Rss Feed
  1. Review: Mata Ruang - Epri Tsaqib

    Monday, April 29, 2013

    Mata RuangMata Ruang by Epri Tsaqib
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Mata Ruang
    Penulis: Epri Tsaqib
    Penerbit: - (Situs publishernya kena hack, jadi mending tidak saya taruh)
    Halaman: 86 halaman
    Terbitan: November 2011

    "Mata adalah jendela. Ruang adalah jalan bagi setiap jengkal waktu yang disiapkan bagi kita untuk menelusurinya. Pada akhirnya, kita sendirilah yang akan memilih dan menentukan kualitas seperti apa yang kita berikan bagi Mata Ruang kehidupan kita yang sangat singkat ini."
    (dari blurb buku)

    Ruang di Matamu

    tiga puluh tahun perjalananmu berkumpul di mataku
    dan kita merayakan mata anak-anak dalam sebuah sore usia

    tak ada tiup lilin, tepuk tangan dan nyanyi panjang umur
    mungkin hanya angin yang mengucapkan selamat
    bahwa hanya ingin yang selalu mencatat
    setiap ruang di matamu pernah terhujani tetes air mataku

    (Hal. 25)

    Hasil baca bareng Klub Buku GRI. Seru juga loh bisa baca kumpulan puisi bareng-bareng. Salut sama Kak Roos yang udah ngetikin seisi buku.

    Buat saya kumpulan puisi ini cukup mudah dimengerti. Bahasanya juga tidak terlalu njelimet macem-macem. Hanya saja puisi-puisinya kurang begitu membekas buat saya pribadi. Bukan berarti puisinya jelek-jelek loh. Bagus kok, cuma kurang memiliki dampak buat saya saja.


    View all my reviews


  2. The Casual Vacancy (Perebutan Kursi Kosong)The Casual Vacancy by J.K. Rowling
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: The Casual Vacancy
    Penulis: J. K. Rowling
    Penerbit: Qanita
    Halaman: 593 halaman
    Terbitan: November 2012

    Ketika Barry Fairbrother meninggal di usianya yang baru awal empat puluhan, penduduk kota Pagford sangat terkejut.

    Dari luar, Pagford terlihat seperti kota kecil yang damai khas Inggris, dengan Alun-alun, jalanan berbatu, dan biara kuno. Tetapi, di balik wajah nan indah itu, tersembunyi perang yang berkecamuk.

    Si kaya melawan si miskin, remaja melawan orangtua, istri melawan suami, guru melawan murid... Pagford tak seindah yang dilihat dari luar.

    Dan kursi kosong yang ditinggalkan Barry di jajaran Dewan Kota menjadi pemicu perang terdahsyat yang pernah terjadi di kota kecil itu. Siapakah yang akan menang dalam pemilihan anggota dewan yang dikotori oleh nafsu, penipuan, dan pengungkapan rahasia-rahasia tak terduga ini?

    Review

    Akhirnya saya menyelesaikan buku ini. Lebih tepatnya sih: akhirnya saya baca juga. Sudah punya bukunya dari tahun lalu (saya sampai pre-order), tapi baru ada niat untuk menyentuhnya sekarang. Dan saya sangat menyesal. Kenapa tidak dari dulu saya membacanya?

    Hal paling utama yang membuat saya ingin membaca buku ini sih karena penulisna adalah J.K. Rowling. Saya penggemar berat serial HarPot dan saat tahu bahwa Rowling menulis sebuah buku untuk "dewasa", saya langsung tertarik.

    Setelah membaca buku ini, saya merasakan satu hal yang sama dengan HP, yaitu kemampuan buku ini untuk membuat saya ingin cepat-cepat membacanya hingga akhir. Membuat saya bangun hingga larut malam untuk mengetahui apa lagi yang akan terjadi. Rowling sekali lagi menunjukkan keahliannya dalam membangun karakter di sini. Saya suka dan tidak suka dengan karakter-karakter yang ada dan semuanya dalam artian yang baik. Maksudnya, saya tidak suka suatu karakter karena sifat dan pandangannya, yang memang dibuat begitu oleh Rowling, dan bukan karena hal-hal teknis pembuatan karakternya itu sendiri.

    Untuk konfliknya sendiri, saya sebenarnya tidak terlalu peduli soal perebutan kursi kosongnya. Saya lebih tertarik untuk melihat drama yang terjadi pada tiap-tiap keluarga, baik yang terlibat langsung dalam perebutan jabatan itu, maupun yang tidak. Konfliknya menarik dan bikin penasaran.

    Saya juga suka dengan terjemahan Tim Qanita. Mengalir dan enak dibaca. Typo juga minim. Yang bisa kuingat hanya ada sekali lupa spasi. Itu doang.

