Rss Feed
  1. Masruri VS The OlympiansMasruri VS The Olympians by Ayuwidya
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Masruri vs. The Olympians
    Penulis: Ayuwidya
    Halaman: 172 halaman
    Penerbit: Kaifa
    Terbitan: 2011

    Bingung nulis sinopsis, jadi kali ini gak ada sinopsis deh :))

    Buku ini bercerita tentang Masruri, seorang putra pengemudi bajaj yang berhasil menjadi seorang juara catur tingkat internasional. Berkat prestasinya di bidang catur, Masruri mendapat lencana penghargaan dari Presiden.

    Saya suka dengan cara penceritaan Ayuwidya di sini. Gaya penceritaannya sederhana dan lucu. Cocok dengan "suara" Masruri yang masih muda di sini.

    Sayang bukunya tidak terlalu menekankan soal pertandingan di Yunani, tempat Masruri memenangi World School Chess Championships. Hanya digambarkan sekilas saja. Yaah, gak perlu partainya dijabarkan panjang lebar sih. Toh ini memang bukan buku catur, tapi dikit aja dan lebih fokus ke suasana mental Masruri gak apa-apa dong.

    Btw, soal WSCC, tahun 2013 ini tim Indonesia berhasil memperoleh 2 medali. Diajeng Theresia Singgih berhasil memperoleh medali perak untuk divisi Putri KU-9, sementara Aay Aisyah Anisa berhasil memperoleh medali perunggu untuk divisi Putri KU-15.


    View all my reviews


  2. Thousand Cranes (Penguin Modern Classics)Thousand Cranes by Yasunari Kawabata
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Thousand Cranes
    Penulis: Yasunari Kawabata
    Penerbit: Penguin Books
    Halaman: 112 halaman
    Terbitan: 2011

    Novel ini dibuka dengan Kikuji, seorang pria muda, yang datang menghadiri upacara minum teh yang diadakan oleh Chikako, seorang wanita yang pernah menjadi simpanan ayahnya. Di acara itu jugalah dia bertemu tiga orang wanita lainnya. Mrs. Ota, yang juga pernah menjadi simpanan ayah Kikuji. Fumiko, anak Mrs. Ota. Serta Miss Inamura, si gadis dengan kain pembungkus bercorak seribu bangau dan gadis yang Mrs. Ota usahakan perjodohannya dengan Kikuji.

    Dari titik itulah kehidupan Kikuji berubah 180 derajat. Kikuji memasuki sebuah dunia lain yang lebih gelap. Sebuah dunia dengan cinta yang tidak seharusnya, rasa bersalah, dosa masa lalu, dan kematian. Semuanya terbalut dalam ritual upacara minum teh.

    Review

    Kenapa, oh, kenapa saya mengambil buku yang menang penghargaan Nobel untuk lomba review bulanan Serapium? Kenapa saya mengambil buku yang sering dijadikan bahasan dalam kancah perliteraturan level universitas seperti ini? Eh tapi, temanya 1001 Buku yang Harus Dibaca Sebelum Mati sih. Bagaimanapun pasti buku-buku "berat" yah.

    Secara karakter sebenarnya novel ini tidak bisa digolongkan berat. Kikuji contohnya. Dia adalah seorang pria dengan ayah yang terkenal akan kesukaannya dalam upacara minum teh, tetapi Kikuji sama sekali tidak memiliki ketetertarikan di bidang itu. Bahkan dia berniat menjual perangkat minum teh ayahnya (beberapa di antaranya adalah barang hasil karya seniman terkenal). Kikuji tipikal seorang "generasi baru" di era pasca Perang Dunia II di Jepang yang tidak begitu tertarik akan kebudayaan "lama" Jepang (apalagi setelah kekalahan Jepang pada PD II). Kalau membaca beberapa novel karya penulis Jepang lainnya yang terbit pada era yang sama, apatisme seperti ini pasti terasa pada karakternya.

    Karakter lain seperti Fumiko dan ibunya yang bersifat pasif-agresif atau Chikako yang digambarkan sebagai "seorang wanita beracun" juga terlihat seolah-olah tidak terlalu kompleks.

