Rss Feed
    Showing posts with label Kumpulan Cerpen. Show all posts
    Showing posts with label Kumpulan Cerpen. Show all posts
  1. Bakat MenggonggongBakat Menggonggong by Dea Anugrah
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Bakat Menggonggong
    Penulis: Dea Anugrah
    Penerbit: Buku Mojok
    Halaman: 120 halaman
    Terbitan: Agustus 2016

    Rik, temanku, adalah penulis yang bagus dan manusia yang baik tetapi tolol. Ia adalah penulis yang bagus dan manusia yang baik tetapi tolol dan akhirnya mati karena paru-parunya berair. Ia adalah penulis yang bagus dan manusia yang baik tetapi tolol dan akhirnya mati karena paru-parunya berair, dua tahun lebih cepat daripada perkiraanku. Ia adalah penulis yang bagus dan manusia yang baik tetapi tolol dan akhirnya mati karena paru-parunya berair, dua tahun lebih cepat daripada perkiraanku, tanpa pernah dipedulikan orang. - Kisah Sedih Kontemporer

    Dalam kumpulan cerita pendek pertamanya ini, Dea Anugrah mempekerjakan seorang juru kisah yang cerewet, sok tahu, sinis, dan kadang tak patut dipercaya. Sang narator membingkai pelbagai momen dalam hidup, mulai dari masalah rumah tangga hingga situasi hidup-mati dalam perang, dan mengizinkan pembaca ikut menyaksikannya. Ada kesan bahwa ia menggunakan bermacam-macam teknik penceritaan hanya untuk menyenangkan dirinya sendiri. Ia tidak berusaha kelewat keras buat menjerat pembaca, namun karena itu suaranya justru jadi memikat.


    Review

    Lucu, penuh gaya, sarkastis, dan penuh sindiran. Mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikan cerpen-cerpen Dea Anugrah di buku ini.

    Kita ambil contoh dari cerpen pertama di buku ini, 'Kemurkaan Pemuda E'.

    Kita tahu Pemuda E sedang gelisah. Sama gelisahnya dengan seekor coro yang tergelincir ketika melakukan pendaratan darurat dan mendapati dirinya dalam posisi terbalik. Ia sedang marah. Sama marahnya dengan seorang taipan Arab yang diberitahu bahwa seluruh penghuni haremnya sedang haid, kecuali seorang saja, yang sudah menopause dan bahkan tidak akan membangkitkan birahi seekor keledai. (hal. 2)


  2. The Black Cat and Other StoriesThe Black Cat and Other Stories by Edgar Allan Poe
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: The Black Cat and Other Stories
    Penulis: Edgar Allan Poe
    Penerbit: Nourabooks
    Halaman: 388 halaman
    Terbitan: Mei 2016

    Siapa yang tidak mengenal sosok Edgar Allan Poe? Karya-karyanya menginspirasi para penulis cerita misteri terkenal seperti Agatha Christie hingga Sir Arthur Conan Doyle. Ide dan gaya penceritaan yang begitu unik, suram, dan menekankan deskripsi yang kuat, membuat pembaca seakan mengalami sendiri kisah yang dilakoni tokoh utamanya.

    Tumbuh dewasa sebagai anak adopsi, Poe menjalani kehidupan yang sulit. Namun, di tengah kerumitan kisah pribadinya, Poe mampu menulis begitu banyak karya yang patut diapresiasi di genre horror gothic dan detektif.


    Kucing Hitam (1843) adalah salah satu cerpennya yang membuat pembaca benar-benar merasakan kengerian si tokoh utama atas kejadian aneh setelah kematian kucing peliharaannya. Sementara Peristiwa Pembunuhan di Rue Morge (1841), disebut-sebut sebagai kisah detektif fiksi pertama di dunia—menceritakan tokoh detektif yang dengan metode tertentu menyelidiki kasus pembunuhan di ruang tertutup.


    Kedua cerpen tersebut beserta kisah pilihan lainnya terhimpun dalam buku ini. Cerita-cerita yang tak boleh dilewatkan, terutama oleh pendamba kisah-kisah misterius.


    Review
     
    Buku yang saya dapatkan dari Tsundoku Box bulan Desember. Video unboxing-nya bisa kamu lihat di sini.

    Di dalamnya ada cerita-cerita gotik-misteri karya Poe yang sudah amat terkenal. Misalnya: "Keruntuhan Keluarga Usher" ("The Fall of the House of Usher"), "Kucing Hitam" ("The Black Cat"), dan "Jantung yang Mengaduh" ("The Tell-Tale Heart").


