Rss Feed
  1. Ada giveaway lagi loh. Kali ini datang dari blog Mbak Melody Violine (lagi). Novel yang akan diberikan cuma-cuma kali ini adalah:


    Ini blurbnya:
    Dreaming of You
    Memimpikanmu

    Sara Fielding adalah wanita lugu yang juga penulis terkenal. Demi buku terbarunya, ia meninggalkan kenyamanan dan perlindungan tempat tinggalnya di desa untuk pergi ke London, memasuki dunia gelap kota itu. Tanpa sengaja, ia menyelamatkan pria tampan dan memesona yang merupakan pemilik rumah judi paling eksklusif di London, Derek Craven. 

    Derek mengizinkan Sara memasuki rumah judinya untuk mempelajari kehidupan di sana demi buku wanita itu. Di balik sikap yang lugu dan kehidupannya yang lurus, Sara menyimpan kekuatan dan daya tarik yang memesona. Hati Derek yang dibekukan oleh masa lalunya yang kelam pun luluh. Namun, tanpa diduga, seseorang dalam kehidupan Derek mengawasi mereka, dan berusaha menghancurkan mereka demi membalas dendam.
    Pengin buku ini? Langsung cek blog Lamunyata untuk info lebih lanjut.


  2. Para Pengendali Naga: Nyanyian Perang di Tanah NagaPara Pengendali Naga: Nyanyian Perang di Tanah Naga by Dhia Citrahayi
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Para Pengendali Naga: Nyanyian Perang di Tanah Naga
    Penulis: Dhia Citrahayi
    Penerbit: leutikaprio
    Halaman: 638 halaman
    Terbitan: April 2013

    Suatu hari tiba-tiba saja seorang Dhia Citrahayi ngepost di forum Kastil Fantasi.

    "Eh, gue ada buku ini 2 biji di rumah loh. Yang mau pm gue yah."

    Bahasanya enggak gitu sih, tapi intinya begitulah. Melihat kesempatan untuk memperoleh buku gratisan buku yang memang masuk daftar "to-read" saya, saya pun mengirim pesan ke ybs. Setelah beberapa pertukaran pesan, akhirnya dikirimlah buku ini ke saya.

    Butuh waktu sekitar satu bulan sebelum saya memutuskan untuk mulai membaca buku ini. Dua alasan: satu, bukunya tebel banget. Dua, saya masih tobat sama buku fantasi indie yang keluar hampir bersamaan dengan buku ini. Iya, yang nomor 2 itu harusnya gak ada relevansinya, cuma saya jadi merasa buku ini dan buku itu semacam kembar, jadi yah...

    Para Pengendali Naga (PPN, kok jadi pajak yah kalau disingkat?) mengambil kisah di sebuah kerajaan bernama Avriedhas. Di kerajaan ini terdapat orang-orang yang disebut Pengendali Naga. Sesuai dengan namanya, orang-orang ini memiliki kemampuan untuk memanggil naga sebagai partner mereka.

    Ada 6 daerah yang dibagi sesuai mata angin dalam kerajaan ini. Timur, Barat, Tenggara, Utara, Barat Daya, dan Selatan Masing-masing daerah itu dipimpin oleh seorang Tetua Naga. Selain berfungsi sebagai pemimpin daerahnya, para Tetua Naga ini juga menjadi semacam simbol perjanjian antara sang naga dengan raja.

    Konflik cerita ada pada Azel, raja Avriedhas saat ini. Ingin melepaskan diri dari perjanjian dengan sang naga, Azel menekan para Tetua Naga dan merebut satu per satu kalung naga mereka.

    Sedikit komentar soal perjanjian ini. Jujur sampai buku ini selesai saya agak kurang ngeh isi perjanjiannya sebenarnya apa. Intinya sih, si naga dulu memberikan tanahnya pada manusia untuk diusahakan. Lalu para manusia juga (tidak semua tampaknya) dapat mengikat perjanjian dengan naga lainnya. Masing-masing dengan satu naga yang menjadi semacam "jiwa" mereka. Kenapa saya bilang jiwa? Soalnya sistemnya begini: kalau naganya mati, orangnya mati. Kalau orangnya mati, naganya hanya kembali jadi kristal, menunggu hingga dia dipanggil orang selanjutnya. Selain itu si naga ini juga terhubung secara emosi dengan manusianya.

