidak butuh uang. Aku hanya suka menari. Menari, menari, dan menunggu.”

    Keputusan sang ayah untuk pindah ke New York membawa angin segar dalam kehidupan Kevin Huston. Di kota yang sibuk itu, dia bisa melupakan kenangan buruk akan ibunya dan bisa memulai hidup baru tanpa ada yang tahu riwayatnya sebagai mantan pasien di Pusat Rehabilitasi Mental Golden Sunshine (“Senyum, senyum, senyum karena kau ada di Golden Sunshine!”). Kevin berhasil menarik perhatian Carla Friday, gadis paling populer di sekolah dan dia bisa berteman dengan siapa pun yang dia mau. Siapa pun kecuali Scarlett Mendelsohn, gadis penari yang ia temui di Battery Park. Berulang kali Kevin mencoba mendekati Scarlett, tapi gadis itu tidak menggubrisnya, seolah pikirannya berada di tempat lain. Tapi Kevin tidak mau menyerah. Karena ada sesuatu dari gadis itu yang mengingatkannya pada kondisinya dahulu.

    Review

    "Brink of Senses" menceritakan tentang Kevin Huston, seorang murid SMA mantan pasien di Pusat Rehabilitasi Mental Golden Sunshine. Keputusan sang ayah untuk pindah dari Wales ke New York membawanya bertemu dengan Scarlett Mendelsohn, seorang gadis aneh yang menari secara cuma-cuma di Battery Park.

    Perkenalan pertamanya dengan Scarlett membuat Kevin merasakan satu hal. Ada sesuatu pada gadis itu yang mengingatkannya akan dirinya sendiri di masa lalu.

    Tidak terasa, akhirnya saya sampai juga di pengujung seri YARN. Total ada 15 buku. Rasanya seperti baru kemarin Remedy diterbitkan. Tahu-tahu sudah buku ke-15 aja :')

    Kovernya cakep banget. Saya suka nuansa hitam-putih dengan aksen pebalet merahnya. Saya juga suka dengan lingkaran putus-putusnya yang menyerupai gambar pergerakan bintang.

    Saya suka dengan karakter-karakter di BoS ini. Mulai dari Kevin yang kalau marah seram, sampai Scarlett yang aneh dan penuh misteri. Beberapa tokoh sampingan seperti Marcus dan Krupin juga memberi warna tersendiri bagi cerita.

    Untuk plotnya, saya suka dengan ide dasarnya. Eksekusinya juga sudah baik. Mungkin yang kurang hanya suatu ledakan dalam cerita kali, yah. Bagian akhir tentang rahasia Scarlett tidak cukup untuk memberikan kejutan buat pembaca soalnya.

    Secara keseluruhan, Brink of Senses ini punya karakter dan cerita yang enak untuk dibaca. Narasinya juga sudah mengalir dengan baik. Hanya saja, dia mungkin butuh letupan lebih dalam ceritanya. Tiga bintang buat novel ini.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge


    View all my reviews

  4. HappinessHappiness by Fakhrisina Amalia
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Happiness
    Penulis: Fakhrisina Amalia
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 223 halaman
    Terbitan: Agustus 2015

    “Berarti nggak masalah, dong, kalau Ceria masuk MIPA tapi ambil Biologi?”

    “Bisa aja, sih. Tapi kalau kamu tanya Mama, yang banyak hitung-hitungannya itu lebih spesial. Nggak sembarang orang bisa, kan?”

    Bagi Mama yang seorang dosen Matematika, hitung-hitungan itu spesial. Mama selalu membanding-bandingkan nilai rapor Ceria dengan Reina—anak tetangga sebelah yang pandai Matematika—tanpa melihat nilai Bahasa Inggris Ceria yang sempurna. Karena itu, sepanjang hidupnya Ceria memaksakan diri untuk menjadi seperti Reina. Agar Mama dan Papa bangga. Agar ia tak perlu lagi dibayang-bayangi kesuksesan Reina. Agar hidupnya bahagia. Ceria bahkan memilih berkuliah di jurusan Matematika tanpa menyadari ia telah melepaskan sesuatu yang benar-benar ia inginkan. Sesuatu yang membuat dirinya benar-benar bahagia.