  3. Wishful Wednesday 71

    Wednesday, January 18, 2017

    Hai, selamat hari Rabu. Sudah lama juga sejak terakhir kali saya ikut meme Wishful Wednesday ini. Kali ini, saya kembali dengan satu buku yang berada di daftar to-read dan yang pengin saya miliki bukunya.

    Untuk minggu ini, WW saya adalah:


  4. Setelah sebelumnya mengumumkan 10 besar nominasi Kusala Sastra Khatulistiwa 2016, Richard Oh, salah satu penggagas penghargaan ini, akhirnya mengumumkan lima besar nominasi KSK untuk kedua kategori yang ada.

  5. Lupus Reborn 5 in 1: Tangkaplah Daku, Kau KujitakLupus Reborn 5 in 1: Tangkaplah Daku, Kau Kujitak by Hilman Hariwijaya
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Lupus Reborn 5 in 1: Tangkaplah Daku, Kau Kujitak
    Penulis: Hilman Hariwijaya
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 400 halaman
    Terbitan: Juni 2013

    "Im, seumpama di tengah jalan begini kita nemu kotoran kebo, mau nggak kalo dibagi dua?” cetus Lupus tiba-tiba.

    “Enak aja. Nggak mau dong!”

    “Wah, lo serakah dong kalo gitu. Mau dimakan sendiri!”

    Boim bengong. Lemot dia! Anak-anak lain terbahak-bahak.

    Inget Lupus, kan? Cowok SMA Merah Putih yang terkenal cute? Nah, penulis Lupus yaitu Hilman, me-rewrite-nya dalam “penampilan” baru. Di dalam Lupus 5 in 1 ini banyak tingkah gokil Lupus, Boim, Gusur, and the gank yang bikin kalian nyengir-nyengir kuda. Cekidot lah yaw!


    Review
     



    Buku ini berisi lima judul Lupus yang telah terbit sebelumnya. Ada "Tangkaplah Daku, Kau Kujitak", "Cinta Olimpiade", "Makhluk Manis Dalam Bis", "Tragedi Sinemata", dan "Topi-Topi Centil".


  6. Lovediction 2Lovediction 2 by Harninda Syahfitri
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Lovediction 2
    Penulis:  Harninda Syahfitri, Naluri Bella Wati, Ria Destriana, Jacq, Lusia Idha Ayu K., Niken Sara, Petronella Putri, Septi Melia Utami , Yesa Ditaningtias, Anastasye Natanel, Anggun Prameswari, Arys Aditya, Ayu Insafi M., Ike Puspitasari, Indri Dwi Rachmawati
    Halaman: 125 halaman
    Penerbit: Ice Cube Publisher
    Terbitan: Juli 2013

    Cinta selalu datang dalam berbagai rupa. Menyapamu seketika, lalu bisa saja meninggalkanmu. Namun, setiap cinta yang mengetuk selalu meninggalkan kenangan dan cerita masing-masing.

    "Kamu masih cantik. Kamu selalu cantik dan kamu harus tahu betapa aku takut sekali tak akan pernah mendapat kesempatan untuk memeluk kamu lagi."

    "Tuhan menciptakan perbedaan, juga cinta untuk menyatukannya."

    "Mencintai tanpa memiliki itu omong kosong. Tapi bagaimana bisa memiliki jika mengungkapkannya saja tidak mampu?"

    Review

    "Lovediction 2" adalah kumpulan 15 cerpen dari 15 orang penulis. Tema besar dari antologi ini adalah cinta. Di dalamnya ada cinta kepada orang tua, teman, hingga yang sifatnya romantis.

    Beberapa cerpen favorit saya dari buku ini:


  7. Review Kumcer: Benteng Kasih - Mira W.

    Wednesday, December 16, 2015

    Benteng KasihBenteng Kasih by Mira W.
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Benteng Kasih
    Penulis: Mira W.
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 351 halaman
    Terbitan: Juni 2007

    Apa yang harus Anda lakukan jika suatu hari, pengasuh setia anak Anda didiagnosis menderita penyakit TBC? Padahal anak Anda siang-malam diasuh olehnya dan dia telah bekerja bahkan sebelum anak itu lahir! Tegakah Anda memecatnya dan mengembalikannya ke tempat dari mana dia datang? Masalahnya menjadi lebih rumit ketika anak yang diasuhnya tidak mau dipisahkan sama sekali....