    Harus ada pengorbanan anak gadis perawan tiap malam purnama? Nope.
    Harus kasih sajen pada si naga tiap setahun sekali? Nope.
    Harus melakukan penyembahan pada si naga? Nope.

    Enggak ada hal aneh yang harus manusia lakukan. Cuma si raja ini kemudian "memberontak" dari si naga dengan alasan "tidak ingin mengikuti perjanjian yang dibuat bahkan sebelum dia lahir".

    Ketidakjelasan motif dan arah cerita di awal sebenarnya bikin saya sempat berhenti dan pindah ke buku Ai-nya Winna Efendi.

    Tokoh utama di PPN ini adalah Siyan, seorang gadis remaja yang pindah ke Avriedhas dan tinggal di rumah Ian, "pamannya" yang juga seorang jenderal kerajaan. Di awal cerita kebanyakan dia hanya pergi ke akademi, flash back ke pembantaian keluarganya, berinteraksi dengan Flyker, naganya. Dan ini sempat bikin saya bingung. Ini ceritanya mau dibawa ke mana? Baru agak di pertengahan saat dibilang bahwa Siyan ini adalah Tetua Naga provinsi Timur, baru saya ngeh jalur ceritanya.

    Jadi si Siyan ini adalah salah satu anak yang selamat saat penyerangan kerajaan ke provinsinya dulu. Dia kemudian dipilih oleh kalung naga tetua sebelumnya sebagai tetua yang baru. Karena dendam dan lelah karena ditekan terus-terusan oleh pihak kerajaan, dia pun, dengan bantuan pamannya yang dulunya bersahabat dengan Ian, pindah ke ibukota dan mempersiapkan jalan untuk pemberontakan.

    Level pemberontakan di sini bukan skala besar yang gimana sih. Lebih ke arah sistem gerilya. Serangan kecil-kecilan di dalam kota dengan bantuan teman-temannya dari provinsi Timur. Hingga akhirnya terjadi puncak cerita pada pesta perpisahan putri raja yang akan berangkat ke kerajaan tetangga untuk menjadi istri calon raja di sana.  

    Jadi...

    Karakter? Ada terlalu banyak nama. Saya bisa mengerti sih soalnya ini melibatkan satu kerajaan dan konflik dalam skala besar, sehingga masuk akal kalau memang ada banyak nama. Hanya saja kadang nama yang belum tentu bakal muncul lagi pun ditulis dan ini agak mengganggu.

    Saya cukup suka dengan Siyan. Minimal dia bukan tipe cewek utama dalam serial fantasi belakangan ini yang galau, "Duh gue sama si cowok kece A atau sama si B yang body-nya oke punya yah?", padahal saat itu dunia sedang terancam bahaya. Dia memang fokus ke apa yang harus dia lakukan dan menyelesaikannya. Ada romansnya? Ada, tapi kadarnya masih dikit banget. Cuma mungkin karakter-karakter pria yang potensial sebagai tokoh utama di buku selanjutnya, semacam Xiehst atau Alant belum terlalu menonjol di sini.

    Plot? Saya masih agak bingung dengan perjanjian naga sebenarnya. Soalnya hal ini menjadi motif si raja yang memicu perang saudara dalam kerajaannya sendiri. Jelas tujuannya, bagi saya, bukan karena dia "haus kekuasaan" (rasanya ada bagian yang memaksudkan hal ini secara subtil, tapi mungkin saja saya salah tangkap). Kalau memang haus kekuasaan harusnya dia mengekspansi ke daerah lain dong. Ya kan? Ataukah sebenarnya sudah disebutkan tapi saya kemudian kelewat ya? Butuh konfirmasi pengarang tampaknya.

    Penulisan? Sudah bagus. Gaya penceritaannya sudah baik. Typo? Bersih buat saya. Dalam artian saya gak ingat di bagian mana ada typo. Mungkin ada, tapi yang jelas jumlahnya tidak banyak. Yes, I'm looking at you, "twin brother". Selain itu pembagian babnya juga manusiawi untuk buku sepanjang ini.

