Rss Feed
  1. Giveaway! Kali ini dari Penerbit Haru akan memberikan 2 novel "So, I Married the Anti-fan". Cara ikut GA? Simak aturan ini dulu, lalu isi Rafflecopter di bawah.


    1. Peserta berdomisili di wilayah Indonesia.
    2. Buku hadiah akan dikirimkan oleh Penerbit Haru
    3. Silakan mengisi kolom Rafflecopter di bawah ini.
    4. Giveaway berlangsung dari 26 Oktober 2015 - 9 November 2015
    5. Keputusan pemenang tidak dapat diganggu gugat.
    6. Bila dalam 48 jam tidak ada respon dari pemenang, maka akan dipilih seorang pemenang baru.
    7. Harap sertakan akun twitter saat konfirmasi pemenang.
    8. Jika ada pemenang ganda dengan host yang berbeda, host berhak untuk mengundi ulang jika merasa perlu.
    9. Jika tidak ada undian ulang, pemenang HANYA akan mendapatkan 1 buku  meskipun mereka menang beberapa kali.


    Kuis Finale

    Selain GA di atas, ada juga kuis Finale dari Penerbit Spring. Caranya:

    1. Kumpulkan semua potongan huruf dari blog peserta blogtour "So, I Married the Anti-fan".
    2. Kumpulkan semua pertanyaan hingga membentuk sebuah kata
    Untuk blog ini, hurufnya adalah:


  2. So, I Married The Anti-fanSo, I Married The Anti-fan by Kim Eun Jeong
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: So, I Married the Anti-fan
    Penulis: Kim Eun Jeong
    Penerbit: Penerbit Haru
    Halaman: 525 halaman
    Terbitan: Oktober 2015

    Aku tinggal dengan idola paling terkenal se-Korea.Tapi Aku adalah antifan-nya.

    H, salah satu bintang pemicu hallyu wave akan tinggal dengan antifan-nya dalam sebuah variety show.

    Mr. H: Tentu saja aku bisa menangani antifan-ku. Aku ini pria yang penuh dengan kejutan

    Ms. L: Sebagai antifan-nya, aku akan membuka semua rahasia busuknya. Lihat saja nanti

    Begitu berita itu keluar, para fans Mr. H segera membentuk pertahanan untuk melindungi idolanya.

    Dan jika Ms. L melukai Mr. H barang sedikit pun maka mereka tidak segan2 untuk bertindak.

    Review


    Geun Yong tidak terima ketika dia dipecat dari majalah tempatnya bekerja. Dia yakin Hu Joon, si artis Korea nomor satu saat itu, yang membuatnya dikeluarkan. Semuanya itu karena Geun Yong mengetahui rahasia Hu Joon yang ternyata bersifat kasar pada wanita.

    Aksi protesnya di depan kantor manajemen Hu Joon membuatnya menerima cap 'anti-fan' dan diserang oleh penggemar Hu Joon. Tapi, aksi protes itu juga yang membuatnya terkenal dan akhirnya diajak untuk membintangi sebuah variety show. Di acara itu, Geun Yong akan menjadi manajer Hu Joon dan mereka akan hidup bersama-sama. Geun Yong menerima tawaran itu. Selain karena dia memang butuh uang, dia juga memtuskan untuk membongkar kebusukan Hu Joon di hadapan semua orang. Tapi, apa Geun Yong bisa mewujudkan hal itu? Lalu apakah Hu Joon memang pria jahat yang dia kira?

    Suka banget dengan ceritanya. "So, I Married the Anti-fan" ini punya cerita khas K-drama. Cowok-cewek yang tidak cocok, tapi tetap saja harus berinteraksi karena suatu hal. Poin yang saya suka, Geun Yong dan Hu Joon adu mulutnya tidak terlalu sering. Kadang ada cerita yang suka memaksakan pertengkaran antara kedua tokoh utamanya. Tujuannya, sih, supaya cerita seru dan lucu, tapi jatuhnya malah bikin jengah. Hal itu tidak terjadi di sini.

