Rss Feed
  1. Hai, hai. Sudah tiba lagi di ujung bulan Agustus. Bagaimana kabarnya sejauh ini? Sehat? Dompetnya bagaimana? Sehat juga? *heh

    Anyway, ini adalah edisi ke-2 dari "Read That To-Read". Untuk edisi pertamanya bisa dilihat di sini. Sayangnya saya hanya berhasil menyelesaikan 5 dari 6 buku di daftar itu. Antara lain:

    1. People Like Us - Yosephine Monica (review)
    2. We - Yevgeny Zamyatin (review)
    3. 1st to Die - James Patterson (review)
    4. Rainy's Days - Fita Chakra (review)
    5. Someone to Remember - Natalia Theodora (review)

    Untuk bulan depan, saya berencana untuk membaca 6 buku. Keenam buku itu terbagi dalam 3 kategori, masing-masing terdiri atas 2 buku.

    Something New
    Buku yang rencananya akan saya beli bulan depan.
    1. Hujan dan Cerita Kita - Stephie Anindita -> pernah 2 kali sebuku antologi sama penulisnya :)). Sekali di "Lapangan Tanah Merah", sekali di "Noel d'Amour 2"
    2. If You Could - Cynthia Febrina -> tertarik karena kover, lalu karena sebuah ulasan berimbang di Goodreads. Rencananya mau coba beli versi ebook-nya sih. ^_^
    Something Old
    Buku yang sudah lama ada di timbunan.
    1. Unwind - Neal Shusterman
    2. The Cuckoo's Calling - Robert Galbraith -> dengar-dengar buku keduanya akan segera diterjemahkan di sini. Berarti sudah saatnya baca buku ini.
    Something Borrowed
    Buku yang akan saya pinjam. Semoga tidak keduluan orang lain.
    1. High Fidelity - Nick Hornby
    2. Beloved - Toni Morrison
    Daftarnya bikin bersemangat baca :D. Semoga bulan ini bisa terpenuhi semuanya.

  2. Perkara Pertama / 1st to Die (Women's Murder Club #1)Perkara Pertama / 1st to Die by James Patterson
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Perkara Pertama / 1st to Die
    Penulis: James Patterson
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 472 halaman
    Terbitan: Oktober 2004

    Lindsay, inspektur divisi pembunuhan; Claire, pemeriksa medis; Jill, penuntut umum; dan Cindy, wartawan kriminal.

    Empat wanita bekerja sama mengungkap pembunuhan berantai di San Fransisco yang membunuhi pengantin baru secara keji.

    Dengan menggunakan bakat, keberanian, dan kecerdasan, keempatnya bertekad menyingkap siapa pembunuh yang sebenarnya... sebelum makin banyak korban berjatuhan. Tanpa mereka ketahui, sang pembunuh ternyata sudah menebar perangkap untuk menjebak mereka.

    Review

    What the f- did I just read?

    Jadi begini, pertemuan pertama saya dengan Women's Murder Club ini tergolong unik. Soalnya dulu, dulu-banget-entah-tepatnya-kapan, saya pernah main trial game Women's Murder Club ini. Gamenya sih cuma bertipe cari dan temukan, tapi saya cukup tertarik dengan plot kasus yang ditawarkan. Sejak itulah saya awas akan keberadaan seri ini. Makanya saya senang banget waktu menemukan buku ini dijual di tempat sewa buku di dekat tempat saya tinggal.

    Sayang, saya hanya bisa bilang WTH setelah membaca lembaran terakhirnya.

    Karakter mungkin menjadi poin paling kuat di sini. Saya suka pada keempat anggota Women's Murder Club ini. Lindsay digambarkan sebagai seorang inspektur polisi yang tengah berjuang melawan Negli's aplastic anemia, penyimpangan darah yang mengakibatkan tubuh berhenti memproduksi entrosit.

    Di saat yang sama, dia tengah menyelidiki kasus pembantaian pengantin. Para pengantin baru, dibunuh satu-per-satu. Tiga pasang pengantin, semuanya dibantai dengan brutal. Tidak hanya itu, semua pembunuhan itu memiliki unsur seksual di dalamnya.

    Nah, ini novel kriminal kan ya. Jadi seharusnya unsur misteri dan pemecahan pembunuhan menjadi fokus utama. Di bagian inilah saya merasa novelnya parah abis :').