    Pada bulan Maret 1975, cerpen Mira W. yang pertama dimuat di Majalah Femina. Kumpulan cerpen ini adalah rangkuman tiga puluh cerpen terbaiknya selama tiga puluh tahun menulis.

    Review

    "Benteng Kasih" adalah kumpulan cerita pendek oleh Mira W., penulis roman yang karyanya telah begitu banyak dan lama berlalu-lalang di Indonesia. Di buku ini, terdapat 30 cerpen yang dikumpulkan selama 30 tahun sang penulis berkarya.

    Cerita-ceritanya sangat khas Mira W. Sang penulis banyak mengangkat tema-tema dalam hidup: tentang cinta, rumah tangga, kehidupan sosial, masalah masa lalu, hingga kesempatan kedua.

    Saya sempat menyebut buku ini sebagai 'kumpulan ide novel bagi penulis', karena begitulah yang saya rasakan dari banyak cerpen di buku ini. Cerita-ceritanya punya karakter, drama, serta potensi pengembangan yang luas. Hal ini membuat cerpen-cerpen yang ada memberikan banyak ruang imajinasi bagi pembaca, tapi di sisi lain, juga membuat cerita-ceritanya kadang terasa belum selesai.

    Beberapa cerita yang jadi favorit saya:

    1. Benteng Kasih
    Tentang seorang ibu yang pusing karena anaknya tidak bisa lepas dari pengasuhnya. Padahal sang pengasuh sedang menderita TBC dan harus dijauhkan agar sang anak tidak tertular.

    2. Nilai Cinta
    Tentang seorang istri yang tidak bisa lagi mencintai suami dan anak tirinya setelah anak kandungnya meninggal.

    3. Setetes Darah Sekuntum Cinta
    Tentang seorang dokter yang mengalami dilema: haruskah dia menyelamatkan sang pencuri yang membuat istrinya keguguran? Padahal ini mungkin kesempatan sang istri untuk hamil dan dia sangat menginginkan anak kandung dari istrinya.

    4. Pengakuan
    Tentang seorang pengasuh yang sangat mencintai anak majikannya yang dia jaga. Kedatangan seorang perempuan yang mungkin akan menjadi istri baru majikannya membuat dirinya merasa terancam.

    5. Mekar Menjelang Malam
    Tentang Dokter Prapti, seorang dokter, ibu, dan nenek, yang bertemu kembali dengan pria dari masa lalunya. Saat sang pria melamarnya, Dokter Prapti justru ditentang oleh anaknya sendiri yang mempertanyakan motif pria itu.

    6. Pijar-Pijar Harapan
    Tentang Wiwiek, seorang perempuan yang mengorbankan hidupnya untuk menjaga dan membesarkan adiknya. Saat seorang perempuan kembali berusaha masuk dalam kehidupan sang adik, Wiwiek mereasa bahwa dia tidak punya tempat lagi di rumah yang selama ini diami.

    7. Lepra
    Tentang Arista, seorang istri dan ibu yang didiagnosis menderita lepra, penyakit yang tidak lagi mematikan, tapi tetap membawa perubahan dalam hidupnya.

    8. Bagai Kasih yang Tersisa
    Saat remaja, orang yang begitu Menuk sukai direbut oleh adiknya sendiri. Hal ini membuat Menuk menikahi pria yang dicampakkan oleh sang adik. Puluhan tahun kemudian, pria yang Menuk sukai kembali masuk dalam hidupnya, tepat saat dia merasa jenuh dengan kehidupan rumah tangganya.

    Secara keseluruhan, saya suka dengan kumpulan cerpen ini. Sayang tidak ada tanggal penulisan/terbit sebelumnya dalam cerita-ceritanya, sehingga sulit bagi saya untuk menebak kapan cerita ini ditulis dan oleh siapa. Oleh Mira W. pada awal karir kepenulisannya, ataukah saat yang bersangkutan sudah lebih berpengalaman.


    View all my reviews

  8. Utara dan Selatan (Everna Saga)Utara dan Selatan by Andry Chang
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Utara dan Selatan
    Penulis: Andry Chang, Rickman Roedavan, Alexia Chen, Ambu Dian, Dya Ragil, Ahmad Sufiatur Rahman, Shin Elqi, Anggi Mardina Suwindar
    Penerbit: Kalimaya Publisher
    Halaman: 264 halaman
                                       Terbitan: Oktober 2015

    Di utara maupun selatan Everna
    banyak kisah dan legenda menjadi sejarah.