    Saran buat penulis, lebih baik efek suaranya dihilangkan saja. Perlukah untuk menuliskan efek suara sesering itu?
    Suara pintu terbuka: "CKLEK... KRIEET..."
    Suara kuda: "BLAK... BLAK..."
    Suara pedang beradu: "TRANG"
    Suara angin bertiup: "WHUUSH..."
    Sesuatu direnggut: "GYUT..."
    dan masih banyak lagi.

    Satu-dua kali mungkin tidak apa-apa, tapi kalau jumlahnya sudah seperti di sini, sangat mengganggu.

    Selain itu saya kadang merasa settingnya agak tercampur-campur. Seperti nama misalnya. Di provinsi Timur ada orang dengan nama Siyan (kesannya nama Cina), lalu ada yang namanya Belle (barat) dan Chissa (insting pertama saya Jepang). Juga ada nama Dharma dan Dhie (Indonesia, yang terakhir mirip nama pengarang :D).

    Nama campur-campur? Okelah. Lagian nama-nama dari provinsi lain juga tidak ditunjukkan (kecuali Barat Daya). Jadi mungkin saja nama-nama itu sebenarnya wajar di provinsi lain. Yang paling keren sih ada tempe di provinsi Timur dan pada satu adegan Siyan sungkem ("mencium punggung tangan", tapi tidak masuk akal kalau mencium punggung tangan seperti seorang pria mencium punggung tangan seorang wanita kan) pada bibinya (hal. 455). O...ke. Dua hal ini yang paling bikin kening saya berkerut. Rasanya gak nyambung aja sama seluruh setting yang ada. Apalagi untuk budaya sungkem ini hanya muncul di satu adegan itu saja. Perasaan sebelum-sebelumnya gak ada deh. Buktinya waktu Siyan pertama kali bertemu Ian dia cuma membungkukkan badan tuh. Gak ada acara sungkem.

    Ending? Gantung banget. Saya sudah dapat firasat di halaman 500-an sih. Soalnya sisa 100 halaman lebih sedikit dan konfliknya belum terselesaikan. Pada akhirnya masih ada beberapa bagian yang belum jelas. Khususnya yang menyangkut soal Raja Azel. Jelas buku ini direncanakan untuk memiliki sekuel. Untungnya plot utama di buku ini sudah selesai sehingga, secara plot, tidak berakhir menggantung.

    Kesimpulan? Seperti arti 3 bintang di Goodreads, I like it. Buat saya cara penuturan pengarang sudah baik di sini. Karakternya juga likeable. Saya suka Siyan dan saya menunggu Alant akan menjadi seperti apa di sekuel buku ini. Saya juga cukup suka dengan adegan pertarungan di sini (walau adegan padang rumput jadi padang es lalu "padang air" rasanya agak... oh well). Secara keseluruhan buku ini bagus kok.

    Buat yang mau mesan bukunya bisa cek di sini (ongkirnya gratis kalau saya lihat halaman ini). Atau tanya ke pengarangnya langsung tentu saja.

    Terima kasih untuk Dhia yang sudah memberikan buku ini secara gratis untuk saya. Kalau diperbolehkan sih bukunya mau saya jadikan giveaway, tapi tunggu izin pengarang dulu deh (buku pemberian sih).

    Buku ini untuk tantangan baca:
    2013 Read Big Reading Challenge
    - 2013 New Authors Reading Challenge

    View all my reviews

  3. Anthology (Ther Melian)Anthology by Shienny M.S.
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Anthology
    Penulis: Shienny M.S.
    Penerbit: PT Elex Media Komputindo
    Halaman: 352 halaman
    Terbitan: 2012

    Kisah-kisah bertema kasih-sayang yang tak pernah lekang dimakan waktu maupun zaman.

    Dari ajang Ther Melian Fanfiction Contest, para penulis berbakat tanah air hadir dengan kisah Ther Melian mereka masing-masing. Karya terbaik mereka beserta beberapa kisah orisinal dari penulis Ther Melian sendiri dikumpulkan menjadi sebuah antologi bertema kasih sayang.