    Penjelasan kasus, pelaku, serta motifnya tidak bisa saya percaya. Not believable enough for me. Si pengarang berusaha untuk menyuntikkan pemikiran, "memangnya kenapa kalau motif pelakunya hanya karena dia seorang pembunuh gila?" dan itu yang kurang bisa saya terima. Sorry banget, tapi saya mengharapkan motif yang jauh lebih matang dari itu.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2014 New Authors Reading Challenge


    View all my reviews

  3. Selamat hari Rabu semuanya. Sisa 3 hari lagi dan bulan Agustus ini akan berakhir. Tidak terasa sudah akan masuk bulan September. Tahun ini juga berlalu dengan cepat, yah.

    Selamat datang di Wishful Wednesday edisi ke-49. Satu edisi lagi bakal jadi edisi emas nih :)). Untuk minggu ini, Kak Astrid, sang blog host WW ini, mengadakan giveaway. Cara ikutan? Bisa cek langsung di blognya.

    Untuk kali ini, buku pilihan saya ada 2:

    Petualangan Pinokio
    by: Carlo Collodi
    Bisa diperoleh di BukaBuku (Rp 34.000)

    Dari Goodreads:
    Di sebuah desa di Itali, Geppetto, seorang pengukir kayu yang sudah tua, mendapatkan potongan kayu yang tampaknya cocok dijadikan boneka tali. Tapi ketika dia mulai bekerja, terjadi keajaiban –– potongan kayu itu mulai berbicara. Setelah selesai dibentuk, si boneka tali ternyata bisa berjalan, berlari, dan makan seperti anak lelaki biasa. Oleh Geppetto, boneka tali itu dinamai Pinocchio. 
    Pinocchio nakal sekali, dan suka berbohong. Setiap kali dia berbohong, hidungnya bertambah panjang. Dia juga gampang termakan omongan manis, sehingga sering ditipu dan nyaris celaka. Ulahnya ini sangat menyusahkan ayahnya, namun setelah mengalami berbagai kemalangan, akhirnya Pinocchio belajar dari kesalahannya dan berusaha menjadi anak baik. Dan usahanya ini berbuah manis. Dia mendapat hadiah dari Peri cantik yang selama ini mengamatinya.
    Saya sudah pernah baca Pinokio sebelumnya, tapi yang bentuknya buku bergambar untuk anak-anak. Bacanya juga waktu saya masih kecil dulu, tapi yang paling membekas buat saya adalah versi kartun Disney-nya. Khususnya di adegan berubah jadi keledai ini:



    Adegan yang menakutkan untuk saya yang masih kecil waktu itu. Thanks for the mental scar, Pinocchio. 

    Pengin baca novelnya untuk membandingkannya dengan versi yang pernah saya baca dan tonton.

    Buku kedua yang saya idamkan minggu ini adalah:

    Kakak Batik
    oleh: Kak Seto
    Bisa diperoleh di BukaBuku (Rp 35.600)
    Dari Goodreads:
    Mimpiku untuk jadi dokter harus kandas setelah dua kali tidak lulus ujian masuk fakultas kedokteran. Mimpi hidup enak di Jakarta, kenyataannya harus rela kerja serabutan dan hidup menumpang orang. Mimpi tentang gadis itu, harus puas dengan bertepuk sebelah tangan.  
    Jalan impian di depanku sepertinya memang tidak lurus. Selalu ada saja tikungan. Dan, melenceng dari apa yang kita impikan mungkin tidak terlalu buruk? 
    Di tengah kesulitanku, tikungan jalan itu mulai terlihat. Sosok itu menggiringku pada apa yang kuraih hari ini. Mengenalkanku pada dunia baru. Pertemuan itu, senyum anak-anak itu mengubah jalan hidupku…
    Kenapa saya mau baca ini? Karena penulisnya Kak Seto. Dari dulu suka sama "kakak" satu ini. Apalagi Si Komo dan kawan-kawannya dulu. Btw, Si Komo masih suka nyesek gak ya kalau ada yang bilang dia penyebab macet?


    Itu dia Wishful Wednesday saya minggu ini. Bagaimana dengan kalian?

    Mau ikutan Wishful Wednesday? Cek blog hostnya.

