Rss Feed
    Showing posts with label 2013 TBR Pile Reading Challenge. Show all posts
    Showing posts with label 2013 TBR Pile Reading Challenge. Show all posts
  1. Bocah dan Penyihir (Estarath: Seri Quazar dan Ksatria, #2)Bocah dan Penyihir by R.D. Villam
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Bocah dan Penyihir
    Penulis: R. D. Vilam
    Penerbit: Kastil Fantasi
    Halaman: 290 halaman
    Terbit: 15 Oktober 2012

    Dalam rerimbunan hutan lebat di Lembah Heiszl, seorang penyihir mendapat mimpi buruk yang akan menentukan arah sejarah umat manusia hingga beratus-ratus tahun ke depan. Tak jauh di utara, seorang bocah petani memutuskan untuk menjadi prajurit, bergabung bersama pasukan Kerajaan Terran menghadapi serangan Bangsa Elniri.

    Namun orang-orang Elniri datang menghancurkan semuanya. Sekarang para penyihir harus memilih. Dengan rahasia dan kekuatan yang mereka miliki, akankah mereka berjuang bersama rakyat, atau justru sebaliknya, menciptakan bencana baru.

    Review
    Jauh lebih menarik minat ketimbang buku pertama, Penakluk Dari Selatan (review saya untuk buku itu bisa dibaca di sini). Kalau di buku pertama hanya ada rangkuman sejarah bangsa Elniri dan sang penakluk dari selatan, di buku kedua ini ada lebih banyak interaksi karakter dan aksi yang lebih ketat pada karakternya.

    Di buku pertama kita sudah berkenalan dengan Anthravai, sang pemimpin Elniri yang mulai melakukan ekspansi ke utara. Kita juga berkenalan dengan dua orang panglimanya, Thorsti dan Vyndassi. Kali ini kita menyebrang ke sisi yang berlawanan dengan mereka. Tokoh utama di buku ini adalah Fabien seorang pemuda yang merupakan penduduk asli daerah utara. Hidupnya yang tenang di desa berubah setelah dia memutuskan untuk jadi prajurit setelah kematian pamannya. Di saat yang sama, Anthravai telah memulai ekspansinya dan hal ini menyebabkan Fabien ikut terseret dalam perang yang terjadi.

    Secara keseluruhan saya suka pada karakter-karakter yang ada dan juga hubungan antar karakternya. Fabien memiliki sikap dan karakteristik yang cocok untuk jadi karakter utama yang mudah untuk disukai dan dia berhasil menghidupi perannya itu. Saya suka bagaimana perubahannya dari seorang pemuda desa biasa menjadi seorang prajurit dan akhirnya menjadi "kepala desa" untuk sebuah desa kecil yang berisikan para pengungsi di bagian akhir cerita.

    Sayangnya, mengingat judul novel ini adalah 'Bocah dan Penyihir', adegan yang melibatkan si penyihir terlalu sedikit. Selain itu awalnya kupikir tokoh utamanya, yang si bocah, adalah, well, seorang bocah. Tapi ternyata tokoh utamanya itu seorang remaja. Tambah lagi kupikir akan ada interaksi antara si bocah dan penyihir, tapi ternyata tidak ada. Yah, kecele deh.

    Secara cerita, ada lebih banyak aksi yang lebih bisa terhubung dengan perasaan. Berbeda dengan buku 1 yang penuh pembantaian dan segmen-segmen sejarah mulainya penaklukan dari selatan, buku 2 ini melibatkan persahabatan, hubungan dengan orang tua (atau yang dianggap orang tua dalam kasus ini), kematian orang dekat, rasa takut akan perang, perjuangan, dan masih banyak emosi lainnya sehingga membuat saya bisa lebih masuk ke dalamnya.

    Secara teknis penulisan? Well, kali ini tidak sebersih buku 1 karena saya nemu beberapa typo. Kata yang tidak baku juga masih ada. Beberapa typo, semisal:
    1. kata coklat, harusnya cokelat
    2. "Kuda yang berwarna hitam bernama Leko, dan yang putih berwarna Vito." (hal. 92). Harusnya 'bernama Vito'.
    3. kata 'aku' yang terketik 2 kali di hal. 202 (bagian dialog Raja Edouin).
    4. kata 'sedankan' di hal. 225

    Selain itu juga ada sedikit inkonsistensi kecil pada Bibi Jeannie. Sebelumnya Fabien mengeluh pada pamannya karena dia merasa bibinya selalu menganggapnya (dan mungkin juga memperlakukannya) seperti anak-anak. Pamannya juga menanggapi dengan bilang bahwa mungkin dia akan selalu dianggap anak-anak oleh bibinya itu. Setelah itu, waktu Fabien minta agar dia boleh turut serta pamannya ke Windalens, pamannya menanggapi dengan, "Akan kupikirkan. Kita juga harus mendenganr pendapat bibimu. Tetapi kurasa ia takkan keberatan; kau sudah cukup dewasa."

    IMHO, kalau memang bibinya selalu menganggap Fabien anak-anak, kurasa bibinya mungkin akan melarang atau berusaha mencegah Fabien pergi, jadi kurasa lebih masuk akal kalau pamannya bilang kalau mungkin bibinya akan melarang, tapi mereka bisa membujuknya. Apalagi baliknya si Fabien ini harus pulang sendiri.

    Lalu soal peta. Itu nama desa-desa di petanya kecil banget =_="
    Nama gunung, ibukota, hutan, dan lembah sih masih bisa dibaca, tapi nama desa-desanya gak kebaca sama sekali. Mungkin bisa diupload aja gitu biar bisa diunduh?

    Terus, satu lagi. Ada paragraf yang tidak tercetak baik di buku yang saya punya ._.
    Ada paragraf yang agak menghilang gitu. Untung masih bisa kebaca.

    Empat bintang untuk novel ini. Petualangannya semakin seru dan bikin penasaran cerita macam apa yang akan disajikan di buku ketiga.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Fantasy Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge


    View all my reviews

  2. Lupus ABG: Cinta LupusLupus ABG: Cinta Lupus by Hilman Hariwijaya
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Lupus ABG: Cinta Lupus
    Penulis: Hilman & Boim
    Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 128 halaman
    Terbitan: 2000

    Kumpulan cerita Lupus ABG. Selayaknya kehidupan ABG yang penuh dengan suka duka kehidupan rumah, sekolah, dan juga cinta, begitulah isi buku ini.

    Lucu. Khas Lupus. Ceritanya pasti relateable buat para anak muda. Jargon-jargonnya tidak terlalu banyak, sehingga tidak ada hal yang bikin saya bingung ini apa itu apa selama membaca buku ini.

    Tiga bintang untuk Lupus dan keluarganya serta kehidupan anak sekolahan yang kadang bikin saya rindu masa-masa itu (halah, sok tua banget).

