Rss Feed
  1. I Love You; I Just Can't Tell YouI Love You; I Just Can't Tell You by Alvi Syahrin
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: I Love You; I Just Can't Tell You
    Penulis: Alvi Syahrin
    Penerbit: Gagas Media
    Halaman: 323 halaman
    Terbitan: Mei 2015

    Ini kisah cinta pertama.

    Cinta yang polos dan meragu,
    menjebakmu dalam momen katakan-tidak-katakan-tidak,
    membuatmu bertanya, “Apakah rasa ini akan sepadan dengan hasilnya?”


    [Daisy]
    Aku telah jatuh cinta. Untuk kali pertama.
    Cinta yang membuat harapku terbang ke angkasa.
    Namun...
    Akankah dia menyadari hadirku kala aku sendiri ingin bersembunyi, dari tubuh remaja tujuh belas tahun yang tak tumbuh sebagaimana remaja lainnya?

    [Alan]
    Tidak semua laki-laki sama, yakinku.
    Tetapi... Mengapa...
    Semakin aku mencoba, semakin jalan terasa berselisih?

    [Ve]
    Aku sudah tahu betapa cinta hanya bisa menyisakan luka.
    Luka dan rahasia.
    Rahasia yang bahkan kepada sang penulis kusampaikan,
    “Tolong jangan beri tahu Alan dan Daisy. Juga pembacamu.”


    Ini kisah cinta pertama...
    yang membuat hati kecilmu selalu bertanya,
    “Apakah cerita ini bisa membawa bahagia?”

    Review

    Ini buku kedua penulisnya yang kubaca. Kalau mau dibandingkan dengan Swiss: Little Snow in Zürich (review di sini), buku ini sudah jauh lebih bagus teknis penulisannya. Kalau di Swiss penulisannya terasa kurang fokus, di sini sudah lebih rapi dan terarah, serta lebih greget.

    Ini buku yang sangat berkesan buat saya. Saya mendapatkan buku ini (plus seluruh buku dari serial "Love Cycle" dan sebuah ransel) lewat acara "Love Cycle Online Festival" yang diadakan oleh Gagas Media. Di sana saya masuk ke Tim Cinta Pertama yang dikepalasukui oleh Alvi, dan kebetulan tim kami menang. Tapi, bukan kemenangan itu sendiri yang penting buat saya. Yang terpenting adalah, lewat acara itu saya bertemu dengan teman-teman baru, bisa kopdar, chatting-chatting gila, dan juga mengalami drama medsos pertama saya. Bertahun-tahun saya pakai medsos, mulai dari zaman Friendster, baru sekarang saya kena dramanya.

    Ceritanya tentang Daisy, seorang gadis SMA dengan masalah kelainan hormon yang membuatnya telat puber, yang jatuh cinta pada Alan, seorang anak kuliah semester akhir yang sedang mengerjakan skripsinya. Alan sendiri sebenarnya memiliki gadis yang dia suka. Nama gadis itu Ve. Tapi, tidak peduli sekeras apa Alan berusaha, Ve tetap menolaknya.

    Stop staring at him.
    Stop hoping too much.
    Fight for your first love harder. (hal. 1)

    Cerita cinta pertama Daisy ini benar-benar manis. Saya bisa paham perasaan sedih serta keraguan Daisy akan tubuhnya sendiri, tapi keinginan Daisy untuk memperjuangkan cinta pertamanya membuat dia menghadapi perasaan itu. Kisahnya sendiri sangat manis secara keseluruhan. Ilustrasi-ilustrasi di dalamnya juga mendukung perasaan manis itu. Salut buat ilustratornya. Saya juga suka banget dengan akhir ceritanya.

    Secara keseluruhan, ini buku tentang cinta pertama yang manis, tapi juga penuh perjuangan. Berdarah-darah banget deh perjuangannya (secara figuratif dan literal). Empat setengah bintang, pembulatan ke atas, untuk novel ini. Good job untuk penulisnya. Jadi penasaran pengin baca novel-novel selanjutnya dari seri "Love Cycle" ini.

    Cinta yang sesungguhnya tidak perlu menggebu-gebu. Cinta yang sesungguhnya itu menenangkan. (hal. 121)


    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2015 Young Adult Reading Challenge
    - 2015 Lucky No. 15 Reading Challenge


    View all my reviews

  2. 0 comments :

    Post a Comment