Rss Feed
  1. Pangeran Untuk PutriPangeran Untuk Putri by Regina Feby
    My rating: 2 of 5 stars

    Putri Kecoak dan Pangeran Tampan

    Judul: Pangeran Untuk Putri
    Penulis: Regina Feby
    Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 206 halaman
    Terbitan: Maret 2005

    Putri, 17 tahun, adalah cewek aneh penyendiri yang penampilannya superdekil. Satu-satunya yang mau temenan ama Putri cuma Haris. Suatu hari Haris ngajak sahabatnya itu jalan dan pulangnya dia menggoda Putri dengan menghadiahkan hewan yang paling ditakuti cewek itu, kucing. Di luar dugaan, Putri menghilang dan sebagai gantinya ada seekor kecoak di tempatnya. Rahasia kutukan Putri pun terbongkar.

    Kesalahan masa lalu leluhur Putri mengharuskan cewek itu menghapuskan kutukan dengan cara membuat keturunan ke-1313 dewa yang yang mengutuknya jatuh cinta. Sayangnya itu bakal nggak mudah, karena Alex, si cowok yang jadi target, adalah cowok tercakep, terkaya, ter-perfect di kampus, sombongnya selangit pula! Bagaimana mungkin dia bisa jatuh cinta pada Putri?

    Review

    Bacaan ringan di akhir pekan. Entah kenapa belakangan saya tersendat terus kalau baca buku bahasa Inggris. Padahal kan lagi baca buku bahasa Inggris buat baca bareng. Akhirnya iseng-iseng saya minjem teenlit dari tempat sewa buku.

    Saya suka dengan idenya. Kutukan turunan yang hanya bisa hilang lewat ciuman cinta sejati? Klasik. Keluarga yang dikutuk jadi kecoak jika melihat sampah atau kucing? Menarik. Gabungkan keduanya dan kita dapat satu cerita.

    Sayang ide yang kuat itu tidak dibarengi eksekusi yang bagus. Menurutku Putri terlalu mudah mendapatkan pemecahan keluar. Kurang kelihatan pergulatannya untuk mendapatkan cinta Alex.

    Selain itu saya juga kurang ngeh dengan pergulatannya Putri. Soal dia tidak mau dicium Alex karena dia suka sama Haris itu terasa aneh. Maksudku, setelah dia dicium kan kutukannya berakhir. Dia gak harus terus sama-sama Alex atau apa. One kiss and it's over. Setelah itu dia bisa sama Haris. Kalau dia tidak dicium sama Alex toh dia bakal mati. Gak bisa bersama Haris. Jadi, buat saya galaunya Putri terasa menyebalkan. Pilihannya sudah jelas di sini.

    Satu setengah bintang buat novel ini. Pembulatan ke atas.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge

    View all my reviews

  2. Wishful Wednesday #21

    Wednesday, June 5, 2013

    Selamat hari Rabu semuanya! Selamat Isra Miraj juga buat semua yang merayakan. Iya, saya tahu kecepatan sehari, tapi mumpung saya sempat ngeblog gitu loh.

    Jadi, untuk minggu ini, buku yang saya inginkan adalah:

    Dictionary of Demonology (Dictionnaire Infernal)
    by: Collin de Plancy

    Sinopsis dari Goodreads:
    Collin de Plancy's predilection for the irrational, the harrowing, and the pathetic gives him a singular place in the genesis of one element of Romanticism. Published in the 19th century, this dictionary became somewhat of a standard reference book for countless Romantic writers (notably, Victor Hugo) who dwelt in their work on the darker sides of human nature. It is a compendium of fact and fancy, with the emphasis on legend. Much of the material contained in the dictionary was the source of the peculiar literary genre known as "Gothic tale," a style of narrative that is by no means lacking in popularity today.
    Iya, judulnya memang agak seram. Ini karya salah seorang penulis Perancis terkenal yang menulis kisah tentang berbagai iblis dan menyertakan gambar ilustrasinya. Saya kepengin baca setelah buku ini beberapa kali disebut-sebut di blog super keren Deities Daily.

    Itu buku pilihan saya minggu ini. Apa pilihanmu?

    Ingin tahu soal acara WW ini? Cek blog hostnya.



  3. Cinta AndromedaCinta Andromeda by Tria Barmawi
    My rating: 3 of 5 stars

    Would You Have Sex With Robot?

    Judul: Cinta Andromeda
    Penulis: Tria Barmawi
    Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 336 halaman
    Terbitan: Januari 2007

    Kika dan Wina selalu bilang pria idaman Salsabila tak mungkin ada di dunia. Lalu munculah Andromeda. Seketika Salsa jatuh cinta pada Andromeda yang sempurna sebagai pria menurut versinya. Yang tidak Salsa ketahui adalah sebuah proyek robotika besar, bernama Nunoid Project, yang berisi orang-orang ambisius, tengah berjalan dengan dia sebagai objeknya.
    Wina yang jurnalis, penasaran akan jati diri Andromeda dan terus mencari tahu, dan bahaya pun mengancam dirinya.

