Rss Feed
  1. Twitter

    Wednesday, March 31, 2010

    Akhirnya gue bikin juga!!! Twitter!! wakakakakakka....

    Hehehehe...yang puny twitter follow aku yah.. Entar kufolow balik. Ada widgetnya di atas blog listku th. Aku tunggu. :)


  2. Merindumu

    Monday, March 29, 2010

    Malam ini...
    Ketika kududuk termenung dalam kamarku
    di tengah sepiku,
    di tengah kesendirianku.
    Aku memikirkanmu.

    Membayangkan hari-hari yang kita lalui.
    Kebahagiaan yang kita jalani
    dan kesedihan yang menanti di ujungnya.

    Ah,
    betapa aku merindukanmu.
    Ingin sekali lagi aku menyentuhmu.
    Ingin sekali lagi aku melihatmu.

    Betapa aku merindukanmu.
    Oh, nastar.

    Hua.... pengen makan kue nastar!!!! Ada yang mau kirimin gak?? ToT

  3. Pas main ke Yahoo Indonesia, gue liat berita yang menarik. Ini gue kutip dari sana.



    VIVAnews - Jika banyak wanita melakukan bedah plastik demi memiliki wajah cantik selebriti dunia, tidak bagi seorang wanita asal China. Lantaran takut kehilangan pujaan hati, ia nekat melakukan operasi plastik meniru wajah mantan istri suaminya yang telah meninggal.

    Wanita yang disembunyikan identitasnya itu mengajukan bedah plastik pada 2007 silam, sesaat sebelum pernikahannya. "Hati saya berkecamuk. Di satu sisi saya ingin menjadi diri saya sendiri, tapi di sisi lain saya tak ingin kehilangan pernikahan ini. Semoga operasi ini tak membuat saya tampak bodoh," ujarnya.

    Adalah sang suami, Zhao Gang, 37, yang mengajukan syarat itu. Ia bersedia menikah asal wanita itu melakukan 'permak' wajah menyerupai mantan istrinya yang meninggal akibat kecelakaan mobil. "Ini memang tak adil, tapi dia setuju, dan sebagai gantinya saya akan mencintainya dengan sepenuh hati," ujarnya.

    Direktur unit bedah plastik People’s Hospital di Chongqing, Dr. Zhang Lianfeng, mengingatkan para pasien bedah plastik agar tak melakukan perubahan penampilan hanya demi menyenangkan pasangannya.

    Ia sangat sedih jika ada seseorang yang melakukan bedah plastik lantaran tekanan orang lain. Itu sangat menyiksa piskologis. "Saya katakan operasi plastik tak bisa diandalkan untuk kebahagiaan rumah tangga karena hanya mengubah penampilan fisik, apalagi tak ada operasi plastik yang bisa membuat dua orang menjadi kembar identik," ujarnya.



    Source gambar dan berita: http://id.news.yahoo.com/viva/20100329/tls-bedah-plastik-demi-mirip-mantan-istr-34dae5e.html

    How horrible! Membuang wajah sendiri demi menjadi orang lain hanya agar dinikahi? Ok, gue emang gak berhak ngejudge yang melakukan operasi plastik, berhubung gue gak tahu faktor apa yang menyebabkan si cewek terkesan "harus" menikahi cowok itu. Tapi dari syarat yang diajukan si cowok aja rasanya gak benar. Soalnya dia sepertinya masih belum bisa merelakan istrinya yang dulu. Gimana coba kalau setelah menikah si suami menuntut si istri barunya itu harus bertingkah seperti istri lamanya. Gak banget kan.

    Sekitar bulan lalu gue juga ada nonton berita di mana seorang wanita di Cina merombak total dirinya sehingga dia jadi mirip Jennifer Aniston (kalau gk salah. Gue rada lupa juga sih artis yang mana) hanya karena pacarnya tergila-gila pada artis itu.

    Ah...dunia memang sudah gila.

  4. Alice Underground

    Sunday, March 28, 2010

    Trippin out
    Spinning around
    I'm underground
    I fell down
    Yeah I fell down

    I'm freaking out, where am I now?
    Upside down and I can't stop it now
    Can't stop me now, oh oh

    I, I'll get by
    I, I'll survive
    When the world's crashing down
    When I fall and hit the ground
    I will turn myself around
    Don't you try to stop me
    I, I won't cry

    I found myself in Wonderland
    Get back on my feet, on the ground
    Is this real?
    Is this pretend?
    I'll take a stand until the end

    I, I'll get by
    I, I'll survive
    When the world's crashing down
    When I fall and hit the ground
    I will turn myself around
    Don't you try to stop me
    I, I won't cry

    I, I'll get by
    I, I'll survive
    When the world's crashing down
    When I fall and hit the ground
    I will turn myself around
    Don't you try to stop me
    I, and I won't cry



    Ini lagu barunya Avril Lavigne. Dari album "Almost Alice" yang merupakan cover film terbaru "Alice In Wonderland".

    Lagunya lumayan enak. Liriknya juga bagus, sayang menurut gue pribadi vokalnya Avril agak aneh di sini dan terdengar berteriak-teriak ketimbang menyanyi. Too bad. She is Almost Alice.