    Kumpulan cerita pendek ini tidak hanya mengajak pembaca untuk sejenak berkelana ke dunia lain dan mengeksplorasi cinta dalam beragam bentuknya, tapi juga memberi kesempatan untuk mengenal para karakter utama Ther Melian sebelum menyelami keseluruhan serialnya.

    Review

    Hasil menang acara giveaway di Twitter yang diadakan oleh Ther Melian dan Elex. Sudah menang dari sebulan apa dua bulan yang lalu, tapi bukunya baru dibaca sekarang. Soalnya sudah dapat gelas dari pengarangnya sih, jadi merasa bersalah bukunya belum dibaca sama sekali :))

    Saya pribadi selalu kagum dengan orang yang bisa menulis fan fic. Kenapa? Karena saya tidak bisa melakukannya. I totally suck at it. Biasanya saya kurang bisa mempertahankan konsistensi latar atau karakter. Pasti ada aja yang bikin kurang sreg waktu mencoba nulis fan fic. Emang tidak cocok bergelut di genre itu kayaknya.

    Kali ini saya akan mengomentari cerpen-cerpen yang ada. Mari kita mulai:

    1. Ribuan Tahun
    Saya punya pengakuan. Saya sempat lupa Ratana itu siapa :))
    Serius. Terakhir baca TM itu Juli 2012. Woot, sudah hampir setahun. Time flies. Tidak usah khawatir. Setelah 2-3 lembar saya akhirnya ingat kok Ratana ini yang mana :))

    Untuk ceritanya sendiri... Ho... Ada hubungan toh antara si Ratu dengan Odyss. Di serial aslinya sendiri ada petunjuk soal hal ini gak yah? Iya, ingatan saya parah. Maafkan.

    Kayaknya ada typo kata 'diambang', yang harusnya 'di ambang', pada hal. 18.

    2. Tilas Mawar Cadas
    Dari judulnya saja sudah terlihat betapa tingginya level cerpen ini. Ngeliat nama pengarangnya, saya sih sudah tidak mempertanyakan lagi. Dan memang cerpen ini jadi ajang unjuk gigi salah satu kritikus fikfan lokal.

    Ceritanya menarik dan saya suka bagaimana masa lalu Karth tergali dengan baik di sini. Btw, cerpen ini kok kayaknya lebih panjang dari yang lain yah? Hanya perasan saja kah?

    3. Penantian
    Ini... Hasil fangirling penulisnyakah? *kabur sebelum digetok X3
    Serius, ini kayaknya fan service banget buat semua pendukung Eizen si fan boy. Saya sampai ketawa-ketawa sendiri pas ngeliat bagian tsundere-nya Eizen di akhir. Eizen, aku tetap mendukungmu dengan Valadin X3 *wooi!

    4. Liontin Kristal
    Dari awal saya sudah bisa menebak kalau penulis cerita ini masih SMP. Soalnya kapan hari pernah baca kalau ada pemenang lomba yang masih SMP. Pas baca cerpen ini, saya langsung merasa bahwa inilah cerpen itu. Kok bisa? Kerasa kok dari gaya bahasa dan tema yang diangkat.

    Saya salut buat penulis muda yang bisa menulis serapi ini. Semoga bisa menerbitkan karyanya sendiri (yang non fan fic) nantinya.

    5. Pencuri Jurnal
    Sudah pernah baca sebelumnya waktu cerbul KasFan. Komentar? Hng... Apa yah, bagus kok. Walau saya agak skip bacanya karena masih ingat ceritanya.

    6. Festival Purnama
    Itu Desna? *ngeliat gambar di akhir cerita. Kenapa dia cute begitu??? Waktu di TM dulu sudah ada gambarnya belum yah? *lupa.

    Padahal dari dulu saya ngebayangin Desna orangnya agak sangar loh. Tipe pria botak dengan badan kekar X3
    Eh, ternyata dia seimut itu. Saya kurang baca deskripsi Desna tampaknya *sungkemin Desna.

    Terus Putri Ascha, tidak repot yah melakukan pekerjaan alkimia dengan kuku sepanjang itu?

