Rss Feed
  1. Sampai Maut Memisahkan KitaSampai Maut Memisahkan Kita by Mira W.
    My rating: 3 of 5 stars

    "Sampai Maut Memisahkan Kita" bercerita tentang Febrian, seorang pria yang mengalami masalah impotensi, karena masalah kejiwaan akibat suatu kejadian di masa lalunya. Perjalanannya ke Amerika mempertemukannya dengan Blue Angel, seorang wanita pegulat yang menjual sebuah gulat tontonan kepada para pria. Bersama dengan Angel-lah, Febrian menemukan kejantanannya kembali. Febrian dan Angel pun akhirnya jatuh cinta satu sama lain dan bersumpah untuk terus saling mencintai hingga maut memisahkan mereka.

    Ketika kembali ke Indonesia, Febrian melakukan suatu hal yang membuat Angel berang dan memutuskan untuk kembali ke Amerika. Febrian yang kemudian terpecah antara keinginannya mengejar Angel dengan tanggung jawab yang harus diembannya memilih untuk tetap tinggal di Indonesia dan memenuhi tanggung jawabnya.

    Ketika beberapa tahun kemudian Febrian memutuskan untuk kembali ke Amerika sekali lagi untuk mencari Angel, dia dihadapi pada kenyataan bahwa waktu telah mengubah segalanya.

    Review
    What can I say, sejauh ini Ferdinand bisa kukatakan sebagai tokoh utama pria di novel Mira W yang paling saya gak demen. Di antara cowok-cowok bengal dan playboy-nya Mira W, si Ferdinand ini yang paling ih-gak-banget buat saya.

    Si Ferdinand ini, menurut saya, plin-plan abis dan manja. Selain itu dia juga kekanak-kanakan. Rasanya menjengkelkan melihat dia dengan mudahnya "selingkuh" dengan istrinya (bingung? Baca novel ini makanya) padahal dia sudah mau menikahi Angel. Sudah itu dia malah menyalahkan bahwa dia mabuk dan khilaf. Dude! Apa gara-gara harimaunya kelamaan tidur sehingga begitu bangun langsung mengganas? Hmm...

    Btw, kalau ada yang mau memberikan contoh bagaimana miskomunikasi dapat berdampak sangat buruk pada kehidupan, buku ini sangat saya rekomendasikan. Sebagian besar plot di buku ini bergerak karena miskomunikasi. Angel yang tidak memberi tahu dirinya hamil, Inge yang menyembunyikan kenyataan, hadeuh... miskomunikasi bertebaran.

    Tokoh yang agak mendingan dalam novel ini sih, si Angel. Dia tegar sampai akhir. Tapi bahkan dengan rasa suka saya ada Angel pun belum cukup untuk mendongkrak buku ini ke bintang 3.

    Akhirnya, bagian penutup buku inilah yang menggerakkan saya untuk memberi nilai 3. Saya suka dengan penyelesaian novel ini. Kinda bitter-sweet. Quote favorit:
    "Tidak perlu," sahut Febrian tegas. "Karena aku tidak takut mati bersamamu. Kita akan selalu bersama. Bahkan maut tidak bisa memisahkan kita."


    Last but not least, saya cuma penasaran sama terapi seks yang Angel dan Febrian jalankan. I mean, itu prosesnya gimana sih? Sampai Angel latihan goyang-goyangin pinggul segala. #bingung #penasaran #ciyus

    View all my reviews

  2. 0 comments :

    Post a Comment