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge


    View all my reviews

  3. Penakluk Dari Selatan (Estarath: Seri Quazar dan Ksatria, #1)Penakluk Dari Selatan by R.D. Villam
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Penakluk Dari Selatan
    Penulis: R. D. Villam
    Penerbit: Kastil Fantasi
    Halaman: 200 halaman
    Terbitan: 2012

    Dari padang rumput luas jauh di selatan muncullah Bangsa Elniri. Tiga prajurit muda tumbuh menjadi pemimpin: Anthravai yang sulit ditebak dan tak terkalahkan, Vyndassi yang penuh pertimbangan, dan Thorsti yang kejam tak kenal ampun. Dipenuhi bara ambisi serta keyakinan pada para dewa, Anthravai menyeberangi lautan untuk menaklukkan dunia.

    Jalan untuk menjadi Quazar, Pemimpin Agung yang berkuasa di seluruh benua telah terbuka. Namun seorang lelaki tua menjanjikan sesuatu yang berbeda pada orang lain melalui cairan emas pohon erentir. Menyertai Anthravai, ada pula wanita misterius yang memiliki tujuan tersembunyi. Pertarungan panjang di Dunia Estarath baru saja dimulai.

    Review

    Buku kedua dari dunia Estarath yang saya baca. Setelah di buku sebelumnya pengarang menceritakan tentang sebuah suku di Utara, kali ini kta pindah ke suku-suku di Selatan.

    Kali ini kita berkenalan dengan Anthravai, seorang kepala suku dari Selatan yang berhasil menyatukan suku-suku di Selatan dan memulai ekspansinya ke Utara. Dalam proses penaklukan negeri-negeri di Utara, Anthravai menggunakan kekuatan dan kekerasan tanpa ampun. Prajurit dan para raja dibunuhnya dengan kejam untuk menaklukkan negeri incarannya.

    Anthravai memiliki beberapa orang kandari, semacam panglima, dua di antaranya adalah Vyndassi dan Thorsti. Thorsti memiliki karakter yang sama dngan Anthravai. Sama-sama beringas dan penyuka kekuatan dalam menaklukkan lawan. Berbeda dengan kedua temannya, Vyndassi adalah seorang yang penuh pertimbangan dan sebisa mungkin tidak menumpahkan darah karena dia memegang prinsip apabila dia membunuh seseorang, mungkin saja anak orang itu kelak akan datang dan membalaskan dendam ayahnya.

    Buku pertama ini relatif datar buat saya. Mungkin karena buku ini adalah pembuka sebuah trilogi dan sebuah cerita epic, jadi ceritanya lebih berupa rangkuman peristiwa dan pengenalan tokoh. Anthravai menyatukan suku-suku di Selatan, Anthravai menyiapkan serangan ke Utara, Anthravai mulai mengekspansi daerah kekuasaannya, Thorsti dan Vyndassi yang masing-masing kebagian memimpin 1 serangan dan memperlihatkan bagaimana perbedaan pola pikir memengaruhi cara penaklukan masing-masing.

    Penulisan dalam cerita masih terasa mirip dengan Di Tepi Sungai Ordelahr. Klinis, tapi minim emosi. Typonya saya tidak ingat, tapi yang saya ingat masih ada penulisan tidak baku seperti "ijin" yang harusnya "izin". Bravo untuk penulis dan tim untuk penulisan yang bersih.

    Untuk karakter, saya cukup suka dengan penokohan karakter-karakternya. Khususnya Anthravai dan Vyndassi. Anthravai yang penuh percaya diri nyaris pongah dengan twist di akhir dan Vyndassi yang menjadi tokoh utama yang berhasil menghidupi ekspektasi sifatnya yang pendamai. Sayang untuk Thorsti saya merasa penokohannya agak dangkal. Mungkin dia akan lebih digali di buku selanjutnya?

    Sedikit tambahan untuk Vyndassi, dia beberapa kali bilang kalau dia tidak terlalu percaya pada dewa. Hanya saja di hal. 94 dia bilang kalau dia percaya bahwa Anthravai adalah pilihan dewa. Hm... Menurutku kurang konsisten dan malah bikin karakternya terasa aneh. Mungkin lebih baik kalau dia dibuat tetap waspada dan memiliki rasa curiga pada ambisi Anthravai.

    Endingnya? Cliffhanger yang agak mendadak. Khususnya untuk ending Anthravai. Hmm... Mari kita lihat bagaimana kelanjutan kisah mereka.

    Dua bintang untuk buku ini. Not bad, tapi terlalu datar untuk saya. Semoga buku-buku selanjutnya lebih menarik.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Fantasy Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge


    View all my reviews

  4. Review Novel: Paradoks - Jaune May

    Wednesday, February 13, 2013

    ParadoksParadoks by Jaune May
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Paradoks
    Penulis: Jaune May
    Penerbit: Twin Books Publishing
    Halaman: 235 halaman
    Terbitan: 2012

    Gak sengaja ketemu ebook buku ini di sebuah blog. Kayaknya sih blog penulisnya. Agak lupa juga sih.

    Ceritanya sih lumayan. Saya suka dengan persahabatan di tempat kosnya Raisa.

    Somehow saya gak gitu suka sama Raisa. Pas awal-awal masih bisa ditahan sih. Cuma setela dia jadian dengan Karis, dia jadi sangat menjengkelkan.

    Paling menjengkelkan waktu dia minta Karis mundur dari lomba beasiswa supaya temannya Raisa yang lebih butuh bisa menang. Karis rela untuk mundur, tapi Raisa kemudian malah marah-marah. Katanya si Karis gak punya pendirian. Wadefaq???

    Untung depannya lumayan bagus, jadi masih bolehlah.

    Ketikannya cukup rapi. Minim typo. Sesuatu yang cukup langka untuk buku self publish. Cuma penulis masih melakukan kesalahan penulisan di, seperti disini dan dimana.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge

    View all my reviews

  5. The Horse And His Boy: Kuda Dan Anak Manusia (The Chronicles of Narnia, #3)The Horse And His Boy: Kuda Dan Anak Manusia by C.S. Lewis
    My rating: 4 of 5 stars

    Judul: Kuda dan Anak Manusia (The Horse and His Boy)
    Pengarang: C. S. Lewis
    Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 312 halaman
    Terbitan: September 2005

    NARNIA... tanah di mana para kuda bisa berbicara... pengkhianatan mengintai... dan takdir menanti.

    Dalam perjalanan penuh tantangan, empat pelarian bertemu dan bergabung. Meski awalnya mereka hanya berusaha membebaskan diri dari kehidupan yang kejam dan menekan, tak lama kemudian mereka mendapati diri mereka berada di tengah-tengah pertempuran dahsyat. Pertempuran yang akan memutuskan bukan hanya nasib mereka, tapi juga nasib Narnia.

