Rss Feed
    Showing posts with label Dya Ragil. Show all posts
    Showing posts with label Dya Ragil. Show all posts
  1. Pesta olahraga terbesar Asia, Asian Games, akan segera dilaksanakan. Mulai tanggal 18 Agustus 2018 nanti, Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi perlombaan multi-cabor ini. Dalam rangka menyambut Asian Games 2018, saya persembahkan: 6 novel olahraga dari penulis lokal yang siap mengobarkan semangat olahragamu.


  2. StarlightStarlight by Dya Ragil
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Starlight
    Penulis: Dya Ragil
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 264 halaman
    Terbitan: April 2016

    Bakal kusedot semua cahaya dari bintang-bintang yang kelewat dekat. Hati-hati, bisa aja kamu salah satunya.

    Gimana rasanya satu kelompok belajar sama murid-murid berbeda kepribadian? Harusnya sih seru, tapi Wulan merasa kebalikannya. Dia bete mesti sekelompok sama Lintang—saudara kembarnya yang lebih disayang sang ayah, Bagas si genius bermulut besar, Nindi yang galak dan dingin, juga Teguh si biang onar. Hubungan kelimanya makin kacau waktu sekolah mengadakan seleksi perwakilan untuk olimpiade sains.

    Di tengah persiapan olimpiade, Wulan harus menghadapi sang ayah yang selalu meragukan dirinya, mantan pacar yang kerap menindas saudaranya, juga mantan gebetan yang terus mengganggu konsentrasinya.

    Akankah kehidupan SMA Wulan berjalan mulus? Atau dia gagal membuktikan kemampuannya?


    Review 

    'Starlight' bercerita tentang Wulan, seorang gadis SMA yang punya cita-cita untuk mengikuti olimpiade astronomi. Walau semua orang, bahkan sang ayah sendiri, memandang cita-cita Wulan ini dengan sebelah mata, gadis itu tidak mau menyerah. Tapi, langkah Wulan tidak semulus itu dalam menggapai cita-citanya. Dia harus melewati pelatihan dan ujian penyaringan. Masalahnya, dia harus melewati semua itu bersama Nindi, cewek dingin yang hanya peduli pada pelajaran, serta Bagas, cowok yang pernah dia suka, tapi selalu mengolok-oloknya. Belum lagi dia harus satu kelompok belajar dengan Teguh, mantan pacarnya, dan Lintang yang selalu bersitegang dengan Teguh.


  3. SebelasSebelas by Dya Ragil
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Sebelas
    Penulis: Dya Ragil
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 277 halaman
    Terbitan: Mei 2015

    “Boleh berapa pertanyaan?”

    “Satu.”

    Aku mencibir. “Pelit.”

    “Pelit gimana? Aturan main kita kan dari dulu begitu.”

    Aku bersedekap dan menatapnya lekat. “Simpel kok, kenapa Mas Bara berhenti main bola?”

    Kembali ke Jogja, Rania tak habis pikir mengapa Mas Bara berhenti main bola. Penasaran dengan keputusan Mas Bara, Rania tergerak untuk mengorek informasi dari teman-teman terdekat Mas Bara. Penyelidikan Rania ternyata berujung pada perkenalannya dengan dua senior yang paling berpengaruh di ekskul sepakbola: Mas Danang yang berlagak sebagai pelatih dan Mas Bayu, kapten tim ekskul yang begitu membenci Rania dan Mas Bara. Ternyata mencari tahu alasan Mas Bara berhenti main memang tidak semudah membalikkan telapak tangan—sama dengan tidak mudahnya menjadi pesepak bola perempuan.

    Review

    "Kamu tahu kalau sepak bola itu hidupku! Sejauh apa pun aku lari, aku akan selalu kembali ke sana!" Tsubasa Oozora Bara (hal. 166)


    Tidak, bukan Tsubasa Oozora yang bilang kutipan di atas. Kalau Tsubasa mah bilangnya semacam, "Bola adalah sahabatku!" atau yang seperti itu.

    "Sebelas" memang mengangkat tema sepak bola. Tentang Rania, seorang gadis yang memiliki mimpi menjadi pesepak bola profesional, tapi mengalami kesulitan karena jenis kelaminnya. Juga tentang Bara, kakak Rania, yang selama ini begitu menyukai sepak bola, tapi tiba-tiba mundur begitu saja dan menjauhi sepak bola.

    Saya kebetulan bukan orang yang menggemari sepak bola dan pengetahuan saya nyaris nol besar soal olah raga ini. Tontonan sepak bola saya paling kartun waktu kecil, seperti: Kapten Tsubasa, Whistle (yang sempat disebutkan di novel ini), dan kartun sepak bola dengan tim yang terdiri dari seorang anak laki-laki, seorang gadis, serta beberapa ekor dinosaurus. Saya lupa judulnya apa. Tapi, hal ini tidak menghalangi saya untuk menikmati novel ini. Hal-hal yang berhubungan dengan sepak bolanya digarap dengan baik dan tidak begitu teknis, sehingga saya bisa mengikuti dengan baik.

    Sampai pertengahan cerita, saya merasa ceritanya agak terlalu berputar-putar. Misteri kenapa Bara berhenti main bola terlalu diulur-ulur dan sebenarnya tidak begitu greget. Untungnya ceritanya tertolong oleh suatu twist di bagian akhir yang berhasil membuat saya terkejut. Nilai plus lainnya saya berikan karena "Sebelas" juga membahas tentang Galanita, semacam liga sepak bola wanita di Indonesia, yang baru saya ketahui keberadaannya.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan "Sebelas". Unsur sepak bolanya cukup kental, tapi tidak membingungkan untuk orang awam seperti saya, serta memberikan gambaran bahwa sepak bola itu bukan hanya terjadi di lapangan, tapi juga apa yang terjadi di belakang layar. Tema tentang sepak bola dan wanita dikelola dengan cukup baik, walau saya rasa bisa digali lebih lagi, andaikan porsi misteri Bara sedikit dikurangi.

    Buku ini saya rekomendasikan untuk yang mencari bacaan dengan tema olah raga ( khususnya sepak bola) serta perjuangan mencapai cita-cita.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge
    - 2015 100 Days of Asian Reads Reading Challenge


    View all my reviews