    Di utara, seorang gadis kecil berjuang melawan
    udara dingin membekukan demi hidupnya.
    Di selatan, seorang dermawan merelakan harta
    demi membangun kembali negerinya.

    Seorang musafir datang dari utara ke selatan,
    membimbing empat saudara melewati bahaya.
    Seorang pemuda datang dari selatan ke utara,
    mengobarkan kesejatian semangat olahraga.

    Hingga terangkailah sepuluh kisah abadi
    dari Terra Everna, cerminan Bumi.

    Review

    "Utara dan Selatan" adalah kumpulan cerita pendek dari dunia fantasi Everna. 'Everna adalah sebuah dunia fantasi paralel yang dikembangkan oleh Andry Chang. Semula bernama Terra Eternia, dunia rekaan ini dibuat secara mendetil dan semirip mungkin dengan Planet Bumi.' (hal. ix). "Utara dan Selatan" mengambil tiga zaman pada dunia Everna, yakni: zaman sihir, zaman mesin, dan zaman modern.

    Buku ini merupakan buku yang saya beli dari Andry Chang. Mumpung dapat ongkir gratis karena akan dikirimkan "Hikayat Tiga Zaman".

    Kalau HTZ mengangkat cerita yang gelap dan berdarah, maka "Utara dan Selatan" ini mengambil pendekatan yang lebih bersahabat. Cerita-ceritanya lebih ke arah imut dan bersih dengan tema yang cocok untuk pembaca usia muda.

    Beberapa cerita yang jadi kesukaan saya:


  9. Hikayat Tiga Zaman (Everna Saga)Hikayat Tiga Zaman by Andry Chang
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Hikayat Tiga Zaman
    Penulis:  Andry Chang, Ashara, Wiendi Lauwinder, Heru Zainurma, Anjar Adityatsu, Ahmad Sufiatur Rahman, Kayzerotaku, Arieska Arief , Dini Afiandri
    Penerbit: Kalimaya Publisher
                                       Halaman: 246 halaman
                                       Terbitan: Oktober 2015

    SIHIR. MESIN. MODERN.
    Tiga dari serentetan zaman di Terra Everna.
    Setelah peradaban terbentuk, sebelum penjelajahan antariksa.
    Meski perbedaan tiga zaman ini kentara, ada beberapa kesamaan.
    Terjadi banyak pergolakan yang mengancam kelangsungan dunia.
    Munculnya para pahlawan dalam rentetan sejarah dan legenda.
    Juga kisah-kisah sejarah yang di dunia lain hanya dongeng belaka.
    Tak terhitung keajaiban yang tercipta, darah yang tertumpah.
    Berapa benak yang tercerahkan, berapa hati yang berubah.
    Semua demi kelangsungan kehidupan di dunia.
    Melalui tiga zaman di Terra Everna.

    Review

    "Hikayat Tiga Zaman" adalah kumpulan cerpen dari dunia fantasi Everna. 'Everna adalah sebuah dunia fantasi paralel yang dikembangkan oleh Andry Chang. Semula bernama Terra Eternia, dunia rekaan ini dibuat secara mendetil dan semirip mungkin dengan Planet Bumi.' (hal. x). HTZ sendiri mengambil tiga zaman pada dunia Everna, yakni: zaman sihir, zaman mesin, dan zaman modern.

    Buku ini merupakan hadiah dari Andry Chang, sang penjaga hikayat Terra Everna, karena cerita saya terpilih sebagai cerita terfavorit lomba bulanan di grup Kastil Fantasi. Terima kasih banyak, yah :D.

    Satu kesulitan dalam menyusun sebuah antologi adalah bagaimana menjaga agar setiap cerita bisa memiliki rasa yang sama, sekaligus unik satu sama lain sehingga tidak membosankan pembacanya. Hal ini saya rasa telah dilakukan dengan baik dalam antologi 'Hikayat Tiga Zaman' ini. Ada beragam tema cerita, mulai dari romans, petualangan, aksi, hingga anak-anak, tapi semuanya punya suatu rasa yang padu. Sedikit terasa gelap dan fokus pada aksi.

    Saya akan memberi komentar singkat pada beberapa cerita yang menarik untuk saya.


