Rss Feed
  1. Neraka BorneoNeraka Borneo by Alfi Zachkyelle
    My rating: 2 of 5 stars

    Judul: Neraka Borneo
    Penulis: Alfi Zachkyelle (Story), Man (Mansyur Daman) (Penciller)
    Penerbit: Cendana Art Media
    Halaman: 120 halaman
    Terbitan: April 2013

    Sebagai seorang freelance film-maker, Jaka selalu siap menerima tawaran pekerjaan. Termasuk bergabung dalam sebuah tim ekspedisi yang membawa pada sebuah jalinan misteri alam yang mengerikan. Bersama timnya, Jaka harus menemukan faktor penyebab kecelakaan sebuah pesawat penumpang yang jatuh di atas pegunungan di Kalimantan. Jaka menghadapi sebuah petualangan yang fatal hingga timnya harus berkorban nyawa. Sebuah neraka di pedalaman Borneo.

    Review

    Hasil baca berdiri di Gramedia :p
    Kalau saya ingat-ingat lagi, dulu di Gramedia rasanya dilarang buat numpang baca (CMIIW). Senang juga aturan semacam itu sudah dihapus sekarang.

    Menurut saya cerita di komik ini kurang tergali. Jadi intinya adalah: sekelompok tim ekspedisi pergi menyelidiki kecelakaan pesawat di pedalaman Kalimantan. Di sana mereka mendapati hewan-hewan misterius, mayat hidup, surga tersembunyi, hingga asal mula manusia.

    Terdengar menarik? Memang, tapi eksekusinya kurang oke. Plotnya terasa buru-buru dan karakternya terasa dangkal, dan ada yang menurutku terkesan tempelan. Misalnya, di tim ini ada seorang ustad dan pastor yang turut serta. Apakah mereka memberikan suatu sudut pandang menarik, mengingat latar belakang agama mereka, pada misi ini? Menurut saya tidak. Mereka bisa digantikan juru kamera/juru suara dan tidak akan mengubah apapun. Selain itu karakter utamanya, Jaka, dan seorang dokter wanita yang ateis/agnostik tampaknya juga punya latar belakang yang bisa lebih digali. Hanya kayaknya mentok di jumlah halaman.

    Gambarnya bagus menurut saya, cuma kadang ekspresi wajah tokohnya kurang kena bagi saya.

    Secara keseluruhan, komik ini kurasa akan lebih baik kalau ditulis lebih panjang. Jumlah halamannya terlalu sedikit untuk menampung seluruh ide yang penulisnya miliki.


    View all my reviews


  2. Yup, di pertengahan tahun saya memutuskan untuk ikut 1 tantangan baca lagi. Iya, tantangan baca saya banyak banget yah. Maklum, tahun pertama ikutan ginian. Jadi kalap X3

    Tantangan baca yang saya ikuti kali ini diselenggarakan oleh mademelani.wordpress.com. Tujuannya adalah agar para peserta tantangan ini membaca karya sastra Indonesia. Baik klasik, maupun modern. Beberapa peraturan tantangan ini antara lain:

    1. Kamu bisa memilih mau membaca sastra Indonesia klasik, atau kontemporer, atau keduanya (klasik dan kontemporer). 
    2. Tentukan sendiri target jumlah buku yang mau kamu baca untuk kategori yang kamu pilih, atau untuk masing-masing kategori (kalau kamu pilih keduanya). Berapa pun jumlah buku, tak masalah. Yang penting adalah pengalaman membaca dan mengapreasi (baca: mengkritisi), serta berpendapat atas hal yang kamu baca. :) 
    3. Periode membaca adalah dari Januari 1 sampai Desember 31, 2013. 
    4. Genre buku yang dibaca boleh apa saja, fiksi maupun non-fiksi (disarankan yang bersifat humaniora), asal merupakan karya penulis Indonesia. Buku yang kamu baca boleh digabungkan ke reading challenge (yang lain) yang kamu ikuti. 
    5. Tuangkan pendapat kamu atas buku yang kamu baca dalam posting di blog kamu (tidak harus punya blog khusus buku). ‘Review’ tidak melulu harus panjang dan formal, kamu bebas mengungkapkan pendapat kamu dalam bentuk posting yang kamu sukai. 
    6. Pasang button “Membaca Sastra Indonesia 2013 – Klasik & Kontemporer” di side bar blog kamu, supaya kita juga langsung tahu mengenai keikutsertaan blog kamu di inisiatif ini.
    Catatan:

    *Klasik: Ungkapan “sastra Indonesia klasik” jarang terdengar, menurut saya karena kemunculan Indonesia pun baru ada pada jaman yang dianggap ‘modern’ dalam kerangka literatur dunia. Karya-karya sastra klasik (Nusantara) sebelum abad 20 sebenarnya cukup banyak, namun sering masih dalam bahasa daerah, seperti Serat Centhini yang ditulis dalam bahasa jawa kuno, atau karya lainnya, yang membuatnya sulit dibaca oleh generasi sekarang. Untuk itu kategori “klasik” dalam Membaca Sastra Indonesia 2013 ini saya perluas hingga ke area “modern classics”, yaitu karya-karya yang ditulis di permulaan abad 20 hingga tahun 70-an (tentu untuk karya yang secara kualitas memang layak disebut “klasik”). Buku-buku seperti Puisi Lama hingga karya-karya Pramoedya, contohnya, bisa masuk di sini.

    *Kontemporer: semua karya yang bersifat kontemporer, memiliki unsur kebaruan/ masa kini, ditulis di masa 80-an hingga sekarang. Termasuk di sini adalah sastra populer (chicklit, metropop, dan sejenisnya).

    Saya pribadi bakal ikut dua-duanya. Untuk divisi kontemporer sih relatif mudah, jadi berani pasang target tinggi. Yang susah di bagian klasik. Saya bingung nyari bukunya sih >.<

    Oh, sudahlah. Saya pasang target 3 buku untuk klasik dan 20 buku untuk kontemporer. Untuk yang kontemporer, kalau mau masukin yang sudah saya baca sejauh ini, rasanya sih sudah cukup, tapi kurasa saya masukin beberapa yang kuanggap menarik aja deh :D

    Kalau ada tautan pada judul, itu berarti saya sudah membaca dan menulis ulasan buku tersebut.

    Klasik:
    1. Jalan Tak Ada Ujung - Mochtar Lubis (1952) - humaniora
    2. Karmila - Marga T. (1973) - roman
    3. menyusul


    Kontemporer:
    1. Pasung Jiwa - Okky Madasari (2013) - humaniora
    2. Canting Cantiq - Dyan Nuranindya (2009) - teenlit/roman
    3. Jejak Langkah - Pramoedya Ananta Toer (1985) - humaniora
    4. Hujan Bulan Juni - Sapardi Djoko Damono (1994) - puisi
    5. Pintu Harmonika - Clara Ng & Icha Rahmanti (2013) - humaniora
    6. Mata Ruang - Epri Tsaqib (2011) - puisi
    7. Abad yang Berlari - Afrizal Malna (1984) - puisi
    8. Redfang - Fachrul R.U.N. (2012) - fantasi
    9. Stanza dan Blues - W.S. Rendra (2010) - puisi
    10. Relung-Relung Gelap Hati Sisi - Mira W. (1983) - humaniora/roman
    11. Love, Hate & Hocus Pocus - Karla M. Nashar (2008) - metropop/roman
    12. Kau Memanggilku Malaikat - Arswendo Atmowiloto (2008) - humaniora
    13. Rahasia Selma - Linda Christanty (2010) - kumpulan cerpen/humaniora
    14. Titik Nol: Makna Sebuah Perjalanan - Agustinus Wibowo (2013) - non fiksi/humaniora
    15. Kapitalisme Soviet? Sebuah Catatan Perjalanan - Tjipta Lesmana (1987)- non fiksi/humaniora/politik
    16. My Life as Writer - Haqi Achmad, Ribka Anastasia (2013) - non fiksi
    17. Maruti: Jerit Hati Seorang Penari - Achmad Munif (2005) - humaniora/roman
    18. Rumah Kaca - Pramoedya Ananta Toer (1988)
    19. Memang Jodoh - Marah Rusli (2013) - budaya/roman
    20. Canting - Arswendo Atmowiloto (1986) - budaya/roman