    Sementara di dalam tim Nunoid sendiri, perang batin antara kemanusiaan dan keinginan untuk menciptakan teknologi terbaru terus terjadi. Erik, salah satu senior di tim, jatuh cinta pada Salsabila, yang sama sekali tak pernah mengenalnya. Ketika perkembangan proyek mulai mengancam seluruh kehidupan Salsabila, Erik memberontak dan berniat menyelamatkan Salsa.

    Review
    Menggabungkan sci-fi dan metropop? Sesuatu. Tria Barmawi jelas melakukan penelitian yang cukup tentang robot/humanoid dan segala teknologi yang melingkupinya.

    Saya suka dengan ide ceritanya, tentang "percobaan" membentuk sebuah robot yang dapat menjadi pasangan ideal manusia. Dalam arti: dia memiliki wajah dan bentuk tubuh seperti yang kita inginkan, dapat mencintai kita sepenuhnya, bahkan jago di ranjang.

    Ya, tidak salah baca. Jago di ranjang.

    Sejujurnya waktu saya pertama baca soal humanoid yang bertujuan sebagai pasangan ideal, saya sempat berpikir, "What about the sex?" dan ternyata pengarang juga memikirkan hal yang sama.

    Di sini menurutku itu satu poin yang sangat menarik. Not that I'm perverted or anything, tapi coba pikir. Kalau ketemu cowok/cewek yang secara fisik sesuai banget dengan kriteria kita, klop secara kepribadian, dan bahkan mampu membuat kita jatuh cinta padanya, do you want to have sex with him, eventhough he/she is a humanoid?

    Satu poin menarik lainnya adalah soal kemampuan reproduksi. Di sini diceritakan bahwa sperma (dan saya rasa, ovum juga) sudah mampu disimpan dalam jangka waktu lama dalam tubuh si humanoid. Yang berarti "organ seksual" si humanoid dapat bekerja selayaknya organ pada manusia. Dengan kata lain humanoid itu bisa melakukan reproduksi dengan Anda. Well, it sounds a little bit creepy, tapi menarik juga untuk dipikirkan.

    Sayangnya buat saya setting waktunya kadang tidak terasa 2070. Khususnya waktu adegan Wina membuntuti Andro ke rumahnya dan bertanya-tanya ke tetangganya soal rumah yang Andro diami. Di bagian itu saya merasa si Wina itu lagi ke daerah perumahan sederhana/gang/perkampungan dan bukannya di daerah perumahan yang elit. Reaksi tetangganya itu loh. Ibu-ibu di gang rumah saya banget deh.

    Selain itu saya juga agak bingung soal kemampuan ekskresi pada robot. Apa gunanya membuat robot yang bisa pipis dan BAB? Saya masih gak ngerti loh sampai sekarang.

    Ending ceritanya juga gak seberapa buat saya. Mungkin karena ini metropop jadi agak "disederhanakan". Saya sih berharap akhirnya lebih ke arah action/thriller, tapi kayaknya bakal terlalu melenceng dari metropop yah.

    Bacaan yang menarik dan cukup menghibur. Tiga bintang untuk novel ini. Saya sih berharap Tria Barmawi akan menulis cerita dengan genre seperti ini lagi.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews


  4. Thousand Cranes (Penguin Modern Classics)Thousand Cranes by Yasunari Kawabata
    My rating: 3 of 5 stars

    Title: Thousand Cranes
    Author: Yasunari Kawabata
    Publisher: Penguin Books
    Pages: 112 pages
    Published: 2011

    Thousand Cranes follows the story of Kikuji, a young man whose father had a complicated love story with a wife, a son, and two mistress. During a tea ceremony hosted by Chikako, one of Kikuji's father's mistress, he meets Mrs. Ota, another mistress of his father. Along with Mrs. Ota, he also meets Fumiko, Mrs. Ota's daughter, and Miss Inamura, the girl with thousand cranes pattern kerchief and with whom Chikako tries to miai (match-making) Kikuji with.

    The complication of the story arises with the fact that Chikako holds grunge over Kikuji's father, because she was dumped by him, and Kikuji's love over Mrs. Ota.

    I quite like the story. It looks really simple, but actually "Thousand Cranes" has many layers and symbolism in it. While it can looks like a soap-opera, this novel is more complex than that. Obviously, since it was one of Kawabata's novel that gave him the Nobel award.

    A fine read, but it was too fast for me. I wish the story goes longer than 112 pages.

    This book is for the following reading challenges:
    - 2013 What An Animal Reading Challenge
    - 2013 Monthly Key Words Reading Challenge


  5. Hai, hai. Setelah lama tidak bikin giveaway, kali ini saya akan mengadakan acara bagi buku gratis lagi :D

    Buku yang akan saya beri secara cuma-cuma kali ini adalah:


    Novel tentang para pengendali naga yang ditindas oleh seorang raja ini sudah pernah saya review sebelumnya. Reviewnya bisa dilihat di sini. Buku ini aslinya pemberian pengarangnya ke saya dan atas izin pengarang, buku ini sekarang saya jadikan giveaway. 