    Kesimpulan akhir: ini sebuah buku yang menarik, yang menunjukkan drama dalam beberapa rumah tangga. Drama yang bercabang-cabang dan terkadang saling berkaitan satu sama lain. Kalau kamu mencari sebuah kisah layaknya HarPot, lebih baik jangan baca buku ini. Rowling memang tidak "menulis" Harry Potter di sini. Kalau yang kamu cari adalah sebuah drama kehidupan dan sebuah buku yang "besar" (dengan banyak karakter dan konflik), buku ini untukmu.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Read Big Reading Challenge


    View all my reviews

  3. Abad yang BerlariAbad yang Berlari by Afrizal Malna
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Abad yang Berlari
    Penulis: Afrizal Malna
    Halaman: 37 halaman
    Penerbit: omashore
    Terbitan: April 2009 (pertama terbit 1984)

    Abad Yang Berlari (hal.12)

    palu. waktu tak mau berhenti, palu. waktu tak mau berhenti.
    seribu jam menunjuk waktu yang bedaberbeda. semua ber-
    jalan sendiri-sendiri, palu.

    orang-orang nonton televisi, palu. nonton kematian yang di-
    buka di jalan-jalan, telah bernyanyi bangku-bangku sekolah,
    telah bernyanyi di pasar-pasar, anak-anak kematian yang
    mau merubah sorga. manusia sunyi yang disimpan waktu.

    palu. peta lari berlarian dari kota datang dari kota pergi,
    mengejar waktu, palu, dari tanah kerja dari laut kerja dari
    mesin kerja. kematian yang bekerja di jalan-jalan, palu. ke-
    matian yang bekerja di jalan-jalan.

    dada yang bekerja di dalam waktu.

    dunia berlari. dunia berlari
    seribu manusia dipacu tak habis mengejar.


    1984

    Kumpulan puisi yang sangat sulit untuk dimengerti =_="
    Coba saja baca puisi di atas. Ngeh maksudnya? Kalau ya, selamat. Anda mungkin punya bakat di bidang sastra. Kalau saya pribadi sih rasanya memang tidak punya :))

    Walau puisi-puisinya njelimet dan tidak terlalu saya mengerti, tapi saya tetap suka dengan pemilihan kata dan bunyi yang terdengar saat saya membaca puisi ini (di dalam hati tentunya).

    Ada satu puisi Afrizal yang mengingatkan saya ada puisi yang ditulis oleh Sapardi Djoko Damono. Puisi yang ini nih:

    Channel 00 (hal.20)

    sebentar.
    saya sedang bunuh diri.

    teruslah mengaji dalam televisi berdarah itu, bunga.

    1983

    Mengingatkan saya pada puisi SDD yang ini:

    TUAN

    Tuan Tuhan, bukan? Tunggu sebentar,
    saya sedang keluar.

    1980


    View all my reviews


  4. Wishful Wednesday #16

    Wednesday, April 24, 2013

    Gak kerasa udah hari Rabu lagi X_X
    Minggu ini saya lagi mumet-mumetnya sama kerjaan yang deadlinenya rada menumpuk. Ajaibnya jumlah buku yang saya baca minggu ini berkembang pesat. Padahal sampai minggu lalu saya hanya berhasil menyelesaikan 2 buku saja, tapi minggu ini saya sudah baca 5. Lumayan juga.

    Nah, untuk WW kali ini saya memilih buku ini untuk masuk ke dalam daftar "ngarep punya":

    Birunya Skandal
    oleh: Mira W.

    “Kita sudah berbuat dua kesalahan. Jangan ada yang ketiga.”

    Dokter Kartika sangat mencintai suaminya sampai dia rela melakukan apa pun, termasuk tindakan medis yang tidak etis. Ketika kesalahan itu telah menjelma menjadi seorang bayi yang lucu tetapi mengidap penyakit langka, bersalahkah dia? Adakah maaf jika skandal itu terjadi atas nama cinta?

    “Sejak dalam kandungan, aku telah tercipta sebagai suatu kesalahan.”
    Yup, buku terbaru dari Mira W. Ibu dokter satu ini masih saja aktif dalam dunia kepenulisan. Bahkan, kalau saya tidak salah ingat, ini adalah buku ke-80 beliau (baca di newsletternya BukaBuku). Wih, gile. Udah 80 buku aja. Selamat untuk Mira W. atas buku terbarunya. Sebagai salah seorang penyuka karya-karya beliau, buku ini tentunya masuk daftar beli saya.

    Itu buku saya minggu ini. Apa bukumu?

    Untuk info lebih lanjut tentang meme ini, kunjungi blog hostnya.