    Review
    Jujur bulan ini saya merasa burn out dalam membaca. Rasanya malaaaas banget buat membaca. Yah, bukan hal baru sih sebenarnya. Hal ini memang kadang terjadi dan rasanya menyebalkan. Soalnya baca apa-apa jadi lama banget. Contohnya adalah buku ini yang baru bisa kuselesaikan dalam waktu seminggu. Padahal buku sebelumnya, yang relatif lebih membosankan, selesai hanya dalam 3-4 hari. Plus, rasanya jadi ogah-ogahan bikin review :|

    Buku yang ini lebih bagus daripada The Silver Chair. Tokohnya lebih likeable dan petualangannya juga lebih seru. Saya suka dengan perkembangan karakternya. Juga suka karena ada cameo dari keluarga Pevensie.

    Saya juga suka dengan endingnya. Hukuman yang Aslan jatuhkan cukup menarik.

    Overall, buku yang bagus. Tidak sabar untuk membaca buku terakhir dari serial Narnia yang belum kubaca :D

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Fantasy Reading Challenge
    - 2013 What An Animal Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge
    - 2013 Finishing the Series Reading Challenge

    View all my reviews

  6. Camar Biru: Cinta Tak Selalu Tepat WaktuCamar Biru: Cinta Tak Selalu Tepat Waktu by Nilam Suri
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Camar Biru
    Pengarang: Nilam Suri
    Penerbit: GagasMedia
    Halaman: 279 halaman
    Terbitan: November 2012

    Apa yang terjadi ketika satu sisi dari sebuah persegi lenyap? Itulah yang terjadi pada persahabatan Adith, Nina, Sinar, dan Naren. Saat sebuah kecelakaan merenggut nyawa salah seorang di antara mereka, keseimbangan persahabatan tiga orang yang tersisa pun goyah.

    Tahun-tahun berlalu dan saat jangka waktu telah terlewati, sepasang camar biru kembali muncul ke permukaan. Dua orang yang bersumpah memenuhi perjanjian mereka. Saat langit yang biru tampaknya akan menjadi ujung perjalanan, awan-awan kelabu tiba-tiba datang menyeruak. Rahasia apa yang sebenarnya tersimpan selama ini?

    Review
    Mengandung spoiler. Percayalah

    Jangan salahkan saya kalau saya tiba-tiba pakai bahasa yang "berat" seperti di atas. Salahkan blurb-nya GagasMedia yang selalu (berusaha) membuat pembacanya galau.

    Ok, saya sih ngaku aja ya. Saya jarang baca novelnya Gagas. Buku Gagas yang pernah kubaca, yang bisa kuingat, cuma Heaven on Earth sama Think, Tinka! dan dua-duanya kurang berkesan buat saya. Makanya agak ragu juga sih buat beli buku Gagas (plus banyak juga yang suka kecewa karena merasa kecele sama sampul+blurb-nya Gagas), tapi setelah baca soal buku ini di Ren's Little Corner, jadi penasaran juga. Buku ini lalu saya pilih sebagai salah satu hadiah giveaway dari Ren's Little Corner. Lumayan, gratisan. *intinya teutep aja belum pernah beli bukunya Gagas.

    Menurutku buku ini harusnya dibundling bareng sebuah kamus mini. Bahasa Inggrisnya itu loh. Kayaknya ini novel Indonesia dengan penggunaan bahasa Inggris terbanyak yang pernah saya baca. Untung saya baca buku ini sekarang. Coba kalau bacanya pas zaman SMA dulu. Duh, bisa joget saya.



    Uhuk, maaf. Saya teralihkan.

    Lepas dari bahasa Inggrisnya yang bertebaran, saya rasa cara pengarang menuturkan ceritanya cukup baik. Enak diikuti. Hubungan antar karakternya tergambar dengan baik dan saya suka hubungan Nina dan Adith. Sangat manis dan tidak membuat diabetes. Gula hubungan mereka takarannya pas.

    Rahasia yang pengarang simpan untuk menjadi kejutan besar di akhir, sayangnya cukup terbaca dengan cepat. Khususnya setelah percakapan telepon antara Sinar dengan Nina plus sedikit tambahan latar belakang Nina. Sangat disayangkan, karena ini satu hal yang membuat saya penasaran dan menebak-nebak di awal cerita.

    Hal lain yang saya sayangkan dari buku ini adalah epilognya. Nilam Suri, what have you done!? You've made such a great ending, but then you spoiled it with that epilog. Tuh kan, saya jadi ketularan pakai bahasa Inggris deh gara-gara buku ini. Ya, pada intinya, saya rasa buku ini akan lebih nendang tanpa bagian epilognya.

    Secara keseluruhan buku ini cukup baik. Ceritanya mengalir, bahasa cukup enak (walau mungkin ada yang bakal terganggu dengan panggilan 'monyet', 'kunyuk', dsb yang dipakai antar karakter), dan endingnya bagus. Kalau baca buku ini, saran saya, berhentilah di halaman 275. Gak usah dilanjutin ke epilognya.

    Tiga bintang untuk Nilam Suri dan Camar Biru-nya. I like this novel.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Serapium Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge
    - 2013 Color Coded Reading Chalenge
    - 2013 Monthly Key Word Reading Challenge


    View all my reviews

  7. Review Novel: Koella - Herlinatiens

    Tuesday, January 29, 2013

    Koella (new version)Koella by Herlinatiens
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Koella
    Penulis: Herlinatiens
    Penerbit: DIVA Press
    Halaman: 278 halaman
    Terbit: 2012 (pertama terbit 2006)

    Ini kisah tentang Koella, si Makula Kecil. Seorang gadis yang diwarnai merah oleh orang-orang di sekitarnya, yang di-PKI-kan karena ayahnya juga di-PKI-kan. Cintanya pada Esta, seorang TNI, sulit untuk berbalas karena warna yang melekat pada dirinya itu. Mereka saling mencintai, tapi ada pagar yang membatasi cinta mereka. Hingga satu keputusan ditarik. Keputusan apa?

    Review
    Pas baca blurbnya saya langsung ambil buku ini. Saya tertarik dengan premis cerita yang ditawarkan. Seorang gadis yang dicap PKI karena ayahya di-PKI-PKI-kan. Tambah lagi kisah cintanya pada seorang pria muda yang berprofesi sebagai TNI. Wah, tambah menarik konfliknya.

    Sayangna saya merasa otak saya gak nyampe buat baca buku ini. Bahasa puitis yang digunakan membuat saya tidak betah membacanya. Rasanya hal yang sama diulang-ulang terus, membuat bosan.

    Ok, ngerti sih bagaimana sedih dan marahnya si Koella ini karena dia dicap PKI karena ayahnya dulu juga begitu. Mending kalau memang PKI dari dulu, lah ini difitnah kok.

    Tapi kalau hal yang sama diulang-ulang tiap 30 detik saya membaca, saya merasa sikapnya itu pretensius. Atau kalau enggak, drama queen banget. Tambah lagi soal rasa rindunya pada Esta yang juga diulang-ulang dengan cara yang sama. Duh.