    Peraturan giveaway kali ini adalah:
    1. Peserta berdomisili di wilayah Indonesia
    2. Silahkan mengisi kolom Rafflecopter di bawah ini
    3. Giveaway berlangsung dari 3 Juni 2013 - 30 Juni 2013
    4. Keputusan pemenang tidak dapat diganggu gugat
    5. Bila dalam 48 jam tidak ada respon dari pemenang, maka akan dipilih seorang pemenang baru
    a Rafflecopter giveaway


  6. Jurnal Jo (Jurnal Jo, #1)Jurnal Jo by Ken Terate
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Jurnal Jo
    Penulis: Ken Terate
    Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 240 halaman
    Terbitan: 2008

    Ternyata susah bangeet jadi anak remaja, sampai-sampai kadang-kadang, aku (Jo Wilisgiri, 12 tahun) berharap aku ga perlu tumbuh. Aku kangen banget pada masa SD-ku. Apalagi aku mulai kehilangan sahabat baikku dan dikhianati cowok yang ku kagumi. Satu kata untuk masa SMP-ku: MENGERIKAN!

    Review

    Bacaan ringan di akhir pekan. Otak saya rasanya masih ngehang abis baca World War Z: An Oral History of the Zombie War, jadi baca buku yang kelihatannya ringan aja dulu deh.

    Buku ini benar-benar membangkitkan kenangan. Ya sih tokoh utamanya cewek, tapi tetap ada beberapa bagian yang bikin saya manggut-manggut dan bergumam, "Dulu juga ada yang kayak gitu deh."
    Malah jadi nostalgia.

    Bacaan yang cocok dibaca para anak ABG. Bener banget, punya pacar itu jangan hanya karena pengin punya status "pacaran", komitmennya gede, bo (ini kenapa ketularan buku ini pakai 'bo'?).

    Satu pembelajaran yang saya peroleh dari membandingkan pengalaman saya membaca WWZ dan buku ini adalah: tidak peduli suatu buku mau ditulis sebagus, sedetail, serealistis apapun, kalau seseorang tidak suka, ya tetep aja gak bisa suka. Tiga bintang untuk novel sederhana yang, menurut saya secara pribadi, jauh lebih menggugah minat baca ketimbang WWZ. Iya, saya masih kecewa sama novel itu.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge

    View all my reviews

  7. World War Z: An Oral History of the Zombie WarWorld War Z: An Oral History of the Zombie War by Max Brooks
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: World War Z: An Oral History of the Zombie War
    Penulis: Max Brooks
    Penerbit: Crown Publishing Group
    Halaman: 420 halaman
    Terbitan: 27 September 2011

    Orang-orang menyebutnya Perang Dunia Z, alias Perang Dunia Zombie. Memang tepat seperti itulah yang terjadi. Bumi 'diinvasi' oleh para mayat hidup yang menelan ratusan juta korban. Orang-orang yang selamat memberikan testimoninya dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di balik perang itu.

    Review

    Pertama: ini buku fiksi. Kenapa saya mengatakan hal yang sudah jelas ini? Sederhana, karena buku ini ditulis dengan gaya interview non-fiksi. Si tokoh utama novel ini melakukan interview terhadap orang-orang di seluruh dunia dan mereka menceritakan apa yang terjadi selama WWZ itu dari sudut pandang dan pengetahuan mereka. Orangnya pun bermacam-macam. Ada tokoh politik, orang dari kalangan militer, hingga seorang "otaku".

    Max Brooks jelas melakukan penelitian yang mendalam karena berbagai hal yang ditulis di buku ini terasa sangat detail dan realistis. Banyak juga sudut pandang menarik tentang efek WWZ, secara sosial maupun politik, yang Max Brooks perlihatkan.

    Lalu kenapa saya hanya kasih 1 bintang? Soalnya saya sama sekali tidak bisa tertarik masuk ke dalam ceritanya. Apa gunanya sebuah cerita yang detail dan realistis kalau saya tidak tertarik dan hanya baca secara skimming doang? Apalagi keseluruhan cerita ini agak sulit ditangkap kalau hanya baca sepintas. Mau baca pelan-pelan seluruhnya, saya tidak tertarik.  

    Dugaan saya sih saya tidak tertarik karena formatnya. Format fiksi yang ditulis non-fiksinya kurang menarik minat. Apalagi sebenarnya "ceritanya" sama sekali tidak memilik plot. Cuma hasil interview doang.

    Satu bintang. Bukan karena buku ini jelek, tapi lebih karena saya kurang tertarik. Simply not my cup of tea.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge (buku selesai dibaca pada 1 Juni)
    - 2013 Books in English Reading Challenge


    View all my reviews