  10. Kusala Sastra Khatulistiwa (yang dulu bernama Khatulistiwa Literary Award) adalah penghargaan di bidang sastra Indonesia yang digagas oeh Richard Oh dan Takeshi Ichiki.

    "Sejak awal pendirian, Kusala Sastra Khatulistiwa dirancang sebagai sebuah anugerah sastra dari komunitas sastra untuk para penulis. Oleh karena itu, berbagai format penyeleksian dan penentuan dikembangkan agar Kusala Sastra Khatulistiwa tetap bertahan sebagai sebuah anugerah yang mencerminkan kehendak kebanyakan orang dalam komunitas sastra." (dari situs http://www.kusalasastrakhatulistiwa.com/tentang/)

    Yup, sudah waktunya kita menyambut 5 besar KSK 2015. Ada dua kategori pada tahun ini. Kategori Prosa dan Kategori Puisi. Tahun ini, entah kenapa, sangat sulit mendapatkan informasi tentang nominasi penghargaan ini. Untungnya ada utas di Goodreads yang membahas ini.

    Lima Besar Kusala Sastra Khatulistiwa ke 15:

  11. Perkara Mengirim SenjaPerkara Mengirim Senja by Jia Effendie
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Perkara Mengirim Senja
    Penulis:  Jia Effendie, Feby Indirani, Utami Diah K., Maradilla Syachridar, Putra Perdana, Mudin Em, Rita Achdris, Arnellis , Theoresia Rumthe, Sundea, Valiant Budi, Faizal Reza, M. Aan Mansyur, Lala Bohang
    Penerbit: Penerbit Serambi
    Halaman: 200 halaman
    Terbitan: April 2012

    Sebagai penghormatan terhadap Seno Gumira Ajidarma, Perkara Mengirim Senja mewujud dalam rangkaian lima belas cerita karya empat belas pengarang dengan berbagai latar belakang dan gaya penulisan. Cerita-cerita ini merupakan penafsirulangan karya SGA yang dikarang oleh generasi penulis yang lebih segar.

    Antologi ini memantik kreasi baru tanpa kehilangan napas awalnya seperti yang tersurat dalam senja yang memerangkap dua perempuan yang tanpa sengaja terjebak cinta bercabang, perselingkuhan seorang “istri setia” yang “dipasung” suaminya, suami tak setia yang diselingkuhi istrinya, hubungan perempuan-lelaki yang rumit tapi lucu, dusta cinta yang perlahan tersingkap kedoknya, patah hati yang unyu, serta pertanyaan-pertanyaan galau tentang hakikat cinta dan percintaan.

    Review

    "Perkara Mengirim Senja" adalah 'sebuah persembahan untuk Seno Gumira Ajidarma', salah satu penulis top Indonesia. Di dalamnya terdapat lima belas cerita yang semuanya terinspirasi atau mendaur ulang cerpen-cerpen yang SGA pernah tulis.

    Cerita-cerita yang ada di sini kebanyakan bicara tentang cinta dan senja. Sepertinya kedua hal ini sengaja dipilih karena memang kedua hal inilah yang menonjol dalam berbagai cerpen SGA.


  12. Riana: I'm the Other WomanRiana: I'm the Other Woman by Fifi Mardhi
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Riana: I'm the Other Woman
    Penulis: Fifi Mardhi
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 176 halaman
    Terbitan: Februari 2015

    NIEN:
    Nien tidak membalas pagutan bibir Sam, pun tidak menolaknya. Nien hanya diam. Membayangkan Lena. Membayangkan pipinya yang merona setiap membicarakan Sam. Membayangkan matanya mencuri-curi pandang ke arah Sam.

    NA:
    “Brain is the sexiest part of a man’s body. And you have a brain, Sir, one of the best among all.” Na menyebutkan itu sambil mengerling manja pada Lukman. Hanya jam terbang Lukman yang tinggi dalam menghadapi perempuan yang membantunya tidak tersedak mendengar pernyataan seintimidatif itu.

    RIE:
    Jujur, sebenarnya aku lebih menikmati pembicaraan kami via Yahoo! Messenger. Di dunia maya aku bebas mendeskripsikan mimik dan wajah Adit sesukanya. Dan kalau suatu saat aku mati gaya, pembicaraan bisa ditunda dengan alasan ketiduran, ada telepon masuk, atau sinyal yang sedang tidak bersahabat.

