Rss Feed
  1. The Black Cat and Other StoriesThe Black Cat and Other Stories by Edgar Allan Poe
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: The Black Cat and Other Stories
    Penulis: Edgar Allan Poe
    Penerbit: Nourabooks
    Halaman: 388 halaman
    Terbitan: Mei 2016

    Siapa yang tidak mengenal sosok Edgar Allan Poe? Karya-karyanya menginspirasi para penulis cerita misteri terkenal seperti Agatha Christie hingga Sir Arthur Conan Doyle. Ide dan gaya penceritaan yang begitu unik, suram, dan menekankan deskripsi yang kuat, membuat pembaca seakan mengalami sendiri kisah yang dilakoni tokoh utamanya.

    Tumbuh dewasa sebagai anak adopsi, Poe menjalani kehidupan yang sulit. Namun, di tengah kerumitan kisah pribadinya, Poe mampu menulis begitu banyak karya yang patut diapresiasi di genre horror gothic dan detektif.


    Kucing Hitam (1843) adalah salah satu cerpennya yang membuat pembaca benar-benar merasakan kengerian si tokoh utama atas kejadian aneh setelah kematian kucing peliharaannya. Sementara Peristiwa Pembunuhan di Rue Morge (1841), disebut-sebut sebagai kisah detektif fiksi pertama di dunia—menceritakan tokoh detektif yang dengan metode tertentu menyelidiki kasus pembunuhan di ruang tertutup.


    Kedua cerpen tersebut beserta kisah pilihan lainnya terhimpun dalam buku ini. Cerita-cerita yang tak boleh dilewatkan, terutama oleh pendamba kisah-kisah misterius.


    Review
     
    Buku yang saya dapatkan dari Tsundoku Box bulan Desember. Video unboxing-nya bisa kamu lihat di sini.

    Di dalamnya ada cerita-cerita gotik-misteri karya Poe yang sudah amat terkenal. Misalnya: "Keruntuhan Keluarga Usher" ("The Fall of the House of Usher"), "Kucing Hitam" ("The Black Cat"), dan "Jantung yang Mengaduh" ("The Tell-Tale Heart").


    Untuk kali ini, saya lebih fokus pada tiga cerita detektif yang ada di dalam kumcer ini. Poe memang sering disebut sebagai bapak genre detektif. Karyanya sering disebut sebagai prototipe bagi penulis cerita detektif lainnya, seperti Arthur Conan Doyle dan Agatha Christie. Saya kebetulan belum pernah membaca cerita detektifnya Poe dan sangat beruntung karena menemukannya di buku ini.

    Saya bisa melihat dengan sangat jelas kalau C. Auguste Dupin, nama tokoh detektif Poe, adalah cetak biru bagi tokoh Poirot. Gaya Dupin yang parlente, puas diri, cerdas, cermat, sampai ke cara bicaranya yang mencampurkan bahasa Perancis, juga melekat pada tokoh ciptaan Agatha Christie itu.

    Untuk cerita detektifnya, saya paling suka "Surat yang Dicuri" ("The Purloined Letter"). Ceritanya sederhana, tapi lebih mungkin terjadi daripada "Peristiwa Pembunuhan di Rue Morge" dan tidak semembosankan "Misteri di Balik Pembunuhan Marie Roget".

    Secara keseluruhan, kumpulan cerpen yang tepat untuk orang yang ingin berkenalan dengan cerita-cerita Edgar Allan Poe.

    Let's meet on social media:
    Instagram | Twitter | Youtube


    View all my reviews


  2. 1 comments :

    1. begitu liat pengarangnya rasanya langsung pengen baca bukunyaa

    Post a Comment