  4. Review Novel: Rafilus - Budi Darma

    Thursday, August 21, 2014

    RafilusRafilus by Budi Darma
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Rafilus
    Penulis: Budi Darma
    Penerbit:  Jalasutra
    Halaman: 239 halaman
    Terbitan: Mei 2008

    Salah satu novel yang unik dan absurd ini adalah Rafilus, Rafilus merupakan perjalanan imajinasi Budi Darma dengan cermat, tema, penokohan, dan cara penyajian yang khas, sehingga membuat tokohnya seperti Rafilus, Tiwar, Pawestri, Jumarup, dan Munandir menjadi sangat radikal dan dan seringkali melakukan tindakan-tindakan mengejutkan, surealis, dan mengajak kita untuk menjelajahi absurditas manusia. Keunggulan Budi Darma adalah mengajak kita berkeliling ke kota Surabaya yang gelap dan temaram. Dengan teknik bercerita yang menggunakan teknik kolase dan gaya bahasa repetisi, novel ini terasa kuat menggambarkan kehidupan kelas bawah di Surabaya dan kekuatan takdir atas manusia. Rafilus adalah Rafilus.

    Review

    Saya bingung. Ini sebenarnya novel atau kumpulan biografi sih? Seperti yang sudah disebutkan di atas, novel ini memiliki beberapa tokoh, antara lain: Rafilus, Tiwar, Pawestri, Jumarup, dan Munandir. Tiwur adalah tokoh utama dalam buku ini. Lewat dialah kita diajak untuk berkenalan dengan tokoh-tokoh lainnya.

    Budi Darma memberikan banyak ruang dan waktu bagi setiap tokohnya untuk bercerita. Setiap tokoh memaparkan tentang latar belakang kehidupannya, kehidupannya saat ini, serta hubungannya dengan tokoh lain. Kebanyakan dari ceritanya berputar pada soal seks dan hamil. Kebanyakan dari kehamilan itu terjadi di luar nikah.

    Jujur saya merasa bosan banget baca novel ini. Ceritanya tidak jelas arahnya. Hanya sekumpulan karakter yang sibuk bercerita tentang dirinya sendiri, kemudian dirangkai supaya berhubungan di akhir cerita.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2014 New Authors Reading Challenge

    View all my reviews

  5. Wishful Wednesday #48

    Wednesday, August 20, 2014

    Hola, mi amigos! Cómo estás?

    Oke, salahkan trailer Dora the Explorer the Movie yang saya lihat baru-baru ini. Trailer "palsu" sih, tapi lucu banget dan saya berharap betul-betul ada filmnya :)).

    Anyway, sudah siap untuk post WW minggu ini? Kalau begitu, vámonos. *heh.

    Setelah sebulan lebih tidak mengikuti Wishful Wednesday, minggu ini saya kembali lagi dengan buku yang saya idamkan. Buku pilihan saya kali ini adalah:

    2001: A Space Odyssey
    by: Arthur C. Clarke

    Dari Goodreads:

    The year is 2001, and cosmonauts uncover a mysterious monolith that has been buried on the Moon for at least three million years. To their astonishment, the monolith releases an equally mysterious pulse—a kind of signal—in the direction of Saturn after it is unearthed. Whether alarm or communication, the human race must know what the signal is—and who it was intended for. 

    The Discovery and its crew, assisted by the highly advanced HAL 9000 computer system, sets out to investigate. But as the crew draws closer to their rendezvous with a mysterious and ancient alien civilization, they realize that the greatest dangers they face come from within the spacecraft itself. HAL proves a dangerous traveling companion, and the crew must outwit him to survive. 

    This novel version of the famous Stanley Kubrick film 2001: A Space Odyssey was written by Clarke in conjunction with the movie’s production. It is meant to stand as a companion piece, and it offers a complementary narrative that’s loaded with compelling science fiction ideas.

    Saya sudah sering dengar judul buku ini. Awalnya saya tahu lebih dulu bahwa ada filmnya, baru kemudian tahu kalau filmnya berasal dari novel. Saya sendiri belum nonton filmnya, tapi banyak yang bilang bagus. Review buku di GR tentang buku ini juga positif. Makanya penasaran pengin baca novel dan nonton filmnya.

    Btw, sekedar trivia, ini adalah novel ke-2 Arthur C. Clarke yang saya masukkan di WW. Buku yang pertama saya pilih untuk edisi perdana Wishful Wednesday saya loh.

    Ingin tahu lebih banyak soal WW? Cek blog hostnya.

  6. Diary PrincesaDiary Princesa by Swistien Kustantyana
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Diary Princesa
    Penulis: Swistien Kustantyana
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 260 halaman
    Terbitan: Februari 2014

    "Menurutmu kenapa Aksel menyukaiku?" aku melemparkan pertanyaan cheesy kepada Sisil.

