Rss Feed
  1. Call Me by Your NameCall Me by Your Name by André Aciman
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Call Me by Your Name
    Penulis: André Aciman
    Penerbit: Picador
    Halaman: 256 halaman
    Terbitan: Januari 2008

    Pertemuan pertama Elio, seorang remaja yang tinggal di Riviera, Itali, dengan Oliver telah mampu membuatnya jatuh hati pada pria yang akan tinggal selama 6 minggu di rumahnya. Bagi Elio yang pemalu dan ragu-ragu, perasaannya pada Oliver adalah sesuatu yang sulit dimengerti. Sesuatu yang sulit untuk diwujudkan. Khususnya karena mereka sama-sama laki-laki.

    Review

    Peringatan: tidak untuk yang berjantung lemah!

    Yeah, people. This is a gay-lit. Secara keseluruhan saya gak gitu suka.

    Pertama, saya gak gitu suka dengan gaya narasinya. Penuh dengan galaunya si Elio, tokoh utama, soal perasaannya pada Oliver. Pokoknya nih anak galau to the max deh.

    Kedua, saya gak gitu suka sama Elio yang galau berat soal perasaannya pada Oliver, tapi bisa dengan santainya tidur dengan salah seorang teman wanitanya. Nilai simpati saya turun jauh waktu baca dia berhubungan intim dengan teman perempuannya, bukan pacar, 2 kali dalam cerita (walau secara implisit, kayaknya lebih banyak dari itu).

    Ketiga, sejujurnya saya merasa memanggil nama orang yang kita suka dengan nama kita sendiri itu... aneh. Jadi, dalam cerita ada bagian ketika Elio minta Oliver memanggil dirinya, Elio, dengan nama Oliver. Sementara Elio akan memanggil Oliver dengan nama Elio. Itu jadi semacam panggilan sayang kali yah (dan juga jadi judul novel ini).

    Bagian itu harusnya sih romantis, tapi buat saya jatuhnya aneh. I just don't feel it, I guess.

    Keempat, ada bagian ketika si Elio ini jerk off dengan buah persik. Setelah itu buahnya gak langsung dibuang, tapi dia taruh di atas meja lalu dia tidur. Malamnya Oliver datang ke kamar Elio dan si remaja Italia itu menceritakan apa yang dia lakukan.

    Tebak apa yang Oliver lakukan selanjutnya? Dia makan persik itu. Sudah saya bilang kan kalau review ini bukan untuk orang berjantung lemah.

    Kelima, adegan yang bikin saya paling merasa "wadefaq" datang ketika mereka ada di Roma dan mandi bersama. Pas di kamar mandi, Elio bilang, "Don't flush. I want to look". Yang, bagi saya, mengimplikasikan bahwa Elio ingin melihat kotorannya Oliver.

    Tidak cukup sampai di situ, Elio kemudian duduk di toilet dan bilang ke Oliver, "I want you to see mine".

    Umm... way too kinky... Walau si Elio ini bilang bahwa dia ingin tidak ada lagi selubung di antara mereka. Dengan melakukan itu, mereka sudah saling terbuka secara utuh satu sama lain.

    Keenam, bagian mereka di Roma dan berinteraksi dalam pesta kurang menarik bagi saya. Kayaknya gak gitu penting, jadi saya banyak skimming doang sih.

    Bagian akhir ceritanya lumayan bagus sih. Cuma karena saya kurang nangkep perasaan di antara Elio dan Oliver, saya jadi gak gitu merasakan apa yang mereka rasakan. Everything just feel weird.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Books in English Reading Challenge


    View all my reviews

  2. 2 comments :

    1. desty said...

      oooh.. demi apa baca review ini pas lagi sarapan :))
      bagian nama panggilan itu memang aneh

    2. Biondy said...

      wkwkwkwk :))
      berarti harus ditambah, "Jangan baca pas lagi makan" =))

    Post a Comment