    Review

    "Happiness" bercerita tentang Ceria, seorang gadis SMA yang duduk di kelas tiga. Walau sebenarnya tidak suka ilmu alam ataupun hitung-hitungan, Ceria memaksakan diri untuk masuk ke kelas IPA. Ini semua karena desakan kedua orang tuanya, serta keinginannya untuk mengalahkan Reina, tetangga dan teman kelasnya yang jago matematika dan selalu dipuji oleh ibunya.

    Dengan bantuan kakaknya dan Doni, teman sekelasnya, Ceria belajar mati-matian. Bahkan, demi memperoleh pengakuan dari orang tuanya, dia memutuskan untuk berkuliah di jurusan matematika, suatu hal yang ditentang habis-habisan oleh kakaknya.

    Pertama, saya harus bilang kalau kovernya dibalik, kesannya Ceria seperti tersedot oleh pesawat luar angkasa.



    Sorry. Can't help it :v

    Saya suka banget dengan ceritanya. Saya yakin banyak pembaca, khususnya yang lagi duduk di kelas 3 SMA, yang bisa paham dengan pergulatannya Ceria. Di saat kelas XII pasti ada orang seperti Reina yang sudah tahu dengan pasti akan kuliah di jurusan apa. Ada juga orang seperti Ceria yang sebenarnya mau masuk jurusan lain, tapi karena desakan (atau tidak adanya dukungan) orang tua, akhirnya masuk jurusan yang tidak sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya. Saya juga yakin kalau ada yang bingung mau masuk jurusan apa sampai saat-saat terakhir. Kayak saya :v.

    Ish, sudah lama banget yah masa-masa ini berlalu.

    Ceria harus memutuskan yang terbaik untuk dirinya sendiri. Pilihannya. Masa depannya. (hal. 33)


    Dan sayangnya, Ceria mengambil keputusan yang salah dengan masuk jurusan yang tidak cocok untuknya.

    Secara keseluruhan, saya merekomendasikan buku ini untuk para pelajar yang lagi bingung dengan masa depannya. Saya cuma mau bilang, lebih baik ambil jurusan yang memang sesuai dengan minat. Yah, bukan berarti kalau salah jurusan, hidup pasti berakhir, sih. Selalu ada jalan untuk kembali bangkit. Hanya saja, percayalah, tidak ada gunanya buang tenaga dan emosi selama 4 tahunan untuk kuliah di jurusan yang tidak cocok dengan keinginan.

    Success is liking yourself, liking what you do, and liking how you do it. -Maya Angelou.


    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge


    View all my reviews

  5. Caliban Cove (Resident Evil, #2)Caliban Cove by S.D. Perry
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Resident Evil: Caliban Cove
    Penulis: S.D. Perry
    Penerbit: Pocket Books
    Halaman: 256 halaman
    Terbitan: Oktober 1998

    In the aftermath of their ordeal through the Umbrella Corporation's genetic research facility, the surviving members of the Special Tactics and Rescue Squad (S.T.A.R.S.) attempt to warn the world about the conspiracy to create terrifying biological weapons. But the conspiracy is far from dead, as the S.T.A.R.S. learn when they are declared outlaws by the very people who trained them. Forced to go underground, the S.T.A.R.S. resolve to battle the conspiracy on their own, determined to seek out and stop Umbrella's experiments wherever they may be.

    Combat medic and biochemist Rebecca Chambers, the sole survivor of Bravo Team, joins a new S.T.A.R.S. strike force when rumor comes of another Umbrella experiment: hidden beneath the rocky cliffs of Caliban Cove, Maine, someone is building an army of the undead. Within a sinister lighthouse, through a complex maze of sea caves, inside the shell of a sunken shipwreck, the S.T.A.R.S. must battle more unspeakable horrors and stop a madman from unleashing the biohazard upon the world.

    But the S.T.A.R.S. may never get the chance, as the aggressive DNA-altering virus Umbrella has engineered to create its living weapons begins to infect them.