    Saya juga suka dengan pergerakan ceritanya. Geun Yong dan Hu Joon memiliki kesulitan masing-masing. Mereka punya kehidupan pribadi yang sama sulitnya, tapi berusaha mereka lalui dengan dukungan satu sama lain.

    "Coba kau berada di posisi kami. Mau jalan-jalan susah. Meskipun kau benar-benar marah, kau bahkan tidak bisa mengerutkan kening di hadapan orang banyak. Bahkan aku sampai memperhatikan apa aku memegang sumpit dengan benar kalau aku sedang makan di tempat umum." -Hu Joon (hal. 106)


    "Jangan salah paham. Anti-fan bukan orang yang selalu melawan atau memaki-maki selebriti tanpa tahu apakah itu fakta atau bukan. Keberadaan anti-fan menandakan bahwa ada kekurangan pada diri selebriti tersebut. Bukankah anti-fan sejati adalah anti-fan yang bisa memberinya tepuk tangan, menepuk pundaknya, dan menyalaminya ketika selebriti itu mengakui kekurangannya, bersedia mendengar kritik pedas, dan berusaha memperbaikinya? Sebenarnya, saya lebih senang jika anti-fan itu sebaiknya dianggap sebagai orang yang menunjukkan motif dan alasannya tidak menyukai selebriti itu dengan berani, bukan sebagai orang yang bisanya hanya memaki dan mengkritik selebriti itu." -Geun Yong (hal. 391)


    Saya kurang sreg dengan bagian akhir novel ini. Penceritaannya terasa menumpuk dan tidak seluwes bagian depan hingga tengahnya. Saya, sih, tidak keberatan kalau ceritanya dipanjangkan sedikit lagi untuk menutup ceritanya dengan lebih baik.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan novel ini. Ceritanya bagus, lucu, dan bikin penasaran. Lima ratus halaman lebih tidak terasa saat membaca novel ini.

    Oh, iya. Novel ini juga akan diadaptasi menjadi film, loh. Kabarnya Park Chanyeol dari grup EXO yang akan memerankan Hu Joon, sementara pemeran Geun Yong belum diketahui.

    Oke, jujur saya merasa Chanyeol (22 tahun) ini kemudaan untuk memainkan Hu Joon yang diceritakan berusia 30 tahun. Mungkin miriplah dengan perasaan beberapa orang saat Nabilah diumumkan sebagai pemeran Mia Clark :)).

    Park Chanyeol. Sumber foto: Wikipedia

    Ikuti giveaway berhadiah 2 novel "So, I Married the Anti-fan" di sini.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Read Big Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge


    View all my reviews

  3. Chasing the ProphecyChasing the Prophecy by Brandon Mull
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: Chasing the Prophecy (Beyonders, #3)
    Penulis: Brandon Mull
    Penerbit: Mizan Fantasy
    Halaman: 704 halaman
    Terbitan: Juni 2014

    Sebatang anak panah melesat dari kegelapan malam dan menghunjam ke dekat bara api di perkemahan. Teriakan tercekik memecah keheningan. Kegelapan menyamarkan pergerakan musuh. Para pengawal berjatuhan, musuh merangsek ke depan dan berhasil mendorong Sang Pangeran jatuh ke tanah.

    Nedwin, mata-mata kepercayaannya, menyaksikan dari jauh, di tempat tersembunyi. Dia ragu untuk keluar dan menyelamatkan majikannya. Bagaimana jika dia gagal dan tertangkap? Tiga Suku Kata berharga yang dipercayakan kepadanya akan hilang. Padahal, itu adalah misi utama Sang Pangeran. Satu-satunya jalan untuk menggulingkan Kaisar.

    Namun, Nedwin juga tahu, jika hanya diam,dia tidak akan sanggup menanggung penyesalan seumur hidup. Dia harus berhasil.