    Dari segi cerita juga begitu. Tidak terlihat begitu njelimet. Secara garis besar sih begini:
    Kikuji menghadiri undangan Chikako -> Ketemu Fumiko, emaknya, sama cewek cakep yang dijodohin ke dia -> entah kesambet apa bisa punya affair sama emaknya Fumiko -> karena suatu alasan emaknya Fumiko meninggal -> ngegalau karena kematian emak Fumiko dan karena diam-diam punya rasa sama anaknya -> tambah galau karena digangguin Chikako yang cerewet dan ikut campur dalam kehidupannya Kikuji.

    Terus apa dong yang bikin novel ini membuat Yasunari Kawabata sebagai penerima Nobel Sastra pertama dari Asia? Kalau kubilang sih kompleksitas yang tersembunyi di balik seluruh kesederhanaan itu.

    Semakin diperhatikan, ada semakin banyak simbol yang ingin ditunjukkan novel ini. Seperti pepatah "buah jatuh tak jauh dari pohonnya", begitu pula Kikuji yang, sama seperti ayahnya dulu, jatuh cinta pada Mrs. Ota. Dua-duanya jelas bukan jenis cinta yang "biasa". Dalam artian: ayah Kikuji jatuh cinta pada seorang wanita lain padahal dia sudah menikah dan Kikuji jatuh cinta pada wanita yang sama, padahal wanita itu jauh lebih tua darinya.

    Selain itu ada pula unsur persilangan antara yang lama dengan yang baru. Bukan hanya soal Kikuji yang tidak tertarik pada upacara minum teh, tapi juga perasaan cinta Kikuji pada Fumiko. Hal ini terlihat dari Fumiko yang sebenarnya merupakan tipikal gadis ideal/calon istri idaman pada masa itu (cantik, lembut, sopan, agak pasif), tipe yang akan dipilih oleh seorang pria Jepang sebagai pasangan hidup, tapi kemudian Kikuji malah kebingungan akan perasaannya sendiri. Separuhnya karena rasa cintanya pada ibu Fumiko, apalagi setelah kematian Mrs. Ota.

    Ada juga isu "dosa yang diwariskan". Hal ini dialami baik oleh Kikuji, juga oleh Fumiko. Seperti rasa bersalah Fumiko karena ibunya pernah menjadi simpanan ayah Kikuji dan membuat ibu kandung Kikuji menderita karenanya.

     
    "The guilt was Mother's and she died -- if we have to talk about guilt. But I don't think it was guilt. Only sorrow."

    Kikuji sat with bowed head.

    "If it was guilt," she continued, "it may never go away. But sorrow will."

    "When you talk about darkness, aren't you making your mother's death darker than you need to?"

    "I should have said the degree of sorrow."

    "The degree of sorrow."

    "Is the degree of love," he wanted to add; but he stopped himself.


    Dalam kasus Kikuji, tentu saja dia "ketiban dosa sang ayah" dalam bentuk kedua simpanannya dan dendam Chikako yang marah karena kemudian dibuang oleh ayah Kikuji.

    Secara keseluruhan novel ini sangat dalam dan membutuhkan waktu untuk dapat dipahami, tapi bukan berarti novel ini tidak dapat dinikmati secara biasa. Novel ini tetap enak dibaca dan maknanya tetap dapat tertangkap, walau mungkin hanya secara samar.

    Kekurangan novel ini menurut saya terletak pada ketipisannya. Tebalnya hanya 112 halaman, tidak dapat memberikan lebih banyak lagi penekanan pada ceritanya. Selain itu akhir ceritanya yang mirip akhir novel Sorekara-nya Natsume Soseki juga agak mengesalkan (iya, sengaja cuma menulis "petunjuk" akhir cerita).