    Saya juga suka gak ngeh sama dialog dan perbandingan yang digunakan di sini. Ada sih beberapa bagus, cuma saya banyakan gak ngehnya. Semisal:

    Terdiam dan tersenyum. Semacam setangkup toast untuk sandwich tuna yang mengisap minyak dari tuna-tuna kalengan itu. Atau entah apa. Mungkin juga beef salad yang terlalu banyak irisan ketimunnya, sehingga menjadi tidak bedanya dengan vegetables salad karenanya.


    Ngg..... Gak mudeng.

    Setengah bintang untuk novel ini. Saya banyakan skimming doang. Khususnya kalau si Koella sudah mulai soal 'saya ini PKI karena bapak saya di-PKI-kan' atau kalau dia sudah mulai soal 'Esta, aku rindu padamu'. Setengah bintang tambahan untuk kovernya yang bagus.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews

  8. Zizi: Bintang Jodoh (Zizi, #1)Zizi: Bintang Jodoh by Lusiwulan
    My rating: 2 of 5 stars

    Title: Zizi: Bintang Jodoh
    Penulis: Lusiwulan
    Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 176 halaman
    Terbit: Desember 2008

    Bagi Zizi yang baru saja lulus kuliah dan mulai menapaki dunia karir, pernikahan adalah satu hal yang betul-betul jauh dari pikirannya. Makanya ketika Teddy, pria yang telah berpacaran dengannya selama 2 tahun terakhir, mengajaknya menikah, Zizi tidak bisa memberikan jawaban. Akibatnya Teddy malah memutuskan Zizi.

    Zizi sedih, tapi apa mau dikata. Semakin luasnya pergaulan Zizi membuka pertemuannya dengan pria-pria baru yang mungkin mengisi kehidupan cintanya. Apakah di antara pria-pria itu ada 1 pria yang adalah bintang jodohya?

    Review
    Agak kecewa sebenarnya sama buku ini. Sebenarnya lumayan bagus. Lucu pula. Tokoh Zizi juga lumayan likeable. Cuma kurang panjang.

    Bagiku buku ini cuma semacam prolog untuk kisah kehidupan Zizi. Belum ada hal apa-apa yang terlalu penting. Mungkin kecuali soal pernikahannya Teddy. Cuma karena Zizinya juga rela, jadi yah...

    Dua bintang. Lumayanlah sebagai sebuah pembuka.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    2013 TBR Pile Reading Challenge
    2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews

  9. Love, Hate & Hocus-PocusLove, Hate & Hocus-Pocus by Karla M. Nashar
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: Love, Hate & Hocus-Pocus
    Penulis: Karla M. Nashar
    Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 264 halaman
    Terbit: Mei, 2008

    Sebenarnya cara saya menilai suatu buku itu sederhana. Beneran. Buku apa pun yang mampu membuat saya melupakan waktu tidur dan menjadikan waktu tidur itu sebagai waktu menghabiskan buku tersebut, pasti akan saya beri bintang lima. Bisa ditebak dari rating yang saya berikan pada buku ini kan kalau LHHP ini termasuk dalam kategori buku tersebut.

    Ceritanya sederhana. Tentang Gadis Parasayu dan Troy Mardian, dua orang manajer di BPI (lupa kepanjangannya apaan. Yang pasti ini semacam badan farmasi gitu). Mereka ditugaskan untuk menangani masalah obat terbaru mereka, Demoticyl, yang memakan korban saat diedarkan di masyarakat.

    Gadis dan Troy sebenarnya tidak saling suka satu sama lain. Gadis merasa si Troy ini terlalu kebule-bulean, sementara Troy merasa nama Gadis Parasayu itu konyol. Di Amerika aja gak ada orang tua yang cukup gila untuk memberi anaknya nama Beautiful Face Girl.

    Hanya saja setelah mereka menertawakan seorang gipsi di acara hari ulang tahun emas perusahaan mereka, hidup mereka langsung jumpalitan. Mereka terbangun dalam keadaan bugil, seranjang, dan ada cincin kawin yang melingkar di jari mereka. Apa yang sebenarnya terjadi?

    Review
    Suka banget sama buku ini. Alurnya mengalir, percakapannya segar, dan saya suka chemistry di antara kedua karakter.

    Si Troy ini bener-bener sukses bikin ngakak. Aduh, centilnya itu loh. Gak nahan. Suka lebay pula, tapi kedua faktor ini yang bikin dia lucu. Chemitrynya dengan Gadis yang "lokal" dan tegas juga lucu.

    Saya agak sedikit dilema dengan endingnya sebenarnya. Jujur saya gak begitu demen dengan endingnya sih. I mean, berasa sudah digiring ke suatu arah lewat perjalanan yang panjang, eh tahu-tahu disuruh muter balik dan mulai dari awal lagi.

    Cuma kalau dibuat sweet ending juga, rasanya agak kurang believable jadinya. Dilema kan? Jadi, ya sudahlah. Saya ikut endingnya penulis aja deh.

    Btw ada 1 typo di buku ini. Ada kata 'sama-sama' yang ditulis 'sama-sma', cuma saya lupa halaman berapa ^^

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews

  10. TouchéTouché by Windhy Puspitadewi
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Touché
    Penulis: Windhy Puspitadewi
    Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 208 halaman
    Terbit: May, 2011

    Touché, yang dibaca tusye, adalah orang-orang berkemampuan khusus yang dapat mengaktifkan kemampuannya dengan menyentuh orang lain. Di sini kita bertemu dengan Riska yang dapat merasakan emosi orang lain, Indra yang dapat membaca pikiran orang lain, Dani yang dapat mengetahui isi suatu buku hanya dengan menyentuhnya, dan Pak Yunus yang datang untuk memberitahu mereka tentang kemampuan mereka sebagai tusye.

    Riska, Indra, dan Dani mulai sadar akan kondisi mereka yang dalam bahaya ketika Pak Yunus memberitahu mereka bahwa para tusye di seluruh dunia sedang menghilang karena ulah suatu organisasi tertentu. Ketika Pak Yunus juga ikut-ikutan hilang, ketiga sekawan itu memutuskan untuk mencari guru mereka itu.

    Review
    Satu lagi teenlitxfantasi lokal. Konsep ceritanya cukup menarik, walau bukan barang baru juga sih, tapi gak masalah lah.

    Jujur saya tidak begitu suka dengan seluruh karakter di buku ini. Bukan karena sifat mereka menyebalkan atau bagaimana. Rasa tidak suka saya lebih ke arah penokohan mereka yang rada mirip-mirip. Jujur pas di awal-awal saya bahkan kesulitan membedakan antara Indra dan Dani. Kalau Riska sih masih mending berhubung dia satu-satunya tokoh cewek. Pak Yunus sendiri penokohannya mirip dengan Indra dan Dani, untung ada faktor usia dan posisi yang membedakannya dari kedua anak itu.