    Ini kenapa malah ngomongin gambar? Ceritanya? Bagus kok. Mereka salah satu pasangan favorit saya. Lebih suka mereka ketimbang Vrey-Valadin malah *karena tetep mendukung Eizen-Valadin *lari sebelum ditimpuk kapak oleh seorang gadis berambut pink dengan kupu-kupu di telinganya

    7. Kenangan
    Ini juga ceritanya bagus. Setuju dengan Kakah (pakai 'h') Shienny. Mengambil cerita dari sudut pandang Feyn memberi keunikan tersendiri. Apalagi ceritanya berhasil diolah dengan baik.

    8. Awal Baru
    Ini, saya salut. Leidz Thydia bisa ada jadi kameo di sini :D
    Ceritanya? Hng... Secara karakter saya sebenarnya kurang suka ngeliat tindakan Ashca di sini. Apalagi dia salah satu karakter favorit saya (bahkan masuk daftar Top Five Book Girlfriend saya). Rasanya tindakannya agak, apa yah, egois?

    But, oh well. The things you do for love

    9. Selamanya
    Saya melewatkan cerita ini. Soalnya di halaman 242, 243, 246, 247, 250, 251. 254, 255, 262, dan 263 hanya terdapat kertas kosong. Kayaknya sih cuma masalah di buku saya aja sih :s

    10. Vrey dan Ornata
    Cerita ini, hm... Tidak terlalu berkesan buat saya. Bagus kok. Secara teknis tidak ada masalah, cuma tidak ada after glow-nya setelah saya membaca cerpen ini. Iya, ini memang terkesan tidak bertanggung jawab dan tidak beralasan, tapi ya itu. Selera pribadi aja sih :|

    11. Malam Terpanjang
    Ini rasanya agak komedi. IMHO, menurutku Leighton dan Karth agak sedikit OOC di sini. Saya merasa bagian waktu Leighton bilang "Heh?" atau "Ooh... Sudah waktunya. Kukira... APA!?" tidak terlalu Leighton. Tapi yah, kalau bisa masuk di buku ini, berarti pengarang TM sendiri sudah setuju bahwa itu Leighton.

    Saya suka sama si kembar di sini. Tapi kenapa jadi teringat si panda satu itu yang hobi nulis tentang kembar-kembar yah =_="

    Ada typo sekali di sini. Nama "Vrey" terketik "Very" di halaman 303.

    Secara keseluruhan saya puas dengan kumcer ini. Ada banyak hal menarik yang bisa didapat di sini. Hal-hal yang tidak ada dan tidak sempat ada di seri aslinya. Cuma sedikit kecewa soal halaman kosong di cerita ke-9. Sedikit kecewa karena tidak ada detail kejadian "ntuh" antara Valadin dan Ellanese *woii!!

    Kover bukunya masih tetap mantap seperti biasanya. Suka banget sama warna biru yang dipakai dan juga gambar bulan(?) di latarnya.

    Empat bintang untuk kumcer ini. Tiga untuk cerita-ceritanya, tambah 1 untuk kovernya. Btw, saya menunggu kumcer fan fic TM selanjutnya. [Kapan hari katanya mau ada yang seri erotiknya kan? *kabur (hide spoiler)]

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challnge


    View all my reviews

  4. Wishful Wednesday #18

    Wednesday, May 8, 2013

    Ya, udah Rabu lagi. Minggu ini kesehatan saya gak gitu baik. Perut sakit gak karuan, nafsu makan menghilang. Bisa kurus gak yah kalau sudah sembuh? =))

    Nah, untuk Rabu ini, buku pilihan saya untuk WW adalah:

    Gold
    by: Chris Cleave

    Sinopsis:
    Gold is the story of Zoe and Kate, world-class athletes who have been friends and rivals since their first day of Elite training. They’ve loved, fought, betrayed, forgiven, consoled, gloried, and grown up together. Now on the eve of London 2012, their last Olympics, both women will be tested to their physical and emotional limits. They must confront each other and their own mortality to decide, when lives are at stake: What would you sacrifice for the people you love, if it meant giving up the thing that was most important to you in the world?
    Tertarik sama sinopsisnya. Saya suka aja sih baca novel yang ada rivalitas antar karakternya. Apalagi rivalitas di dunia olahraga. Selain itu judulnya juga cocok untuk tantangan baca saya yang berhubungan dengan warna =))

    Itu buku pilihan saya. Apa buku pilihan kamu?