    Review

    "Resident Evil: Caliban Cove" bercerita tentang Rebecca Chambers, satu-satunya anggota S.T.A.R.S (Special Tactics and Rescue Squad) Beta yang berhasil selamat dari peristiwa Spencer Mansion (Resident Evil The Umbrella Conspiracy), yang memutuskan untuk kembali mengejar Umbrella Corp.. Kali ini, bersama anggota S.T.A.R.S baru yang belum terbeli oleh Umbrella, Rebecca menyelidiki sebuah labolatorium di daerah bertebing karang di Caliban Cove, Maine.

    "RE Caliban Cove" adalah novel original dari novelisasi Resident Evil. Sayangnya, novel ini tidak sebagus empat novel adaptasi yang sudah kubaca.

    Ceritanya terasa membosankan. Tidak banyak aksi yang terjadi. Tidak banyak juga puzzle yang dipecahkan. Chemistry antar tokohnya juga nyaris tidak ada. Coba bandingkan dengan chemistry Rebecca dan Billy di RE Zero Hour (review di sini).

    Selain itu, saya rasa ketegangannya juga tidak begitu dapat karena Rebecca selalu bergerak dalam kelompok, beda dengan di novel RE lainnya. Walau tokohnya selalu berpasangan di novel-novel lainnya, tapi kedua tokoh utamanya selalu terpisah dan menghabiskan banyak waktu dengan berjuang seorang diri.

    Eksperimen maju yang ditampilkan sebagai ancaman di sini juga kurang digunakan dengan baik. Rasanya sia-sia sudah ditampilkan suatu kondisi yang begitu menarik, tapi tidak terasa memberikan ketegangan lebih dalam cerita.

    Secara keseluruhan, saya rasa novel ini kalah jauh kalau dibandingkan dengan novel adaptasi Resident Evil yang ada. Ceritanya tidak begitu seru dan karakter-karakternya kurang kuat.


    View all my reviews

  6. Devil's GameDevil's Game by Cerberus Plouton
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Devil's Game
    Penulis: Cerberus Pluton
    Penerbit: Penerbit Bukune
    Halaman: 220 halaman
    Terbitan: Januari 2015

    “Sadapti adalah permainan setan; jika lima orang membentuk lingkaran, menyalakan lilin, dan bercerita seram, orang keenam akan datang.
    Orang keenam yang tak diundang. Orang keenam yang bukan manusia. Orang keenam yang mendatangkan bencana bagi lima pencerita lainnya—”

    ***
    Bagi Rane, Devina, Rhodeo, Nanda, dan Abhirama semua itu adalah omong kosong. Lima sahabat yang pintar dan logis itu menganggap Sadapti hanyalah permainan untuk menakuti anak kecil, pengisi waktu luang, atau pengusir rasa bosan.
    Namun, kini Rane tidak begitu yakin. Saat satu per satu cerita seram mereka menjelma nyata…, dan nyawa menjadi taruhannya.

    Review

    "Devil's Game" bercerita tentang Rane, Devina, Rhodeo, Nanda, dan Abhirama, lima sekawan di tempat bimbingan belajar yang terkenal karena kelebihan masing-masing. Suatu hari, karena ajakan Devina, mereka berlima memainkan Sadapti, sebuah permainan menceritakan kisah seram, lalu meniup api lilin hingga padam. Awalnya mereka berpikir kalau ini hanyalah sebuah permainan konyol, hingga salah satu dari mereka meninggal dengan cara yang sama dengan cerita horornya.

    Waktu pertama kali novel ini keluar, saya langsung memasukkannya ke daftar baca saya. Waktu itu saya tertarik dengan premisnya, juga karena saya suka dengan "Tujuh Hari di Villa Mencekam" (review di sini) karya penulis. Sayangnya, setelah membaca novel ini, saya agak kecewa.

    Berbeda dengan "Tujuh Hari di Villa Mencekam", atau karya non horor si penulis, saya merasa gaya penulisan di sini sangat canggung. Banyak pengulangan tidak perlu yang terjadi. Pendeskripsian tokoh-tokohnya juga terasa malas dan klise.