    Review

    Setelah mendengarkan hasil penerawangan dari Esmira sang peramal, Jason dan Rachel harus berpisah. Keduanya berada pada kelompok berbeda yang telah ditunjuk oleh Esmira. Keduanya harus menjalankan dan menuntaskan misi yang dibebankan kepada mereka. Tidak boleh ada kata gagal dalam perjalanan mereka, atau Lyrian sepenuhnya akan jatuh ke dalam kuasa Maldor.

    Buku terakhir dari serial "Beyonders" karya Brandon Mull. Ada banyak hal yang terjadi di sini. Ada berbagai perjalanan, konflik, serta perjalanan yang berat dan semuanya seru untuk diikuti. Buku penutup yang tidak kalah bikin penasarannya dengan dua buku pendahulunya.

    Perjalanan kedua kelompok yang ada di buku ini seru dengan caranya masing-masing. Perjalanan Jason penuh dengan tantangan fisik, sementara perjalanan Rachel lebih berbau politik dan sihir. Rachel sendiri menunjukkan momen-momen yang agak menyebalkan di beberapa bagian buku, tapi dia juga yang menimbulkan keraguan yang menarik bagi pembaca: sejauh apa ramalan yang Esmira sampaikan dapat mereka percayai? Apakah tidak mungkin kalau Esmira sudah melakukan perjanjian dengan Maldor? Bagaimana kalau penerawangan peramal itu telah diganggu dengan kekuatan para torivor?

    Karakter yang jadi favorit saya di buku ini adalah Nedwin. Pengorbanan dan kesetiannya pada Galloran betul-betul luar biasa. Karakter-karakter pendukung lain seperti Tark, Ferrin, dan Drake juga meninggalkan kesan yang dalam.

    Akhir ceritanya meninggalkan kesan kemungkinan sekuel. Yah, kalau ada sekuelnya, semoga tidak kalah seru dari seri Beyonders ini :D.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Read Big Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Chalenge


    View all my reviews

  4. Seeds of RebellionSeeds of Rebellion by Brandon Mull
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: Seeds of Rebellion (Beyonders. #2)
    Penulis: Brandon Mull
    Penerbit: Noura Books
    Halaman: 676 halaman
    Terbitan: Januari 2014

    Para murid bertudung mengangkat balok beton dari kolam yang harum. Tampak wajah seorang Peramal Wanita, satu-satunya bagian yang terkuak di sepanjang permukaan balok yang basah dan halus itu. Matanya tertutup. Kuil yang penuh ukiran kuno itu menjadi sunyi, sementara balok tersebut lambat laun berhenti meneteskan air. Sang Pangeran menanti.
    Mata sang Peramal tiba-tiba terbuka. Selaput keruh tampak menutupi matanya, memburamkan irisnya yang cokelat dan menjadikan kornea putihnya bernuansa pelangi.

    Perempuan itu mengumumkan.
    “Misi mencari Kata akan menjadi bagian penting dari pengembaraanmu. Jalannya lebih panjang daripada yang kau sangka …. Banyak jalan berujung pada kehancuran. Sekalipun selamat dari cobaan, kau akan menjadi suami tanpa istri, ayah tanpa putra, pahlawan tanpa misi, dan raja tanpa negeri. Tapi, kuatkan hatimu. Sebagian orang harus tersesat sebelum menemukan jalan. Sebagian harus dikosongkan sebelum bisa diisi, lemah sebelum kuat, dan buta sebelum melihat.”

    Review

    Melanjutkan petualangan dari "A World Without Heroes" (review di sini), Jason sekali lagi kembali ke Lyrian. Misinya kali ini adalah untuk membawa pesan tentang rahasia Maldor kepada sang Raja Buta, rahasia yang dapat mengubah seluruh alur pertentangan dengan Maldor.

    Suka banget. Ceritanya masih tetap seru dan bikin betah untuk dibaca. Dalam 2 hari saja saya bisa menyelesaikan buku setebal 676 halaman ini.