    Mau tahu soal WW? Cek blog hostnya.



  5. AiAi by Winna Efendi
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Ai
    Penulis: Winna Efendi
    Penerbit: Gagas Media
    Halaman: 288 halaman
    Terbitan: 2009

    -Sei-

    Aku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan - mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku - aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya mencintainya, dengan caraku sendiri. Sekarang, semuanya sudah terlambat. Tidak. Semuanya sudah terlambat jauh sebelum hari ini - mungkin sejak festival musim panas itu, atau mungkin sejak kedatangan Shin. Dia telah memilih, sadar maupun tidak, dan orang itu bukanlah aku.

    -Ai-

    Aku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sangat kecil. Saat mulai tumbuh remaja, gadis-gadis mulai mengejarnya. Entah bagaimana, aku pun mulai jatuh cinta padanya, tetapi aku memilih untuk menyimpannya. Lalu, datang Shin ke dalam lingkaran persahabatan kami. Dia membuatku jatuh cinta dan merasa dicintai. Kami bahagia, tetapi suatu hari Shin pergi dan tak bisa kembali lagi.

    Review

    Akhirnya kesampaian baca novel ini. Sudah lama pengin baca, tapi gak nemu-nemu. Pas main ke tempat sewa buku Jumat lalu, eh tiba-tiba ngeliat buku ini. Langsung deh dipinjam.

    Hm... Ceritanya agak "tenang" menurut saya. Dalam artian gak ada heboh-heboh, teriak-teriak, jambak-jambakan. Gak ada. Ceritanya tenang dan lebih ke arah melankolis.

    Ceritanya secara keseluruhan bagus, tapi kadang emosinya agak terasa datar. Saya juga kurang gitu suka waktu bagian Ai bercerita. Soalnya kadang ada kilas balik yang agak mengganggu pace cerita.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 What's in A Name Reading Chalenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews

  6. Bukan reading challenge sih sebenarnya, tapi biarlah. Toh masih berhubungan dengan buku. *seenaknya.

    Jadi peraturan tantangan ini adalah:

    1. Kumpulkan uang receh dari Januari-Desember
    2. Jangan dihitung sampai akhir tahun 2013 
    3. Setelah semua uang terkumpul, belikan buku yang kamu inginkan/bukunya dihadiahkan ke orang lain 
    4. Kalau mau ikut, bikin posting mengenai challenge ini di blog masing-masing (tidak harus blog buku) kemudian masukkan link dari postingan kamu di mr.linky (di blog hostnya)
    5. Pasang banner Receh for book(s)
    Dan seperti namanya, uang yang terkumpul nantinya dipakai untuk beli buku. Baik untuk diri sendiri, maupun untuk orang lain. Saya sendiri sebenarnya baru mulai ngumpul sejak April sih :D

    Ikutan yuk. Hitung-hitung belajar nabung :p

    Ingin tahu lebih banyak soal acara ini? Kunjungi langsung blog hostnya.



  7. Tidak terasa kita sudah memasuki bulan Mei. Buset. Sudah mau pertengahan tahun aja. Padahal perasaan baru kemarin awal tahun deh.

    Nah, bagaimana reading progress-nya sejauh ini? Tantangan bacanya bagaimana? Lancarkah? XD
    Kalau saya sih masih ngutang beberapa review dalam bahasa Inggris untuk beberapa tantangan baca yang saya ikuti :))

    Oke, kembali ke meme. Minggu ini saya memilih buku ini:

    Darth Vader and Son
    by: Jeffrey Brown

    Intinya sih ini komik yang mengandaikan kehidupan Darth Vader dan Luke Skywalker selayaknya ayah dan anak biasa. Saya sendiri bukan die hard fans-nya Starwars sih, tapi c'mon, kover dan premisnya aja sudah lucu. Bukunya sudah masuk di sini belum yah? Ada yang pernah lihat di Periplus?

    Ingin tahu soal Wishful Wednesday? Cek blog hostnya.