    Masih soal karakter. Di blurb kan dimulai dengan soal Riska, jadi saya mengira si Riska ini tokoh utama cerita. Ternyata dia cuma tokoh sampingan. Seriously. Buat saya, dia hanya berfungsi sebagai penambah rasa romansa dalam cerita. Tidak lebih. Dia juga tidak memiliki karakteristik yang menonjol. Terasa tawar.

    Saya juga sebenarnya merasa agak terganggu dengan bahasa gado-gadonya Pak Yunus. Sebenarnya mungkin cocok, mengingat dia lama tinggal di luar negeri. Tambah lagi dia juga bukan karakter pertama yang saya baca yang ngomongnya gado-gado. Hercule Poirot juga gado-gado. Masalahnya saya suka gado-gadonya Poirot dan gak demen sama punyanya Pak Yunus.

    Saya rasa sih penyebabnya ada di penokohan. Seperti keluhan yang saya ajukan di awal, penokohan di novel ini terlalu tipis, sehingga saya gak terlalu terhubung dengan karakter-karakternya. Akibatnya tidak ada karakter yang saya suka.

    Masuk dalam cerita, saya sudah bisa menebak akhirnya bagaimana. Ada terlalu banyak petunjuk untuk bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi. Cuma saya suka dengan kejutan akhir di endingnya. Itu menutupi semua tanda tanya besar yang saya miliki di sepanjang cerita dan juga faktor yang menolong buku ini naik dari bintang 1 ke bintang 2.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews

  11. The Betrayal of Natalie HargroveThe Betrayal of Natalie Hargrove by Lauren Kate
    My rating: 1 of 5 stars

    Hng... Jujur gak terlalu suka sama ceritanya. Jadi, si Natalie Hargrove ini gadis SMA yang ngebet banget untuk jadi Palmetto Princess di sekolahnya. Dia itu udah dari lama ngincar posisi ini dan mengerahkan seluruh energi untuk mencapainya. Dia juga pengen supaya pacarnya, Mike, terpilih menjadi Palmetto Prince bersama dirinya.

    Suatu kali, si Natalie dan Mike mengantar pulang salah satu teman sekolah mereka, si JB. Bukan Justin Bieber, tapi Justin Balmer. Si JB ini bisa dibilang kandidat kuat untuk menjadi Palmetto Prince, apalagi si Mike ini sebenarnya ogah-ogahan buat ikut acara pemilihan itu (cuma karena terpaksa sama Natalie aja dia mau ikut).

    Nah, si Natalie ini akhirnya punya ide buat ngerjain si JB. Dia lalu minta tolong Mike untuk nurunin si JB yang mabuk di depan gereja. Di sana, mereka lalu mengikat JB biar dia nantinya ditemukan sama orang-orang. Si Natalie ini kemudian mengambil satu botol pil dari JB karena awalnya mengira itu semacam drugs.

    E, tahu-tahu, besoknya si JB ini ditemukan meninggal. Gara-garanya botol pil yang Natalie ambil itu ternyata sejenis obat yang harus JB minum tiap 6 jam. Paniklah si doi. Dia dan Mike merasa bersalah, tapi di saat yang sama, dia juga gak mau jadi tersangka kasus ini. Dia akhirnya minta bantuan Mike supaya mereka bisa menjebak seseorang sebagai pelaku kasus itu.

    Secara premis, sebenarnya ceritanya terdengar menjanjikan. Hanya saja saya gak demen sama eksekusinya. Prank goes wrong? Oklah. Toh banyak cerita yang memakai premis macam ini. Cuma buatku reaksi Natalie sesudah itu yang membingungkan. Dia pertama agak "nyantai" sebenarnya. Takut sih, cuma gak panik-panik amat. Malah masih sempat ikut ajang pemilihan Prince and Princess itu.

    Nah, ke belakangnya, dia tiba-tiba jadi parno gitu. Sampai pake adegan ngeliat hantunya si JB segala. Ng.... Kesannya terlalu mendadak buatku. Seolah-olah dipaksakan biar mirip sama cerita Macbeth (soalnya buku ini emang diendorse sebagai retell karya klasiknya Shakespeare itu). Selain itu saya juga gak suka sama endingnya.

    Secara penokohan, saya gak gitu suka sama Natalie. Dia emang diceritakan sebagai cewek yang gak gitu baik. Well, dari situ aja sudah gak suka. Selain itu Mike, pacarnya, terasa lemah dan tidak memiliki karakteristik. Dia seolah-olah bonekanya Natalie doang.

    Gak begitu suka sama buku ini karena cerita dan karakternya yang kurang relateable.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Books in English Reading Challenge
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge


    View all my reviews

  12. Vandaria Saga: Takdir Elir  (Trilogi Elir, #1)Vandaria Saga: Takdir Elir by Hans J. Gumulia
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Takdir Elir (Trilogi Elir, #1)
    Pengarang: Hans J. Gumulia
    Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 238 halaman
    Terbitan: 2012

    Takdir membawa lima orang untuk bertemu. Rozmerga, Liarra, Sigmar, Althor, dan Xaliber. Lima orang dengan latar belakang berbeda, tapi memiliki satu takdir yang sama. Membawa kedamaian di Benua Elir. Satu per satu misteri di benua itu terungkap dan menggiring mereka semakin dalam ke jalan takdir mereka. Sanggupkah kelima pahlawan ini menjalani takdir mereka?

    Review
    Buku Vandaria kedua yang saya baca. Setelah sebelumnya sempat mencicipi Sang Penantang Takdir, kali ini saya merasakan buku pertama dari Trilogi Elir, Takdir Elir.

    Sesuai judulnya, isi cerita kali ini memang bertumpu pada takdir. Takdir menunjuk Rozmerga sebagai pembawa pesan ke tanah Elir. Takdir memilih Liarra sebagai sang pembawa busur. Takdir mempertemukan Sigmar dengan Liarra dan akhirnya membuatnya menjadi si pemegang belati. Takdir yang sama juga akhirnya menyatukan kelima karakter di atas untuk membasmi roh jahat yang bermukim di Elir.

    Berhubung saya baru baca dua buku Vandaria, mau gak mau, sadar gak sadar, saya jadi membanding-bandingkan kedua buku tersebut. Kita mulai dari kover. Secara kover, saya lebih suka dengan kover Takdir Elir. Saya suka dengan penggunaan warnanya juga pose karakternya. Ada banyak hal menarik yang bisa dilihat dari kovernya.

    Dari segi bahasa, bahasa di Takdir Elir lebih enak diikuti ketimbang di SPT. Cuma berhubung pengarangnya SPT bilang bahwa dirinya memang bereksperimen dengan gaya bahasanya di buku itu, jadi saya gak bisa bilang kalau Takdir Elir "menang". Soalnya, buat saya, memang gak bisa dibandingkan. Kecuali kalau gaya bahasa Hans J. Gumulia di sini juga merupakan eksperimen ybs.