    RIA:
    Yang terbayang dalam pelupuk mata Ria hanyalah Bagas. Bagas yang tidak ganteng. Bagas yang tidak gaul. Bagas yang gendut. Bagas yang aneh. Bagas yang nerd. Bagas yang menorehkan nyaman dan tidak mau pergi dari pikiran Ria.

    AYA:
    Aku menatap laki-laki di hadapanku dengan saksama. Mencari-cari keindahan di wajahnya, menganalisis seberapa tinggi tingkat keenakannya untuk dilihat, dan berharap ada hal yang cukup bagus untuk menjelaskan kegemaranku pada lelaki ini. Tidak Ada.

    Namaku Riana. Aku mengenal mereka semua.

    Review

    Setelah selesai membaca beberapa halaman awal, saya sempat bolak-balik lihat kovernya sambil bertanya-tanya, "Beneran ini Metropop?". Gaya berceritanya mengingatkan saya dengan beberapa novel teenlit sepuluhan tahun yang lalu soalnya.

    Untuk teknis ceritanya juga saya kurang suka. Terlalu banyak tell, kurang show. Misal:

    Pernah suatu hari Lena merasa cemburu oleh seorang gadis cantik yang menemui Sam secara intens. Beberapa kali gadis itu menemani Sam siaran dan membawakan beberapa buah tangan yang kelihatannya hasil buatan sendiri. Sam menawari semua orang kue-kue indah buatan gadis yang dia perkenalkan dengan nama Dewi itu. (hal. 23)


    Kurasa akan lebih menarik kalau Dewi lebih dideskripsikan lagi. Misal bagaimana bentuk tubuhnya, bagaimana jenis pakaiannya, apakah dia tipe yang bitchy atau bersahaja? Tujuannya bukan hanya untuk memperjelas deskripsi Dewi, tapi juga memberi gambaran tentang tipe wanita yang Sam, mungkin, suka. Kan beda efeknya kalau Sam dekat dengan seorang wanita berbadan bahenol dengan pakaian kurang kain, dengan kalau wanita itu  berjilbab misalnya.

    Setelah saya masuk ke bab 2, baru deh saya ngerti kenapa si penulis lebih banyak tell. "Riana" ini ternyata sebuah kumpulan cerpen dengan suatu benang merah sebagai penghubungnya. Bukan sebuah novel yang utuh.

    Cerita-ceritanya cukup menarik, walau tidak ada sesuatu yang terasa "wah" di tiap ceritanya. Untungnya cerita-cerita ke belakangnya lebih baik dari cerita pertamanya. Bukunya tipis dan bisa saya selesaikan hanya dalam satu jam. Untuk sebuah bacaan ringan, bolehlah.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 New Authors Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  13. Review Kumcer: Kristalisasi by Various

    Thursday, November 27, 2014

    Kristalisasi (Vandaria Saga)Kristalisasi by Alexia DeeChen
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Kristalisasi
    Penulis:  Alexia DeeChen, Melody Violine, Aryo Pratomo, Harbowoputra, Andry Chang, Rynaldo C. Hadi, Iris Aegis, Ami Raditya , Hans J. Gumulia, Pratama Wirya Atmaja
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 282 halaman
    Terbitan: April 2012

    Semesta Vandaria memendam beragam kisah menawan. Bisikan Sang Angin menuntun Evander Evrard dalam duelnya sebagai komandan Isfaris. Vaeran tidak segan-segan menghukum manusia-manusia penyebab Padamnya Bintang-Bintang Vaeran sendiri, hingga seorang pejalan cakrawala memutuskan untuk campur tangan. Sebulan sekali, Hamon menyaksikan anak manusia dijadikan bahan baku Batu Filsuf di Kastel Deimos. Suatu pagi pada Musim Gugur, murid Akademi Sihir Holstok bernama Lena terbangun dan mendapati seekor naga bening dalam kamarnya.

    Dengan Nyanyian Alam, Fyanei berusaha menyelamatkan desanya dari longsor. Gael Grifon berguru kepada seorang frameless tua yang sinis demi menjadi manusia penyihir di Padang Hijau Atap Merah. Tiga buah Relik Agung Gallizur dicari untuk menghadapi jenderal Deimos keji dan salah satunya telah dipegang Athalos, pemuda misterius yang hilang ingatan. Di Bawah Bulan Separuh kota perdagangan Zarkand, seorang pencuri bertekad mengambil kembali kristal miliknya. Beri Kami Damai adalah tugas terakhir Arvena, seorang penyair yang sering membohongi rakyat dengan syair kepahlawanan. Pentagon menghadirkan masa lalu lima tokoh yang akan memegang kunci nasib Benua Elir.