    Sisil tertawa. "Kamu ingin mendengarkan pujian terus ya hari ini? Tentu saja karena Princesa itu cantik, pintar, dan baik hati."

    Aku tertawa mendengar jawabannya. Seandainya saja Sisil tahu, aku mengharapkan jawaban lain kenapa Aksel menyukaiku. Jawaban yang tidak standar. Seperti jawaban milik Nathan.


    Princesa atau akrab dipanggil Cesa adalah cewek yang penuh percaya diri. Dia tahu kalau dia itu cantik, pintar, populer, dan banyak yang naksir. Cesa bisa saja memilih cowok mana pun untuk dijadikan pacar, enggak bakal ada yang nolak deh! Kecuali cowok yang satu itu. Cowok yang menjadi sahabat kakaknya, Jinan. cowok yang Cesa tahu menyimpan rasa hanya untuk kakaknya.

    Review


    Pertama-tama, terima kasih untuk Mbak Titien (saya panggil begitu boleh?), sang penulis yang telah memberikan novelnya untuk saya baca dan saya review. Kebetulan banget saya lagi suka baca seri Bluestroberi-nya Ice Cube ^^.

    Kedua karakter utama di novel ini, Cesa dan Jinan, memiliki karakter yang bertolak belakang. Cesa adalah si gadis "sempurna" yang tahu bahwa dirinya cantik dan cerdas, serta tidak malu-malu untuk mengakui hal itu.

    Aku ini cantik. Semua orang juga tahu aku cantik. [...]

    Tambahan lagi aku hampir selalu ranking satu di kelas. Jadi selain cantik, aku juga bisa dibilang pintar. (hal. 3)

    Berbeda dengan Cesa, Jinan, kakak Cesa, justru biasa-biasa saja.

    Penampilannya jauh berbeda dariku. Rambutnya dipotong pendek seperti rambut cowok. Kulitnya cokelat terbakar matahari, hidungnya tidak mancung, dan bibirnya biasa saja. Tak ada yang menonjol dari wajah Jinan. Jika kau cowok dan berpapasan di jalan dengannya, kau tak akan menolehkan kepalamu untuk melihatnya dua kali. (hal. 4-5)

    Walau hidup Cesa terlihat sempurna, namun dia memiliki masalah sendiri dalam hidupnya. Jatuh cinta pada cowok yang dekat dengan kakaknya, mama yang tak acuh, papa yang jarang ada di rumah, hingga kakaknya yang mudah marah, sedih, tapi mudah pula merasa bahagia.

    Saya pada dasarnya suka dengan semua karakter utama di sini. Baik Cesa maupun Jinan. Alasan sikapnya Jinan cukup mudah tertebak bagi saya. Sekitar halaman 7 atau 8 saya sudah punya dugaan. Waktu itu tebakan saya si Jinan ini mengidap bipolar atau suatu bentuk autisme ringan dan ternyata memang salah satunya. Saya suka dengan tema yang diangkat ini. Apalagi saya belum pernah (seingat saya) baca novel yang mengangkat karakter seperti itu.

    Karakter pria di sini, Nathan dan Aksel, juga sangat likeable. Dua-duanya rela berkorban dan selalu ada buat cewek yang mereka suka.

    Untuk Nathan, saya paling suka pembicaraannya dengan Cesa tentang hati dan rumah dari kaca.

    "Menurutku Jinan itu naif sekali. Aku selalu membayangkannya begini. Dia meletakkan hatinya di jalanan. Tepat di seberang pintu rumahku yang terbuat dari kaca bening. [...]. Tapi serius deh, meletakkan hatimu di jalanan itu bodoh sekali. Hatimu akan jadi rentan. [...].

    "Tapi ada yang lebih bodoh sebetulnya," katanya.

    "Siapa?" tanyaku.

    "Aku," dia tertawa, "karena aku membuat pintu transparan dari kaca bening padahal aku tahu benar ada hati yang tergeletak di seberang pintu itu. Seharusnya aku membuatnya dari kayu jati atau beton sekalian agar tak perlu melihat hati yang sering terkena polusi dan terpapar matahari itu." (hal. 170-171)

    Novelnya lebih fokus ke karakter ketimbang plot. Awalnya mungkin agak membingungkan dan terasa lambat, karena kurang paham arah ceritanya mau kemana, tapi lama-lama gaya bercerita dan karakternya enak untuk diikuti. Tanpa sadar, sudah dekat akhir buku aja :)).