    Dari segi cerita, hmm... Pace di sini lebih cepat dan juga lebih tipis. I mean seriously. Rasanya SPT jauh lebih tebal dan lebih padat hurufnya ketimbang ini. Tapi, yah, kalau di SPT ceritanya emang soal basmi naga yang makan waktu bertahun-tahun, span waktu di sini lebih cepat dan rasanya buku ini memang lebih menjadi sebuah pembuka trilogi. Sementara untuk SPT, dia rasanya masih bisa berdiri sendiri (walau tetep masih ada aja misteri yang membuatnya harus dilanjutkan di buku berikutnya).

    Masuk ke dalam ceritanya. Saya merasa kalau si Rozmerga ini terlalu gak punya emosi atau bagaimana? Dia disuruh pergi ke Elir untuk mendamaikan konflik dua kerajaan dan pertama kali terima misi dia cuma bereaksi, "Hah? Aku disuruh mendamaikan konflik dua kerajaan?", habis itu dia ho oh aja, mau ngejalanin misi itu. Err... Ini ngedamaiin dua kerajaan yang sudah lama berkonflik loh, Bu. Mungkin dia memang seorang true believer kali yah. Pendeta Agung ngomong apa, dia ngikut aja.

    Setelah berkenalan sedikit dengan Rozmerga, fokus cerita mulai pindah pada Liarra dan Sigmar. Nah, buat saya di sini ada ketidaksinkronan antara blurb, kover, dan porsi karakter dalam novel. Di blurb, fokus ceritanya ada pada Rozmerga. Di kover, yang pose kece di bagian depan itu si Sigmar sama Liarra dan memang mereka yang dapat porsi lebih besar di dalam Takdir Elir ini. Berasa aneh dan gak fokus aja. Rozmerga yang harusnya tokoh utama, malah jadi sampingan di sini. Kerjanya cuma bawa pasukan, lari dari perampok, terus bawa surat. Gitu doang. Secara keseluruhan, saya gak bisa relate dengan dia. Sama sekali.

    Lanjut ke Raja Althor dan Raja Xaliber. Ini dua orang bener-bener raja dari dua kerajaan yang sudah lama berkonflik bukan sih? Mereka pertama kali bertemu bukannya saling tekan atau saling mengeluarkan aura-aura tidak suka atau bagaimana. Pertama kali bertemu malah:

    "Raja Xaliber. Kau masih saja sulit mengekspresikan perasaanmu, sepertinya?" [...]

    "Sementara kau, Raja Althor, masih saja terlalu mudah mengekspresikan perasaanmu," balas Xaliber datar, namun kemudian menyunggingkan senyum simpul.

    Althor juga ikut tersenyum. [...]


    Nggg.... saya curiga ini dua raja pura-puranya aja mau perang, padahal tiap malam mereka melakukan "pertemuan-pertemuan rahasia". Jadi perangnya ini semacam modus, gitu. *perang kok jadi modus.

    Secara keseluruhan, masih banyak misteri yang memaksa pembaca (yang penasaran) untuk membeli buku kedua trilogi ini. Cuma, secara cerita sejauh ini sih masih biasa aja. Karakter? Ngg... favorit saya sejauh ini sih Liarra, sisanya biasa aja. Walau Sigmar juga cukup menarik sih (runner-up lah).

    Buku kedua? Bolehlah masuk list to-buy (atau ada yang mau ngasih gratis juga boleh *ngarep). Semoga ada lebih banyak aksi yang berarti di buku kedua dan diam2 menunggu lebih banyak "aksi" di antara Xaliber dan Althor. Bisa request Rozmerga dan Liarra juga?.

    Nilai 2.5 bintang untuk novel ini. Dibulatkan ke atas. *lalu buru2 ngacir sebelum ditimpuk karena mengharapkan adegan yang bukan-bukan di buku selanjutnya.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Fantasy Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge

    View all my reviews

  13. Dylan, I Love You!Dylan, I Love You! by Stephanie Zen
    My rating: 3 of 5 stars

    Title: Dylan, I Love You!
    Author: Stephanie Zen
    Publisher: PT Gramedia Pustaka Utama
    Pages: 296 pages
    Year published: 2007

    What do you get if you have Australian, Indonesian, and Chinese blood run inside your body?

    Maybe this...



    or this...



    or maybe this?



    wait, sorry. My bad. I mean, this...



    That's not the case with Alice. Alice has the Australian-Chinese-Indonesian blood run in her vein, but she is not beautfiul at all. Her look is half Asian, half Australian. Making her struggle to fit in. Her look is too Australian for Indonesia and too Indonesia (Asian) for Australia.

    Despite of her not-so-pretty look, she has an easygoing and friendly personality and with a little luck, she becomes Dylan's girlfriend.

    Here is the thing with Dylan. Not only he is handsome, he is also the leading vocalist for a famous band named "Skillful". He is so famous that he has his own fan base who call themselves "Dylanders".

    Being a celeb's girlfriend is never easy. Especially if your boyfriend has fans obsessed enough that she wants to separate you from him, even if that means you have to die.

    If you were in Alice's shoes, what will you do?

    Review
    My second teenlit in a row. I must admit that I also enjoyed this one. Not as much as I enjoyed Fairish though.

    I think the writing and the story were fine. It was quite light that I could finish it in 1.5 days.

    The only thing I hate about this book is the font. My critic goes to the font used in Alice's storyline. I wasn't comfortable with the font choice, though it makes the two storylines (Alice's and Dylan's) easily distinguished.

    This book is for the following reading challenges:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge
    - Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews

  14. FairishFairish by Esti Kinasih
    My rating: 4 of 5 stars

    Title: Fairish
    Author: Esti Kinasih
    Publisher: PT Gramedia Pustaka Utama
    Pages: 312 pages
    Published: 2004

    Fairish, known as Irish, a short, not-famous girl in her high school. Her usual life changes when Davi, the new boy at school, asks her to be his pretend-to-be girlfriend.

    Davi who reveals his dark past to Irish needs Irish as a fortress, both from his past and from the girls at school who are crazy about him. Irish, who feels pity to him, agree. From that moment on, Irish's life starts to turn upside down.

    Review
    Fairish is one of the most famous teenlit in Indonesia. Not only the novel has been reprinted several times, it also had been turned into film and TV serial. Despite all the heat about this book, I never read it until today.

    I must say, I'm surprised that I really enjoyed this book. I'm not into teenlit now as I did several years ago, so it surprised me that the book was still enjoyable.

    I like the characters. I like the chemistry between Irish and Davi. Though sometimes Davi is scary, especially when he is angry.

    The story was cute and it reminds me of a lighter version of Dan Hujan Pun Berhenti. Yeah, I know. This book was written way earlier than "Dan Hujan Pun Berhenti", but I read that book first.