    Ingin tahu lebih banyak soal tantangan baca ini? Cek blog hostnya


  3. Wishful Wednesday #30

    Wednesday, August 7, 2013

    Hi all. Berjumpa lagi di hari Rabu ini dalam Wishful Wednesday. Bagaimana lebarannya? Pada pulang kampungkah? Atau mungkin memanfaatkan momen libur kali ini untuk jalan-jalan ke tempat lain? Saya sendiri cuma menghabiskan waktu dengan membaca :D

    Untuk minggu ini, buku yang saya incar adalah:

    Unwind
    by: Neal Shusterman

    Blurb dari Goodreads:

    Orangtua Connor ingin menyingkirkannya karena ia selalu menimbulkan masalah. Risa tidak punya orangtua dan akan menjalani pemisahan raga untuk mengurangi beban panti asuhan. Pemisahan raga Lev sudah direncanakan sejak ia lahir, bagian dari agama orangtuanya. Dipertemukan nasib, dan dipersatukan keputusasaan, ketiga remaja ini melakukan perjalanan yang penuh bahaya, tahu bahwa nyawa merekalah taruhannya. 
    Jika bisa bertahan hidup sampai ulang tahun ke-18, mereka selamat. Tetapi, ketika setiap bagian tubuh mereka, dari tangan sampai jantung, diincar dunia yang menggila, 18 terasa amat sangat jauh.
    Ya, kalau dilihat dari blurb-nya sih ini distopia YA. Saya sendiri sudah lama pengin baca buku ini karena membaca beberapa ulasan di Goodreads yang bilang bahwa buku ini mengangkat tema "pemanenan organ". Maksudnya, ada orang, dalam kasus ini remaja, yang sengaja dibunuh agar organnya bisa diambil dan dipakai untuk tujuan tertentu. Dan itu adalah suatu tindakan legal, saudara-saudara.

    Terjemahannya sendiri diperkirakan mulai terbit akhir Agustus ini. Kovernya sih saya gak gitu suka ya, tapi kover asli novelnya juga saya gak seberapa demen sih.

    Kover asli "Unwind"

    Kalau dari beberapa kover yang ada, yang menurut saya unik itu yang ini:

    "Unwind" terbitan Simon & Schuster Children's

    Itu buku pilihan saya minggu ini. Apa buku pilihanmu?

    Ingin tahu lebih banyak soal WW? Cek blog hostnya.


  4. Kana di Negeri KiwiKana di Negeri Kiwi by Rosemary Kesauly
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: Kana di Negeri Kiwi
    Penulis: Rosemary Kesauly
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 208 halaman
    Terbitan: Mei 2005

    Kepindahan Kana ke Selandia Baru diiringi oleh rasa sakit hati. Sakit hati karena dia dibuang oleh ibunya yang akan menikah lagi, juga karena Rudy, pacarnya di Indonesia, memutuskannya karena dia gendut.

    Untungnya dia bertemu dengan Jyotika, gadis imigran India, yang menjadi teman baik Kana di Negeri Kiwi itu. Hanya saja suatu hari Jyotika bertingkah aneh dan menjauhi Kana. Apa ini gara-gara Kana sekarang sedang dekat dengan Tsunehisa, cowok Jepang yang disukai Jyotika?

    Review

    Bacaan ringan sebelum mulai baca Jejak Langkah. Biar gak baca buku "bantal" berturut-turut. Baru habis baca The Return of the King soalnya.