  5. Misteri Gugurnya Sekuntum DahliaMisteri Gugurnya Sekuntum Dahlia by S. Mara Gd
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Misteri Gugurnya Sekuntum Dahlia
    Penulis: S. Mara Gd
    Penerbit: PT Gramedia
    Halaman: 305 halaman
    Terbitan: Oktober 1991 (cetakan ke-3)

    Dahlia Sigit memiliki semua yang diidamkan setiap wanita: wajah yang cantik, potongan yang menggiurkan, jabatan yang penting, suami yang penurut dan kekasih yang bonafid. Yang tidak dimilikinya justru usia panjang untuk menikmati semuanya ini.

    Beberapa saat sebelumnya ia masih tergolek dalam pelukan hangat yang menggairahkan -saat berikutnya ia sudah terkapar kaku di lantai dengan darah mengucur dari lambungnya.

    Siapakah yang telah memotong pendek bunga yang sedang mekar-mekarnya ini?

    Review
    Petualangan lainnya dari Kapten Polisi Kosasih dan partner-nya Gozali. Kali ini motifnya berputar pada perselingkuhan dan persaingan bisnis. Korbannya? Seorang wanita genit yang mampu menimbulkan antipati banyak orang.

    Ini novel ke-4 penulis yang saya baca. Satu hal yang saya suka dari karya-karya S. Mara Gd adalah konfliknya. Konflik yang melatari kasus-kasusnya selalu rumit dan memiliki banyak lapisan. Ada banyak masalah yang saling terhubung satu sama lain yang menyembunyikan wajah si pembunuh. Sangat menarik melihat bagaimana tumpukan motif itu dikupas satu per satu oleh duo tokoh utama kita.

    Sayangnya satu kekurangan dari pengarang, yang saya rasakan setelah membaca novel-novel dan 2 kumcernya, adalah red herring yang kadang tidak terlalu kuat. Ada beberapa jebakan yang dia persiapkan yang dapat dengan mudah terlihat sebagai jebakan. Selain itu kadang informasi yang ada juga terlalu banyak sehingga si pembunuh dapat dengan mudah diterka. Di novel ini contohnya.

    Saya agak bingung sebenarnya dengan bagian ketika Ela mendeskripsikan orang-orang yang di dekat bis yang hampir dia serempet. Maksudku, masuk akalkah seseorang masih bisa mengingat wajah dan postur orang-orang asing yang hanya dia lihat sekilas saja? Apalagi sudah seminggu berlalu dari waktu dia melihatnya. Saya pribadi sih 100% yakin kalau saya tidak sanggup, tapi mungkin si Ela punya daya ingat yang luar biasa yah.

    Jadi pengin baca karya-karya yang lain. Kebetulan belakangan karya beliau diterbitkan ulang. Beli bulan depan ah :D (yang berarti si seksi Les Miserables, mungkin, harus menunggu lagi).

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge


    View all my reviews

  6. Konci, Karena Cinta Punya Banyak CeritaKonci, Karena Cinta Punya Banyak Cerita by Team Konci Ardan
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Konci, Karena Cinta Punya Banyak Cerita
    Penulis: Team Konci Ardan
    Penerbit: Rak Buku
    Halaman: 184 halaman
    Terbitan: 2013

    Sepuluh kisah cinta dikemas dalam Konci, Karena Cinta Punya Banyak Cerita. Sepuluh kisah yang menawarkan senyum, sedih, haru, juga rindu. Sepuluh kisah yang terlalu berharga untuk disimpan sendiri. Bukankah kita selalu memiliki kisah tentang cinta, juga tentang bahagia. Karena pada akhirnya cinta selalu lebih indah jika berbagi.

    Review
    Hasil pilihan acak di toko buku sebenarnya. Waktu itu saya cari buku yang harganya bisa bikin pas total pembelian di sekitar 100 ribuan dan buku inilah pilihannya. Kenapa harus 100 ribu? Biar dapat kartu keanggotaan di toko buku itu aja sih. Lumayan diskon lebih dan bisa sampul gratis :p

    Secara mengejutkan buku ini menarik. Saya suka dengan cerita-cerita di dalamnya. Banyak twist yang menarik, walau ada beberapa yang terbaca juga sih, hanya saja banyak yang punya kejutan di akhir cerita. Selain itu gaya bahasanya juga terasa hidup dan sehari-hari. Ya, yang nulis anak radio sih. Gak heran.

    Sayangnya masalah editorial di buku ini parah. Banget. Kebanyakan typo dan masalah spasi yang sangat mengganggu kenyamanan membaca.

    Kekurangan? Hmm... Di beberapa cerita ada terlalu banyak informasi yang tidak perlu dan kadang perpindahan alur yang kurang begitu halus juga cukup mengganjal.


    View all my reviews

  7. Hi everybody. Since I' ve finished with my April's key word, I think it's time to post my book of choice for May. Here are the keywords for May:


    My pick is: Thousand Cranes - Yasunari Kawabata

    Since there is the word 'bird', I guess I could pick a book with 'Cranes' in it. So, that is my pick for May. What about you?

    Edit: I've finished the book. You can read my review here.