    Tiga zaman, tiga benua, sepuluh kisah yang mengkristal dalam satu semesta Vandaria...

    Review

    Beli buku ini dari Mbak Melody, salah seorang kontributor di kumcer ini, dengan diskon yang lumayan. Buku ini adalah buku ke-4 dalam dunia Vandaria yang saya baca. Untunglah saya sudah pernah baca novel Vandaria sebelumnya, karena ternyata butuh sedikit pengetahuan soal dunianya ketika membaca buku ini.

    Review singkat masing-masing cerita:

    1. Bisikan Sang Angin
    Suka dengan gaya bercritanya. Suka juga sama Evander, prajurit yang sangar di medan perang, tapi penyayang keluarga. Motivasi Haleine untuk membantu Evander, selain terasa klise, juga kurang kuat untuk saya.

    2. Padamnya Bintang-Bintang Vaeran
    Cerita yang menarik, tapi akhirnya menyisakan terlalu banyak pertanyaan. Lalu bagian terakhir yang muncul benda-benda "aneh" itu juga terasa janggal buat saya. Setelah baca beberapa review yang lain, baru deh saya ngerti kalau cerita ini ternyata pembuka untuk salah satu novel Vandaria yang sudah terbit.

    3. Batu Filsuf
    Salah satu cerita favorit. Suka sama konsep ceritanya yang lumayan gelap sebenarnya. Suka juga sama akhir ceritanya.

    4. Musim Gugur
    Saya agak bingung waktu baca cerpen ini. Pertama, saya butuh waktu untuk paham tentang alur waktunya. Kedua, saya bingung kenapa buku seberbahaya itu bisa ada di atas meja begitu saja. Kenapa tidak disimpan di tempat yang aman? Ataukah bukunya punya kesadaran sendiri sehingga bisa berpindah tempat?

    5. Nyanyian Alam
    Cerita dengan pesan moral yang sangat in your face. Bukan berarti saya nggak suka loh ya. Saya suka dengan cerita dan kedua karakternya. Saya juga merasa seperti sedang baca dongeng majalah Bobo di cerita ini.

    6. Padang Hijau Atap Merah
    Cerita yang lucu buat saya. Lucu dalam artian baik. Saya juga merasa sedang baca dongeng majalah Bobo di sini, tapi dengan akhir cerita yang... mungkin lebih cocok untuk dongeng-dongeng klasik.

    7. Relik Agung Gallizur
    Saya suka dengan plot ceritanya. Tapi, saya merasa cerita ini buru-buru banget.

    8. Di Bawah Bulan Separuh
    Level gantung cerita: over 9000! Saya suka dengan karakter dan gaya bercerita penulis, tapi itu kenapa tidak ada kejelasan gitu ceritanya? Kenapa??? Apakah ini juga pembuka untuk salah satu novel Vandaria yang sudah ada? Jadi bingung.

    9. Beri Kami Damai
    Suka dengan tema ceritanya. Walau, jujur, seorang penyair yang tidak bisa apa-apa berada di garis terdepan... rasanya hanya jadi beban yang tidak perlu untuk para prajurit.

    10. Pentagon
    Untunglah saya sudah baca "Takdir Elir" (review di sini). Soalnya cerita ini adalah pembuka untuk novel itu. Saya langsung sadar pas baca nama Rozmerga. Terus saya bingung lagi dengan ceritanya, sampai akhirnya melihat nama Athor dan Xaliber, dua raja yang... ehem, "bermusuhan" di novel "Takdir Elir".

    Secara keseluruhan, saya merasa kalau "Kristalisasi" ini bukan buku untuk semua pihak. Orang yang belum baca satu pun novel Vandaria pasti akan mengalami banyak kebingungan di kumcer ini. Wong saya yang sudah baca (baru 3 sih) aja masih sering bingung bacanya.

    Cerita-ceritanya banyak yang terasa tidak berdiri sendiri. Kebanyakan seolah-olah merupakan awal dari sebuah cerita yang lebih panjang. Ada yang menarik dan membuat saya pengin melihat kelanjutannya, ada juga yang tidak. Ataukah memang itu efek yang diinginkan kumcer ini?


    View all my reviews