    Dari segi cerita, saya suka dengan deskripsi horornya. Bagian horornya ini punya cara bercerita yang lebih luwes dibandingkan narasi biasanya. Hanya saja, saya merasa (peringatan bocoran cerita) cara yang dipakai R terlalu memutar dan tidak pasti kena.

    Secara keseluruhan, "Devil's Game" ini punya bagian horor yang cukup baik. Porsinya pas dengan narasi yang enak. Sayangnya gaya bercerita keseluruhan dan karakter-karakternya tidak begitu bagus. Tapi, ceritanya terasa sekali punya materi film. Mungkin bisa diangkat juga ke layar lebar seperti THdVM.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge


    View all my reviews

  7. Sang Bintang (Starring Tracy Beaker)Sang Bintang by Jacqueline Wilson
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Sang Bintang (Starring Tracy Beaker)
    Penulis: Jacqueline Wilson
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 192 halaman
    Terbitan: Februari 2009

    Tracy Beaker ingin sekali ikut bermain dalam drama di sekolahnya, A Christmas Carol, yang akan dipentaskan pada Hari Natal. Anak yang susah diatur ini mengira ia tidak bakalan kebagian mendapat peran, bahkan untuk menjadi anak gelandangan yang nakal sekalipun. Tapi lalu ia dipilih untuk menjadi pemeran utama. Bisakah ia memerankan Ebeneezer Scrooge yang penggerutu dan pemarah? Yah, ia mendapat sedikit bantuan dari Justine si Sangat-Menyebalkan Littlewood...

    Sementara Tracy mempersiapkan diri, Cam menolongnya menghafal dialognya. Tapi ia benar-benar ingin tahu apakah ibunya yang bintang film akan bisa datang dari Hollywood tepat pada waktunya untuk menontonnya bermain drama?

    Review

    Aku Tracy Beaker. Ingat baik-baik namaku. Aku akan terkenal suatu hari nanti. (hal 7)


    "Starring Tracy Beaker" bercerita tentang Tracy Beaker, seorang anak penghuni panti asuhan. Walau tinggal di panti, Tracy sebenarnya masih memiliki seorang ibu yang, katanya, berprofesi sebagai seorang aktris Hollywood, dan kesibukan ibunya itulah yang membuatnya tinggal di tempat yang Tracy sebut sebagai 'Tempat Pembuangan'.

    Suatu hari, sekolah Tracy akan mengadakan pertunjukan drama 'A Christmas Carol'. Tracy ditunjuk untuk memainkan Ebenezer Scrooge, si peran utama. Bersama Cam, ibu asuhnya, Tracy mempersiapkan diri untuk peran itu, sambil berharap-harap cemas akan kedatangan ibunya ke pementasan itu.

    Novel ini semacam pendinginan setelah saya kena "I Am a Cat" yang lumayan bikin mumet (review di sini). Buku anak-anak dengan tokoh yang kadang bikin kesal, kadang bikin ketawa.

    Tracy Baker memang bukan contoh anak yang manis. Dia gampang merah, suka memukul orang, dan mungkin agak delusional (atau setidaknya sangat imajinatiflah). Duh, tidak kebayang, deh, kalau punya anak kayak Tracy ini :)). Tapi, semua kemarahan dan sifatnya itu bisa dipahami sebagai ketakutan dan mungkin juga kekecewaan Tracy.

    Ceritanya punya warna yang sedikit mengingatkan pada Matilda-nya Roald Dahl (review di sini). Saya suka dengan perkembangan hubungan antara Tracy dan Cam. Kisahnya mereka manis dan hangat.

    Sayang saya baru tahu kalau ini buku ke-3 dari serial Tracy Beaker. Pantas saja ada beberapa bagian yang bikin saya bingung. Mungkin bagian-bagian itu bisa lebih dipahami kalau baca buku prekuel/sekuel dari novel ini.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan kisah Tracy yang bandel, tapi juga manis ini. Jadi pengin baca buku-buku lain dari seri ini.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge


    View all my reviews