    However good the story is, I think the hype about Davi as a new hot boy at school is too much. I mean, when he moves, all the girls are obsessed about him and do crazy things to get his attention. That part is just a little bit over the top for me.

    Overall, I enjoy the story and I could see why this book is really famous.

    This book is for the following reading challenges:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews

  15. Poirot Investigates (Poirot Melacak)Poirot Investigates by Agatha Christie
    My rating: 4 of 5 stars

    A compilation of short stories from Agatha Christie. This time we have 11 stories from our favorite detective, Poirot, and his sidekick, Hastings. From a thievery to kidnap. Eleven stories of interesting adventures of Poirot and his little grey cells.

    Review
    Ah, Agatha Christie. How I adore thee. I always like detective stories and Christie's novels have always been on the top of my favorite list. I like Poirot and his sometimes "ego-centric" attitude. I think it's irritating yet funny.

    I love the stories in this book. One thing though, it seems that Agatha Christie really like to feature a criminal who possesses acting skill and uses it for trick. Somehow I feel a little doubt about this kind of trick.

    This book is for the reading challenges:
    - 2013 What's in A Name
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge

    View all my reviews

  16. Language of Love : Mencintai Jack (Loving Jack)Language of Love : Mencintai Jack by Nora Roberts
    My rating: 1 of 5 stars

    Title: Loving Jack (Mencintai Jack)
    Author: Nora Roberts
    Publisher: PT. Gramedia Pustaka Utama
    Pages: 306 pages
    Published: March 2001

    When Nathan Powell found a girl in his bathtub, he asked the woman to leave. However, Jackie MacNamara felt that she already rented the house and refused to go. As they made the deal to live together for 2 weeks, both found that they were in love to each other. But with so many differences betwen them, how will they make it together?

    Review
    Snore. Big snore. I expected so much more from Nora Roberts as she is so famous. Well, to be honest, this is my first time reading Nora Roberts and my seond time reading Harlequin, so I can not really compare this book with another book from the same writer/line.

    I think the story was boring. I also didn't like Jackie. I felt that she was too pushy and when Nathan backed off, she became furious. Well, Nathan simply didn't wanna cross the line and you were the one who was asking for it.

    I didn't like the story at all. Maybe Harlequin is just not my thing. However, I will try to read another book from Nora Roberts since I want to compare this book with her other works.

    This book is for reading challenge:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge

    View all my reviews

  17. Hitam Putih EmilianoHitam Putih Emiliano by Sania Puteri Rasyid
    My rating: 1 of 5 stars
    Title: Hitam Putih Emiliano
    Author: Sania Puteri Rasyid
    Publisher: Grasindo
    Pages: 321 pages
    Published: 2008

      Photobucket


      Photobucket


    Exactly how I feel about this book. But first, let me explain about the book and its title. "Hitam Putih Emiliano" could be translated as "The Black and White of Emiliano". It follows the story of Emiliano, a 42 years old man, who falls in love with Karenina, an 18 years old girl. Karenina who is also head over heel with Emiliano, agrees to go out with him. As the story progress, people from Emiliano's past start to pop in and reveal secret after secret.

    Review

    The two memes above represent what I feel about this book. It is too good for a 1-star, but it's not good enough (for me) for a 2-stars. The start of the book was ok. It was interesting to see how Emiliano and Karenina's relationship develop. I could feel that a great story will follow.

    Well, a great story did follow. But it was more about the number of characters, POVs, and storylines. The book doesn't only follow Emiliano and Karenina's POVs. It also follows Emiliano's families (his sister, brother, ex-wife, daughter), Emiliano's co-workers, and even Karenina's brother and her friend x crush.

    While all those voices did link each other, sometimes I found them to be "annoying" and unnecessary. For example, I think Emily's love storyline wasn't that important to be shown (Emily is Emiliano's illegitimate daughter). I also think that there are too many coincidences in how the characters are actually related to each other.

    Finally, I didn't like the ending. I don't want to spoil the ending, but, duh. It was just... I just didn't like how the writer finished the story.

    Back to the rating. I wanted to give 1.5 stars for this book, but since Goodreads doesn't have half-star system, I'll give 1 star due to the ending and the fact that there were many pages I skipped and skimmed.

    This book is for the following reading challenges:
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge
    - 2013 Color Coded Reading Challenge

    View all my reviews

  18. The Silver Chair: Kursi Perak (Chronicles of Narnia, #6)The Silver Chair: Kursi Perak by C.S. Lewis
    My rating: 3 of 5 stars

    Title: The Silver Chair (Indonesian title: Kursi Perak)
    Author: C. S. Lewis
    Publisher: Gramedia Pustaka Utama
    Pages: 320 pages
    Published: October, 2005

    From Goodreads:

    Jill and Eustace must rescue the Prince from the evil Witch.

    NARNIA...where owls are wise, where some of the giants like to snack on humans, where a prince is put under an evil spell...and where the adventure begins.

    Eustace and Jill escape from the bullies at school through a strange door in the wall, which, for once, is unlocked. It leads to the open moor...or does it? Once again Aslan has a task for the children, and Narnia needs them. Through dangers untold and caverns deep and dark, they pursue the quest that brings them face and face with the evil Watch. She must be defeated if Prince Rillian is to be saved.

    Review
    Finally I make my progress towards finishing the Narnia series. I found this book less interesting than the other Narnia books I've read. The storyline is fine and I like the characters too, but I wish there is more tense in the story.

    I think that there are many symbols in the novel, the Lady of the Green Kirtle, the silver chair itself, there are many things to be thought while reading this book.

    Btw, my favorite part of the book is when Eustace, Jill, Puddleglum, and Prince Rilian face the Lady's magic. It was interesting to see how things turn upside-down for them.

    This book is for the following reading chalenges:
    - 2013 Fantasy Reading Challenge
    - 2013 TBR Pile Reading Chalenge
    - 2013 Finishing the Series Reading Challenge
    - 2013 Color Coded Reading Challenge
    - 2013 Monthly Key Word Challenge

    View all my reviews

  19. Sang Penantang Takdir (Vandaria Saga)Sang Penantang Takdir by Ardani Persada Subagio
    My rating: 2 of 5 stars

    From Goodreads:
    Takdir menggiring Deus untuk bertemu dengan Ratu Seraph. Namun, cinta yang tumbuh antara seorang pengawal dan Ratunya itu adalah cinta terlarang. Demi membuktikan kesungguhan cintanya dan kepantasan dirinya untuk bersanding dengan sang Ratu, Deus menyanggupi tantangan untuk membantai sembilan naga legenda. Para naga terakhir, penguasa Vandaria.

    Berbekal cinta dan senjata pusaka, Deus siap menantang takdirnya sendiri.
    Dia adalah...
    Sang Penantang Takdir.

    Review
    Inilah perkenalan pertama saya dengan Vandaria. Sebelumnya saya pernah dapat kartunya dari majalah Zigma, salah satu "bayaran" saya waktu jadi instruktur igo di acara Festival Jepang di Unair, jadi setidaknya tahulah kalau Vandaria itu ada. Tapi inilah, untuk pertama kalinya, saya menyelam masuk ke dalam dunia Vandaria.

