Rss Feed
  1. Anna Dressed in Blood (Anna, #1)Anna Dressed in Blood by Kendare Blake
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Anna Dressed in Blood (Anna, #1)
    Penulis: Kendare Blake
    Penerbit: Tor Teen
    Halaman: 387 halaman
    Terbitan: Agustus 2011

    Hidup Theseus Cassio Lowood, alias Cas, terdiri atas berpindah-pindah dari 1 kota ke kota lain serta membasmi hantu. Suatu pekerjaan "turunan" dari ayahnya.

    Bersama ibunya, Cas pindah ke Thunder Bay, Ontario, karena mendapat pekerjaan untuk mengurusi sesosok hantu yang dikenal sebagai Anna Dressed in Blood.

    Awalnya dia kira ini akan sama seperti pekerjaan-pekerjaannya sebelum ini, tapi ternyata dia menemui seorang pembaca pikiran, beberapa saksi yang melihat teman mereka dibelah dua oleh Anna, serta seorang hantu perempuan dengan kekuatan yang belum pernah Cas temui.

    Bagaimanakah Cas akan menyelesaikan pekerjaannya kali ini?

    Review

    Buku ini antara 2 dan 3 bintang. Ada momen-momen yang bikin buku ini menarik, tapi ada banyak faktor yang bikin saya gak seberapa suka juga sih.

    Secara cerita cukup bagus. Tentang seorang pemburu hantu (walau ybs gak gitu suka disebut 'pemburu hantu') yang datang untuk menyelidiki soal Anna Dressed in Blood. Anna adalah salah satu sosok hantu lokal yang diceritakan mati dibunuh dengan leher digorok. Saat mati Anna mengenakan gaun putih yang ternoda oleh darahnya sendiri. Dari sanalah nama Anna Dressed in Blood berasal.

    Saya suka dengan hantu-hantu dan nuansa horor yang Kendare Blake ciptakan. Salah satu favorit saya waktu Cas mengajak teman-temannya untuk membuktikan bahwa dia memang mampu membasmi hantu (karena dia butuh kepercayaan salah satu temannya itu untuk membasmi Anna), lalu mereka pergi ke sebuah tempat yang dikenal berhantu. Di sana Cas bertemu sesosok hantu yang merupakan gabungan seorang polisi dan seorang pembunuh yang mati di tempat itu. Buat saya ide Kendare untuk membuat 2 hantu dalam 1 wujud itu menarik.

    Anna juga merupakan sosok hantu yang langsung menarik perhatian. Di awal kemunculannya Anna sudah langsung membelah dua Mike, salah seorang teman Cas, dan langsung meninggalkan impresi sosok hantu yang ganas.

    Lalu apa yang membuat saya kurang suka novel ini? Karakternya.

    Karakter utama buku ini, Cas, agak menyebalkan, khususnya di awal-awal. Sikapnya yang terkesan too cool for school bikin saya rada kesel. Selain itu pas di awal saya sempat kira dia itu cewek loh. :|

    Gaya narasi dan gaya bicaranya membuat saya berpikir kalau Cas ini cewek. Saya baru sadar kalau dia itu cowok pas dia bernarasi kalau dia tidak ke sini (Thunder Bay) untuk berkencan saat dia lagi berhadapan dengan seorang cewek bernama Carmel. Padahal di blurb-nya sudah tertulis 'he', tapi saya gak sadar X3

    Karakter lain yang bikin saya jengkel itu Anna. Waktu awal kemunculannya si Anna ini ganas banget, tapi untuk suatu alasan, dia tidak bisa membunuh Cas. Kenapa? Saya tidak tahu. Soalnya hal ini tidak dijelaskan dalam buku. Sampai cerita selesai saya masih garuk-garuk kepala, bingung kenapa si Cas ini begitu spesial sehingga Anna mampu menahan sosok ganas dalam dirinya sehingga Cas bisa terus selamat. Mungkin jawabannya ada di sekuelnya? Entahlah.

    Selain itu saya gak gitu suka sama keputusannya penulis untuk mengubah karakter Anna jadi 'hantu baik' di akhir cerita.

    Jadi, ceritanya dalam diri Anna ini ada sosok lain yang bikin dia ganas. Kemungkinan semacam kekuatan jahat yang masuk dalam rohnya setelah dia ditumbalkan oleh ibunya sendiri. Yup, dia mati dibunuh ibunya sendiri. Tapi setelah ritual yang dilakukan Cas bersama Carmel, Thomas, dan Will, si Anna ini kehilangan sosok jahatnya dan akhirnya jadi hantu baik-baik dan manis.

    Saking manisnya sampai si Cas jatuh cinta padanya. Yup, setelah Anna berhasil 'dijinakkan', cerita sedikit pindah jalur ke roman antara Cas dan Anna. O...ke.

    Bagian akhir ceritanya juga agak, hmm... perasaan saya agak kecampur soal ending-nya sih. Di sepanjang cerita, si Cas ini menggunakan sebuah pisau athame warisan ayahnya untuk membasmi hantu. Nah, ternyata pisau itu adalah media kekuatan sosok hantu yang membunuh ayahnya dulu. Akhirnya malah terjadi pertempuran antara Cas dengan hantu yang membunuh ayahnya dulu. Nah, yang bikin saya bingung adalah: kenapa si 'itu' baru muncul sekarang? Tidak dari dulu-dulu? Dan kenapa 'dia' menginginkan Anna?

    Yah, secara keseluruhan novel ini gak seberapa jelek sih. Untuk bacaan, apa sebutannya? YA? Bolehlah. Bahasanya sederhana (dan ada beberapa bagian yang agak repetitif), tapi mengingat ini semacam buku teenlit, jadi saya gak terlalu permasalahkan sih. Cuma kerasa banget kejomplangan pemilihan kata yang digunakan di buku ini dengan di novel semacam Gold karya Chris Cleave yang baru selesai saya baca (baca reviewnya di sini).

    Kalau suka sama cerita horor dan novel YA, buku ini boleh dicoba. Saya sendiri masih kepengin lanjut baca buku keduanya demi melihat apakah akan ada penjelasan dari beberapa hal mengganjal di novel ini.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 Books in English Reading Challenge
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge

    View all my reviews

  2. 0 comments :

    Post a Comment