Rss Feed
  1. Review Novel: Omen - Lexie Xu

    Thursday, November 5, 2015

    OmenOmen by Lexie Xu
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Omen
    Penulis: Lexie Xu
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 312 halaman
    Terbitan: September 2012

    File 1 : Kasus penusukan siswa-siswi SMA Harapan Nusantara.

    Tertuduh : Erika Guruh, dikenal juga dengan julukan si Omen. Berhubung tertuduh memang punya tampang seram, sifat nyolot, dan reputasi jelek, tidak ada yang ragu dialah pelakunya. Tambahan lagi, ditemukan bukti-bukti yang mengarah padanya.

    Fakta-fakta : Bukan rahasia lagi tertuduh dan korban saling membenci. Perselisihan keduanya semakin tajam saat timbul spekulasi bahwa tertuduh ingin merebut pacar korban. Tidak heran saat korban ditemukan nyaris tewas di proyek pembangunan, kecurigaan langsung tertuju pada tertuduh. Masalah tambah pelik, karena sewaktu disuruh mendekam di rumah oleh pihak kepolisian, tertuduh malah kabur dengan tukang ojek langganannya yang bergaya preman. Akibatnya, tertuduh terpojok. Tertuduh juga orang pertama yang tiba di TKP korban-korban berikutnya.

    Misiku : Membuktikan tertuduh tidak bersalah dan menemukan pelaku kejahatan yang sebenarnya.


    Penyidik Utama,
    Valeria Guntur

    Review

    "Omen" bercerita tentang sepasang anak kembar: Erika, si biang kerok yang suka membuat pusing para guru dan orang tuanya; serta Eliza, si malaikat yang menjadi pujaan guru dan teman-temannya, serta si anak emas bagi orang tua mereka.

    Suatu hari terjadi kasus penusukan yang melibatkan Erika. Bukti-bukti mengarah padanya. Orang-orang di sekitarnya yakin bahwa dialah pelakunya. Apakah Erika memang si pelaku penusukan itu? Apalagi Erika sadar bahwa ada sesuatu yang terbangun di dalam dirinya, sesuatu yang gelap dan berbahaya. Sesuatu yang tidak bisa dia bendung.

    Di komentar singkat saya sebelumnya, saya menyebut kalau novel ini 'jauh panggang dari api'.
    Itulah yang saya rasakan saat membaca blurb, lalu isi novel ini. Kesan awal saya adalah: ini sebuah buku misteri detektif, tapi ternyata hal ini tidak begitu benar. Tidak ada tuh penyelidikan yang dilakukan Valeria. Pembaca sama sekali tidak dibawa ke dalam analisanya. Bahkan saat masuk ke satu-satunya bab POV Valeria sekalipun, pembaca tidak diajak untuk menganalisa kasus tersebut. Bisa kubilang kalau Omen ini lebih ke arah thriller daripada misteri detektif.

    Saya sebelumnya sudah membaca novel Obsesi dari sang penulis, dan saya rasa eksekusi novel itu lebih baik dari Omen ini. Saya kurang begitu dapat aksi serta ketegangan yang ada di Obsesi. Motif, pelaku, trik, serta sebab-akibatnya juga tidak begitu menawan. Cenderung lemah malahan. Tambah lagi saya bisa menebak pelakunya dari desain karakternya.

    Untuk pembunuhan-hipnotis seperti ini, sayangnya saya masih lebih suka salah satu ceritanya Detektif Kindaichi. Di Detektif Kindaichi, penggunaan hipnotisnya mirip, tapi masih lebih menarik (dan lebih bisa diterima).

    Selipan humornya juga terlalu banyak di tempat yang kurang tepat. Bagian yang seharusnya dibuat tegang justru terasa lucu karena leluconnya Erika atau si Ojek. Tapi, di sisi lain, saya juga suka dengan interaksinya Erika dan si Ojek ini. Di tempat yang tepat, mereka chemistry dan lucunya dapat banget.

    Oh, iya, karakter favorit saya di novel ini adalah Pak Mul, sopirnya Valeria yang hanya muncul di dua bab, tapi mampu meninggalkan kesan yang mendalam :)).

    Secara keseluruhan, saya sih tidak puas dengan novel ini. Gaya bahasanya ringan dan lucu. Banyak bagian yang membuat saya senyum-senyum. Sayangnya, misteri yang ada tidak begitu memikat dan tidak mengejutkan.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  2. 2 comments :

    1. Aku baca sampai seri kedua Omen, tapi, masih belum masuk ke bagian misterinya. Padahal, temenku wanti-wanti kalo novel ini bagus. Ya, sama kayak Kak Biondy, aku masih belum puas sama eksekusi sekaligua nyebelin juga pas bagian misteri lalu ada lawakan.

    2. Biondy said...

      Wah, ada yang kurang suka juga dengan bagian komedi di adegan tegangnya, ya? Aku juga ada rencana untuk baca buku keduanya, sih. Pengin lihat perkembangan ceritanya seperti apa. :)

    Post a Comment