    Di buku ke-2 ini ada banyak perkembangan yang terjadi. Misi yang Jason dan Rachel jalani berkembang menjadi lebih besar. Semakin banyak dan beragam teman perjalanan yang muncul dengan satu tujuan yang sama: menumbangkan Maldor dan mengembalikan kedamaian Lyrian.

    Saya suka dengan karakter-karakter baru yang muncul di sini. Favorit saya adalah Aram, si setengah raksasa yang bertubuh besar dan berotot di malam hari, tapi ceking dan kecil di saat matahari tampak di langit.

    Ceritanya mungkin tidak se-wah buku pertama, tapi tetap menghibur dan seru karena penuh dengan petualangan yang keren.

    "Apa gunanya melawan musuh setangguh Maldor?" (Aram)

    Moira menghadap putranya. "Karena kau mungkin akan menemukan bahwa dia tidak seperkasa yang kau bayangkan." (hal. 150)


    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Read Big Reading Challenge
    -2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  5. Cerita Cinta EnricoCerita Cinta Enrico by Ayu Utami
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Cerita Cinta Enrico
    Penulis: Ayu Utami
    Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia
    Halaman: 244 halaman
    Terbitan: Februari 2012

    Cerita Cinta Enrico adalah kisah nyata seorang anak yang lahir bersamaan dengan Pemberontakaan PRRI. Ia menjadi bayi gerilya sejak usia satu hari. Kerabatnya tak lepas dari peristiwa '65. Ia menjadi aktivis di ITB pada era Orde Baru, sebelum gerakan mahasiswa dipatahkan. Merasa dikebiri rezim, ia merindukan tumbangnya Soeharto. Akhirnya ia melihat peristiwa itu bersamaan dengan ia melihat perempuan yang menghadirkan kembali sosok yang ia cintai sekaligus hindari: ibunya.

    Cerita Cinta Enrico adalah kisah cinta dalam bentangan sejarah Indonesia sejak era pemberontakan daerah hingga Reformasi.

    Review

    "Cerita Cinta Enrico" bercerita tentang Joakhim Prasetya "Enrico" Riksa, seorang anak laki-laki yang lahir sebagai bagian dari pasukan gerilyawan di daerah Padang. Tumbuh besar dalam lingkungan yang bercampur aduk antara cinta, kehilangan, dan kenakalan, Enrico tumbuh menjadi seorang pemuda yang merindukan kebebasan.

    "Cerita Cinta Enrico" adalah catatan perjalanan hidup Enrico. Dimulai dengan sebuah revolusi di Sumatra Barat, dan terus berlanjut hingga hari-hari dewasanya di Jawa yang penuh lika-liku.

    Buku ini memiliki suatu pendekatan yang menarik. Sebagai sebuah novel, "Cerita Cinta Enrico" ini mendasarkan kisahnya pada fakta, lalu membalurinya dengan fiksi. Kisah perjalanan Enrico di novel ini didasarkan pada kehidupan seorang Enrico di dunia nyata, tapi dengan beberapa detail yang tidak begitu akurat. Penulisnya mengambil kebebasan kreatif dan memang mengakui hal ini dalam catatan akhirnya.

    Awalnya saya mengharapkan kisah tentang seorang anak yang hidup dalam lingkungan yang keras, mungkin juga militeristik. Dari blurb-nya, saya menduga sebuah kisah tentang perlawanan politik dan ketidakpuasan akan ketidakadilan. Sayangnya, saya salah besar.

    Enrico ini justru tumbuh besar dalam lingkungan yang bisa dibilang lebih tenang dari dugaan awal saya. Apakah hidupnya berhubungan dengan militer? Rasanya tidak terlalu atau tidak ditunjukkan di sini. Cerita yang kukira akan berhubungan erat dengan politik juga melenceng. Enrico rasanya hanya berdiri di tepi pantai sambil mengamati ombak, pusaran air, serta berbagai pasang-surut lautan politik.