    Gue kasih B untuk Mba Avril di lagu ini :)

  5. Hm…hm…hm…
    Terlalu indah dilupakan
    Terlalu sedih dikenangkan
    Setelah aku jauh berjalan
    Dan kau ku tinggalkan

    Betapa hatiku bersedih
    Mengenang kasih dan sayangmu
    Setulus pesanmu kepadaku
    Engkau kan menunggu

    Andaikan kau datang kembali
    Jawaban apa yang kan ku beri
    Adakah cara yang kau temui
    Untuk kita kembali lagi

    Bersinarlah bulan purnama
    Seindah serta tulus cintanya
    Bersinarlah terus sampai nanti
    Lagu ini…ku…akhiri
    Na…na…na…
    Na…na…na…

    Ah..Lagu lama dari Ruth Sahanaya. Pas jamannya ini lagu keluar, gue demen banget dengernya. Kalau gak salah dulu sempat jadi soundtrack sinetron "Bunda". Jadi terkenang masa lalu. wkwkwkwk

  6. Pas buka FB hari ini, gue kaget baca wall salah seorang teman jurusan gue dipenuhi dengan ucapan "Turut berduka cita". Baca punya baca, ternyata ayahnya meninggal.

    Gue rada kaget juga sih bacanya. Oke, gue tahu. Kematian itu datang kapan saja tanpa diduga. Tapi gue tetap selalu kaget membaca berita kematian orang yang kukenal/ orang terdekat teman-temanku.

    Setelah membaca semua ucapan "Turut Berduka Cita" di wallnya, gue jadi menmang-nimang, should I say it too?
    Ini selalu jadi kebingungan buat gue.

    Pertama kali gue mengalami dilema, haruskah mengucapkan turut berduka cita adalah saat kematian ayah sahabat gue. Sesudah gue dikasih tahu sama teman gue (teman yg lain lagi). Gue bingung. Bilang g ya, bilang g ya?

    Keputusan akhir? Gue gak bilang.

    Alasan utama mengapa gue gak bilang adalah: karena gue gak ngerti bagaimana pedihnya kehilangan orang yang begitu dekat dengan kita. Soalnya belum ada orang dekat (keluarga gitu..) yang gue kenal yang meninggal.

    Ada sih, saudaranya ibu gue, tapi mereka meninggal sebelum gue lahir. Jadi belum kenal. Terus, ayahnya ayah juga sudah meninggal tapi gue sama sekali gak bisa ingat soal beliau.



    Gue ingat pas dulu masih SD, waktu itu ada guru yg biasanya jaga pintu gerbang meninggal sehingga kami (para murid SD) berbondong-bondong pergi ke rumah beliau. Di sana teman-teman gue banyak yang nangis. Pas aku coba bilang "Sudah, semua orang pasti pergi" ke teman gue, dia jawab "Kamu gak kenal dia soalnya. Dia baik banget. Kamu gak tahu rasanya sih" lalu temanku itu terus nangis.

    Waktu itu gue gak gitu memikirkan kata-kata itu aih, tapi sekarang setelah kupikir-pikir, memang benar adanya. I don't understand the pain (dan jangan cepat-cepat deh. Kayak lagunya Kotak. Alon-alon wae).

    Kalaupun saya mengucapkan 3 kata di atas, mereka akan kehilangan artinya. Inilah mengapa saya tidak mengatakannya.

  7. Pas 2 hari lalu, gue liat status seorang teman saya di FB yang menyemangati teman-temannya yang akan mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN) yang dimulai pada hari Senin ini.

    Ah... Bicara soal UAN, gue jadi ingat masa2 UAN SMA dulu. Semua pada sibuk belajar dan mempersiapkan diri untuk ujian selama 3 hari. Persiapannya macam-macam. Dari mengerjakan soal-soal tahun lalu, les privat, ke bimingan belajar, sampe bertapa di Gunung Kawi (yang terakhir bo'ong ding).



    Semua pada takut gak lulus. Apalagi waktu itu, untuk pertama kalinya, bukan hanya 3 mata pelajaran yang diujikan, melainkan 6! Jadi waktu itu gue harus melewati ujian Matematika, B.Inggris, B.Indonesia, Kmia, Fisika, dan Biologi. Jujur saja, nilai gue dulu pas-pasan banget di SMA. Khususnya di pelajaran Kimia! Gue rajanya ujian ulan pas SMA. Gak satu kalipun gue gak ujian ulang pas kelas 3. wkwkwkwkwkwkwk (tertawa miris menertawakan kebodohan diri sendiri).

    Sudah gitu, nilai pas-pasan bukanny belajar yang serius, gue malah main kerjanya. Emang sih ada juga belajar dan les privatnya, tapi kalau dibandingkan teman-teman yang lain, usaha gue gak sebanding dengan mereka. swt =_=



    Apalagi yah...Hmm... Dulu sih pas pertama kelas 3 gue sempat mikir mau ikutan bimbel. Cuma setelah gue melihat harga bmbingannya, buset! Gak jadi ah! Mending belajar sendiri.

    Ah... UAN..UAN... betul-betul menyimpan banyak kenangan. Dari belajar kalang kabut, teman yang nangis gara-gara takut gak lulus (walaupun dia lulus pada akhirnya. Wong dia 100X lebih pintar dari aku kok. Masa bisa gak lulus.), sampai menyiapkan trik-trik licik untuk mengibuli pengawas. hihihihihi.



    Saya pernah berkata begini pada seorang kawan saya. "Mau deh rasanya mengulang masa-masa SMA. Tapi satu hal, minus bagian UANnya."
    Teman saya itu menyambutnya dengan anggukan setuju. Mana ada sih yang mau ngulang UAN. Gila kali tuh.

    Gua pribadi sih ok2 aja dengan UAN. Walaupun kesannya kurang fair, karena usaha 3 tahun hanya ditentukan dalam beberapa jam, tapi setidaknya perlu suatu ultimate test untuk menguji para siswa, secara ilmu maupun mental. Walaupun masih banyak permasalahan dalam pelaksanaannya, tetapi pemerintah terus berusaha memperbaikinya.


    Scanner maut penentu masa depan.

    Last but not least, selamat berjuang buat semua teman-teman yang mengikuti UAN! Tenanglah. Gue yang gitu dodol aja bisa lulus. Apalagi kalian! Ganbatte ne!!