    Tema yang diangkat cukup mengejutkan. Awalnya waktu Jyotika, alias Joy, bilang ke Kana bahwa Kana beruntung karena tubuhnya adalah miliknya sendiri, saya kira itu karena si Joy ini mau dinikahkan dengan seorang pria India. Ternyata tema yang diangkat malah soal kekerasan seksual O_o

    Secara keseluruhan buku ini layak jadi juara 1 lomba teenlit. Tema yang diangkat menarik, latar tempatnya bagus, dan saya bisa tangkap nuansa remajanya.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 New Authors Reading Challenge
    - 2013 What's in A Name Reading Challenge
    - 2013 Indonesian Romance Reading Challenge


    View all my reviews


  5. The Return of the King (Kembalinya Sang Raja)The Return of the King by J.R.R. Tolkien
    My rating: 5 of 5 stars

    Judul: The Return of the King (Lord of the Rings, #3)
    Penulis: J.R.R. Tolkien
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 520 halaman
    Terbitan: Desember 2003

    Dalam pertempuran terakhir melawan pasukan raja kegelapan, korban-korban kembali berjatuhan. Gondor dikepung. Denethor kehilangan akal sehatnya. Bantuan dari Rohan terhambat oleh pertempuran di padang Pelennor. Theoden gugur dan Eomer mengambil alih kepemimpinan. Saat harapan hampir padam, datanglah rombongan kaum Dunedain yang dipimpin Aragorn, Gondor, Rohan, dan kaum Dunedain bersatu menggempur pasukan Mordor. Namun masih ada perjalanan menuju jantungnya Mordor, sebab cincin itu belum dimusnahkan. Cincin itu kini berada di tangan Gollum, yang sangat menginginkannya untuk dirinya sendiri.

    Review

    Woah, selesai juga petualangan saya bersama Frodo, Sam, Gandalf, dkk di Dunia Tengah. Secara keseluruhan, LOTR adalah satu perjalanan yang menyenangkan.

    Berbeda dengan 2 buku sebelumnya yang punya beberapa momen bikin ngantuk, buku ketiga ini jauh lebih menarik dan bikin saya pengin baca terus. Terbukti buku bantal satu ini bisa selesai dalam 1 hari.

    Saya suka dengan akhir ceritanya. Saya suka bagaimana setelah pertarungan selesai dan cincin dimusnahkan, cerita tidak langsung berakhir dengan semua orang bahagia. Cerita justru berlanjut dengan kisah keempat hobbit, Frodo, Sam, Merry, dan Pippin membersihkan Shire dari pengaruh Saruman. Adegan favorit di buku ini? Sama dengan adegan di filmnya (yang saya nonton terpotong-potong waktu diputar di TV), saya suka bagian Gollum jatuh sambil membawa cincin. Somehow saya merasa sedih padanya. Bagaimanapun menyebalkannya makhluk satu itu, tetap saja hidupnya menyedihkan sekali. Setidaknya dia mati sambil membawa "my precious".

    Masuk ke bagian Apendiks, saya cuma bisa menganga. Ajegile, lengkap amat. Dari sejarah dunia sampai silsilah keluarga, sampai ke sistem kalender dan bahasa, semuanya ada dibahas. Bahkan ke cara pengucapan bunyi-bunyi tertentu pun ada. Luar biasa.

    Ya, secara keseluruhan nilai serial LOTR ini, bagi saya, adalah: (3+3+5)/3= 11/3 = 3,67. Dibulatkan ke atas jadi 4 bintang.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Read Big Reading Challenge
    - 2013 Fantasy Reading Challenge
    - 2013 Finishing the Series Reading Challenge


    View all my reviews


  6. The Two Towers (Dua Menara)The Two Towers by J.R.R. Tolkien
    My rating: 3 of 5 stars

    Judul: The Two Towers (Lord of the Ring, #2)
    Penulis: J.R.R. Tolkien
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 420 halaman
    Terbitan: 2002

    Akibat serangan Orc-orc, rombongan pembawa cincin tercerai-berai. Aragorn, Legolas, dan Gimli, meneruskan perjalanan ke negeri orang-orang Rohan. Bersama Raja Theoden dan pasukannya mereka menuju Isengard untuk menghadapi Saruman.