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Books in English Reading Challenge
    - 2013 Serapium Reading Challenge
    - 2013 What An Animal Reading Challenge
    - 2013 Monthly Key Words Challenge


    View all my reviews

  3. Rebecca of Sunnybrook FarmRebecca of Sunnybrook Farm by Kate Douglas Wiggin


    Judul: Rebecca of Sunnybrook Farm
    Penulis: Kate Douglas Wiggin
    Penerbit: Orange Books
    Halaman: 310 halaman
    Terbitan: 2011

    Keadaan memaksa Rebecca meninggalkan Sunnybrook Farm, tempatnya dibesarkan bersama keenam putra-putri keluarga Randall yang lain. Ia mengerahkan keberanian untuk tinggal dengan keluarga Sawyer, bukan saja karena yang diminta pergi ke Riverboro adalah Hannah, sang kakak, tetapi juga ketidaksukaan keluarga Sawyer kepada almarhum ayahnya.

    Rebecca harus beradaptasi dengan carar didik kedua bibinya yang keras, sekaligus harus membuat seluruh keluarga bangga akan prestasi dan
    perilakunya sehari-hari. Bagaimana Rebecca mengatasi rindu rumah? Apakah ia
    dapat bertahan di Riverboro dan menerapkan cara didik kedua bibinya? Dan siapakah Mr. Aladdin yang telah "mencuri" hati Rebecca?

    Review
    Ini kedua kalinya saya baca cerita anak-anak dengan tokoh utama anak perempuan, yang menurut saya, agak mirip. Yang pertama itu "Heidi" yang kedua ya Rebecca ini.

    Saya kurang tahu apa ini efek editan atau memang ceritanya seperti ini atau bagaimana? Yang jelas saya gak gitu suka dengan pemotongan waktunya. Di awal cerita Rebecca masih anak-anak, terus di akhir buku dia sudah remaja (16 apa 17 gitu) dan karena terlalu cepat, rasanya jadi gak enak aja bacanya.

    Terjemahannya menurut saya enak dibaca kok. Cuma masih ada beberapa typo.

    Yah, secara pribadi saya masih lebih suka Heidi ketimbang Rebecca ini sih.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge


    View all my reviews


  4. Maria TsabatMaria Tsabat by Herlinatiens
    My rating: 1 of 5 stars

    Sebuah Buku yang Membuat Saya Tidak Enak Hati

    Judul: Maria Tsabat
    Penulis: Herlinatiens
    Penerbit Diva press
    Halaman: 386 halaman
    Terbitan: November 2012

    Maaf beribu maaf kepada salah seorang Blogger yang telah mengadakan giveaway buku ini dan telah secara acak memilih sahaya sebagai pemenang. Betapa bahagianya hati ini ketika pada hari itu sebuah surel datang ke kotak masuk sahaya dan menyatakan sahaya sebagai pemenang sebuah giveaway.

    Sayang beribu sayang, ketika sahaya meneliti lagi buku yang sahaya menangkan itu, terhenyaklah hati ini. Melihat nama pengarang buku ini, terlintaslah satu lagi buku karangan beliau yang pernah sahaya baca dan yang tidak terlalu dapat saya nikmati. Buku itu adalah Koella: Bersamamu dan Terluka.

    Pusing beribu pusing kepala ini saat membaca buku Koella tersebut. Bahasanya yang begitu sulit sungguh tidak terjangkau oleh pemikiran sahaya yang kecil ini. Oleh pengalaman itu, sahaya masih merasa takut dan belum dapat membaca buku karya pengarang yang sama. Laksana seekor monyet yang tidak lagi berani memanjat demi pisang kesukaannya karena dirinya disiram terus-menerus oleh para peneliti laknat yang menjadikannya bahan uji coba. Pengandaian yang buruk? Ampun beribu ampun. Pemikiran sahaya memang terlalu sempit.

    Halah, ini saya nulis apaan sih? Jadi pada intinya, saya kembali mengalami pengalaman yang sama dengan saat membaca Koella. Bahasanya sih tidak sepuitis yang dulu, tapi tetap bikin saya bosan dan tidak betah membacanya, akhirnya jadi skimming doang. Padahal ceritanya kayaknya potensial loh. Soal seorang pemain biola berbakat yang menjalin cinta dengan seorang pastor. Yes, pastor! Terus ada isu soal LSM juga.