    Great job untuk penulisnya. Great job juga untuk editor dan proofreader soalnya kesalahannya sedikit. Cuma satu-dua kayaknya. Kovernya juga bagus. Buku dan rainbow cake di kover juga ada di dalam ceritanya. Jadi berhubungan antara kover dengan isi ^^.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2014 Young Adult Reading Challenge
    - 2014 New Authors Reading Challenge

    View all my reviews


  7. People Like UsPeople Like Us by Yosephine Monica
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: People Like Us
    Penulis: Yosephine Monica
    Penerbit: Penerbit Haru
    Halaman: 330 halaman
    Terbitan: Juni 2014

    Akan kuceritakan sebuah kisah untukmu.
    Tentang Amy, gadis yang tak punya banyak pilihan dalam hidupnya.
    Serta Ben, pemuda yang selalu dihantui masa lalu.

    Sepanjang cerita ini, kau akan dibawa mengunjungi potongan-potongan kehidupan mereka.
    Tentang impian mereka,
    tentang cinta pertama,
    tentang persahabatan,
    tentang keluarga,
    juga tentang... kehilangan.

    Mereka akan melalui petualangan-petualangan kecil, sebelum salah satu dari mereka harus mengucapkan selamat tinggal.

    Mungkin, kau sudah tahu bagaimana cerita ini akan tamat.

    Aku tidak peduli.
    Aku hanya berharap kau membacanya sampai halaman terakhir.

    Kalau begitu, kita mulai dari mana?

    Review

    Tertarik untuk baca buku ini setelah melihatnya dalam tur blog yang diadakan Penerbit Haru. Rata-rata ulasannya mengatakan bahwa buku ini bagus, menyentuh, dan ditulis dengan sangat mengesankan. Apalagi jika mengingat ini adalah novel debut seorang penulis muda berusia 17 tahun.

    Setelah selesai membaca buku ini, saya setuju dengan ulasan-ulasan itu. Saya sangat terpukau dengan kemampuan menulis Yosephine Monica. Rapi dan mengalir. Sangat enak dibaca.

    Ceritanya mungkin sedikit tipikal, tapi tetap seru untuk diikuti. Berkisah tentang Ben, seorang anak laki-laki dengan masalah keluarga. Bukan hanya di rumah, di sekolah pun dia memiliki masalah. Dia dikenal sebagai Ben yang disukai oleh Amy si penulis. Semua desas-desus tentang dirinya dan Amy membuatnya kesal pada cewek itu. Ben merasa Amy adalah seorang penguntit yang mengganggu hidupnya.

    Amy adalah seorang gadis pemalu dan biasa-biasa saja. Dia memang dikenal lewat tulisannya, tapi selain itu, tidak banyak orang yang sadar akan eksistensinya. Amy menyukai Ben sejak lama dan berharap bisa bertemu lagi dengan cowok itu. Harapannya menjadi kenyataan saat mereka bertemu lagi di high school, tapi tampaknya Ben tidak mengingatnya dan hubungan mereka tidak terbentuk.

    Hubungan Amy dan Ben berubah saat Amy masuk ke rumah sakit. Atas permintaan salah seorang teman Amy, Ben setuju untuk mengunjungi gadis itu. Hubungan mereka kemudian berkembang setelah Ben meminta Amy menjadi mentor menulisnya.

    Ben mungkin tokoh favorit saya di novel ini. Dia karakter dengan perubahan yang paling tampak di novel ini. Suka banget sama perubahan yang dia alami dengan keluarganya. Khususnya hubungannya dengan Margaret, adiknya.

    Btw, saya tahu bahwa novel ini mengambil latar di luar negeri dan para karakternya juga orang luar, tapi sepanjang membaca novel ini, saya terus-terusan kebayang tokoh ini...



    Yeah, Benjamin Miller just screams Rangga of AADC for me.

    Ah, AADC. Penulisnya baru 5 tahun waktu filmnya pertama keluar #trivia.

    Secara keseluruhan, 3 bintang. Cerita enak untuk diikuti, penulisan rapi, tapi sayang saya tidak sampai merasa sedih bagaimana gitu waktu membaca akhir ceritanya.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2014 Young Adult Reading Challenge
    - 2014 New Authors Reading Challenge

    View all my reviews