    Pippin dan Merry tersesat ke hutan Fangorn dan bertemu dengan Treebeard, penjaga pohon tertua yang masih hidup sejak awal terciptanya dunia tengah.

    Sementara itu, Frodo dan Sam melanjutkan berjalan ke Mordor untuk memusnahkan cincin Sauron. Tapi ada sosok misterius yang senantiasa mengikuti mereka dengan diam-diam, mengintai dengan sabar untuk mendapatkan cincin itu.

    Review

    Selesai juga baca buku ke-2 ini. Buku yang sangat menguras tenaga pembacanya. Untung saya bacanya full-time karena lagi libur, jadi bisa selesai lebih cepat X3

    Menurutku buku ke-2 ini lebih seru daripada buku pertama, tapi tetep terasa keseret-seret di beberapa bagian. Khususnya di bagian Frodo dan Sam ketemu pasukan dari Gondor. Jujur saya ngantuk baca bagian itu.

    Masih tetep banyak puisi dan lagu di sini dan masih tetap saya lewati hampir semuanya. Saya tahu puisi dan lagu memang salah satu cara menyimpan catatan sejarah, tapi menurutku di sini malah memperlambat ceritanya.

    Oh, well. Ceritanya tetep bagus dan bikin penasaran kelanjutannya. Akhir ceritanya gantung banget nih >.<

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Fantasy Reading Challenge
    - 2013 Finishing the Series Reading Challenge


    View all my reviews


  7. Sisi Lain Diriku (The Other Side Of Me)Sisi Lain Diriku by Sidney Sheldon
    My rating: 1 of 5 stars

    Judul: Sisi Lain Diriku
    Penulis: Sidney Sheldon
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Halaman: 480 halaman
    Terbitan: 2007

    Memoar, dilengkapi foto-foto

    Hanya sedikit penulis yang mempunyai berbagai bakat dan produktif seperti Sidney Sheldon. Buku-bukunya dan karya-karyanya dalam film, TV, dan teater yang laris telah mencengangkan jutaan orang. Ia telah menulis 18 novel, lebih dari 25 skenario film Hollywood, dan naskah untuk pertunjukan TV yang diciptakannya yang tak terhitung jumlahnya.

    Kini ia menceritakan kisahnya yang paling dramatis, mengenang dan mengingat kembali sisi lain dirinya. Kehidupan Sidney Sheldon penuh dengan perjuangan dan keraguan, kegagalan dan kesuksesan...

    Review

    Pertama kalinya saya bosan membaca sebuah memoar. Saya suka Sidney Sheldon dan sudah pernah membaca 2 novelnya (menurut ingatan saya), makanya saya pengin baca kisah hidupnya. Oke, kisah hidupnya jelas tidak membosankan. Yang bikin saya ngantuk itu cara penceritaannya.

    Jadi di sini Sidney Sheldon menulis autobiografinya dengan gaya novel. Dia menjadikan dirinya tokoh utama dalam cerita dengan memakai POV 1. Buku ini dibuka dengan Sidney muda yang hendak bunuh diri karena merasa putus asa dengan hidup. Setelah dihentikan ayahnya, dia berusaha untuk menjalani hiduo.

    Awalnya dia bekerja dari satu tempat ke tempat lain untuk membantu penghidupan keluarganya. Di bagian sini agak membosankan. Agak susah juga komentarnya, berhubung ini kisah nyata, tapi gaya penulisannya repetitif. Sidney nyari kerja, dapat pekerjaan, mengacau setelah beberapa saat bekerja, dipecat, ulangi dari pertama.

    Di bagian dia mulai bekerja sebagai penulis lagu dan naskah drama juga sama. Saya bosan membaca pola yang sama, sehingga saya skip dan maju ke bagian Perang Dunia, saat dia menjadi pilot pesawat. Sayangnya saya sudah terlanjut gak mood dan skip langsung ke bagian akhir.

    So, yeah. I wasn't really happy with this book, but I'll still read his novels in the future.

    Buku ini untuk tantangan baca:
    - 2013 Nerdy Non-Fiction Reading Challenge


    View all my reviews