    Sedikit saran buat Diva press, itu bagian belakang buku jangan dipakai buat endorsement semua. Kalau nemu ini buku di toko buku, percaya deh, saya gak bakal beli. Bahkan kalau saya belum pernah baca buku pengarang ini sekali pun. Tiru Koella dong. Waktu itu saya beli karena blurbnya menarik. Lah ini? *dan ini juga berlaku untuk semua penerbit yang menerbitkan bukunya dengan puisi di belakangnya. Situ jualan buku puisi? Ada bukunya Toeti Heraty?

    Sekali lagi mohon maaf buat yang sudah memenangkan saya. Saya yakin tujuan giveawaynya adalah untuk promosi, tapi saya sungguh tiada berjodoh dengan penulis satu ini.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews

  5. Wishful Wednesday #19

    Wednesday, May 15, 2013

    Sudah hari Rabu lagi :D
    Selamat datang di blog saya. Kelihatan ada yang berbeda? Yup, setelah dari 2010 saya selalu pakai tampilan blog bawaan Blogger, akhirnya saya memutuskan untuk ganti tampilan. Setelah nyar-nyari, akhirnya ketemu tampilan ini. Bagaimana tampilan blog yang baru menurut kalian?

    Anyway, kembali ke acara WW minggu ini. Buku yang saya inginkan adalah:

    Nostalgi = Transendensi
    oleh: Toeti Heraty

    Pertama kali mengenal Toeti Heraty lewat kumpulan puisi dwibahasanya, A Time, A Season: Selected Poems of Toeti Heraty. Setelah itu pas iseng nyari soal beliau, saya nemu puisi ini:

    NOSTALGI = TRANSENDENSI

    Nostalgi sama dengan transendensi 
    betul, ini permainan kata 
    lagi-lagi kata asing 
    tapi apa sih yang tidak asing 
    tapi itu hanya ilusi 
    kembali pada nostalgi 
    berarti kehilangan 
    yang dulu-dulu dibayangkan 
    hanya tidak mencekam lagi, karena 
    lembut dengan ironi 

    saat kini yang berkilas balik 
    siapa tahu nanti … 
    kini — dulu — nanti, teratasi 
    bukankah itu transendensi?

    Saya agak lupa apa puisi ini ada dalam kumpulan puisinya atau tidak *iya, ingatan saya cetek. Yang pasti, saya jadi pengin baca kumpulan puisi beliau lagi. Kalau ada yang punya bukunya pinjemin dong atau barter deh. Susah banget nyari buku ini =_="

    Pengin tahu lebih banyak soal WW? Cek blog hostnya.



  6. Rocket Starter 01 (Rocket Starter, # 1)Rocket Starter 01 by Waka Miyama
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Rocket Starter vol. 01
    Pengarang: Waka Miyama
    Penerbit: Elex Media Komputindo
    Halaman: 200 halaman
    Terbitan: Mei 2013

    Pulau selatan yang indah. Di dalam hutan di pulau tersebut tinggalah `penyihir putih` legenda.

    Dan yang ditemui oleh Takeru, gadis yang berusaha mencari tahu sosok penyihir putih yang sesungguhnya, adalah Tesla dan Marin, kakak beradik ajaib yang bisa terbang.

    Digambar dengan gaya yang menyegarkan, dimulailah kisah yang damai ini.

    Review
    Tertarik baca komik ini setelah melihat ulasannya di FB. Kayaknya ceritanya menarik.

    Melihat soal cewek yang seperti cowok dan cowok yang seperti cewek, saya jadi ingat sama komik "Hourou Musuko". Cuma di sini tokohnya berbalik 180 derajat secara sifat dengan di komik HM. Walau karakter yang cewek di sini kok gambarnya mirip dengan tokoh cewek di HM yah?

    Kalau di HM soal isu gender dijadikan fokus utama, di sini kayaknya sih tidak. Lebih semacam plot sampingan mungkin? Anyway, komiknya menarik dan saya menunggu kelanjutannya.


    View all my reviews

  7. Love the One You're WithLove the One You're With by Emily Giffin
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Love the One You're With
    Penulis: Emily Griffin
    Penerbit: Orion
    Halaman: 320 halaman
    Terbitan: 2008

    Selama 100 hari Ellen mengira hidupnya sudah benar. Dia menikahi Andy, kakak sahabatnya, seorang pengacara sukses yang mencintainya. Bersama Andy, Ellen mampu menjadi orang yang lebih baik. Semuanya tampak sempurna, hingga dia bertemu kembali dengan Leo, mantan kekasihnya.