    Ada lompatan waktu yang cukup besar di tengah novel. Enrico yang berada pada awal 20-an langsung melompat ke usia 40-an. Saya jujur agak merasa setengah hati dengan lompatan ini. Saya paham bahwa mungkin tidak ada hal menarik yang perlu disampaikan dalam rentang waktu yang hilang, tapi di sisi lain, hal ini juga membuat saya sedikit kaget karena perubahan karakter tokoh dan juga nuansa cerita. Walau begitu, saya rasa perubahan-perubahan yang Enrico alami itu masuk akal. Sebab-akibat antara kehidupan masa kecil dan dia di masa dewasa bisa terlihat jelas.

    Gaya bercerita penulisnya cenderung repetitif di sini. Ada banyak bagian yang diulang-ulang dalam cerita tanpa terasa manfaatnya. Lalu ada kata tidak baku 'nafas' dan 'di mana' (sebagai pengganti kata sambung 'where') yang dipakai di sepanjang cerita. Apakah pemakaiannya memiliki makna tersendiri? Saya tidak tahu.

    Secara keseluruhan, saya cukup menikmati novel ini. Mungkin tidak sesuai dugaan awal, tapi tidak buruk juga. Sayangnya, saya juga tidak merasa terpukau dengan cerita ataupun narasinya.

    Saya menyarankan novel ini untuk yang mencari bacaan tentang hubungan cinta-benci antara orang tua dan anak, serta yang ingin membaca novel dengan lumuran filosofi agama dan feminisme.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  6. Giveaway! Kali ini dari Penerbit Spring akan memberikan 2 novel "P. S. I Still Love You". Cara ikut GA? Simak aturan ini dulu, lalu isi Rafflecopter di bawah.

    1. Peserta berdomisili di wilayah Indonesia.
    2. Buku hadiah akan dikirimkan oleh Penerbit Spring
    3. Silakan mengisi kolom Rafflecopter di bawah ini.
    4. Giveaway berlangsung dari 15 Oktober 2015 - 29 Oktober 2015
    5. Keputusan pemenang tidak dapat diganggu gugat.
    6. Bila dalam 48 jam tidak ada respon dari pemenang, maka akan dipilih seorang pemenang baru.
    7. Harap sertakan akun twitter saat konfirmasi pemenang.
    8. Jika ada pemenang ganda dengan host yang berbeda, host berhak untuk mengundi ulang jika merasa perlu.
    9. Jika tidak ada undian ulang, pemenang HANYA akan mendapatkan 1 buku  meskipun mereka menang beberapa kali.
    a Rafflecopter giveaway

    Kuis Finale

    Selain GA di atas, ada juga kuis Finale dari Penerbit Spring. Caranya:

    1. Kumpulkan semua potongan pertanyaan dari blog peserta blogtour "P. S. I Still Love You".
    2. Jawab pertanyaan-pertanyaan tersebut langsung di gambarnya.
    3. Kumpulkan semua pertanyaan + jawaban itu di dalam satu gambar. (Alias gabungkan semua potongan yang sudah dikumpulkan menjadi satu gambar.)
    4. Jawaban pertanyaannya ada di review/ulasan novelnya, jadi coba baca ulasannya baik-baik, yah:D.
    Hadiah untuk kuis Finale ini adalah novel "P.S. I Still Love You" dan paket Emerald Green Label.

    Dan... potongan pertanyaan untuk blogtour kali ini adalah:



  7. P.S. I Still Love You (To All the Boys I've Loved Before, #2)P.S. I Still Love You by Jenny Han
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: P. S. I Still Love You
    Penulis: Jenny Han
    Penerbit: Penerbit Spring
    Halaman: 356 halaman
    Terbitan: September 2015

    Lara Jean tidak mengira akan benar-benar jatuh cinta pada Peter. Dia dan Peter tadinya hanya berpura-pura. Tapi tiba-tiba saja mereka tidak lagi pura-pura. Sekarang, Lara Jean tambah bingung dengan perasaannya dan juga dengan situasi yang dia hadapi. Saat seorang pemuda dari masa lalunya tiba-tiba kembali ke dalam kehidupannya, percikan yang pernah dia rasakan pun kembali. Bisakah seorang gadis jatuh cinta pada dua pemuda sekaligus?