    Lalu apakah saya melihat keindahan dunia Vandaria lewat novel ini? Ya, bisa kubilang Vandaria adalah dunia fantasi yang menarik. Konsepnya cukup jelas dan digarap dengan serius. Dua jempol untuk itu. Sayangnya buku ini tidak semenarik Vandarianya itu sendiri.

    Jujur saya merasa kurang cocok dengan bahasa yang dipakai pengarang. Saya kurang sreg dengan banyaknya Majas Perbandingan yang pengarang pakai. Majasnya bisa ditemukan di mana-mana, seperti daun yang berserakan di tanah pada musim gugur. You see? Jadinya suatu hal yang bisa disampaikan dengan jumlah kata lebih sedikit, malah jadi panjang dan bertele-tele. Okelah kalau sesekali dipakai, tapi kalau terus-terusan malah mengganggu pace membaca.

    Hal kedua yang bikin kurang sreg adalah justifikasi untuk suatu adegan. Beberapa kali ada adegan yang kesannya dipaksakan, sehingga suatu adegan lain bisa terpicu. Contohnya sewaktu Deus mengawal Ratu Seraph mengunjungi dua Raja Surgawi pada awal cerita. Saya jujur kurang ngeh tujuannya mereka ke sana untuk apa. Kenapa Ratu Seraph gak ngundang keempat Raja itu ke istananya saja sih? Selain itu pembicaraan sang ratu dan kedua raja yang dia kunjungi juga tidak diperlihatkan, sehingga saya merasa penulis sebenarnya membuat adegan kunjungan itu untuk menunjukkan hal yang lain.

    Satu lagi adegan serupa ada ketika Deus menyentuh bayangan di danau pada halaman 279. Kenapa Flavius gak memperingatkan dari awal sih kalau bayangan itu gak boleh disentuh? Curiga pingsannya si Deus itu menjadi justifikasi untuk adegan Azulmagia mendengar nyanyian kunang-kunang. Kalau toh memang si Deus itu mau dibuat pingsan supaya adegan lagu kunang-kunang itu bisa jalan, kenapa tidak membuat Flavius dengan sengaja membuat Deus menyentuh bayangan itu? Misalkan dengan menyentuh bayangan itu Deus jadi bisa mempelajari sesuatu atau bisa lebih mengendalikan kekuatan para naga. Secara Flavius itu kayaknya penyihir sakti mandraguna. Bisa aja dia melakukan hal-hal aneh demi kebaikan tokoh utama, kan?

    Hal ketiga yang bikin saya kurang sreg sama novel ini adalah pertarungan yang diskip. Itu kenapa pertarungan dengan tiga naga awal dilewatin?

    Deus: Atas nama Yang Mulia Ratu Seraph, aku akan membunuhmu di sini, naga legenda. Azul, Borr, saatnya kita beraksi.


    Bab berakhir, lalu bab baru dibuka dengan...

    Perjalanan Deus berjalan jauh lebih lancar daripada yang bisa diduga oleh Penasihat Tinggi Exar. Di saat dia menganggap Deus akan langsung tewas ketika melawan naga pertama, Deus justru bertahan melewati tiga ekor naga.


    Apaaa??? Tiga naga sudah kalah??? Why? Dipotong karena a) pengarang malas b) pengarang bingung pertarungannya mau dibagaimanakan c) keputusan bersama demi mengurangi jumlah halaman biar harga bukunya tidak terlalu mahal dan bikin keder calon pembeli d) semua jawaban salah

    Kalau gak salah bukan hanya tiga naga. Sewaktu melawan Viktish juga pertarungannya diskip. Hmm... Kenapa gak ditulis di sequel aja? Jadi si Deus ini pelan-pelan mempelajari kenyataan seiring dengan jumlah naga yang dia kalahkan. Jadi pertarungan dengan para naga gak perlu diskip. Toh, Sang Penantang Takdir ini kayaknya emang direncakan sebagai sebuah seri logi.

    Keempat, saya merasa gambaran Ratu Seraph yang diberikan kurang cocok untuk imej seorang ratu. Melihat cewek berambut panjang dengan armor (seperti di kover), saya malah teringat pada Erza dari Fairy Tail dan Chris Lightfellow dari Suikoden III. Tipe cewek kesatria dan bukan seorang ratu yang digambarkan anggun.

    Kelima, ini hal minor sih, saya merasa perasaan si Deus ketika menerima namanya pada awal cerita (hal. 23) agak aneh. IMHO, saya pribadi sih kalau baru selamat dari pembantaian sedesa dan menerima nama baru, tubuh saya tidak akan "bergetar oleh rasa bangga". Toh nama di sini hanya sekedar nama. Gak seperti di A Wizard of Earthsea.

    Ah, dari tadi ngomongin kekurangan mulu. Yang bagus dari novel ini? Jelas ilustrasinya. Saya rasa ilustrasi-ilustrasi yang ada digarap dengan apik. Saya juga suka dengan pergeseran fokus yang Deus alami. Dari yang semula hanya ingin menyelesaikan tugas dari Ratu Seraph, menjadi seorang Penantang Takdir.

    Dua bintang untuk novel ini. Thanks buat Kastil Fantasi yang udah ngirimin buku ini buat saya. Walau bukunya "cedera" ketika dikirim :'(

    Buku ini untuk reading challenge:
    - 2013 Fantasy Reading Chalenge
    - 2013 TBR Pile Reading Challenge

    View all my reviews


  20. Charlie Si Jenius Dungu (Flowers for Algernon)Charlie Si Jenius Dungu by Daniel Keyes
    My rating: 5 of 5 stars

    Title: Flowers for Algernon (Indonesian title: Charlie Si Jenius Dungu)
    Author: Daniel Keyes
    Publisher: Ufuk Press
    Pages: 457 pages
    Published: 2010

    "Flowers for Algernon" follows the story of Charlie, a janitor with IQ 68. An experiment successfully raised his IQ to 185. As Charlie grows smarter, his world becomes wider and he realizes various things about friendship, love, people, and about himself.

    As Algernon, his mouse partner in the same experiment, starts to revert to its original brain's capacity and eventually dead, will Charlie face the same fate?

    Review

    I love this book! I love the author's idea to show Charlie's low IQ through Charlie's early report where he frequently misspells and only know one punctuation, the full stop.

    As Charlie becomes smarter, his writing becomes more complex and he uses various punctuations, showing his intellectual growth. He also becomes aware of himself and people around him and how his wish-came-true to be smarter doesn't bring him the happiness he wanted.

    An interesting story with interesting execution and great conclusion. No wonder it won both the Hugo and Nebula Award.

    This book is for the following reading challenge:
    - 2013 TBR Pile
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge

    View all my reviews