    Perpisahannya dengan Leo dulu begitu menyakiti hatinya, tapi diam-diam dia tidak dapat melupakan saat-saat bahagia yang pernah mereka lalui. Satu pertemuan yang berlanjut ke pertemuan selanjutnya dan kini Ellen berada pada persimpangan hidupnya, mempertanyakan apakah pilihannya untuk menikah dengan Andy adalah benar?

    Review
    Nemu buku ini dari grup Indonesians Who Love English Books. Menjadi salah satu nominasi buat baca bareng Mei, walau pada akhirnya kalah dari Kitchen-nya Banana Yoshimoto.

    Saya tertarik dengan premis ceritanya. Pas ketemu di Periplus, langsung dibeli deh. Sayang saya kecewa berat setelah menyelesaikan buku ini.

    Pertama: karakter utamanya tidak menarik simpati. Tema ceritanya kan perselingkuhan. Sesuatu yang dipandang negatif oleh sebagian besar orang. Minimal saya mengharapkan karakter utama yang bisa menarik simpati atau minimal ceritanya bisa membuat saya "mengerti" kenapa Ellen sempat "pindah hati" ke Leo.

    Masalahnya Ellen tidak pernah mendapat simpati saya. Jujur saya tidak mengerti kenapa dia mau kembali dengan Leo. Ya, dia mungkin masih cinta, tapi hubungannya dengan Leo dulu juga tidak berjalan baik. Bahkan, seperti kata Margot, sahabatnya, Ellen menjadi versi lebih buruk dari dirinya saat bersama Leo. Lagipula dia dan Andy sebenarnya baik-baik saja.

    Soal hubunganya dengan Andy, ok, memang ada saat mereka terlihat tidak "klik", tapi ya memang begitulah dalam berpasangan. Tidak semuanya harus "klik". Yang paling bikin kesal sih saat Ellen marah karena Andy tidak meresponnya dengan baik karena Andy sedang nonton TV (waktu itu mereka lagi bicara soal pekerjaan fotografinya Ellen yang akan datang). Sesudah itu Ellen menjadikan hal ini untuk membenarkan kepergiannya dengan Leo untuk "pekerjaan" (well, emang untuk pekerjaan sih, tapi ada acara ciumannya).

    Ffffuuuu.... Ok, kalau Andy memang seorang brengsek, tapi ini enggak kok. Sejak awal Andy digambarkan sebagai cowok yang baik. Dia perhatian, dia cocok dengan Ellen, dia juga tidak pernah menekan Ellen untuk jadi "high class" atau semacamnya (karena Andy kaya). Lalu dengan satu kejadian seperti itu (plus satu kejadian di acara makan, yang kupikir memang Andy agak salah sih karena terlalu diam) dia langsung mengklaim bahwa ada yang salah dengan pernikahan mereka.

    Saya juga kesal dengan Ellen yang terus-terusan mengeluh soal kepindahannya mereka. Andy gak maksa situ pindah kok. situ yang setuju kan? Biar bisa menghindari Leo.

    Hal kedua yang bikin saya merasa "dafuq" adalah saat adiknya Ellen, Suzane, marah-marah waktu Ellen cerita ke dia bahwa Margot menyembunyikan kedatangan Leo 2 tahun yang lalu. Terus Suzanne mengatai Margot "playing God". Well, 2 hal: pertama, saat itu Ellen sedang berpacaran dengan kakaknya. Kedua, saya rasa Margot tahu kalau Ellen ketemu Leo, ada kemungkinan mereka bakal baikan dan sangat mungkin kejadian yang sama dengan yang dulu terjadi lagi. Jadi kurasa Margot memang melindungi kepentingan kakaknya, tapi di saat yang sama dia juga ingin menghindarkan Ellen dari "musibah" yang sama.

    Secara keseluruhan saya gak suka sama ceritanya. Untung masih ketolong sama narasi dan fakta bahwa buku ini cukup "page turner" buat saya. Dua bintang untuk novel ini.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Books in English Reading Challenge


    View all my reviews