Rss Feed
  1. Hikikomori-chan (YARN)Hikikomori-chan by Ghyna Amanda Putri
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Hikikomori-chan
    Penulis: Ghyna Amanda Putri
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Halaman: 233 halaman
    Terbitan: 9 Februari 2015

    Sejak ibunya meninggal empat tahun lalu, Raisa memutuskan untuk menjadi seorang Hikikomori—orang yang menarik diri dari kehidupan sosial. Ia mengurung diri di dalam kamar dan menolak berinteraksi dengan siapa pun, termasuk kakak-kakaknya: Kana, Takumi, dan Tetsuya. Ketika kakak-kakaknya memutuskan untuk pindah ke kota lain, Raisa tetap bertahan di dalam kamar. Suatu hari, pria setengah baya yang tidak diundang bernama Vincent Muffon masuk ke rumahnya dan mulai mengurus segala kebutuhan Raisa. Siapa sebenarnya pria asing ini? Kenapa kehadirannya membuat Raisa justru merasa lega dan mulai berharap untuk dibebaskan?

    Review

    Hmm... jujur saya bingung bagaimana mereview buku ini (dan seri YARN secara keseluruhan). Entar kalau reviewnya bagus, dibilang dibagus-bagusin karena sama-sama bagian dari YARN. Kalau reviewnya kurang baik, dibilang menjatuhkan dan tidak mendukung rekan seperjuangan.

    Tapi, yah, percayalah. Saya jujur dan apa adanya dalam mengulas buku-buku YARN. Kalau memang suka dan bagus, saya akan bilang begitu; dan kalau sebaliknya, saya juga akan bilang apa adanya.

    Jujur sebelum mulai membaca, saya agak khawatir kalau akan ada semacam glorifikasi hikikomori di buku ini. Entah kenapa, tapi belakangan saya banyak kena anime/manga yang melakukan hal itu. Padahal hikikomori ini kan suatu fenomena yang sebenarnya meresahkan di Jepang sana. Untungnya hal itu tidak terjadi di sini. Raisa tidak hidup sebagai seorang hikki yang bergelimang harta atau pandai luar biasa, tapi sebagai seseorang yang menutup diri, punya keterbatasan finansial yang nyata, dan bermasalah dengan kehidupan di sekitarnya.

    Nama Raisa sendiri agak membuat kening berkerut buat saya. Karena dua hal: pertama, jelas bukan nama Jepang; kedua: karena...




    saya selalu kepikiran dia dong, tiap baca nama ini :v.

    Tapi, jangan khawatir. Ghyna Amanda Putri bukan penulis pemula. Lihat tuh jajaran novel di profil Goodreadsnya. Ada alasan kenapa Raisa punya nama yang tidak terkesan Jepang.

    Ya, kau--ia adalah raksasa yang menghancurkan dinding pelindungku. Bedanya, raksasa ini mungkin tidak akan memorak-porandakan isinya lagi. Aku tidak tahu, aku hanya berfirasat. Setidaknya ini mungkin yang kuharapkan sejak pertama kali mengurung diri di dalam dinding itu.

    Aku ingin dibebaskan. (hal. 20)

    Yeah, Hikikomori-chan ini memang novel tentang berjuang untuk keluar dari zona nyaman. Raisa harus melalui berbagai macam ketidaknyamanan karena kedatangan Vincent Muffon. Dia harus berhadapan lagi dengan ketakutan-ketakutannya dan masa lalu yang kembali menghampiri. Dan emosi saya sukses dibawa naik-turun oleh perjuangannya Raisa ini.

    Kalau dari segi "kekurangan", kasusnya sama seperti di Haru no Tabi. Ada terlalu banyak kata dalam bahasa Jepang yang bercatatan kaki. Padahal ada beberapa kata yang menurutku bisa digunakan saja bahasa Indonesianya, karena toh tidak akan mengurangi esensi katanya. Semisal: kata 'baito' (kerja sambilan), 'rojinhomu' (panti jompo, kecuali kalau ada perbedaan signifikan untuk panti jompo ini, sih), atau 'jidou hambaiki' (mesin penjual otomatis).

    Secara keseluruhan, Hikikomori-chan ini adalah sebuah novel yang mengangkat tema yang, pastinya, beda dengan kebanyakan novel yang ada saat ini. Bersiap-siaplah untuk memasuki sepetak kamar yang menjadi dunia Raisa.

    p.s: di sini Raisa menyebut Vincent sebagai Kyoujin, alias raksasa dari Attack on Titan. Buat yang tidak tahu, Kyoujin itu seperti ini:



    You're welcome.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge

    View all my reviews

  2. 6 comments :

    1. Biondy said...

      seru kok. coba baca deh ^^

    2. Jadi inget sama cewek di k-drama Heart to Heart. Dia antisosial bangeeet, sampe2 keluar rumah HARUS pake helm/payung utk nutupin mukanya. Di sini ndak separah itu yaa.. :p

    3. Biondy said...

      @Linda: nggak gitu banget sih. Kalau yang di K-drama itu mungkin lebih ke arah social anxiety kali ya. Kalau hikikomori ini orang yang memang mengurung diri di dalam kamar dan hidupnya bergantung sepenuhnya pada orang lain.

    4. ada penjelasan hikikomoro atau dampak2nya gak di bukunya?

    5. Biondy said...

      @Riku Satone: tidak. *kalau tujuannya untuk penelitian/rujukan, rasanya kurang cocok kalau menggunakan novel ini.

    Post a Comment