    Buku ini adalah sekuel dari To All the Boys I’ve Loved Before, tempat kita bisa merasakan cinta pertama lewat Lara Jean.

    Cinta tidak pernah mudah, tapi mungkin itulah yang membuatnya luar biasa.

    Review

    Mula-mula, saya menyampaikan terima kasih kepada Penerbit Spring yang telah memberikan kepercayaan pada saya sebagai salah satu bloghost. Ulasan kali ini adalah bagian dari blogtour novel "P. S. I Still Love You". Ada juga kuis berhadiah 2 novel "P. S. I Still Love You" yang dapat kamu ikuti di sini.

    "P. S. I Still Love You" adalah sekuel dari novel "To All the Boys I've Loved Before" (review di sini). Setelah surat-surat cintanya terkirim, melewati sebuah masa pacaran pura-pura, serta mengalami kehidupan cinta yang jungkir-balik, Lara Jean akhirnya berpacaran dengan Peter Kavinsky, si cowok-cakep-tapi-kepedean yang sudah lama dia sukai.

    Saat Lara Jean mengira percintaannya akan lancar-lancar saja, masalah muncul silih-berganti. Mulai dari videonya dengan Peter yang dijadikan olok-olok, Peter yang kembali dekat dengan mantan pacarnya, hingga datangnya surat balasan dari John Ambrose McClaren, salah satu dari lima orang penerima surat cinta yang selama ini dia simpan di kotak topi pemberian ibunya. Kalau sudah begini, apakah hubungannya dengan Peter bisa dipertahankan?

    Sama seperti pendahulunya, "P. S. I Still Love You" ini menampilkan sebuah kisah romans remaja yang manis, romantis, dan bisa buat senyum-senyum sendiri. Saya juga suka dengan tema ceritanya. Kalau di TAtBILB diceritakan bagaimana Lara dan Peter akhirnya bisa dekat, di PSISLY ini diceritakan bagaimana sulitnya mempertahankan sebuah hubungan. Ada berbagai hal seperti pertengkaran, masalah keterbukaan, hingga orang ketiga yang bisa mengganggu sebuah hubungan.

    Kurasa kau boleh menyebutku telat mekar, tapi itu artinya kita semua masuk dalam semacam jadwal mekar yang sudah ditentukan sebelumnya. Tentunya ada cara yang benar atau cara yang salah untuk menjadi remaja enam belas tahun yang jatuh cinta pada seorang cowok. (hal. 144)


    Kisah Lara dengan Peter kali ini seperti roller-coaster, sama seperti perasaan saya membaca mereka. Kadang saya bisa merasa oh-so-sweet melihat mereka, kadang saya bisa kesal dengan si Peter, kadang saya bisa ketawa melihat tingkah mereka. Btw, kurang komunikatifnya Peter pada Lara Jean membuat saya (view spoiler)

    Secara keseluruhan, "P. S. I Still Love You" ini adalah novel romans remaja yang manis, lucu, dan juga romantis. Novel yang patut dicoba oleh para penggemar YA romance dan yang sudah menantikan kelanjutan kisah Lara dan Peter.

    Sekarang aku tahu kalau aku tidak mau mencintai atau dicintai hanya setengah-setengah. Aku mau semuanya. Dan untuk mendapatkan semuanya, kau harus mempertaruhkan segalanya. -Lara Jean

    Akankah tiba suatu hari ketika cinta meranggas seperti daun di musim gugur?

    Buku ini untuk tantangan baca:

    - 2015 Young Adult Reading Challenge

    View all my reviews